Filter By Year

1945 2024


Found 4 documents
Search PENULARAN DAN PENCEGAHAN AIDS Dl INDONESIA

Program Pengabdian Masyarakat untuk Pencegahan Penularan HIV & AIDS dengan Promosi Kesehatan di Kampus Universitas Advent Indonesia Palupi Triwahyuni; Matthew Aaron Ricky; Charissa Angie Victorine Simbolon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9119

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan yang nyata dari kewajiban dan tanggungjawab dosen yang melibatkan peran serta mahasiswa dalam melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi. Wujud nyata tersebut diaplikasikan salah satunya dalam bentuk pengabdian dimana mahasiswa yang terbimbing oleh dosen memberikan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat dalam hal ini kategori usia remaja. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yang masih kurang menyebabkan remaja kurang mampu melindungi dirinya dari perilaku seksual berisiko, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, dan banyaknya remaja yang menganggap HIV&AIDS tak berbahaya serta banyak kesalahpahaman dapat menjadi permasalahan yang serius. HIV&AIDS merupakan masalah kesehatan di dunia. Jumlah kasus HIV&AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Virus HIV menyebar di seluruh negara termasuk di Indonesia. Wujud pelaksanaan pengabdian tersebut adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan tentang pencegahan penularan HIV & AIDS. Promosi dilakukan bagi mahasiswa yang  adalah kelompok usia remaja dimana semua mahasiswa tersebut tinggal di dalam asrama. Masa remaja digambarkan sebagai periode transisi baik secara sosial, psikologis, ekonomi, dan biologis yang penting. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa promosi kesehatan tersebut, metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dengan menggunakan media spanduk, leaflet dan juga makalah ppt sehingga memudahkan sasaran untuk memahami informasi terkait materi yang dipaparkan. Sebelum pelaksanaan, maka didahului dengan observasi. Melakukan pengamatan secara langsung untuk melihat kebutuhan dari sasaran yaitu masyarakat warga kampus dalam hal ini mahasiswa. Pada sesi tersebut dilakukan tanya jawab dan memberikan pre & post test sebagai evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman sasaran. Hasil perhitungan  nilai rata-rata pre-test adalah 76 sedangkan hasil perhitungan nilai rata-rata post-test sebesar 88. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sasaran tentang pencegahan penularan HIV&AIDS. Kata Kunci:  Promosi Kesehatan, Pencegahan Penularan HIV&AIDS  ABSTRACT Community service is a real manifestation of the obligations and responsibilities of lecturers which involve the participation of students in carrying out the Tri Darma of Higher Education. One of these tangible manifestations is applied in the form of community service where students who are guided by lecturers provide health promotion to community groups, in this case, the adolescent age category. Adolescents' lack of knowledge about reproductive health causes adolescents to be less able to protect themselves from risky sexual behavior and prevent unwanted pregnancies, and the large number of adolescents who think HIV&AIDS is not dangerous and many misunderstandings can become serious problems. HIV&AIDS is a health problem in the world. The implementation of this dedication is to provide health education through health promotion activities regarding the prevention of HIV & AIDS transmission. Promotion is carried out for students who are in the teenage age group where all these students live in the dormitory. Adolescence is described as an important period of social, psychological, economic, and biological transition. In community service activities in the form of health promotion, the methods used are lectures, questions, and answers using the media of banners, leaflets, and also ppt papers so that it makes it easier for the target to understand information related to the material presented. Before implementation, it is preceded by observation. Make direct observations to see the needs of the target, namely the campus community, in this case, students. During the session, a question and answer session was conducted and a pre & post-test was conducted as an evaluation to determine the level of understanding of the target. The result of calculating the average pre-test value is 76 while the calculation result of the post-test average value is 88. The conclusion there is an increase in target knowledge about the prevention of HIV&AIDS transmission.  Keywords: Health Promotion, Prevention of HIV & AIDS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI SATU RUKUN TETANGGA INDONESIA BAGIAN TIMUR Gultom, Eva Chris Veronica
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4247

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Imunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit menular yang mematikan dan menjadi masalah utama kesehatan masyarakat global maupun nasional. Berdasarkan survey awal terhadap 10 warga di RT.002/RW.04 kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, provinsi Maluku, didapatkan hasil bahwa sebagian besar warga tersebut menunjukkan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilakupencegahan penularan HIV/AIDS di satu rukun tetangga Indonesia bagian Timur. Metode penelitian: kuantitatif korelasional non-eksperimen dengan pendekatan studi cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 567 warga di RT.002/RW.04 kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, provinsi Maluku dengan usia 18 tahun-65 tahun. Teknik sampling yang digunakan yaitu convenience sampling dengan sampel sebanyak 235 warga. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil penelitian: responden terbanyak berkategori remaja (61.7%). Mayoritas tingkat pendidikan responden adalah menengah (77.4%) dan responden cenderung berkategori tidak bekerja (60.4%). Tingkat pengetahuan responden cenderung berkategori cukup (55.3%) dan dominan sikap responden adalah mendukung (52.8%). Mayoritas responden telah terpapar dengan sumber infomasi (99.6 %) dan sebagian besar responden memiliki perilaku positif (59.1%). Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS adalah sikap (p = 0.000). Responden dengan sikap mendukung cenderung memiliki perilaku positif terkait pencegahan penularan HIV/AIDS. Kesimpulan: ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS.
Aplikasi Sosiodrama dan Case Study terhadap Pembentukan Sikap dalam Pencegahan Penularan HIV/AIDS Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ning Arti Wulandari; Erni Setiyorini
Journal of Ners and Midwifery Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v3i2.ART.p175-181

Abstract

Infectious diseases HIV / AIDS is a disease with a high mortality rate. Indonesia ranks first in the transmission of HIV / AIDS in Southeast Asia. The number of people living with HIV / AIDS in Blitar on January-July 2013 reached 66 people and 26 died. From that numbers, many cases contributed by the group of Indonesian blue collar workers (migrant workers) (Arif, 2013). The purpose of this study was to determine the effectiveness of sociodrama and a case study on the knowledge and attitude of prevention of transmission of HIV / AIDS .The design of the study was quasy Experiment with pretest and posttest control group with the sample of 50 people, who were divided into 25 groups of control and treatment. The sampling technique was purposive sampling techniques. The treatment group received treatment of sociodrama and case study whereas the control group getting a lecture. Both groups were measured on the knowledge and preventive attitude of transmission of HIV / AIDS. The study was conducted on May-June 2016. The data was collected using a questionnaire. The level of knowledge and attitude on the treatment and control groups increased. Different test level of knowledge between the treatment and control groups using the Mann Whitney, p = 0.016, which means that there was differences in knowledge in the treatment group and the control, whereas test different attitudes using T - Test , p = 0.739, which means there was no difference in attitude between the treatment groups and control. The results of this study were expected to be the input for the Department of Labor and the health Department of Blitar, Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) in Blitar, PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia).
PENULARAN DAN PENCEGAHAN AIDS Dl INDONESIA Tupan Tupan
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 5 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika serikat pada pria homoseksual di California dan pada tahun 1982 sudah ditemukan pada hemofilia, penerima tranfusi darah, pemakai obat bius secara intravena dan orang yang berhubunganseksual dengan kelompok-kelompok tersebut diatas. AIDS kini te1ah meluas menjadi pandemi dan masalah internasional. Pertambahan kasus yang cepat pada se1uruh penduduk dan penyebarannya kese1uruh negara, serta belum adanya obat dan vaksin yang efektif terhadap AIDS te1ah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Penyebab AIDS ada1ah suatu retro virus yang sejak tahun 1986 disebutHuman Immunodeficiency Virus (HIV) . HIV yang masuk kedalam tubuhakan menyerang sel darah putih, yaitu limposit T4 yang mempunyai peranan penting sebagai pengatur sistem imunitas. HIV mengadakan ikatan dengan CD 4 reseptor yang terdapat pada pennukaan limposit T4. Sekarang diketahui bahwa virus ini dapat langsung merusak sel tubuh yang mempunyai CD4 seperti sel glia yang terdapat pada otak, makrofag dan sel langerhans dikulit, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Suatu enzim, reverse transcriptase mengubah bahan genetik virus (RNA) menjadi DNA yang bisa bedntegrasi dengan sel dari hospes. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengandung genetik menyebabkan infeksi oleh HIV menjadi ireversible dan berlangsung seumur hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 4