cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2016)" : 14 Documents clear
PROGRAM AMALIYAH TADRISDANKEMAMPUANMENGAJAR BERBAHASA ARAB DI TARBIYATUL MUALLIMIEN AL-ISLAMIYAH PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA PAKANDANGAN BARAT KECAMATAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP TAHUN 2015 Mufiqur Rahman
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.715 KB)

Abstract

Aim of this researh devided into two kinds. To know The Correlation Between Teaching Practice Program With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah Boarding School Nurulhuda West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015. And to know how The Correlation Between Teaching Practice Program With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-IslamiyahBoarding School Nurulhuda West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015. The remark obtained by this researh indicates that teaching practise program is correlated possitivelly and efectivelly With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-IslamiyahBoarding School Nurulhuda West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015. And The Correlation Between Teaching Practice Program With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-IslamiyahBoarding School Nurulhuda West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015 is mediun category.
FENOMENA TERSIHIRNYA NABI MUH}AMMAD SAW. DALAM KOLEKSI RIWAYAT IBN MAJAH Moh Amiril Mukminin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.935 KB)

Abstract

Penelitian dan penulisan tentang Fenomena Tersihirnya Nabi Muhammad SAW merupakan suatu pencarian rekam jejak tentang suatu kejadian atau problem ditengah-tengah masyarakat sosial-religion, dimana hal tersebut dianggap mistik, dan sangat banyak yang mempercayainya, dilain sisi ada juga yang tidak percaya, namun hal itu benar-benar terjadi. Di masyarakat muslim, hal tersebut bagian dari fenomena konspirasi kepentigan antara manusia dengan makhluk halus (jin-setan) yang memiliki tendensi negatif untuk melakukan perbuatan jahat. Dari sini, penulis kemudian memeriksa sebagian teks hadis sebagai rekam jejak atau referensi untuk memulai pemetaan ruang kajian, dalam hal ini adalah hadis atau teks ke Islaman, dan ternyata walaupun sedikit yang tertuang dalam teks lama (hadis), hal itu bisa terdeteksi secara jelas dengan adanya crita yang melibatkan sang pembawa pesan Tuhan (Muhammad SAW). Dimana Muhammad sebagai Rasul, pernah mengalami kejadian yang demikian. Penelitian ini di fokuskan pada satu riwayat teks, yaitu Sunan Ibn Majah untuk memudahkan satu pencarian dalam suatu koleksi cerita. Namun tidak menutup kemungkinan akan adanya penemuan-penemuan teks dari riwayat lain sebagai bahan pertimbangan validasi data, hal ini dikenal dengan korelasi teks, sebagai pengantar untuk melakukan uji teks dan kandungan makna. Penelitian ini tidak berhenti pada sisi teks, akan tetapi penelitian ini juga melibatkan kritik terhadap struktur sanad atau individu periwayat, juga analisis teks melalui korelasi teks dan pen-syarah-an serta metode pemaknaan.
BERPIKIR KESISTEMAN DALAM MENGATASI PERMASALAHAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Sumarto Sumarto
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.018 KB)

Abstract

Problematika Lembaga pendidikan Islam harus segera diselesaikan dan dikembalikan kepada makna pendidikan dan tujuan pendidikan Nasional. Seperti permasalahan di Kota Jambi memiliki 3 (tiga) permasalahan: kekurangan infrastruktur, tidak adanya pemerataan guru dan tanah sekolah/madrasah yang banyak tidak memiliki bersertifikat. Fakta itu terungkap dari pengumpulan data yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D Kota Jambi di beberapa SD-MI, SMP-Mts dan SMA-MA se-Kota Jambi. Pemerataan guru dan meningkatkan kemampuan pendidik menciptakan suasana dari pengalaman belajar bervariasi dalam pengelolaan peserta didik yang memenuhi kurikulum yang disiapkan, memiliki pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, memiliki pemahaman terhadap peserta didik, mampu mengembangkan kurikulum atau silabus, mampu menyusun rancangan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, melakukan evaluasi hasil belajar dengan prosedur yang benar, mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk mengaktualkan berbagai potensi yang dimilikinya. Menerapkan Sistem Desentralisasi dengan pemahaman yang baik dan benar yaitu desentralisasi merupakan salah satu strategi dalam suatu proses pembangunan guna mangatasi berbagai hambatan institusional fisik maupun hambatan-hambatan administrasi terutama permasalahan sertifikat tanah sekolah. Pemerintah harus menjalankan tugas dan fungsinya yaitu dengan mengatur dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI MEDIA MENGHILANGKAN BUDAYA CAROK; PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER Abdullah Abdullah
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.499 KB)

Abstract

Membincang masyarakat Madura acap kali mengaitkannya dengan budaya caroknya yang biasa dilabelkan atau stigma negatif pada masyarakat Madura. Budaya carok sering kali diidentikkan dengan masyarakat Madura sebagai penggambaran secara umum jati diri komunitas suku dan etnik Madura dalam perilaku dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. Disisi lain, dalam konteks keagamaan, masyarakat Madura selalu memegang teguh ajaran Islam dalam pola kehidupan sehari-hari. Walau pun hal itu menyisakan “keraguan,” untuk menyebut adanya kontradiksi antara ajaran Islam, sacara substantif dan perilaku sosial serta kultur dalam praktek keberagamaan mereka. Islam sebagai ajaran formal diyakini sebagai pedoman dalam kehidupan individu, suku dan etnik Madura itu ternyata tidak selalu menampakkan keselarasan pada sikap, karkter, dan pola perilaku masyarakat Madura. Orang Madura sangat menjunjung tinggi akhlak dan agama, Seperti diketahui, karakter manusia meliputi tiga aspek: yaitu aspek jasmaniyah, kejiwaan, dan kerohanian. Karakter ini akan menjadi sesuatu yang sangat urgen bagi kehidupan manusia bila dilandasi dengan dasar agama. Karena itu, pendidikan agama sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang, terutama pendidikan akhlak yang diberikan secara intensif dan berkesinambungan. Pada dasarnya, memiliki karakter yang baik adalah dambaan semua orang. Sebab itu, ia akan dihormati, disegani orang disekitarnya. Maka, pendidikan akhlak berperan penting dalam membentuk karakter sihingga bisa menghilangkan budaya Carok.
PESANTREN DARUL LUGHO WA DAKWA (DALWA) DAN STRUKTUR SOSIAL DI ERA GLOBALISASI Dewi Masita
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.207 KB)

Abstract

Pesantren selama ini dikenal sebagai institusi pengusung utama masalah-masalah keagamaan. Dalam sejarahnya pesantren dianggap sebagai lembaga Islam tradisional dengan ‘Trade mark’nya pengkajian kitab-kitab kuning. Seiring arus globalisasi yang merupakan suatu proses dimana batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial, lambat laun banyak pesantren yang mengalami perubahan mendasar dalam perjalanannya. Perubahan corak pesantren akibat globalisasi adalah dari tradisional ke modern. Kenyataan itu mendikotomikan pesantren menjadi pesantren tradisional yang dikenal memakai sistem salafi (mengkaji kitab kuning) dan pesantren modern yang tidak lagi mengajarkan kitab-kitab Islam klasik. Ekses globalisasi tidak lantas menjadikan pesantren kehilangan orientasinya. Tetapi pesantren, terutama yang modern melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan aturan-aturan modernitas. Pesantren moderen di Pasuruan sangatlah banyak jumlanhya dan bersaing kualitasnya mulai salah satunya Darul Lugho Wa Dakwa Bangil, Dari permasalahan inilah penulis meneliti Pesantren Darul Lugho Wa Dakwah Bangil Pasuruan dan struktur sosial di erah Globalisasi. Karena sangat penting mengungkap apakah Pesantren dengan pendidikan yang agamis, fasilitas bagus bisa sosialis dengan segala struktur lapisan masyarakat bisa nyantri dengan masyarakat ekonomi bawah. Artinya tidak menjadi pesantren profit oriented.
MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS Muksin Muksin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.836 KB)

Abstract

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif. Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman
AKTUALISASI SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA DI ERA REFORMASI Rini Aristin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.286 KB)

Abstract

Kemajemukan penduduk, budaya, bahasa, dan agama yang beragam. Akan tetapi keberagaman ini terintegrasi dalam satu pemikiran, satu jiwa yang melandasi setiap nilai kehidupan penduduk Indonesia yaitu Pancasila. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila khususnya sila KetuhanannYang Maha Esa (YME) di era sekarang ini menurut penulis pada kenyataannya memang belum sesuai dengan yang diharapkan oleh the founding fathers pada saat merumuskannya. Hal ini dikarenakan dampak negatif dari arus globalisasi yang tak terbendung untuk menguasai Indonesia, akibatnya yang kemudian timbul adalah degradasi moral. Sebagian penduduk Indonesia kehilangan jati diri bahkan tidak mengenal identitas nasional bangsanya (lost generation). kemajemukan penduduk, budaya, bahasa, dan tentunya juga agama yang beragam. Akan tetapi keberagaman ini terintegrasi dalam satu pemikiran, satu jiwa yang melandasi setiap nilai kehidupan penduduk Indonesia yaitu Pancasila. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di indonesia yang telah dipaparkan tersebut penulis tertarik untuk mengkaji tentang Aktualisasi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Di Era Reformasi.
MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif. Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman
BERPIKIR KESISTEMAN DALAM MENGATASI PERMASALAHAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Sumarto, Sumarto
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika Lembaga pendidikan Islam harus segera diselesaikan dan dikembalikan kepada makna pendidikan dan tujuan pendidikan Nasional. Seperti permasalahan di Kota Jambi memiliki 3 (tiga) permasalahan: kekurangan infrastruktur, tidak adanya pemerataan guru dan tanah sekolah/madrasah yang banyak tidak memiliki bersertifikat. Fakta itu terungkap dari pengumpulan data yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D Kota Jambi di beberapa SD-MI, SMP-Mts dan SMA-MA se-Kota Jambi. Pemerataan guru dan meningkatkan kemampuan pendidik menciptakan suasana dari pengalaman belajar bervariasi dalam pengelolaan peserta didik yang memenuhi kurikulum yang disiapkan, memiliki pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, memiliki pemahaman terhadap peserta didik, mampu mengembangkan kurikulum atau silabus, mampu menyusun rancangan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, melakukan evaluasi hasil belajar dengan prosedur yang benar, mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk mengaktualkan berbagai potensi yang dimilikinya. Menerapkan Sistem Desentralisasi dengan pemahaman yang baik dan benar yaitu desentralisasi merupakan salah satu strategi dalam suatu proses pembangunan guna mangatasi berbagai hambatan institusional fisik maupun hambatan-hambatan administrasi terutama permasalahan sertifikat tanah sekolah. Pemerintah harus menjalankan tugas dan fungsinya yaitu dengan mengatur dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
PESANTREN DARUL LUGHO WA DAKWA (DALWA) DAN STRUKTUR SOSIAL DI ERA GLOBALISASI Masita, Dewi
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren selama ini dikenal sebagai institusi pengusung utama masalah-masalah keagamaan. Dalam sejarahnya pesantren dianggap sebagai lembaga Islam tradisional dengan ‘Trade mark’nya pengkajian kitab-kitab kuning. Seiring arus globalisasi yang merupakan suatu proses dimana batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial, lambat laun banyak pesantren yang mengalami perubahan mendasar dalam perjalanannya. Perubahan corak pesantren akibat globalisasi adalah dari tradisional ke modern. Kenyataan itu mendikotomikan pesantren menjadi pesantren tradisional yang dikenal memakai sistem salafi (mengkaji kitab kuning) dan pesantren modern yang tidak lagi mengajarkan kitab-kitab Islam klasik. Ekses globalisasi tidak lantas menjadikan pesantren kehilangan orientasinya. Tetapi pesantren, terutama yang modern melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan aturan-aturan modernitas. Pesantren moderen di Pasuruan sangatlah banyak jumlanhya dan bersaing kualitasnya mulai salah satunya Darul Lugho Wa Dakwa Bangil, Dari permasalahan inilah penulis meneliti Pesantren Darul Lugho Wa Dakwah Bangil Pasuruan dan struktur sosial di erah Globalisasi. Karena sangat penting mengungkap apakah Pesantren dengan pendidikan yang agamis, fasilitas bagus bisa sosialis dengan segala struktur lapisan masyarakat bisa nyantri dengan masyarakat ekonomi bawah. Artinya tidak menjadi pesantren profit oriented.

Page 1 of 2 | Total Record : 14