cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi" : 70 Documents clear
DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia Mangostana L.) TERHADAP Streptococcus mutans Komansilan, Julian G.; Mintjelungan, Christy N.; Waworuntu, Olivia
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8824

Abstract

Abstract: Mangosteen fruit which in Latin is called Garcinia mangostana Linn identical with the nickname queen tropical fruit (Queen of tropical fruit) is a plant that can be utilized all its parts, including the skin of the fruit. Dental caries is an oral disease that often occurs. Streptococcus mutans is one of the causes of dental caries. This study is an experimental laboratory, using pure experimental designs (true experimental design) with a post-test only research design control design conducted in the Laboratory of Microbiology General Hospital Prof. DR. R.D. Kandou Manado in December 2014-May 2015 with research subjects using Streptoccocus mutans bacteria and as a research sample taken mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L) were extracted using maceration method by ethanol 90%. The result showed the average broad zones of inhibition of mangosteen peel extract against Streptococcus mutans amounted at 669.42 mm2. Results of statistical calculations with independent t-test test is known that there were significant differences between groups of mangosteen peel extract and the control group (P <0.05). From this study it can be concluded that the mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) has an antibacterial effect in inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria. Wide zone of inhibition of mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) is smaller than the broad zone of inhibition of antibiotics.Keywords: Skin Extract Mangosteen (Garcinia mangostana L.), Streptoccocus mutansAbstrak: Buah manggis yang dalam bahasa latin disebut Garcinia mangostana Linn yang identik dengan julukan ratu buah tropis (Queen of tropical fruit) merupakan tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, termasuk kulit buahnya. Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi. Streptococcus mutans merupakan salah satu penyebab karies gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian post test only control design yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit Umum Prof. DR. R. D. Kandou Manado pada bulan Desember 2014–Mei 2015 dengan subjek penelitian mengunakan bakteri Streptoccocus mutans dan sebagai sampel penelitian diambil ektrak kulit manggis (Garcinia mangostana L) yang diekstraks menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 90%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata luas zona hambat ekstrak kulit manggis terhadap Streptococcus mutans sebesar sebesar 669.42 mm2. Hasil perhitungan statistik dengan uji independent t-test diketahui terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok ekstrak kulit manggis dan kelompok kontrol (P < 0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Luas zona hambat dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) lebih kecil dibandingkan dengan luas zona hambat dari antibiotik.Kata kunci: Ektrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.), Streptoccocus mutans
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASANDI RSGMP-PSPDG FK UNSRAT MANADO Sinaga, Eilen F.; Mariati, Ni Wayan; Parengkuan, Wulan
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10016

Abstract

Abstract: Oral hygiene is one of the main factor for maintaining healthy teeth and mouth from the strange objects. The strange objects that contain in the mouth such as removable partial denture would be risked on oral health itself. This research aims to see the status of oral hygiene on the removable partial dentures user.This research is descriptive study with a total sampling method. The number of sample is 40 patients consist of 31 women and 9 men. Data retrieved using the checklist form after the patients use removable partial denture during the past year. Based on the results, 40 respondents with percentage that has OHI-S in good category is 45%, moderate category is 47,5% and bad category is 7,5%. Most of oral hygiene is on removable partial denture user with moderate category.Keywords: oral hygiene, partial dentureAbstrak: Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor utama untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dari benda asing. Benda asing yang terdapat di dalam mulut seperti gigi tiruan sebagian lepasan apabila tidak dibersihkan akan beresiko pada kesehatan gigi dan mulut itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk melihat status kebersihan gigi dan mulut pada pengguna gigi tiruan sebagian lepasan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengambilan sampel total sampling. Jumlah sampel 40 pasien yang terdiri dari 31 perempuan dan 9 laki – laki. Data diambil menggunakan formulir pemeriksaan setelah pasien menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan selama 1 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 40 responden dengan persentase yang memiliki kategori OHI-S baik 45%, memiliki kategori OHI-S sedang 47,5% dan memiliki OHI-S buruk 7,5%. Kebersihan gigi dan mulut paling banyak pada pengguna gigi tiruan sebagian lepasan dengan kategori sedang.Kata kunci:kebersihan gigi dan mulut, gigi tiruan sebagian lepasan
PENGGUNAAN BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PSPDG FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT PADA TAHUN 2014 Anang, Dewi Y.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8764

Abstract

Abstract: Resin composite has been known since the sixtieth generation and generally it is known as the dentists? cosmetic restorative material. Amalgam is the oldest restorative material and it is famous due to its mechanical strength, endurance, and less expensive. Glass ionomer cement is an isochromatic tooth dentifrice; its main component is liquid consisted of water and polyacid, and a kind of fluoroaluminosilicate glass powder. This study aimed to obtain the profile of patients using dental restorative composite at the RSGM Manado in 2014. This was a descriptive retrospective study. There were 400 dental samples from the medical record categorized according to gender, age, kinds of treatment, and occupation. The results showed that dental treatment with filling was most frequent among females (65%) compared to males (35%). Most of the subjects (70%) were 21-30 years old. Moreover, most of the subjects (62.5%) used amalgam as the restorative material.Keywords: restorative material, composite resin, amalgam, GICAbstrak: Resin komposit ialah tumpatan pada generasi ke 60-an, dan secara umum dikenal sebagai bahan tumpatan kosmetik dentis. Amalgam merupakan bahan restorasi tertua dan cukup terkenal di masyarakat luas oleh karena kekuatan, daya tahan, dan harganya yang relatif murah. Glass Ionomer Cement ialah bahan tambal sewarna gigi yang komponen utamanya terdiri dari likuid yang merupakan gabungan air dengan polyacid (Asam poliakrilat, maleat, itakonat, tartarat) dan bubuk berupa fluoroaluminosilicate glass. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pasien yang menggunakan tumpatan gigi di RSGM Unsrat pada tahun 2014. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif. Jumlah data penelitian yang didapat yaitu 400 sampel data dental dari rekam medik dan dikategorikan sesuai jenis kelamin, usia, jenis perawatan dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan perawatan dengan bahan tumpatan lebih sering dilakukan oleh pasien berjenis kelamin perempuan (65%) dibandingkan laki-laki (35%). Distribusi subyek terbanyak pada usia 21-30 tahun (70%). Sebagian besar (62,5%) menggunakan bahan tumpatan amalgam.Kata kunci: tumpatan, resin komposit, amalgam, GIC
PENGARUH MENGONSUMSI NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP LAJU ALIRAN SALIVA PADA LANSIA PENDERITA XEROSTOMIA Lewapadang, Wanda; Tendean, Lydia E. N.; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9837

Abstract

Abstract: Due to the improve,ment of quality of life, the number of elderly in Indonesia increases. In elderly, the organ function will decrease (degeneration of tissues and organs) either due to natural factors or diseases. One of the complaints associated to organ degeneration is dry mouth (xerostomia). Citric acid stimulation can increase salivary flow. High citric acid content is found in pineapple. This was a quasi-experimental study with a pretest posttest control group design. This study aimed to determine the effects of eating pineapple to the salivary flow in elderly patients with xerostomia in Panti Werdha Senja Cerah and Panti Werdha Damai Manado (nursing homes). There were 24 samples divided into two groups (experimental and control) obtained by using total sampling. The results showed that eating pineapple affected the salivary flow in elderly patients with xerostomia with a significant P value < 0.05.Keywords: xerostomia, salivary flow rate, pineapple fruitAbstrak: Seiring meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk, maka usia lanjut di Indonesia semakin bertambah. Semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun (degenerasi organ) baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit, salah satu hal yang terkait dengan degenerasi organ yaitu keluhan mulut kering (Xerostomia). Stimulasi asam sitrat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan laju aliran saliva. Kandungan asam sitrat yang tinggi terdapat dalam buah nanas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan pretest posttest control group design. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh mengonsumsi nanas terhadap laju aliran saliva pada lansia penderita xerostomia di Panti Werdha Senja Cerah dan Panti Werdha Damai Manado. Jumlah sampel yang diperoleh yaitu 24 orang, dibagi menjadi dua kelompok (ekperimental dan kontrol). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mengonsumsi nanas terhadap laju aliran saliva pada lansia penderita Xerostomia dengan nilai signifikansi p>0,05.Kata kunci: xerostomia, laju aliran saliva, buah nanas
JUMLAH ION KROMIUM (Cr) DAN NIKEL (Ni) KAWAT ORTODONTIK STAINLESS STEEL YANG TERLEPAS DALAM PERENDAMAN SALIVA Jura, Ciendy O.; Tendean, Lydia E. N.; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10577

Abstract

Abstract: Orthodontic stainless steel wire is one of the instrument components oftenly used in orthodontic treatment and may persist in the oral cavity for a long period of time. Orthodontic stainless steelwire in the oral cavity can be corrosive in the presence of Cr and Ni ion release which can be harmful to the human body and the stainless steel wire itself. This study aimed to determine the amount of Cr and Ni ions released from the stainless steel orthodontic wire that was immersed in artificial saliva. This was an experimental laboratory study with a posttest only control group design. Samples were analyzed by using a UV-Vis spectrophotometry to determine the released Cr and Ni ions in the saliva. Samples consisted of 4 brands of orthodontic stainless steel wires immersed in artificial saliva for 30 days with a temperature of 370C. Data were analyzed by using a computer program. The results showed that the release of Cr ions in samples A, B, C, and D respectively were: 0.302 ppm, 0.331ppm, 0,311 ppm, and 0.483 ppm meanwhile of Ni ions were 1.930 ppm, 1.778 ppm, 1.654 ppm, and 1.391ppm. Conclusion: The release of Cr and Ni ions varied in each sample of orthodontic stainless steel wire .Keywords: orthodontic stainless steel, Cr, Ni, artificial saliva, UV-Vis spectrophotometryAbstrak: Kawat ortodontik stainless steel merupakan salah satu komponen alat yang sering digunakan dalam perawatan ortodontik dan dapat bertahan dalam rongga mulut untuk jangka waktu yang lama. Kawat ortodontik stainless steel yang berada di dalam rongga mulut dapat mengalami korosi dengan adanya pelepasan ion Cr dan Ni yang bersifat merugikan bagi tubuh manusia dan kawat ortodontik itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya jumlah pelepasan ion Cr dan Ni dari kawat ortodontik stainless steel yang direndam dalam saliva buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan posttest only control group. Sampel diuji dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui pelepasan ion Cr dan Ni dalam saliva. Sampel terdiri dari 4 merek kawat ortodontik stainless steel direndam dalam saliva buatan selama 30 hari dengan suhu 370C. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan pelepasan ion Cr pada sampel A, B, C, dan D berturut-turut 0,302 ppm; 0,331 ppm; 0,311 ppm; dan 0,483 ppm sedangkan pelepasan ion Ni 1,930 ppm; 1,778 ppm; 1,654 ppm; dan 1,391 ppm. Simpulan: Pelepasan ion Cr dan Ni bervariasi dari masing-masing sampel kawat ortodontik stainless steel.Kata kunci : Kawat ortodontik stainless steel, Cr, Ni, saliva buatan, spektrofotometri UV-Vis
GAMBARAN KECEMASAN PASIEN EKSTRAKSI GIGI SEBELUM DAN SESUDAH MENGHIRUP AROMATERAPI LAVENDER ., Merinchiana; Opod, Hendri; Maryono, Jimmy
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9633

Abstract

Abstract: Anxiety due tooth extraction can causes obstacles for the operators and it delivers several problems. To overcome this anxiety, a consideration treatment is required, to settle anxiety experienced by patients. One of the solutions is to inhale lavender aromatherapy. Essensial oil of lavender can affect the brain activity through nerve system related to sense of smell and it connects with psychology condition such as emotional. This study aimed to describe the anxiety of patients with tooth extraction before and after inhaling lavender aromatherapy. This was a descriptive study with a cross sectional design. There were 30 respondents who are going to be undergone tooth extraction. Physical evaluation such as blood pressure, pulse, and respiration, and Visual analogue scale (VAS) for measureing anxiety were used. The results showed that patients had lower blood pressure, pulse, respiration as well as VAS after they inhaled lavender aromatherapy. Conclusion: Patients who were going to undergo tooth extraction had declined anxiety after inhalation of Lavender aromatherapy.Keywords: tooth extraction, anxiety, visual analogue scale, lavender aromatherapyAbstrak: Kecemasan karena ekstraksi gigi dapat menjadi penghambat bagi operator dan menimbulkan banyak masalah. Untuk mengatasi masalah kecemasan diperlukan pertimbangan perawatan yang dapat menanggulangi kecemasan yang dialami pasien salah satu diantaranya dengan menghirup aromaterapi lavender. Minyak esensial lavender dapat memengaruhi aktivitas fungsi kerja otak melalui saraf yang berhubungan dengan indera penciuman dan berkaitan dengan kondisi psikologis seperti emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan pasien ekstraksi gigi sebelum dan sesudah menghirup aromaterapi lavender. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang dilakukan pada 30 responden yang akan menjalani prosedur ekstraksi gigi dengan menggunakan evalusi fisik berupa tekanan darah, nadi, dan respirasi, serta visual analogue scale (VAS) untuk mengukur kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah, nadi, dan respirasi serta VAS pasien yang cemas mengalami penurunan setelah menghirup aromaterapi lavender. Simpulan: Kecemasan pasien ekstraksi gigi mengalami penurunan setelah menghirup aromaterapi lavender.Kata kunci: ekstraksi gigi, kecemasan, visual analogue scale, aromaterapi lavender
GAMBARAN PENYAKIT PERIODONTAL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. R. D KANDOU MANADO Tambunan, Ezra G. R.; Pandelaki, Karel; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10399

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with characteristic hyperglycemia that occurs due to insulin secretion, insulin action or both. This disease affects many societies and continuously growing in Indonesia. Periodontal disease is an oral health problem which has a relatively high prevalence in the community where periodontal disease in all age groups in Indonesia.The purpose of this study was to determine the periodontal disease in patients with diabetesmellitus in RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado. This descriptive study has 68 sample taken with total sampling technique. The sample is examined using evaluation criteria gingival index and CPITN index. The result show that subjects with periodontitis with a score of 4 is the highest as many as 18 people (44%) and subject with a score of 2 is that at least as many as 8 people (19.5%). And subjects with bad gingivitis is the highest as many as 10 people (52.6%) and subject with the good gingivitis is the at least as many as 5 people (26.3%). Based on the result of this study, periodontal disease in patients with diabetes mellitus in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou most that periodontitis with the number of 41 people (68.3%) compared to gingivitis which is just as many as 19 people (31.7%)Keywords: diabetes mellitus, periodontitis, gingivitis, periodontalAbstrak:Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penyakit ini merupakan penyakit yang banyak diderita kalangan masyarakat dan terus berkembang di Indonesia. Penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang memiliki prevalensi cukup tinggi di masyarakat dimana penyakit periodontal pada semua kelompok umur di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyakit periodontal pada penderita diabetes mellitus di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 60 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Sampel diperiksa dengan menggunakan kriteria penilaian indeks gingiva dan indeks CPITN. Hasil menunjukkan bahwa yang mengalami periodontitis dengan skor 4 adalah yang paling tinggi yaitu sebanyak 18 orang (44%), dan subjek yang mengalami skor 2 adalah yang yang paling sedikit yaitu sebanyak 8 orang (19.5%). Sedangkan yang mengalami gingivitis yang paling tinggi yaitu gingivitis buruk sebanyak 10 orang (52.6%) dan yang paling sedikit adalah yang mengalami gingivitis ringan yaitu sebanyak 5 orang (26.3%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyakit periodontal yang paling banyak ditemui pada penderita diabetes melitus di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado adalah penyakit periodontitis yaitu sebanyak 41 orang (68.3%) dan yang paling sedikit adalah gingivitis yaitu sebanyak 19 orang (31.7%)Kata kunci: diabetes melitus, periodontitis, gingivitis, periodontal
UJI EFEKTIVITAS JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava) TERHADAP LAJU ALIRAN SALIVA PADA PENDERITA XEROSTOMIA YANG MENGONSUMSI TELMISARTAN Waworuntu, Jemima L.; Wuisan, Jane; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9602

Abstract

Abstract: A study done by National Center for Biotechnologi Information (NCBI) to the user of antihypertension drugs, 50% of the individuals are suffering xerosomia or dry mouth. The reduction of saliva because of xerostomia may increase the risk of tooth damage. Vitamin C contained in red guava (Psidium Guajava) is expected to induce salivary flow rate in Xerostomia patients who consume antihypertensive Telmisartan.The purpose of this study is to acknowledge the effect of red guava in increasing salivary flow rate in Xerosotmia patients who consume antihypertensive Telmisartan. This is a clinical trial study with nonequivalent control group experimental design. Each group has 15 samples from the population of hypertensive patients who consume antihypertensive Telmisartan and are suffering Xerostomia in Pancaran Kasih Hospital and Prof. Dr. RD. Kandou Hospital. The treatment group is given red guava fruit that is already served as pure juice while the control group is only given mineral water. Saliva is collected twice, that is before treatment and after treatment. Saliva is collected by spitting method and the salivary flow rate is measured by using disposable syringe with the measurement of ml/minute.The result of this study shows that the average of salivary flow rate before of control group is 0.23 ml/minute and the average of salivary flow rate after is 0.28 ml/minute. While the average of salivary flow rate before treatmen in treatment group is 0.24 ml/minute and the average of salivary flow rate after treatment is 0.83 ml/minute. It can be concluded that red guava has been proved to be effectively increase salivary flowrate of xerostomia patients who consume antihypertensive Telmisartan.Keywords: xerostomia, red guava, salivary flow rateAbstrak: Sebuah studi yang dilakukan oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI) yang melakukan penelitian terhadap pengguna obat antihipertensi, sebanyak 50% menderita Xerostomia atau mulut kering. Laju aliran saliva yang menurun akibat Xerostomia dapat menyebabkan meningkatnya resiko kerusakan gigi. Kandungan vitamin C pada buah jambu biji merah (Psidium guajava) diharapkan dapat meningkatkan laju aliran saliva pada penderita xerostomia yang mengonsumsi obat antihipertensi golongan Telmisartan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek jambu biji merah dalam meningkatkan laju aliran saliva pada penderita Xerostomia yang mengonsumsi Telmisartan. Penelitian ini adalah penelitian uji klinis dengan rancangan eksperimental nonequivalent control group design. Setiap kelompok beranggotakan 15 orang dari populasi pasien pengguna obat antihipertensi golongan Telmisartan yang menderita Xerostomia di RSU Pancaran Kasih dan RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Malalayang. Kelompok perlakuan mengonsumsi buah jambu biji merah yang disajikan dalam bentuk jus murni sedangkan kelompok kontrol hanya mengonsumsi air mineral. Saliva dikumpulkan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah mengonsumsi buah jambu biji merah. Saliva dikumpulkan dengan metode spitting dan laju aliran saliva diukur menggunakan disposable syringe dengan satuan ml/ menit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata laju aliran saliva awal pada kelompok kontrol yaitu 0,23 ml/menit dan laju aliran saliva akhir kelompok kontrol yaitu 0,28 ml/menit. Sedangkan rerata laju aliran saliva awal pada kelompok perlakuan yaitu 0,24 ml/menit dan laju aliran saliva akhir kelompok perlakuan yaitu 0,83 ml/menit. Dapat disimpulkan bahwa buah jambu biji merah dapat meningkatkan laju aliran saliva pada penderita Xerostomia yang mengonsumsi Telmisartan.Kata kunci: xerostomia, jambu biji merah, laju aliran saliva.
INDEKS DEBRIS SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PROMOSI KESEHATAN TENTANG MENYIKAT GIGI PADA MURID SD NEGERI POIGAR ., Hermawan
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10158

Abstract

Abstract: Health promotion are necessary in case to improve people’s behavior in order to avoid health problems, Success of an educator in conveying health promotion topics are determined by many things. one of which is the use of effective media and method, The purpose of this study is to find out child debris index in SD Negeri Poigar before and after the health promotion of toothbrushing, The research method used is pre-experimental with one group pre and posttest approaches that conducted to the 4th. 5th and 6th grade student of SD Negeri Poigar, South Minahasa, The number of samples are taken as much 34 students using total sampling technique, This researh used Wilcoxon statistical analysis test, The result showed that before the health promotion of toothbrushing the early debris index was bad category and after the health promotion of toothbrushing the final debris index is medium category, Wilcoxon analysis test showed value of significance p=0,00, This statistical analysis concluded that there was a significant difference between debris index before and after the health promotion of toothbrushing in SD Negeri Poigar students.Keywords: debris index, health promotion.Abstrak:Promosi kesehatan sangat diperlukan dalam meningkatkan perilaku masyarakat agar terbebas dari masalah-masalah kesehatan. Keberhasilan seorang penyuluh dalam menyampaikan materi promosi kesehatan ditentukan oleh banyak hal, salah satu diantaranya ialah adanya media dan metode promosi kesehatan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui indeks debris anak SD Negeri Poigar sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan tentang menyikat gigi. Metode penelitian yang digunakan ialah metode pra eksperimental dengan pendekatan one group pre and posttest design yang dilakukan pada siswa kelas 4, 5 dan 6 SD Negeri Poigar, Minahasa Selatan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 34 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Penelitian ini menggunakan uji analisis statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan promosi kesehatan tentang menyikat gigi indeks debris awal ialah kategori buruk dan setelah dilakukan promosi kesehatan tentang menyikat gigi indeks debris akhir ialah kategori sedang. Hasil uji analisis statistik Wilcoxon ini menunjukan p=0,00. Hasil analisis ini menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara indeks debris sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan tentang menyikat gigi pada murid SD Negeri Poigar.Kata kunci: indeks debris, promosi kesehatan.
GAMBARAN PENGETAHUAN PENCABUTAN GIGI SISWA SMA NEGERI 1 SANG TOMBOLANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Dandel, Joandri P.; Mariati, Ni Wayan; Maryono, Jimmy
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8769

Abstract

Abstract: Tooth extraction is one of the actions that are often done in the field of dentistry. Tooth extraction is done with an indication of severely damaged teeth and can not be manage.The most people visiting the dentist after the tooth is badly damaged, and eventually had to be taken tooth extraction. That is caused by a lack of public knowledge about the importance of maintaining healthy teeth and mouth. This study aims to reveal the students' knowledge of tooth extraction SMA 1 The Tombolang Bolaang Mongondow. This type of research used in this research is descriptive research with cross sectional study design. The total sample of 51 samples, obtained using Slovin formula. Results of the study are presented in the form of a frequency distribution table. The results showed the level of students' knowledge of tooth extractions in SMA Negeri 1 The Tombolang most have a moderate knowledge (52.9%).Keywords: Tooth Extraction, KnowledgeAbstrak: Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan yang sering dilakukan di bidang kedokteran gigi. Pencabutan gigi dilakukan dengan indikasi gigi yang rusak parah dan tidak bisa dirawat.Sebagian besar masyarakat berkunjung ke dokter gigi setelah gigi rusak parah, dan akhirnya harus dilakukan tindakan pencabutan gigi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pencabutan gigi siswa SMA Negeri 1 Sang Tombolang Kabupaten Bolaang Mongondow. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 51 sampel, diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan siswa tentang pencabutan gigi di SMA Negeri 1 Sang Tombolang sebagian besar memiliki pengetahuan sedang (52,9%).Kata kunci: Pencabutan gigi, Pengetahuan