Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Enterprise Architecture Menggunakan Togaf 9.1: Sebuah Strategi Terhadap Peningkatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Pada Industri Jasa (studi Kasus Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat) Brian Argya Respati; Irfan Darmawan; Asti Amalia Nur Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pendukung jalannya aktifitas ataupun proses bisnis yang ada pada perusahaan tersebut. Terlebih teknologi informasi menjadi salah satu dasar alat untuk mewujudkan visi dan misi mereka. Dalam hal keamanan informasi, perusahaan telah mengimplementasikan teknologi informasi salah satunya sebagai media penyimpanan data ataupun untuk transfer data. Namun seiring berkembangnya teknologi yang cepat, dibutuhkan pula perkembangan keamanan sistem dengan standarisasi yang lebih baik untuk mencegah ancaman – ancaman yang terjadi, seperti manajemen data dan informasi serta perlindungan aset – aset TI. Ini adalah masalah besar yang tidak dapat diabaikan, dikarenakan beberapa tahun belakangan ini, banyak perusahaan yang menghadapi masalah akibat kurangnya sistem manajamen keamanan informasi yang kurang optimal sehingga menyebabkan data – data ataupun pemeliharaan aset – aset yang ada tidak sesuai dengan aturan. Untuk mencegah masalah ini, maka perusahaan membutuhkan enterprise architecture yang berfokus kepada ¬¬manajemen keamanan informasi. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu dengan TOGAF ADM yang meliputi domain inti berupa bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Pada penelitian ini dihasilkan sebuah blueprint enterprise architecture mengenai kondisi arsitektur perusahaan saat ini serta target yang diusulkan untuk perbaikan sistem manajemen keamanan informasi. Kata kunci: enterprise architecture, sistem manajemen keamanan informasi, teknologi informasi, TOGAF, ADM Abstract Today, many companies use information technology as a media to support the activities or business processes that exist in the company. Moreover, information technology is one of the basic tools to realize their vision and mission. In information security things, the company has implemented information technology, one of which is data storage or data transfer. But along with the rapid development of technology, it also requires the development of system security with better standardization to prevent threats that occur, such as data and information management and protection of IT assets. This is a big problem that cannot be ignored because, in recent years, many companies have faced problems due to a lack of optimal information security management system, causing data or maintenance of existing assets not in accordance with the rules. To prevent this, the company needs enterprise architecture that focuses on information management. The approach used is TOGAF ADM which covers the core domains in the form of business, data, applications, and technology. In this study, a blueprint of enterprise architecture was produced regarding the current state of the company's architecture and the proposed targets for improving information security management system. Keywords: enterprise architecture, information security management system, information technology, TOGAF, ADM
Perancangan Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan Metode Analisis Risiko Iso 27005:2008 Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Barat Erny Nursetyawati; Rokhman Fauzi; Ryan Adhitya Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi Informasi saat ini berkembang pesat, sehingga teknologi informasi begitu berperan penting dalam menunjang proses bisnis suatu organisasi dan untuk meningkatkan value suatu perusahaan. Semakin berkembanganya teknologi informasi maka menjadikan informasi sebagai salah satu asset yang penting dan perlu untuk dilindungi keamanannya. Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat merupakan organisasi milik pemerintah yang menyediakan layanan bagi pemerintahan daerah Jawa Barat sehingga informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika sangat perlu untuk dilindungi agar pihak – pihak yang tidak memiliki hak akses tidak dapat mengakses dan mengendalikannya, sehingga terlindungi dari potensi ancaman dan risiko dari berbagai jenis dan sumber. Dengan menerapkan manajamen informasi dapat membantu proses untuk menjaga dan melindungi keamanan informasi dari berbagai ancaman Risiko. Pada Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan manajemen keamanan informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat khususnya pada aplikasi yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat yaitu aplikasi service desk, penilitian dilakukan dengan cara menganalisis risiko kemudian membuat rancangan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penerapan keamanan informasi pada aplikasi service desk. Pada penelitian untuk menganalisis risiko menggunakan pendekatan dari Dari hasil analisis risiko menggunakan ISO 27005 pada aplikasi service desk milik Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat akan didapat level dari setiap risiko yang telah dianalisis, kemudian dilakukan risk response atau respon pada setiap risiko, setelah diberikan respon terhadap risiko lalu melakukan perancangan keamanan informasi menggunakan ISO 27001 sebagai acuannya, yaitu dengan tahapan memberikan kontrol yang tepat pada setiap risiko, lalu dari semua hasil analisis yang telah dilakukan akan dibuat kebijakan-kebijakan sesuai dengan rekomondasi pada setiap risiko, kebijan yang diusulkan bisa menjadi acuan untuk Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat dalam melindungi keamanan informasi pada aplikasi service desk. Kata kunci : Informasi, Keamanan Informasi, Analisis Risiko, ISO 27005, ISO 27001, Service Desk, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Abstract The development of information technology is currently growing rapidly, so that information technology plays an important role in supporting an organization's business processes and to increase the value of a company. As information technology develops, information becomes one of the most important assets and needs to be protected. The West Java Communication and Informatics Office is a government-owned organization that provides services to the West Java regional government so that information on the Communication and Informatics Office needs to be protected so that those who do not have the access rights cannot access and control it, so they are protected from potential threats and risks of various types and sources. By implementing the information management, it can help the process to maintain and protect the information security from various risk threats This research aims to design an information security management at the West Java Communication and Informatics Office, especially in an applications managed by the West Java Communication and Informatics Office, namely the service desk application, the research is carried out by analyzing risk then making a design that can be used as a reference in implementing the information security in the service desk applications. In this research, we analyze the risk using the approach of the ISO 27005 standard as an information technology risk management framework. The initial stages in determining the design of information security consist of risk analysis, namely the identification of assets, identification of threats, weaknesses, probabilities and impacts. The second stage is determining security controls in accordance with the results of the previous risk analysis. From the results of the risk analysing using ISO 27005 on the service desk application owned by the Office of Communications and Informatics in West Java, we will get the level of each risk that has been analyzed, then we response to each risk, after that we design the information security using ISO 27001 as a reference, that is, by giving the right control for each risk, then from all the results of the analysis that have been carried out, policies will be made according to the recommendations for each risk, the proposed policy can become a reference for the Office of Communication and Informatics in West Java to protect the information security in the service desk application. Keywords: : Information, Information Security, Risk Analysis, ISO 27005, ISO 27001, Service Desk, West Java Communication and Informatics Office
Perancangan Manajemen Risiko Operasional Spbe/e-government Elektronik Pada Kategori Sumber Daya Manusia, Data Dan Informasi, Aplikasi, Dan Keamanan Berdasarkan Permen Panrb Nomor 5 Tahun 2020: Studi Kasus Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Fritasya Dwiputri Suryoputro; Lukman Abdurrahman; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna. Dengan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah atau SPIP bahwa wajib untuk menerapkan manajemen risiko SPBE. Manajemen risiko adalah upaya untuk menghindari adanya risiko yang terjadi. Salah satu instansi pemerintahan yaitu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat sudah menerapkan SPBE sebagaimana yang telah diatur pada Perpres No. 95 Tahun 2018 pada pasal 46 yang menjelaskan bahwa pelaksanaan manajemen SPBE berpedoman pada Standar Nasional Indonesia. Permen PANRB Nomor 5 tahun 2020 tentang Pedoman Manajemen Risiko SPBE menjadi standarisasi untuk penerapan rancangan manajemen risiko operasional SPBE. ISO 31000:2018 dan COBIT 5 for risk digunakan sebagai referensi tambahan. Pada penelitian ini penulis membedakan dua jenis risiko yaitu risiko negative dan risiko positif. Hasil dari penelitian ini berupa profil risiko yang diidentifikasi untuk dievaluasi dan ditangani. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi 3 aspek, yaitu apek personil, proses, dan teknologi. Kata kunci : SPBE, Manajemen Risiko, SPIP, Abstract SPBE is a government organization that utilizes information and communication technology to provide services to users. With the provisions of Government Regulation No. 60/2008 concerning the Government Internal Control System or SPIP, it is mandatory to implement SPBE risk management. Risk management is an effort to avoid the risk that occurs. One government agency, namely, the Regional Government of West Bandung Regency has implemented SPBE as stipulated in Perpres No. 95 of 2018 in article 46 which explains that the implementation of SPBE management is guided by the Indonesian National Standards. PANRB Regulation No. 5 of 2020 concerning the SPBE Risk Management Guidelines becomes the standard for implementing the SPBE operational risk management design. ISO 31000: 2018 and COBIT 5 for risk are used as additional references. In this study, the authors distinguish two types of risk, namely negative risk, and positive risk. The results of this study are in the form of a risk profile that is identified to be evaluated and handled. This research resulted in recommendations of 3 aspects, namely musty personnel, processes, and technology. Keywords: E-Government, SPBE , Risk Management
Analisis Risiko Keamanan Informasi Menggunakan Metode Octave Allegro Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Jawa Barat Greenhard Sitorus; Rokhman Fauzi; Ryan Adhitya Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penerapan tata kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan dan tututan bagi setiap instansi peyelenggara pelayanan publik, mengingat peran TIK yang semakin penting bagi upaya peningkatan kualitas sebagai salah satu realisasi dari tata kelola pemerintah yang baik. Dalam penyelenggaraan tata kelola TIK, faktor keamanan informasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan mengingat kinerja tata kelola TIK akan terganggu jika informasi sebagai salah satu objek utama tata kelola TIK mengalami masalah keamanan informasi yang menyangkut kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan. Teknologi informasi juga kini telah menjadi hal yang sangat penting karena sudah banyak instansi pemerintah yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat yang mendukung dalam menjaga dan meningkatkan kualitas informasinya. Seperti halnya teknologi informasi yang dirangkai menjadi suatu kesatuan sistem informasi yang dapat menjadi penunjang utama dalam proses pengelolaan data untuk menghasilkan informasi yang dapat dicerna serta dipahami dengan baik dan jelas. Dalam menerapkan tata kelola teknologi informasi terkadang muncul berbagai risiko serta ancaman yang tak terduga yang dapat mengganggu keberlangsungan sistem informasi sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi instansi pemerintah tersebut. Maka dari itu diperlukan adanya suatu penilaian risiko yang dapat membuat manajemen keamanan informasi pada instansi pemerintah tersebut menjadi lebih efektif, efisien dan berkesinambungan. Serta penilaian risiko tersebut dapat menjadi pendoman untuk menerapkan kebijakan yang belum dijalankan dengan semestinya, dan menjadi pembanding terhadap terhadap kebijakan yang sudah diterapkan. Untuk dalam penelitian ini dilakukan penilaian risiko terhadap kerentanan informasi. Kata Kunci— Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sistem Informasi, Tata Kelola Teknologi Informasi, Penilaian Risiko, OCTAVE, OCTAVE Allegro
INTEGRASI FRAMEWORK ISO 27001 DAN COBIT 2019 UNTUK SISTEM KEAMANAN INFORMASI PADA SMART TOURISM PT YoY MANAJEMEN INTERNASIONAL Muhammad Nawir; Irfan AP; Farid Wajidi
J-ICON : Jurnal Komputer dan Informatika Vol 10 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jicon.v10i2.7985

Abstract

Information technology that is growing rapidly becomes a very high threat to information systems. PT. YoY Management Internasional which will manage the location-based smart tourism application so that it is necessary to protect company information, in order to avoid interference and threats that can harm the company. In this study, an analysis of information technology (IT) governance was carried out using the COBIT 2019 framework, by aligning the company's strategies and goals into existing processes in COBIT 2019 which were then mapped into ISO 27001 for information security management. The purpose of this research is to manage information security using the COBIT 2019 framework and the ISO 27001:2013 standard. The research method used in this research is descriptive qualitative. The results obtained in this study are in the form of several recommendations for policies in managing information security in smart tourism applications in accordance with the COBIT 2019 and ISO 27001:2013 standards.
ANALISIS KEAMANAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UIN SUNAN KALIJAGA Aries Firmansyah; Bambang Sugiantoro
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Academic Information System is is designed to support what you want users completed, the operating system must support the network to a certain extent. Therefore the need to be analysed performance computer network on information systems academic UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta later the analysis can be used for development in the future. Testing tissue using a performance QoS (Quality of Service) and testing attacks have DDOS.Research phase based on the quantitative method as the data collection to knowing how big performance of the academic information system to DDOS attack, scenario using big packet sent and conducted performance analysis of performance of the Academic Information System of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta emphasizes on monitoring of system and bandwidth parameters measurement, delay and packet loss on the network infrastructure that has been there is.The result of measurement and monitoring Quality of Service on Academic Information System of UIN Sunan Kalijaga toward the Distributed Denial of Service attack (DDoS) decreased by the highest average score of bandwidth transfer rate 2.4 KBps what happened in the 1 PC attack and 10.1 KBps what happened in 2 PC attack. According to THIPON version, delay parameters indicated the average score of delay is bigger than 450 ms what happened in 1 PC attack by score 928.3 ms and 2 PC score 880.6 ms included in bad category. Meanwhile on packet loss parameters of 1 PC attack score 50.5 % and 2 PC score 82.2 % included in bad category that is by packet loss ranges more than 25 %.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI ELECTRONIC SECURITY SYSTEM (ESS) MENGGUNAKAN STANDAR ISO 27001 STUDI KASUS KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI BALI I Gede Putu Krisna Juliharta; I Made Maha Primananda Budi; I Gusti Agung Lanang Agung Raditya
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalam keseharian kegiatan dari sistem Electronic Security System (ESS) pada Bank Indonesia yaitu tidak adanya manajeman dalam keamanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan sistem manajemen keamanan informasi ESS di Bank Indonesia Provinsi Bali. Metode yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif diambil dari hasil kuesioner, wawancara dan studi dokumen dari hasil tersebut akan ditentukan tingkat kesenjangan (GAP analisis) terhadap tingkat kematangan saat ini dengan tingkat kemantangan yang diharapkan berdasarkan domain ISO 27001. Sedangkan metode kuantitatif diambil dari Business Impact Analysis (BIA). BIA dilakukan dengan penilaian jaringan sistem ESS dengan menggunakan metode Network Security Assessment. Dari hasil penelitian kualitatif menunjukan tingkat kematangan yang rata – rata berada pada level 5 (optimized), namun dari 11 domain yang dinilai ada 3 aspek domain yang berada pada level 4 (managed). Sedangkan hasil penelitian kuantitatif menunjukan bahwa BIA dalam penerapan jaringan pada server ESS memiliki 48 vulnerability dengan level resiko critical sebanyak 21, high sebanyak 5, medium sebanyak 20 dan low sebanyak 2 buah. Pada Client Main Badging memiliki 8 vulnerability dengan level resiko critical sebanyak 5, high sebanyak 1, medium sebanyak 1 dan low sebanyak 1 buah. Dan untuk Client Receptionist memiliki 4 vulnerability dengan level resiko critical sebanyak 1, high sebanyak 1, medium sebanyak 1 dan low sebanyak 1 buah. Untuk menutupi gap yang ada maka dilakukan rekomendasi perbaikan. Dan untuk hasil BIA dapat dijadikan acuan untuk membangun disaster recovery planning.
ANALISIS SWOT PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI MARITIM DALAM SISTEM KEAMANAN MARITIM DI INDONESIA Dimas Danur Cahya; Desi Albert Mamahit; Yusnaldi Yusnaldi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.853-860

Abstract

Keamanan maritim merupakan isu yang penting bagi Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan sumber daya laut. Wilayah maritim Indonesia memiliki posisi geostrategis yang penting karena berada di jalur utama pelayaran antarnegara dalam ekonomi dan perdagangan. Namun, posisi strategis Indonesia dari aspek pertahanan dan keamanan, terutama jika tidak didukung oleh regulasi dan pelaksanaan yang jelas. Penerapan teknologi informasi (TI) dalam sistem keamanan maritim di Indonesia menawarkan banyak peluang namun juga menghadapi tantangan yang harus diatasi. Oleh karena itu, penerapan teknologi informasi diharapkan dapat membantu meningkatkan pengawasan maritim di Indonesia. Tulisan ini membahas peluang dan tantangan dalam penerapan teknologi informasi dalam sistem keamanan maritim di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi pustaka, dan analisa data deskriptif serta analisis SWOT. Hasil penelitan menunjukkan bahwa teknologi maritim di Indonesia memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia yang kaya di sektor laut. Namun, tantangan seperti minimnya sumber daya manusia dan rendahnya investasi dalam riset dan pengembangan masih menjadi hambatan dalam pengembangan sektor maritim. Meskipun demikian, penerapan teknologi informasi diharapkan dapat membantu meningkatkan pengawasan maritim di Indonesia dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Peningkatan Keamanan Aplikasi Web Menggunakan Web Application Firewall (WAF) Pada Sistem Informasi Manajemen Kampus Terintegrasi Randi Rizal; Yusuf Sumaryana
Jurnal ICT: Information Communication & Technology Vol. 21 No. 2 (2021): JICT-IKMI, Desember 2021
Publisher : LPPM STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasing the security of web applications on the integrated campus management information system needs to be done because the application is accessed by public networks so that there are many attacks and attempts to prevent threats from attackers. This study applies a Web Application Firewall (WAF)-based application security using ModeSecurity and Core Rules Set from Owasp which aims to improve the security system of the web application by using a firewall.This study uses an experimental method by implementing a Web Application Firewall (WAF) as a web-based protection system, then the process of analysis and testing to obtain accurate advice on firewall implementation. The results of this study indicate that the firewall used with Web Application Firewall (WAF)-based ModeSecurity has succeeded in stopping attacks from attackers using Cross Site Scripting (XSS) and SQL Injection methods.
Analisis Keamanan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Menggunakan Framework ISSAF Rusydi Umar; Imam Riadi; Muhammad Ihya Aulia Elfatiha
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12, No 1: April 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v12i1.1191

Abstract

Utilization of Information Technology (IT) has now become a primary requirement in improving organizational performance in achieving goals. The Muhammadiyah Bekasi Business Institute (IBM Bekasi) in this case has utilized IT in its operational processes known as the Academic Information System which has been integrated with student and lecturer portals. The facilities provided by the system include academic modules, staffing, billing, e-filling and reporting. In this case study, the research aims to analyze system security using the Penetration Testing method using the ISSAF (Information System Security Assessment Framework) to measure system security with specific details at each stage carried out on an academic information system owned by the Muhammadiyah Bekasi Business Institute. As a result of the analysis carried out, it was found that the system is considered less secure from Brute-force Attacks, CSRF Attacks (Cross-Site Request Forgery), Session Hijacking through Cookies, and Insecure Direct Object References (IDOR).Keywords: ISSAF; Penetration Testing; Academic Information System. AbstrakPemanfaatan Teknologi Informasi (Information Technology/ IT) saat ini telah menjadi kebutuhan primer dalam meningkatkan kinerja organisasi dalam mencapai tujuan. Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBM Bekasi) dalam hal ini telah memanfaatkan IT dalam proses-proses operasionalnya yang dikenal dengan Sistem Informasi Akademik yang telah terintegrasi dengan portal mahasiswa dan dosen. Fasilitas yang disuguhkan sistem meliputi modul akademik, kepegawaian, billing, e-filling hingga pelaporan. Dalam studi kasus ini, penelitian dituju untuk menganalisa keamanan sistem dengan metode Penetration Testing menggunakan ISSAF (Information System Security Assesment Framework) untuk mengukur keamanan sistem dengan rincian yang spesifik pada setiap tahapan yang dilakukan terhadap sistem informasi akademik yang dimiliki Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi menggunakan. Hasil analisa yang yang dilakukan, didapatkan temuan bahwa sistem dipandang kurang aman terhadap Brute-force Attack, CSRF Attack (Cross-Site Request Forgery), Session Hijacking menggunakan Cookies, dan Insecure Direct Object References (IDOR).

Page 61 of 131 | Total Record : 1305