cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Orientasi Baru
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
Mendidik Filipus-Filipus Yang Baru Weiden, Wim Van Der
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.139 KB)

Abstract

----
Gereja Katolik dalam Masyarakat Jawa Suseno, Franz Magnis
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 01, TAHUN 1987
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.407 KB)

Abstract

----
Haruskah Teologi Indonesia Mengenal Filsuf-Filsuf Modern? Veuger, Jacques
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.448 KB)

Abstract

---
Kerinduan (Akan) Kebijaksanaan Abadi Prasetyantha, Y.B.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 16, NOMOR 02, OKTOBER 2007
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.649 KB)

Abstract

The longing for Christ as Wisdom marks the most singular trait of the spiritual journey and the work of St. Louis-Marie de Montfort. That is clearly reflected in The Love of Etemal Wisdom, a work of Montfort's youth, dating from the first years of his priestly ministry. In this christological masterpiece, young Montfort meditates on the paradoxical mystery of the crucified Christ, the incarnate Wisdom of God. This article is an attempt to discover Montfort's discourse on Wisdom and its relevance to the Indonesian context, especially in dealing with poverty and religious plurality.
Membangun Pendidikan Inklusif-Pluralis: Pengalaman Islam Qodir, Zuly
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 01, APRIL 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.136 KB)

Abstract

There are different theoretical paradigms within the world of education. Each has its own ideology. In its turn, an ideology determines goal of education and its way of proceedings, curriculum and its educational methodology, quality of the graduates and its alumni. Within a context of sosial and cultural pluratity of the Indonesian society, an inclusive and pluralistic paradigm is recommended. Indeed, such paradigm is in line with the teaching of Islam.
Faham Gereja menurut Yohanes Santoja, Jakub
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 02, TAHUN 1988
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2497.771 KB)

Abstract

----
The Instauration of Human Dominion Over Nature in Francis Bacon Novum Organum Nugrahanta, Gregorius Ari
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.6 KB)

Abstract

Keberhasilan Kristophorus Columbus menemukan dunia baru dengan pelayarannya sampai ke kepulauan Bahamas 1492 membuka cakrawala baru. Penemuan baru ini dimungkinkan berkat penemuan-penemuan sebelumnya dalam ilmu pengetahuan. Terobosan ini membuat orang bertanya, mengapa selama berabadabad sebelumnya tidak terjadi penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan kondisi apa yang memungkinkan orang untuk menemukan hal-hal baru dalam ilmu pengetahuan. Francis Bacon (1561-1626) dalam buku Novum Organum menemukan bahwa ilmu pengetahuan yang diwariskan sampai saat itu tidak menghantar orang pada penemuan-penemuan baru, karena ilmu pengetahuan tersebut memiliki cacat fundamental. Bacon ingin memulai restorasi total terhadap ilmu pengetahuan. Untuk itu ia merumuskan filsafat alam yang baru yang mencoba menggabungkan rasio dan alam dengan instrumen yang baru sebagai metode ilmiah, yaitu metode induksi. Upaya restorasi total ini tidak lain adalah upaya untuk mengembalikan kemampuan manusia untuk mengontrol alam.
Hidup Dalam Roh. Hidup Membiara Dan Spiritualitas Gereja Indonesia Nudu, Anita
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.803 KB)

Abstract

----
Teologi untuk Umat Jawa. Beberapa Catatan Lapangan Mangunwijaya, Y.B.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.603 KB)

Abstract

---
Hedonistic Theory of Values By Henry Sidgwick Ryadi, Agustinus
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 02, OKTOBER 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.078 KB)

Abstract

Ada empat macam teori nilai dalam etika hedonistlk. Pertama, teori nilai hedonistik; kedua, teori nilai kuasi-hedonistik; ketiga, teori nilai antihedonistik; dan keempat teori nilai pluralistik. Henry sidgwick (1828-1900) termasuk penganut teori hedonistik nilai (macam pertama) karena dia menyatakan bahwa kriteria nilai intrintik ada pada kesenangan atau kenikmatan. Maka dari itu, teori nilai hedonistik sidgwick sangat bergantung pada definisi tentang kesenangan dan peranan kesenangan. Bagi kaum utilitarian, hanya konsekuensi (tindakan) yang patut diperhitungkan. Namun Sidgwick berargumentasi bahwa motif manusia (pelaku) juga perlu diperhitungkan meski motif manusia tidak bisa dilihat atau diukur.