Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Analisis Keamanan Sistem Informasi Terhadap Bencana Alam di Lab Komputer SMA XYZ Tannady, Hendy; Isputrawan, M. Fauzi; Eirene, Eirene; Tjandra, Kenji; Nicholas, Martinez; Andry, Johanes Fernandes
JBASE - Journal of Business and Audit Information Systems Vol 6, No 2 (2023): JBASE - Journal of Business and Audit Information Systems
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jbase.v6i2.4670

Abstract

Sistem Informasi Akademik atau Pendidikan sudah ada hampir di seluruh sekolah dan universitas di Indonesia. Informasi sangat mudah didapatkan dan disebarluaskan. Hal itu membuat informasi menjadi sebuah aset yang sangat berharga baik untuk perseorangan, organisasi pemerintah maupun swasta. Keamanan dari sistem informasi menjadi isu yang wajib diperhatikan. Keamanan informasi adalah sebuah konsep untuk mengamankan asset informasi terhadap berbagai ancaman yang dapat memberikan dampak pada perusahaan atau organisasi. Masalah ini sangat penting karena jika sebuah informasi dapat diakses oleh orang yang tidak berwewenang atau tidak bertanggung jawab, maka keakuratan informasi tersebut akan dipertanyakan, bahkan akan menjadi sebuah informasi yang menyesatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan security policy, menemukan metode menjalankan SOP yang tepat, dan membuat rancangan untuk daily activity. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil dari pelaksanaan pkm ini antara lain, security policy, SOP, dan daily activity yang terdapat di sekolah ini masih ada kerentanan maupun kekurangan sehingga kami membuat beberapa rekomendasi yang diperuntukan untuk memperbaiki security policy, SOP, dan daily activity yang terdapat di sekolah ini agar lebih baik. Security policy yang terdapat di sekolah ini sudah bagus, tetapi masih ada yang kurang tepat, SOP Dalam menghadapi bencana alam yang terdapat di sekolah ini sebagian besar sudah mengikuti standar SOP sekolah lainnya dan tetap tidak luput dari kekurangan yang dimana para murid jarang dibekali dengan tata cara menyelamatkan diri sendiri dari bencana alam, daily activity yang dilakukan oleh petugas lab komputer di sekolah ini masih kurang tepat yang dimana pada saat di luar jam pelajaran pintu lab komputer masih dalam keadaan terbuka dan bisa saja orang yang berlalu lalang di tempat itu masuk dan mencuri data - data yang terdapat di lab komputer tersebut.
Analisis Keamanan Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit Umum Daerah Nabire Wilar, Youce Albertus; Yuliawan, Kristia; Natsir, Akhmad Amiruddin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11246

Abstract

ABSTRACT In today's digital era, Nabire Regional General Hospital (RSUD) and other health institutions face increasingly complex information security challenges. Information management system security is a crucial issue to maintain the confidentiality, integrity, and availability of patient health data. The purpose of this study was to analyze the security of the information management system at RSUD Nabire. This study uses a qualitative research method that involves analyzing the security of the information management system at RSUD Nabire. The data in this study were collected through interviews with relevant parties at Nabire Regional General Hospital, direct observation of the system, and analysis of documents and policies related to information security. Interviews were used to obtain information from parties experienced in hospital information management systems. The data that has been collected is then analyzed thematically. The results showed that the security of the Nabire Hospital information management system was measured by three dimensions which showed that employee knowledge in managing information management system security understood the rules and guidelines governing the use of information systems. While in the attitude dimension, employees have a high awareness of the importance of maintaining information security. Then the behavior dimension has a high awareness of the importance of maintaining information security and acting proactively to protect hospital data and information systems. Keywords: Security, System, Management, Information  ABSTRAK Pada era digital saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire dan institusi kesehatan lainnya menghadapi tantangan keamanan informasi yang semakin kompleks. Keamanan sistem manajemen informasi menjadi isu krusial untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data kesehatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keamanan sistem manajemen informasi di RSUD Nabire. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang melibatkan analisis keamanan sistem manajemen informasi RSUD Nabire. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, observasi langsung terhadap sistem, serta analisis dokumen dan kebijakan terkait keamanan informasi. Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi dari pihak yang berpengalaman dalam sistem manajemen informasi rumah sakit. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara tematik. Hasil peneltian menunjukan bahwa keamanan sistem manajemen informasi RSUD Nabire diukur dengan tiga dimensi yang menunjukan bahwa pengetahuan karyawan dalam mengelola keamanan sistem manajemen informasi memahami aturan dan pedoman yang mengatur penggunaan sistem informasi. Sedangkan pada dimensi sikap, karyawan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya menjaga keamanan informasi. Kemudian dimensi perilaku memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga keamanan informasi dan bertindak secara proaktif untuk melindungi data dan sistem informasi rumah sakit. Kata Kunci: Keamanan, Sistem, Manajemen, Informasi
Penerapan Kerangka Kerja Keamanan Informasi di Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Iin Mardiyana; Eva Hariyanti; Novia Nurhasanah Arrasyid; Arum Tiyas Handayani; Kharristantie Sekarlangit Suryadewi; Fildzah Akhlaqulkarimah; Naurah Hedy Pramiyas
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v12i2.1260

Abstract

Hospitals are organizations that manage vital and complex data such as medical information and patient personal data that must be protected. The purpose of this paper is to analyze how IT security standards are implemented in hospitals in order to measure the level of maturity. Systematic Literature Review is the method used in this research. Of the 25 hospitals discussed in this paper, there are 3 standards and 8 models applied, namely ISO 27000 Family, COBIT, NIST, HDM, C2M2, HISMM, MD3M, PCMM, AHIMA, IMA and Fuzzy-ANP-TOPSIS integrated model. It was found that the implementation of models and standards for IT security has the same pattern, namely data collection, measuring the level of IT maturity and then providing recommendations for improvements based on measuring the level of IT maturity. While the difference between one model and another is in the domain, maturity attributes and the level or level of maturity used.Keywords: IT security standards; IT security model; Maturity level; Hospital AbstrakRumah sakit merupakan organisasi yang mengelola data vital dan kompleks seperti informasi medis dan data pribadi pasien yang harus dilindungi. Tujuan utama penulisan paper ini adalah untuk menganalisis bagaimana standar keamanan TI diimplementasikan di rumah sakit dalam rangka mengukur level kematangan. Systematic Literature Review adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Dari 25 rumah sakit yang dibahas pada paper ini, terdapat 3 standar dan 8 model yang diterapkan, yaitu ISO 27000 Family, COBIT, NIST, HDM, C2M2, HISMM, MD3M, PCMM, AHIMA, IMA dan model terpadu Fuzzy-ANP-TOPSIS. Didapatkan temuan bahwa implementasi model maupun standar keamanan TI memiliki pola yang sama yaitu pengumpulan data, mengukur tingkat kematangan TI selanjutnya memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan pengukuran tingkat kematangan TI. Sedangkan perbedaan antara model yang satu dengan yang lainnya adalah pada domain, atribut kematangan dan level atau tingkat kematangan yang digunakan. 
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI BERDASARKAN PENILAIAN INDEKS KAMI v.4.2 PADA DINAS XYZ PROVINSI JAWA TENGAH Faizah Salsabila Hidayat; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRevolusi industri dan digitalisasi membawa dampak negatif dengan munculnya kejahatan siber yang mengancam data dan informasi penting yang dimiliki oleh organisasi. Penting untuk menerapkan sistem manajemen keamanan informasi untuk melindungi data dan informasi yang dikelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur level kesiapan dan kematangan sistem manajemen keamanan informasi yang diterapkan oleh Dinas XYZ Provinsi Jawa Tengah menggunakan alat evaluasi Indeks KAMI v.4.2. Penelitian mengadopsi metode penelitian deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data penelitian dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori Sistem Elektronik yang digunakan oleh instansi tergolong “Tinggi” dengan skor 26. Penilaian terhadap kesiapan area keamanan Tata Kelola Keamanan Informasi, Kerangka Kerja Keamanan Informasi, dan Pengelolaan Aset berada pada tingkat kematangan I+. Area Pengelolaan Risiko memperoleh tingkat kematangan II. Sementara area Teknologi dan Keamanan Informasi memperoleh tingkat kematangan I. Penilaian secara keseluruhan memperoleh total skor 225 yang tergolong dalam “Tidak Layak”. Penilaian kesiapan pada area Suplemen diperoleh persentase 36% pada Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga, 33% pada Pengamanan Layanan Infrastruktur Awan, dan 38% pada Perlindungan Data Pribadi. Tentunya diperlukan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keamanan data.Kata kunci: Indeks KAMI; kejahatan siber; sistem elektronik; sistem manajemen keamanan informasiAbstractThe industrial revolution and digitalization have had a negative impact with the emergence of cybercrime that threatens important data and information owned by organizations. It is important to implement an information security management system to protect data and managed information. This study aims to measure the level of readiness and maturity of the information security management system implemented by Dinas XYZ of Central Java Province using the KAMI Index v.4.2 evaluation tool. The study adopts quantitative descriptive research methods and research data collection with interview, observation, and documentation methods. The results showed that the Electronic System category used by the agency was classified as "High" with a score of 26. Assessment of the security area readiness of Information Security Governance, Information Security Framework and Asset Management is at maturity level I+. The Risk Management area has achieved maturity level II. Meanwhile, the Information Technology and Security area obtained maturity level I. The overall assessment received a total score of 225 which was classified as "Not Feasible". The readiness assessment in the Supplement area obtained a percentage of 36% in Securing Third Party Involvement, 33% in Securing Cloud Infrastructure Services, and 38% in Personal Data Protection. Of course, recommendations for improvements are needed to increase data security.Keywords: Cybercrime; Indeks KAMI; electronic systems; Information Security Management System
endalian Digitalisasi FintechCo Melalui Perancangan Pengelolaan Keamanan Informasi Berbasis COBIT 2019 Information Security Focus Area Prayudi, Reynaldy Aditya; Mulyana, Rahmat; Fauzi, Rokhman
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5480

Abstract

Dengan semakin meningkatnya implementasi TI, hampir semua sektor, termasuk sektor keuangan, dipengaruhi untuk melakukan digitalisasi. Digitalisasi telah memunculkan inovasi Financial Technology (Fintech) dalam industri keuangan. Namun, Fintech menghadapi risiko keamanan informasi, yang juga berlaku untuk FintechCo. Sebagai perusahaan di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FintechCo diharuskan untuk mematuhi regulasi yang mewajibkan pengawasan independen dan mengadopsi prinsip tata kelola TI yang mendorong keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan keadilan. Studi ini mengikuti pendekatan Design Science Research (DSR), yang terdiri dari lima tahap: problem explication, requirement specification, design and development, demonstration, dan evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan triangulasi dokumen internal dan eksternal. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 Information Security. Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor desain yang menghasilkan tujuan tata kelola dan manajemen TI (TKMTI), yaitu APO13 Managed Security, DSS05 Managed Security Services, dan APO12 Managed Risk. Kesenjangan yang diidentifikasi kemudian ditangani dengan rekomendasi berdasarkan aspek people, process, dan technology yang dapat memitigasi risiko keamanan informasi FintechCo. Penelitian ini berkontribusi terhadap basis pengetahuan mengenai analisis prioritas manajemen keamanan informasi dalam konteks digitalisasi organisasi. Studi ini juga memberikan wawasan implikasi praktis yang relevan untuk FintechCo secara khususnya, dan industri Fintech pada umumnya. Kata Kunci: Digitalisasi, Tata Kelola dan Manajemen Teknologi Informasi (TKMTI), Manajemen Keamanan Informasi, COBIT 2019 Information Security, Design Science Research.
Perancangan Proses Keamanan Informasi Berdasarkan Framework ISO27001:2022 Aditama, Muhammad Rizqan; Dewi, Fitriyana; Praditya, Dhata
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5550

Abstract

Keamanan informasi memiliki nilai yang krusial bagi perusahaan karena informasi merupakan salah satu aset yang sangat berharga dalam menjalankan operasi bisnis. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri MRO (maintenance, repair and overhaul) mesin pesawat terbang, TurbinCorp telah sukses dalam menangani maintenance ribuan mesin pesawat terbang di negara-negara berbagai belahan dunia, oleh karena itu penerapan sistem manajemen keamanan informasi adalah hal yang krusial supaya perusahaan bisa terhindar dari kebocoran ataupun ancaman yang dapat mengancam informasi perusahaan. Untuk perusahaan industri MRO, pengimplementasian standar ISO/IEC 27001:2022 yang merupakan versi terbaru dari ISO/IEC 27001:2013 dapat memberikan banyak manfaat seperti perlindungan data pelanggan, meningkatkan reputasi dan membantu menjaga kepatuhan terhadap peraturan dan persyaratan hukum yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kondisi penerapan sistem manajemen keamanan informasi yang sudah diterapkan dan yang belum diterapkan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Design Science Research (DSR) dengan empat (4) tahap: inisiasi, pengumpulan data, rekomendasi, dan tahap pelaporan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara serta dokumen. Data kemudian dianalisis menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022. Penelitian ini berfokus pada klausa utama yaitu klausa 4 sampai klausa 10 dan kontrol-kontrol annex. Kesenjangan yang teridentifikasi kemudian dibuatkan perancangan rekomendasi berdasarkan aspek people, process dan technology yang mencakup pilihan sertifikasi, pilihan kelompok minat khusus, penambahan peran dan tanggung jawab, prosedur, kebijakan dan pemilihan perangkat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan efisiensi keamanan informasi dan memberi beberapa rekomendasi jika perusahaan ingin mengajukan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Kata Kunci: Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), Kontrol Teknologi Informasi, ISO/IEC 27001:2022, Design Science Research (DSR)
Keamanan Data dalam Sistem Informasi Manajemen: Risiko dan Strategi Perlindungan Agung Wijoyo; Siti Fatimah; Toni; Yana Widianti
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data merupakan salah satu aset penting dan berharga baik bagi individu maupun organisasi. Dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), data yang disimpan dapat berupa data keuangan, data pelanggan, data karyawan, dan data penting lainnya. Oleh karena itu, keamanan data dalam SIM sangat penting untuk melindungi informasi dari ancaman seperti pencurian data, kerusakan fisik terhadap sistem informasi, dan ancaman lainnya. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang keamanan data dalam SIM, risiko yang dapat terjadi pada keamanan data, dan strategi perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko tersebut. Keamanan data dalam sistem informasi manajemen adalah upaya untuk melindungi, mengamankan aset informasi dari ancaman yang mungkin akan timbul yang dapat membahayakan kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas semua aset informasi perusahaan, bukan hanya perangkat keras dan lunak, tetapi juga data sensitif yang disimpan di dalamnya Keamanan data dalam Sistem Informasi Manajemen adalah aspek yang kritis untuk setiap organisasi. Risiko keamanan data dapat berasal dari berbagai sumber, dan dampaknya bisa sangat serius. Saran-saran praktis untuk mengatasi risiko keamanan data dalam SIM yaitu Keamanan Siber Utama, Kesadaran Karyawan, Solusi Keamanan Jaringan, Rencana Pemulihan Data, Audit Kepatuhan, dan Evaluasi Berkala.
Analisis Risiko Keamanan Informasi Menggunakan ISO 27005:2019 pada Aplikasi Sistem Pelayanan Desa Isnaini, Khairunnisak; Nofita Sari, Guti Julias; Kuncoro, Adam Prayogo
Jurnal Eksplora Informatika Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v13i1.696

Abstract

Risiko keamanan informasi dapat terjadi sewaktu-waktu di sebuah instansi, hal tersebut juga dapat terjadi di kantor pemerintahan Desa Cingebul. Peluang risiko yang dapat timbul antara lain hilangnya data/kebocoran data dan adanya pihak yang tidak memiliki akses dapat mengakses sistem. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menilai risiko keamanan informasi di kantor Desa Cingebul menggunakan ISO 27005:2019 pada aplikasi Sistem Pelayanan Desa. Metode pengumpulan data yang yang dilakukan adalah wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Kontrol ISO 27005:2019 digunakan sebagai acuan dalam penilaian risiko tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa risiko yang didapatkan dari aplikasi Simpel Desa yang paling tinggi yaitu ketika ancaman risiko yang terjadi server down. Risiko tersebut dapat diminimalisir dengan menerapkan kontrol rekomendasi information backup (A. 12.3.1) dengan melakukan backup data secara berkala dengan lokal backup maupun dengan cloud backup. Maka dapat disimpulkan bahwa kontrol ISO 27005 dapat digunakan sebagai standar atau acuan dalam menilai risiko keamanan informasi terutama pada bagian hasil penilaian risiko. Saran yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan aplikasi simpel desa pada kantor Desa Cingebul yaitu dengan menerapkan rekomendasi keamanan untuk mengurangi kemungkinan risiko yang terjadi.
MANFAAT MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI TERHADAP PENGAMANAN DATA PRIBADI MAHASISWA PRODI AKUNTANSI ANGKATAN 2021 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Maulana, Ghifari Robby; Aqila, Saskya Widya; Sakinah, Nur Hijriyah; Wulandari, Nanda Ika; Nurhayati, Citra
Jurnal Ilmiah Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi Vol 9, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/rmsi.v9i2.23715

Abstract

Informasi adalah salah satu contoh aset bagi suatu individu yang wajib untuk diamankan. Individu juga harus dapat memperhatikan mengenai keamanan informasi data pribadinya, agar tidak bocor kepada orang yang tidak bertanggung jawab dan dapat disalahgunakan. Dan keamanan informasi juga suatu upaya untuk mengamankan data komputer, data non komputer dari penyelewengan. Maka dari itu, diperlukanya manajemen keamanan informasi dimulai kesadaran para pengguna terkait data pribadinya, manajemen resiko, serta etika terhadap segala bentuk data pribadi para pengguna meliputi foto, video, audio, dan sandi. Tujuan dari keamanan informasi adalah untuk memastikan kerahasiaan semua aset informasi data pribadi dan juga perangakat keras dan lunak. Dan tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk meningkatkan mengenai literasi manajemen keamanan data pribadi khususnya mahasiswa agar terhindar dari kebocoran data dan seluruh kejahatan siber yang ada.
Analisis Keamanan Sistem Informasi terhadap Kesalahan Hardware di SMK Tri Ratna Andry, Johanes Fernandes; Comeron, Rion; Cristo, Natanael; Ramadhan, Ramadhan; Yosephine, Satya Howen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Singa Podium (JPMSIPO) Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58965/jpmsipo.v1i3.14

Abstract

The development of technology and information is an inevitable update in entering the 4.0 era. Hardware is always needed in various technologies, whether computers or other technologies. Hardware can work according to its function if the computer has set the Instruction set including input, process, output, storage, and troubleshooting. Troubleshooting is one way to manage information security with the aim of ensuring the suitability of IT (Information Technology) practices by optimizing IT security policies and standard Operating Procedures (SOPs) in the use of hardware in the Tri Ratna Vocational lab. In order for the implementation of IT security policies and standard operating procedures (SOPs) to be optimized, interviews and analysis of any deficiencies and problems that often occur. Then the research team provides solutions or proposals to optimize the application of IT Security Policy, SOP and Daily Activity. Because with the application of IT Security Policy, SOP (Standard Operating Procedure) and daily activity that is precise, clear and firm, then every device available in the computer lab will be able to run according to its use and function optimally and the protection carried out against hardware can run optimally.

Page 68 of 131 | Total Record : 1304