cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
KEPENGARANGAN HASAN MUSTAPA DALAM DANGDING PANGKUR PANGKURANGNA NYA HIDAYAT UNTUK MENGENAL SASTRA PESANTREN DI JAWA BARAT Yessy Hermawati; Asep Ramadhan; Etti Rochaeti Soetisna
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepengarangan Hasan Mustapa terhadap karya sastra dangding sebagai misi dakwahnya di Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi dan studi literatur terhadap dokumen-dokumen yang menceritakan kepengarangan Haji Hasan Mustapa. Objek dalam penelitian ini adalah dangding Pangkur Pangkurangna Nya Hidayat karya Hasan Mustapa. Data penelitian ini berupa identifikasi kepengarangan Hasan Mustapa yang ditemui pada dangding dan literatur terkait. Hasil penelitian ini berupa rangkaian perjalanan kesantrian Hasan Mustapa yang diinterpretasikan dalam dangding sebagai sastra pesantren di Jawa Barat.
GRADUATION DALAM PANYANDRA PANGGIH PERNIKAHAN ADAT YOGYAKARTA Ifriani Annisa
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5243

Abstract

Pesan dapat disampaikan dalam berbagai moda. Moda tersebut dapat berbentuk tulisan, lisan atau verbal, gambar, atau campuran. Penelitian ini menggunakan moda verbal dan tulisan pada suatu teks. Teks yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks panyandra panggih pernikahan adat Yogyakarta. Pada teks ditemukan beberapa penekanan atas ekspresi emotif yang disampaikan oleh pembawa acara (pranatacara). Penekanan ekspresi emotif dapat memberikan gambaran mengenai sikap pihak-pihak yang terkait dalam acara panggih. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penekanan ekspresi emotif yang terdapat pada teks panyandra panggih. Adapun masalah penelitian yang diangkat adalah bagaimana ekspresi emotif ditegaskan dalam teks. Teori yang digunakan adalah bagian dari teori appraisal (Martin dan White, 2005) yaitu graduation. Appraisal berfokus pada ekspresi emotif yang terdapat pada suatu wacana atau teks. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat dua macam penekanan yaitu leksikalisasi dan repetisi.  Kekhasan pada penekanan ekspresi emotif dalam bahasa Jawa pada teks adalah leksikalisasi. Leksikalisasi yang terdapat pada teks termasuk pada tembung saroja pada bahasa Jawa. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan terkait bahasa dan kebudayaan Jawa. Selain itu,  penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi untuk bidang linguistik khususnya teori appraisal yang dapat diaplikasikan pada teks berbahasa Jawa.
MENAKAR HUBUNGAN ALAM DAN MANUSIA DALAM LIRIK LAGU KePAL-SPI DAN BURGERKILL MELALUI PEMBACAAN EKOKRITIK Novita Dewi; Kezia C.Y. Rantung; Yohanes Mahatmo Suryo Widiasmoro
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.4999

Abstract

Perubahan iklim merupakan krisis global yang berdampak buruk tidak hanya pada lingkungan alam tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. Ketika terjadi pengrusakan alam, kaum miskinlah yang menjadi korban, sementara alam terus-menerus dimanfaatkan oleh pemilik modal multinasional secara berlebihan. Grup musik asal Indonesia KePAL-SPI dan Burgerkill menggarap topik lingkungan hidup dan ketidakadilan sosial dalam sejumlah lirik lagu yang dibahas dalam artikel ini, yakni “Balada Peladang”, “Jaga Kampung”, “Tanah Leluhur”, “Hancur”, dan “Undamaged”. Melalui metode close reading, dilakukan analisis atas kelima lirik lagu tersebut dengan terang Teori Ekokritik. Hasil pembacaan menunjukkan bahwa lirik lagu-lagu terpilih memiliki dua tema pokok. Pertama, seruan untuk merawat alam dan menjaga tradisi leluhur yang ramah lingkungan menjadi pesan utama. Kedua, kemerosotan alam dan degradasi martabat manusia terjadi bersamaan. KePAL-SPI dan Burgerkill menyampaikan protes atas eksploitasi alam yang abai akan kepentingan bersama. Alih-alih menjaga keutuhan semua ciptaan, kehadiran kapitalisme global menyisakan ketidakadilan bagi kelompok miskin, rentan, dan terpinggirkan.
IRONISME MANGUNWIJAYA DENGAN NOVEL DURGA UMAYI Cornelius Iman Sukmana
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.4482

Abstract

Novel Durga Umayi adalah novel terakhir karya Y.B. Mangunwijaya. Ada banyak ironi yang diceritakan oleh Mangunwijaya. Tokoh utamanya mengalami transformasi kehidupan sejak masa kolonial Belanda hingga Orde Baru, juga perubahan situasi bangsa Indonesia. Mangunwijaya memandang perubahan-perubahan itu sebagai “wajar”. Namun sebagai novel ironi, yang dianggap “wajar” itu seharusnya tidak demikian. Untuk menaafsirkan novel ini, di sini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan perspektif ironisme (Rorty). Akhirnya dipahami bahwa ironisme merupakan strategi Mangunwijaya untuk melakukan kritik terhadap situasi sosial.
CITRA SEKSUALITAS DAN POLITIK DALAM PUISI MBELING KARYA REMY SYLADO: KAJIAN EKLEKTIK Sarwo Edi Wardana
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.4852

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas tentang citra seksualitas dan politik di Indonesia dalam puisi mbeling pada antologi Puisi Mbeling karya Remy Sylado dengan pendekatan eklektik, yaitu pendekatan yang menggabungkan dua pendekatan. Dalam penelitian ini, dua pendekatan yang dipilih adalah ekspresivisme dan pragmatik. Dari pendekatan ekspresivisme menggunakan teori Keluhuram perspektif Longinus melalui lima sumber keluhuran dan dari pendekatan pragmatik menggunakan teori Efek Relief perspektif Simon O. Lesser yang memanfaatkan terminologi psikoanalisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan dua pendekatam yang digunakan, secara umum menunjukkan bahwa citra seksualitas ditampilkan sangat sempit dan terfokus pada kaum heteroseksual, marginalisasi kaum homoseksual (LGBT+), dan citra perempuan dengan berbagai kondisi yang dianggap tidak ideal; sedangkan citra politik sebagian besar menunjukkan rezim Orde Baru (Orba) yang korup, menciptakan trust issue, ilusif, dan hipokrit. Kata Kunci: puisi mbeling, citra, seksualitas, politik, eklektik ABSTRACT This paper discussed the image of sexuality and politics in Indonesia in the mbeling poems on Remy Sylado's anthology Puisi Mbeling with an eclectic approach, that's an approach that combines two approaches. In this study, the two approaches were chosen expressivism and pragmatics. The expressivism approach was chosen with Longinus' theory of sublime perspective through five sources of sublime and the selection a pragmatic approach was chosen with Simon O. Lesser's perspective relief effect theory which utilizes psychoanalytic terminology. The results of this study are concluded from two perspectives used which in general shows that the image of sexuality displayed is very narrow in focus on heterosexuals, marginalizes homosexuals (LGBT+), and women with various conditions that are considered not ideal, while the political image is broadly most of them show the corrupt Orde Baru (Orba) regime, creating trust issues, fraud, and hypocrisy.Keywords: mbeling poetry, image, sexuality, politics, eclectic
KEPAHLAWANAN TOKOH KARNA DALAM NOVEL MAHABHARATA KARYA NYOMAN S. PENDIT: KAJIAN SEMIOTIKA TEEUW Patricius Sulistya Eka Apira Yogayudha; Fransisca Tjandrasih Adji; Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5064

Abstract

Karna, salah satu tokoh dalam novel Mahabharata karya Nyoman S. Pendit—novel adaptasi dari Epos Mahabharata. Mengingat bahwa Karna merupakan salah satu tokoh dalam karya sastra, penulis ingin mengetahui kepahlawanan tokoh Karna dengan kerangka berpikir Semiotika Teeuw. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai kode-kode bahasa, sastra, dan budaya pada tokoh Karna dalam novel dengan maksud menemukan makna terdalam dari tokoh Karna. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perjalanan hidup dan kepahlawanan Karna adalah ajaran hidup manusia yang melaksanakan dharmanya di dunia.Dari ketiga hasil analisis kode-kode tersebut, ditemukan bahwa kepahlawanan Karna tidak hanya terletak dari kesetiaannya pada Kaurawa, melainkan pula perjalanan hidupnya dari lahir, kebenciannya terhadap Pandawa, kutukan yang ia dapatkan, hingga pada akhirnya bersatu dengan Pandawa di Surgaloka bahwa hidupnya merupakan pahlawan bagi yang melaksanakan dharma. Perjalanan hidup Karna yang melaksanakan dharma dapat menjadi bahan pembelajaran bagi manusia untuk hidup pada jalan dharma.

Page 1 of 1 | Total Record : 6