cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi" : 35 Documents clear
Gambaran Status Gingiva Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado Monoarfa, Olyvia Octaviany; Pandelaki, Karel; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6400

Abstract

Abstract: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease group with the characteristic blood glucose levels than normal (hyperglycemia) that occurs because abnormalities in insulin secretion, insulin recognized when payable disorders, or combination of both. Regular blood glucose levels cause patients uncontrolled type 2 diabetes are at greater risk for experiencing problems of oral health, including gingivitis. Purpose of this research was to know the description of gingival status in patients of type 2 diabetes at RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This research is an observational descriptive with cross sectional study approach. The research population is all patients of type 2 diabetes outpatient clinic Interna RSU GMIM Pancaran Kasih Manado in September 2014. The research method is by using a Consecutive sampling with a sample of 100 people. The result of this research showed that the gingival status in patients of type 2 diabetes calculated based gingival index that most occur severe gingivitis was 45 respondents (45%). The gingival status that showed the severe gingivitis in patients of type 2 diabetes based on age 17 respondents (48,6%) in the age range of 51-60 years old, based on gender that most occur in women 27 respondents (49,1%), based on duration of suffering 25 respondents (55,6%) in the age range >10 years, and based on blood glucose control (HbA1c) that most numerous in patients with poor blood glucose 30 respondents (60%). Conclusion: The gingival status in patients of type 2 diabetes most occur severe gingivitis, and recommended in patients of type 2 diabetes to improve their healthy lifestyle in order to normalize blood glucose levels so as to reduce the occurrence of diabetes, more attention and maintain oral hygiene, especially the gingival health.Keywords: gingival status, patients of type 2 diabetes.Abstrak: Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, ataupun kombinasi dari keduanya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan penderita DM tipe 2 beresiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mulut, termasuk gingivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gingiva pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian yaitu seluruh pasien DM tipe 2 rawat jalan di Poliklinik Interna Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado pada bulan September 2014. Metode penelitian yaitu Consecutive sampling dengan sampel penelitian berjumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gingiva yang dihitung berdasarkan indeks gingiva paling banyak menunjukkan gingivitis berat 45 subjek penelitian (45%). Status Gingiva berdasarkan umur paling banyak 17 subjek penelitian (48,6%) pada rentang umur 51–60 tahun, berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada perempuan 27 subjek penelitian (49,1%), berdasarkan lamanya menderita paling banyak selama >10 tahun 25 subjek penelitian (55,6%), dan berdasarkan kontrol gula darah (HbA1c) paling banyak pada pasien dengan kontrol gula darah buruk (>9%) 30 subjek penelitian (60%). Simpulan: Penderita DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado paling banyak mengalami gingivitis berat, serta disarankan bagi penderita agar lebih meningkatkan pola hidup sehat guna menormalkan kadar glukosa darah sehingga dapat mengurangi terjadinya diabetes, lebih memperhatikan dan menjaga kebersihan gigi dan mulut, terutama kesehatan gingivanya.Kata kunci: status gingiva, penderita diabetes melitus tipe 2
GAMBARAN STATUS KARIES PADA SISWA SMP NEGERI I TOMOHON Mangkey, Elisa; Posangi, Jimmy; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6848

Abstract

Abstract: The most common oral disease in society is dental caries. Dental caries is a disease in hard tissue of tooth such as enamel, dentin, and cementum caused by microbiological activity inside fermented carbohydrate. SMP Negeri 1 Tomohon is one of the large junior high schools with students aged 11-14 years, and their parents’ social economy variated from low to middle class. Moreover, there are lot of snack counters around the school. Children’s habit of consuming cariogenic foods makes them susceptible to dental caries. This study aimed to obtain dental caries status on students at SMP Negeri 1 Tomohon. This was a descriptive research with cross sectional approach method. Population of this study was students in SMP Negeri 1 Tomohon with sampling using purposive sampling technique and there are 92 students became this research sample. Caries status was measured by using DMF-T index (decayed, missing, filling-teeth) which firstly acquainted by Klein H., Palmer CE, and Knutson JW in 1983. The result of this research showing DMF-T on SMP Negeri 1 Tomohon is D (decayed) scored 165, M (missing) scored 39, and F (filling) scored 4. The average result of DMF-T was 2.26. Conclusion: Caries status of SMP Negeri 1 Tomohon students was in the low category.Keywords: caries status, junior high school students, DMF-TAbstrak: Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat luas yaitu karies gigi. Karies gigi merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi berupa email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan. SMP Negeri 1 Tomohon merupakan salah satu sekolah yang cukup besar dengan siswa berusia 11-14 tahun, status sosial ekonomi orang tua yang bervariasi dari golongan rendah sampai menengah, dan terdapat banyak tempat jajanan di lingkungan sekolah. Kebiasaan anak mengonsumsi makanan kariogenik membuat anak rentan terhadap karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies pada siswa SMP Negeri 1 Tomohon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SMP Negeri 1 Tomohon dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 92 siswa yang menjadi sampel penelitian. Status karies diukur menggunakan indeks DMF-T (decayed, missing, filling-teeth) yang pertama kali diperkenalkan oleh Klein H, Palmer CE, dan Knutson JW pada tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks DMF-T pada siswa SMP Negeri 1 Tomohon yaitu 2,26. Simpulan: Status karies siswa SMP Neheri 1 Tomohon berada pada kategori rendah.Kata kunci: status karies, siswa sekolah menengah pertama, DMF-T
GAMBARAN STATUS GINGIVA PADA PENDERITA LEUKEMIA DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tangka’a, Roy R. B.; Suling, Pieter L.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6456

Abstract

Abstract: Periodontal disease is a disease tooth and mouth the most common suffered. Bacterial plaque buildup on the surface of the tooth is the main cause of periodontal disease. Periodontal disease started from gingivitis, when untreated can develop into periodontitis where periodontal tissue damage occurs in the form damage of fibre, periodontal ligament, and alveolar bone. Leukemia is a malignancy disease characterized by the presence of bleeding. Location of bleeding most often found on the skin, eyes, nose mucous membrane, gingiva and gastrointestinal tract. The purpose of this research is to know the description of the status of gingiva in sufferers of leukemia in was Prof. Dr. r. d. Kandou Manado.This was descriptive study with cross sectional approach. Samples was collected using total sampling by examination the status of gingiva based on index gingiva Loe and Silness. The results showed that most of the patients experiencing mild inflammation (68,75%) and the rest suffered medium inflammation (31,25%). Based on age, puberty is largely experiencing mild inflammation (56,25%) and adolescents medium inflammation (18,75%). Based on the gender, men mostly experiencing mild inflammation (31,25%) and most women experience mild inflammation (37,50%). Based on the type of disease, LLA mostly suffered inflammation lightweight (68,75%), LMA all experiencing inflammation medium (6,25%) and LMK all experiencing inflammation medium (12,50%). Conclusion: Leukemia patients treated at Prof. Dr. R. D. Kandou had the awareness to maintain oral hygiene, however, socialization about the importance of oral hygiene is still needed.Keywords: leukemia, periodontal disease, gingival statusAbstrak: Penyakit periodontal merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling umum diderita. Penumpukan bakteri plak pada permukaan gigi merupakan penyebab utama penyakit periodontal. Penyakit periodontal dimulai dari gingivitis, bila tidak terawat bisa berkembang menjadi periodontitis dimana terjadi kerusakan jaringan periodontal berupa kerusakan fiber, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Leukemia merupakan penyakit keganasan yang ditandai dengan adanya perdarahan. Lokasi perdarahan yang paling sering ditemukan pada bagian kulit, mata, membrane mukosa hidung, gingiva dan saluran cerna. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran status gingiva pada penderita leukemia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan cara melakukan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva Loe dan Silness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pesien mengalami inflamasi ringan (68,75%) dan sisanya mengalami inflamasi sedang (31,25%). Berdasarkan umur, pubertas sebagian besar mengalami inflamasi ringan (56,25%) dan remaja mengalami inflamasi sedang (18,75%). Berdasarkan jenis kelamin, laki - laki sebagian besar mengalami inflamasi ringan (31,25%) dan perempuan sebagian besar mengalami inflamasi ringan (37,50%). Berdasarkan jenis penyakit, LLA sebagian besar mengalami inflamasi ringan (68,75%), LMA semuanya mengalami inflamasi sedang (6,25%) dan LMK semuanya mengalami inflamasi sedang (12,50%). Simpulan: Pasien leukemia yang berada di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan mulut, tetapi sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut masih dibutuhkan.Kata kunci: leukemia, penyakit periodontal, status gingiva.
GAMBARAN LESI TRAUMATIK MUKOSA MULUT PADA LANSIA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN DI PANTI WREDHA KABUPATEN MINAHASA Langkir, Angelia; Pangemanan, Damajanti H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6405

Abstract

Abstract: Removable partial dentures (RPDs) are artificial teeth that replaces one or more missing teeth in the upper jaw or lower jaw and can be removed by the patient. Elderly is an aging process that is experienced by everyone and can not be avoided by anyone. Traumatic lesions is a condition of discontinuity network extends from the dermis to the subcutaneous and always occurs in pathological conditions. His study aimed to describe traumatic oral mucosal lesions in elderly using removable partial dentures in nursing homes.This was a descriptive study with cross sectional approach. Social Institution used were Tresna Agape Tondano Elderly, Social Institution Ina I, Deborah Werdha Panti, Panti Yakobus Peduli Elderly, Elderly Nursing Hana, Tabitha Nursing Elderly and Elderly Nursing Pengasih. Samples were all elderly that used Most Removable Teeth. The results showed that the majority of elderly using removable teeth in Minahasa regency nursing homes have experienced traumatic lesions. Conclusion: Most of the elderly using removable partial dentures in Minahasa district nursing homes had experienced traumatic lesions caused by removable partial dentures.Keywords: removable partial dentures, elderly, traumatic lesions.Abstrak: Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang atas atau rahang bawah dan dapat dilepas oleh pasien. Lesi traumatik merupakan kondisi diskontinuitas jaringan yang meluas dari dermis hingga ke subkutis dan selalu terjadi pada kondisi patologis. Tujuan Umum, untuk mengetahui gambaran lesi traumatik mukosa mulut pada lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di panti wredha.Tujuan Khusus, untuk mengetahui gambaran lesi traumatik mukosa mulut pada lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di Panti Wredha kabupaten Minahasa yang di tinjau dari lokasi lesi pada mukosa mulut. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional.Gambaran lesi ulseratif terhadap pengguna gigi tiruan sebagian lepasan pada lansia di panti werdha kabupaten minahasamenunjukkan sebagian besar pernah mengalami lesi ulseratif, dan yang terbanyak pada perempuan (93,3%). Lokasi yang paling sering terkena yaitu lidah (55,17%). Penyebab ulkus yang paling sering yaitu trauma bagian dasar/sayap GTSL (62,1%). Lesi ulseratif terjadi dengan frekuensi tidak teratur (68,9%). Responden paling banyak membiarkan ulkus tanpa pengobatan (48,3%), sedangkan 51,7% responden mengobati sendiri dimana 73,3% diantaranya menggunakan obat topikal. Simpulan: Sebagian besar lansia pengguna gigi tiruan sebagain lepasan di Panti Wredha kabupaten Minahasa telah mengalami lesi traumatik.Kata kunci: gigitiruan sebagian lepasan, lansia, lesi ulseratif
HUBUNGAN STATUS PERIODONTAL DAN DERAJAT REGULASI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Emor, Stephanie F.; Pandelaki, Karel; Supit, Aurelia S. R.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.7664

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a disorder characterized by hyperglycemia and impaired metabolism of carbohydrates, fats, and proteins. These are caused by insulin deficiency, relative or absolute. Diabetes mellitus is a long-term chronic disease with a risk of the occurence of diabetic complications, such as oral diabetic. The study aimed to analyze the relationship between periodontal status and the degree of blood sugar regulation in diabetic patients in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Data were obtained from the Endocrine clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a descriptive analytical study with a cross sectional approach. Samples consisted of 37 patients (total sampling) aged 20-60 years. The analytic methods used in this study was the chi-square test (univariate and bivariate). Periodontal pocket depths were clinically examined. The results showed that there was no healthy periodontal state among diabetic patients. Uncontrolled diabetic patients with poor HbA1c (17 patients, 46%) had bad periodontal status. The chi-square test showed that there was a significant relationship between periodontal status and the degree of blood sugar regulation in diabetic patients (p < 0.05). Conclusion: There was a significant relationship between periodontal status and the degree of blood sugar regulation in diabetic patients.Keywords: periodontal status, diabetes mellitus, degree of regulation blood sugar.Abstrak: Diabetes melitus (DM) adalah kelainan yang ditandai hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun absolut. DM merupakan penyakit kronis yang bila diabaikan dapat terjadi komplikasi diabetic, antara lain oral diabetic. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status periodontal dan derajat regulasi gula darah pasien diabetes melitus di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Besar sampel sebanyak 37 orang (total sampling) usia 20-60 tahun. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji chi-square). Pemeriksaan kedalaman poket periodontal dilakukan terhadap subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya status periodontal yang sehat pada pasien DM. Pasien DM dengan HbA1c yang buruk memiliki status periodontal yang buruk pula yaitu sebanyak 17 pasien (46%). Berdasarkan hasil uji chi-square terdapat hubungan bermakna antara status periodontal dan derajat regulasi gula darah (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status periodontal dan derajat regulasi gula darah pasien diabetes melitus.Kata kunci: status periodontal, diabetes melitus, derajat regulasi gula darah

Page 4 of 4 | Total Record : 35