Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

LITERATURE STUDY: INTENSIVE CARE UNIT-TALK, A COMMUNICATION AID FOR MAINTENANCE INTUBATED INTENSIVE PATIENTS [KAJIAN LITERATUR: INTENSIVE CARE UNIT-TALK, SEBUAH ALAT BANTU KOMUNIKASI BAGI PERAWATAN PASIEN INTENSIF YANG TERINTUBASI] Eva Chris Veronica Gultom
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v5i2.1701

Abstract

ICU-Talk technique is a development of Augmented Alternative Communication (AAC) method. This technique provides some features that are compiled with a database computerized. This database has a major vocabulary and vocabulary developed and is highly compatible with all patients. Systematic review to analyze the effectiveness of such devices and the like in communication in an intubated patient..Authors use some search keywords that are "Intensive Care Unit", "communication", "Patient", "intubated", "tool", Augmented Alternative Communicator using boolean "AND". literature sources to be studied is EBSCO, ScienceDirect, aacnjournals, ersjournals. There were 11 articles that have been reviewed. ICU-Talk is a practical design and consists of two interfaces. Many vocabulary is stored in this ICU-Talk database, and its usage can be through touch screen (touch screen), mouse or with one button. Each interface is colored differently and comes with animations and 250 vocabulary, as well as box-shaped and bubbles. The use of these boxes and bubbles makes it easier for users to find words / topics that suit their needs. For hospital, nurses, and nursing students to pay attention to these tools as a forms of communication with patients intubated.BAHASA INDONESIA Teknik ICU-Talk ini merupakan perkembangan dari metode Augmented Alternative Communication (AAC).Teknik ini menyediakan beberapa fitur yang disusun dengan database secara terkomputerisasi.Database ini memiliki kosakata yang utama dan kosakata yang dikembangkan dan sangat sesuai dengan semua pasien. Kajian literatur untuk menganalisa keefektifitasan alat tersebut dan sejenisnya dalam komunikasi pada pasien yang terintubasi. Penulis menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “Intensive Care Unit”, “communication”, “Pasient”, ‘intubated”, “tool”, Augmented Alternative Communicator dengan menggunakan boolean “AND”. Artikel yang digunakan berjenis full text dari database seperti EBSCO, sciencedirect, aacnjournals, ersjournals. Artikel yang didapatkan sesuai kriteria tersebut berjumlah 11 artikel. ICU-Talk ini dengan rancangan yang praktis dan terdiri dari dua pilihan tatap muka (interfaces). Banyak kosakata yang disimpan dalam database ICU-Talk ini, dan penggunaannya dapat melalui layar sentuh (touch screen), mouse atau dengan satu tombol. Masing-masing interface diberi warna yang berbeda dan dilengkapi dengan animasi serta 250 kosakata, serta berbentuk boxes dan bubbles. Penggunaan boxes dan bubbles ini mempermudah pengguna dalam menemukan kata/topik yang sesuai dengan kebutuhannya Bagi rumah sakit, perawat dan mahasiswa dapat memperhatikan alat ini sebagai bentuk komunikasi dengan pasien yang terintubasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL TERMINAL YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI INDONESIA BARAT [FACTORS ASSOCIATED WITH ADHERENCE TO FLUID RESTRICTION TOWARDS PATIENTS WITH END STAGE RENAL DISEASE UNDERGOING HEMODIALYSIS IN A PRIVATE HOSPITAL, WEST INDONESIA] Eva Chris Veronica Gultom; I Made Kariasa; Masfuri Masfuri
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v8i1.2723

Abstract

End Stage Renal Disease is the final stage of the Chronic Kidney Disease (CKD) with a Glomerular Filtration Rate (GFR) value of less than 15 ml / min / 1.73m². End Stage Renal Disease can be treated with hemodialysis therapy (National Kidney Foundation, 2015; Thomas, 2014). The hemodialysis provides fluid resctrictions for patients who undergo. There are many factors that make fluid restrictions adherence difficult to do. (Chironda&Bhengu, 2015). The biggest and dominant factor is psychological factor, which is self compassion. Self compassion is the attitude of giving compassion to ourselves, so that when a patient undergoing hemodialysis in difficult conditions is able to assume the situation is the same as other people, and does not punish themselves and have motivation in undergoing a therapeutic regimen. The purpose of this study was to identify factors that have corelation to fluid adherence in end stage renal disease patients undergoing hemodialysis. This study used a cross sectional method, with 89 end stage renal disease patients who underwent hemodialysis three times a week and who were selected using a purposive sampling technique. The results showed that the majority of patients had high self compassion (69.7%). The corelation of self compassion with fluid adherence was not significant (p=0,076), other factors affecting fluid adherence were age (p=0.033), gender (p= 0,937), marital status (p = 0.473), working status ( p = 0,885), level of education (p= 0,126), length of undergoing hemodialysis (p = 0,425), and social support (p =0,206) The results of multivariate analysis showed that the most dominant factors related to fluid restriction adherence was age. This research is expected to be a reference for nurses in developing nursing studies in end stage renal disease patients undergoing hemodialysisBAHASA INDONESIA ABSTRAK: Gagal ginjal terminal merupakan tahap akhir dari kondisi Chronic Kidney Disease (CKD) dengan nilai Glomerulus Filtrasi Rate (GFR) kurang dari 15 ml/menit/1,73m². Gagal ginjal terminal dapat ditangani dengan terapi hemodialisis. Adanya hemodialisis ini memberikan pembatasan cairan pada pasien yang menjalaninya. Kepatuhan pembatasan cairan pada sebagian pasien sulit untuk dilakukan dengan alasan banyak faktor, yakni usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status bekerja, lama menjalani hemodialisis, status menikah, dan dukungan sosial. Faktor yang terbesar dan dominan adalah faktor psikologis, yakni self compassion. Self compassion merupakan sikap memberikan belas kasih kepada diri sendiri, sehingga ketika seorang pasien yang menjalani hemodialisis dalam kondisi sulit mampu menganggap situasinya adalah sama dengan orang lain, dan tidak menghukum diri sendiri serta memiliki motivasi dalam menjalani regimen terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, sebanyak 89 pasien pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis dalam tiga kali seminggu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki self compassion tinggi (69,7%). Hubungan self compassion dengan kepatuhan pembatasan cairan tidak signifikan (p=0,076), faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan pembatasan cairan adalah adalah usia (p=0,033), jenis kelamin (p=0,937), status menikah (p=0,473), status bekerja (p=0,885), tingkat pendidikan (p=0,126), lama menjalani hemodialisis (p=0,425), dan dukungan sosial (p=0,206). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan adalah usia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan acuan bagi perawat dalam mengembangkan pengkajian keperawatan pada pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis.
Orang Tua Peduli Gizi Balita di Masa Pandemi Evanny Indah Manurung; Martina Pakpahan; Eva Chris Veronica Gultom; Deborah Siregar; Peggy S. Tahulending
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7273

Abstract

ABSTRAK Konsumsi makanan berdampak langsung pada status gizi. Konsumsi yang tidak memenuhi standar gizi dapat menimbulkan masalah gizi terutama pada bayi dan balita, seperti, stunting, underweight, dan gagal tumbuh. Pemenuhan gizi yang adekuat menunjang pertumbuhan bayi dan balita sesuai tumbuh dan kembangnya. Peningkatan pengetahuan terkait gizi balita menjadi hal penting yang dapat membantu pencegahan masalah gizi balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk webinar, dilaksanakan pada hari Jumat, 8 April 2022, pukul 10.00-12.00 WIB. Webinar menggunakan platform zoom dalam bentuk edukasi mengenai masalah gizi balita dan pemberian nutrisi yang baik untuk balita. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai kebutuh nutrisi balita dan gangguan nutrisi pada balita, yang kemudian diharapakan dapat mencegah resiko stunting. Peserta webinar sebanyak 66 orang, yaitu sebanyak 11 (16.7%) adalah laki-laki, 83.3% adalah perempuan, dan sebanyak 50 (75.8%) bekerja dan 16 (24.2%) tidak bekerja. Hasil pre-test (mean= 49) dan post-test (mean=64) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 15 poin. Sesi ceramah dan diskusi berlangsung dengan baik. Peserta antusias megikuti edukasi dan aktif mengajukan pertanyaan aplikatif terkait pemenuhan gizi balita sehari-hari. Peningkatan pengetahuan terkait kebutuhan dan permasalah gizi pada Balita, diharapkan dapat berkontribusi dalam mencegah kejadian stunting. Kata Kunci: Balita, Gizi, Pandemi, Stunting  ABSTRACT Food consumption has a direct impact on nutritional status. Consumption that does not meet nutritional standards can cause nutritional problems, especially in infants and children under five, such as stunting, being underweight, and failure to thrive. Fulfillment of adequate nutrition supports the growth of children under five years according to their growth and development. Increasing knowledge related to toddler nutrition is an important thing that can help prevent nutritional problems for toddlers. Community Service Activities in the form of a webinar, held on Friday, April 8, 2022, 10:00-12:00 WIB. The webinar uses the zoom platform in the form of education about nutritional problems and the provision of good nutrition for children under five years. The activity aims to increase parents' knowledge about the nutritional needs and nutritional disorders in children under five years, which is then expected to prevent the risk of stunting. There were 66 participants in the webinar, of which 11 (16.7%) were male, 83.3% were female, 50 (75.8%) worked and 16 (24.2%) did not. The results of the pre-test (mean = 49) and post-test (mean = 64) showed an increase in knowledge by 15 points. The lecture and discussion sessions went well. Participants enthusiastically participated in the education and actively asked applicable questions related to the daily nutritional fulfillment of in children under five years, which is then expected to prevent the risk of stunting. There were 66 participants in the webinar, of which 11 (16.7%) were male, 83.3% were female, 50 (75.8%) worked and 16 (24.2%) did not. The results of the pre-test (mean = 49) and post-test (mean = 64) showed an increase in knowledge by 15 points. The lecture and discussion sessions went well. Participants enthusiastically participated in the education and actively asked applicable questions related to the daily nutritional fulfillment of Children Under Five Years. Increased knowledge related to nutritional needs and problems in children under five is expected to contribute to preventing stunting. Keywords: Children Under Five Years, Nutrition, Pandemic, Stunting
Penerapan Protokol Kesehatan pada First Aid Palang Merah Remaja Chriska Roully Adeline; Marisa Junianti Manik; Bima Adi Saputra; Eva Chris Veronica Gultom; Heman Pailak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1476

Abstract

Kebijakan pembatasan sosial telah diterapkan oleh pemerintah, namun kasus Covid-19 terus meningkat di hampir semua provinsi di Indonesia dengan pola transmisi di komunitas, termasuk di sekolah. Terdapat beberapa bagian di sekolah yang rentan terhadap transmisi Covid-19 salah satunya adalah tim Palang Merah Remaja (PMR) karena dalam beberapa prosedur penanganan kesehatan seperti first aid sering kali harus kontak erat dengan korban maupun tim PMR yang lain. Tujuan dilakukan kegiatan PkM ini untuk menekan penyebaran Covid-19 ketika siswa melakukan penanganan first-aid. Pentingnya peran PMR di area komunitas khususnya di sekolah maka petugas PMR perlu meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti perkembangan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan korban di masa pandemi Covid-19. Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan mengadakan kegiatan PkM melalui webinar tentang edukasi penerapan protokol kesehatan dalam penanganan first-aid kepada 52 peserta anggota PMR di Sekolah Menengah Pertama Dian Harapan Lippo Village. Peserta dievaluasi dengan mengisi pretest dan postest. Hasil dari kegitan PkM ini menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan siswa mengenai penerapan protokol kesehatan dalam pemberian first-aid sebesar 0,235 poin setelah mengikuti webinar. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa diharapkan first-aid dapat dilakukan dengan tetap menekan penyebaran Covid-19.
DESCRIPTION OF CITIZEN’S KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND BEHAVIOR ABOUT COVID-19 VACCINATION IN A VILLAGE, EAST INDONESIA Yedicha Nuke Manu; Angelina Alvany Damayanti; Eka Siahaan; Eva Chris Veronica Gultom; Sumiaty Aiba
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v10i2.5501

Abstract

COVID-19 is a disease that attacks the respiratory system. In October 2021, the Covid-19 death rate in Indonesia reached 143,077. Multiple efforts such as physical distancing, hands washing, mask usage, and COVID-19 vaccinations were used to reduce the number of cases. The acceptance of the COVID-19 vaccine in Indonesia depended on people’s  knowledge, attitude, and behavior towards the program. The research was to identify a knowledge, attitude, and behavior of COVID-19 vaccination among people living in the Nifukani village, West Amanuban sub-district. The study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 302 respondents. The validity test using Pearson Product Moment was declared valid with the results of r-count>r-table 0.3494. The reliability test was declared reliable with Cronbach Alpha values of 0.682 and 0.721. The data were then analyzed using univariate analysis. The results showed that the respondents had poor knowledge of Covid-19 (70.9%), good attitudes (56.3%), and good behavior (90.1%). The stakeholders, thus, had to increase people’s knowledge on Covid-19 vaccination either by leaflets, posters, or collaborating with local institutions to conduct community education. BAHASA INDONESIA ABSTRAK COVID-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan yang mencetak angka kematian 143.077 pada Oktober 2021 di Indonesia. Upaya yang dilakukan dalam menurunkan kejadian COVID-19 adalah menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, dan vaksin COVID-19. Penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia berkaitan dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap program vaksinasi COVID-19. Tujuannya mengidentifikasi gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 di desa Nifukani kecamatan Amanuban Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian 302 responden. Uji validitas dengan Pearson Product Moment dinyatakan valid dengan hasil r-hitung>r-tabel 0,3494. Uji reliabilitas dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha 0,682 dan 0,721. Teknik analisa data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan tidak baik (70,9%), memiliki sikap baik (56,3%), dan perilaku baik (90,1%). Pengetahuan masyarakat perlu ditingkatkan dengan adanya kolaborasi institusi setempat dalam memberikan edukasi mengenai vaksinasi COVID-19, baik dengan leaflet, poster, maupun himbauan mengikuti sosialisasi.
Gambaran Kepatuhan Warga dalam Menjalankan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 di Satu Desa di Nias Agus Helly Putri Amin Zebua; Theresia Ivolika Zebua; Wawan Septrianus Lase; Eva Chris Veronica Gultom; Theresia Theresia
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i1.96

Abstract

COVID-19 merupakan virus RNA mematikan dan membahayakan yang menyerang sistem pernapasan manusia. Pemerintah menerapkan kebijakan protokol kesehatan 5M pencegahan COVID-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di satu desa Indonesia bagian barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 153 sampel. Instrumen penelitian ini dibuat berdasarkan aturan pelaksanaan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pendistribusian kuesioner dilakukan secara daring menggunakan google form. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan warga Desa Sihare’o Siwahili patuh dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan persentase 52,28%. 84,3% responden patuh dalam memakai masker, 54,24% responden patuh dalam mencuci tangan, 56,20% responden patuh dalam menjaga jarak, 73,85% responden patuh dalam menghindari kerumunan, dan 60,78% responden patuh dalam mengurangi mobilitas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kepatuhan warga desa termasuk dalam kategori patuh. Disarankan kepada warga desa untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, pemerintah disarankan untuk mempertahankan strategi dan memperketat kebijakan, dan tenaga kesehatan disarankan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait mutasi COVID-19.
DETEKSI DINI TINGKAT STRES DAN EDUKASI KESEHATAN: MANAJAMEN STRES UNTUK MENTAL YANG SEHAT Evanny Indah Manurung; Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Martina Pakpahan; Theresia Theresia; Eva Chris Veronica Gultom
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16509

Abstract

Abstrak: Wanita memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga, baik sebagai ibu, istri, dan sebagai bagian dari anggota masyakarat. Beberapa kabar yang kita dengar dan bukti yang ada menunjukkan bahwa wanita lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi serta keluhan somatik dan fisik yang terkadang tidak dapat dijelaskan secara medis. Tujuan dilakukan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan terkait manajemen stres dan melakukan pengkajian tingkat stres. Metode yang dilakukan dengan metode penyuluhan kepada 50 orang suatu gereja di Kabupaten Tangerang. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta diminta untuk mengisi lebar pretest dan postest, mengisi lembar pengkajian tingkat stres, mendengarkan materi tentang manajemen stres, serta melakukan diskusi dan tanya jawan terkait materi. Berdasarkan hasil nilai pretest dan postest terjadi penurunan 2 poin pada rata-rata nilai postest (78) dari rata-rata nilai pretest (80). Oleh karena itu, perlu menyesuaikan metode sosialisasi dengan karakteristik respon dari segi usia.Abstract: Women play an important role in a family, as mothers, wives, and members of the community. Some of the news we hear and the available evidence shows that women are more prone to anxiety and depression as well as somatic and physical complaints that sometimes cannot be explained medically. The purpose of this Community Service is to provide health education related to stress management and assess stress levels. The method used was counseling to 50 people from a church in Tangerang Regency. In the implementation of this activity, participants were asked to fill out a wide pretest and postest, fill out a stress level assessment sheet, listen to material on stress management, and conduct discussions and questions related to the material. Based on the results of the pretest and posttest scores, there was a 2-point decrease in the average posttest score (78) from the average pretest score (80). Therefore, it is necessary to adjust the socialization method with the characteristics of the response in terms of age.
CEGAH STUNTING DENGAN PENGUATAN PERAN ORANG TUA BALITA DI SALAH SATU POSYANDU DI BINONG Evanny Indah Manurung; Maria Veronika Ayu Florensa; Eva Chris Veronica Gultom; Marisa Junianti Manik; Shinta Yuliana Hasibuan; Veronica Paula; Melisa Constantine Sigarlaki; Winda Silaban S; Septa Meriana Lumbantoruan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24855

Abstract

Nutrition problems in toddlers are a major point in the growth and development of children under five. If the toddler's nutrition is not balanced, the toddler will suffer from stunting. One of the factors that causes is the lack of knowledge of mothers about stunting and balanced feeding in toddlers. The purpose of this Community Service is to strengthen the role of parents of toddlers in Poyandu Melati IV Binong in preventing stunting. The method used is to increase the knowledge of parents of toddlers through health education activities about fulfilling nutrition in toddlers and the role of parents in preventing stunting to 65 people who are mothers of toddlers who visit the posyandu. Based on the results of the evaluation conducted with the pretest and postest methods, there was an increase in the average answer value of 6.7 points with an average pretest value of 77.8 and a posttest of 84.5. This shows that the lecture education method is effective in improving knowledge.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI SATU RUKUN TETANGGA INDONESIA BAGIAN TIMUR Gultom, Eva Chris Veronica
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4247

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Imunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit menular yang mematikan dan menjadi masalah utama kesehatan masyarakat global maupun nasional. Berdasarkan survey awal terhadap 10 warga di RT.002/RW.04 kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, provinsi Maluku, didapatkan hasil bahwa sebagian besar warga tersebut menunjukkan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilakupencegahan penularan HIV/AIDS di satu rukun tetangga Indonesia bagian Timur. Metode penelitian: kuantitatif korelasional non-eksperimen dengan pendekatan studi cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 567 warga di RT.002/RW.04 kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, provinsi Maluku dengan usia 18 tahun-65 tahun. Teknik sampling yang digunakan yaitu convenience sampling dengan sampel sebanyak 235 warga. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil penelitian: responden terbanyak berkategori remaja (61.7%). Mayoritas tingkat pendidikan responden adalah menengah (77.4%) dan responden cenderung berkategori tidak bekerja (60.4%). Tingkat pengetahuan responden cenderung berkategori cukup (55.3%) dan dominan sikap responden adalah mendukung (52.8%). Mayoritas responden telah terpapar dengan sumber infomasi (99.6 %) dan sebagian besar responden memiliki perilaku positif (59.1%). Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS adalah sikap (p = 0.000). Responden dengan sikap mendukung cenderung memiliki perilaku positif terkait pencegahan penularan HIV/AIDS. Kesimpulan: ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS.
SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DAN DAMPAK DIABETES MELLITUS TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Manurung, Evanny Indah; Veronica Gultom, Eva Chris; Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Hutasoit, Elissa Oktoviani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1997

Abstract

Latar Belakang Wanita memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga, baik sebagai ibu, istri, dan sebagai bagian dari masyakarat. Ketika seorang wanita sehat, hal tersebut menjadi indikator keluarga yang sehat. Dalam proses kehidupan, wanita diperhadapkan dengan menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause, sehingga wanita tidak luput dengan permasalahan reproduksi. Wanita mempunyai sistem reproduksi yang sensitif terhadap kerusakan seperti disfungsi atau penyakit. Jemaat Gereja HKBP Gading Serpong memiliki populasi wanita sebanyak 100 orang dengan rata-rata usia diatas 17 tahun. Banyaknya kelompok wanita dalam komunitas ini akan memicu banyaknya permasalahan reproduksi. Salah satu permasalahan yang sudah terjadi adalah terdapat jemaat wanita yang meninggal akibat kanker serviks dan kanker payudara. Banyak faktor yang dapat memengaruhi permasalahan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus, dimana penyakit ini dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi itu sendiri. Oleh karena itu pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan edukasi tentang kesehatan reproduksi ini sangat penting. Tujuan Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan wanita terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan dampak diabetes mellitus terhadapnya. Metode Pemeriksaan GDS dan penyuluhan dengan ceramah. Sebelum dan setelah seminar peserta diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test. Hasil Hasil analisis pada pre-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 60.68, sedangkan pada post-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 75.36.
Co-Authors Adventina Delima Hutapea Agus Helly Putri Amin Zebua Aiba, Sumiaty Angeli Helmina Vintauli Br.R Angelina Alvany Damayanti Arisman Laoli, Jevrianus Arkianti, Maria Maxmila Yoche Ayu Rininta Kana Baky, Jermias Helrari Ballsy Cicilia Albertina Pangkey Barus, Novita Susilawati Bima Adi Saputra Chriska Roully Adeline Damayanti, Catharina Rossa Dengga, Jenovan R Deony Aktivini Damainov Eka Siahaan Enjelika Ria Manalu Florensa, Maria Veronika Ayu Geovany Latupeirissa Ginting, Laditri Br Harapan Telaumbanua, Daniel Hasibuan, Shinta Yuliana Heman Pailak Hia, Lili Selvia Agustina Hutasoit, Elissa Oktoviani I Made Kariasa Ingrit, Belet Lydia Karina Bevelyn Panjaitan Koelima, Bellandina Susana Junianty Lofitania, Elsa Lumbantoruan, Septa Meriana Manik, Marisa Maria Veronika Ayu Florensa Marisa Junianti Manik Martha Octaria Martina Pakpahan Marulianna Sit, Fiolenty Bertina Masfuri - Meiliana Eka Swatanti, Thalita Melisa Constantine Sigarlaki Meo, Julia Margareth Nababan, Grace Putri Natalia Watania, Lani Octaria, Martha Oktoviani Hutasoit, Elissa Pakpahan, Martina Pandiangan, Grace Alesia Pangkey, Ballsy C. A. Panjaitan, Tirolyn Patarru, Gayus Paula, Veronica Peggy S. Tahulending Rudiyatin, Lili S, Yulia Saputra, Bima Adi Selvia Selvia Shinta Yuliana Hasibuan Sigarlaki, Melisa Constantine Sihaloho, Shinta Marina Josephina Putri Sihombing, Riama Marlyn Silaban, Winda Silalahi, Elfrida Siregar, Deborah Sudarja, Kusman Sumiaty Aiba Sutrawiarsih, Kadek Alfin Tahapary , Prisca A. Taruk Lola, Gustianus Theresia Ivolika Zebua Theresia Theresia Theresia Theresia Tirolyn Panjaitan Veronica Paula Wawan Septrianus Lase Winda Silaban S Windy Sapta Handayani Zega Yedicha Nuke Manu Yuniarti Emmy Monica Pattiwaelapia Zebua , Intan Elfira Febrieni