cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2020)" : 14 Documents clear
PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH: KONSEP, MODEL DAN IMPLEMENTASI Rouf, Muhammad; Said, Akhmad; Eko Riyadi HS, Dedi
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum tidak dapat lepas dari berbagai aspek yang mempengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai yaitu moral, keagamaan, politik, budaya, dan sosial, proses pengembangan, kebutuhan peserta didik, kebutuhan masyarakat maupun arah program pendidikan. Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan secara nasional. Model-model pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut: Model Administratif, Model Pendekatan Grass Roots, Model Demonstrasi, Model Beauchamp, Model Roger’s, Model Pemecahan Masalah dan Taba’s Inverted Model. Adapun prosedur dalam pengembangan kurikulum meliputi perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, penyusunan staf dan kontrol kurikulum. Implementasi kurikulum yang sukses, dihasilkan dari perencanaan hati-hati dan memperharikan dua hal penting yaitu mengkomunikasikan rencana implementasi dan adanya dukungan semua sumber daya dalam implementasi tersebut.
PERAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN TERHADAP TINGKAT BACA-TULIS SISWA Mujiburrohman
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dengan adanya perpustakaan bisa meningkatkan pemahaman dengan banyak membaca, baik yang berkaitan langsung dengan pelajaran di kelas, maupun yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan secara luas. Adapun rumusan masalahnya adalah: bagaimanakah pengelolaan perpustakaan di SMP Negeri 2 Bangkalan, dan bagaimanakah peran Perpustakaan SMP Negeri 2 Bangkalan terhadap tingkat baca-tulis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan SMP Negeri 2 Bangkalan yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Asary no. 20 Bangkalan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sedangkan penelitiannya merupakan penelitian evaluatif, karena meneliti tentang pelaksanaan kebijakan pemerintah, yaitu Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengelolaan perpustakaan di UPTD SMP Negeri 2 Bangkalan sudah sesuai SNP, dan beberapa yang lain belum sesuai SNP. Sedangkan dari sisi literasi, penelitian menyimpulkan bahwa siswa-siswa SMP Negeri 2 Bangkalan cukup antusias mengunjungi dan meminjam koleksi perpustakaan. Terbukti dalam kurun waktu 8 bulan tercatat 4582 kali siswa berkunjung ke perpustakaan atau sekitar 25 siswa per hari. Dan terjadi peminjaman koleksi oleh siswa sebanyak 3869 judul koleksi atau sekitar 19 judul koleksi perhari dipinjam siswa.
IMPLEMENTASI MODEL KOLABORATIF LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Siri, Abu
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalaian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam konteks islam pendidikan secara bahasa ada tiga kata yang digunakan yang pertama tarbiyah, atta’lim, dan tiga atta’dib,ketiga kata ini mengandung makna yang amat dalam, menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu samalain.Pada hakekatnya pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu pendidikan berperan penting dalam pembangunaan untuk kemajuan suatu bangsa, sehingga tidak salah jika pemerintah senantiasa menigkatkan mutu pendidikan. Pendidikan dapat dilaksanakan dimana saja, salah satu lembaga yang memberikan pendidikan adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar secara formal, yang bertujuan utuk meningkat mutu pendidikan. Dalam proses belajar mengajar dikatakan berhasil apabila siswa mampu memahami dan menguasai mata pelajaran yang diajarkan. Proses pendidikan, baik dalam pembelajaran diperlukan perangkat-perangkat untuk menunjang dan memperlancar proses belajar mengajar. Dalam menerapkan pembelajaran diperlukan suatu model pembelajaran agar siswa dapat memahami materi dengan mudah serta proses belajar mengajarpun dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tercapainya sebuah tujuan.
PENDIDIKAN PESANTREN DAN PEMBANGUNAN BANGSA DALAM PANDANGAN K.H. HASYIM ASY’ARI Mo'tasim
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Paper ini akan mendiskusikan bagaimana pesantren memberikan warna pokok dalam berbangsa, K.H. Hasyim Asy’ari menyebutkan ada lima ajaran pokok Pesantren dalam membangun nilai Nusantara melalui pendiidan Pesantren. Pertama, Pesantren dengan system pendidikannya telah mengajak bangsa ini untuk mandiri secara ekonomi, politik dan budaya dan dalam kerja pengetahuan. Kedua, Pendidikan Pesantren telah mengajak dan memberikan pesan persatuan bangsa se-Nusantara, bhineka tunggal ika. Ketiga, Pengetahuan diabdikan untuk kepentingan nusa dan bangsa, itu sebabnya pesantren mengajarkan berbagai jenis kebudayaan Nusantara. Keempat, Karena dalam sejarah pergaulan muslim sangat rapat dengan bangsa lain, maka pesantren mengajarkan cara bersiasah dan bergaul dengan bangsa lain, Kelima, Pesantren mengajarkan kepada semua bangsa untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan sumber daya negri ini, itu sebabnya pesantren hadir di tempat-tempat mata air dan suber kekayaan alam. Pendidikan Kemaslahatan yang diajarkan di Pesantren akan berpengaruh kepada sikap inklusifitas dan keterbukaan bangsa dalam menyikapi keberagaman nusantara. Abstract This paper will discuss how Pesantren gives the main color of Nusantara, K.H. Hasyim Ash'ari mentioned there are five basic teachings of Pesantren in building the value of Islam Nusantara through the Islamic boarding school. First, Pesantren with its education system has invited this nation to be independent economically, politically and culturally and in working knowledge. Secondly, Pesantren’s Education has invited and gave the message of unity of the nation, “bhineka tunggal ika”. Third, Knowledge is devoted to the interests of the nation and the nation, that's why Pesantren teaches various types of Nusantara culture. Fourth, because in the history of the Muslim community is very close to other nations, the Pesantren teaches how to deal with and associate with other nations, Fifth, Pesantren teaches all nations to maximize the economic potential and resources of this country, that is why pesantren present in the places of the eye water and natural resources.

Page 2 of 2 | Total Record : 14