cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014): December" : 13 Documents clear
PENINGKATAN KINERJA GURU DI DALAM MERENCANAKAN, MENERAPKAN, DAN MENGEVALUASI METODE PEMBELAJARAN KREATIF DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBINAAN RECHARGING KEARIFAN SPIRITUAL BY REWARD KING (RKSBRK) Ida Yuastutik
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.282 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p105-111

Abstract

This PTS is the research conducted by supervisors of coached schools (target schools) with an emphasis on improvement or process development and cyle-to-cycle practical teaching by using observation and reflection from those actions. The PTS Success Indicator is when the teacher training result (from 10 trained teachers) achieves good score (>80) in planning, teaching applicating, and evaluating of teaching method gets 80% from trained teachers (from 8 teachers). After training by using RKSBRK model, the result shows the increasing of active teaching, capability in making RPP, making media and teaching worksheet, teaching and discipline for the average 60 on pre-test, and up to 65 on first cycle, >80 on second cycle. Observing data analysis and result discussion on first and second cycles, it can be concluded that (1) Training program using RKSBRK model given by supervisors to the inclusive elementary schools’ teachers in Malang City will increase liveliness, ability in making RPP, media and teaching worksheet and discipline; (2) The training will increase the teaching programs of those teachers.PTS ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh pengawas di sekolah binaan dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran guru secara siklus ke siklus dengan melakukan observasi dan refleksi dari tindakan tersebut. Indikator Keberhasilan PTS ini adalah apabila hasil pelatihan Guru (10 guru yang dilatih) telah mencapai nilai bagus (>80) dalam membuat rencana, melaksanakan pembelajaran, dan melaksanakan evaluasi Pembelajaran mencapai 80% dari guru yang dilatih (8 guru). Setelah pelatihan menggunakan model RKSBRK diberikan pada Guru menunjukkan peningkatan pada keaktifan, kemampuan membuat RPP, membuat media dan lembar tugas mengajar, praktek mengajardan kedisiplinan yaitu mendapatkan nilai rata –rata 60 pada pretest, dan meningkat menjadi 65 pada siklus ke-1 dan naik menjadi >80 pada siklus ke-2. Mencermati hasil analisis data dan pembahasan hasil siklus 1 dan siklus 2 dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pelatihan yang dilakukan Pengawas Menggunakan Model RKSBRK bagi Guru SD Inklusif Kota Malang dapat meningkatkan keaktifan, kemampuan membuat RPP, membuat media dan lembar tugas mengajardan kedisiplinan; (2) Pelatihan Menggunakan Model RKSBRK bagi Guru SD Inklusif Kota Malang Dapat menghasilkan peningkatan proses belajar mengajar guru.
PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA SISWA TUNARUNGU KELAS II SDLB Lela Margarita; Endro Wahyuno
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1588.441 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p137-139

Abstract

The purpose of this study was to improve the quality of science with the usage of the macromedia flash animation media for students with hearing impairment in the grade IIof Elementary Special School. The method used was Clasroom Action Research (CAR) with qualitative design. The results of the data analysis showed that the subjects experienced an enhancement in the results of student’s activities in cycle I 50,90% increasing in cycle II 73,66%, the results of student learning in cycle I 64,99% increasing in cycle II 73,93%.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA dengan menggunakan media animasi macromedia flash bagi siswa tunarungu kelas II SDLB. Metode penelitian yang digunakan Classroom Action Research (CAR) adalah dengan model kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa subjek mengalami peningkatan pada pembelajaran IPA yang dapat dilihat dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada siklus I dan siklus II. Persentase aktivitas siswa siklus I 50,90% meningkat siklus II 73,66% Sedangkan hasil belajar siklus I 64,99% meningkat siklus II 73,93%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PRAKTIK BINA DIRI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA MODEL MANUSIA UNTUK SISWA TUNAGRAHITA RINGAN SDLB Noor Citra Pravita Adisty; Wiwik Dwi Hastuti; Usep Kustiawan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1557.536 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p163-168

Abstract

The results of this study showed that the average score on the student’s self-help capability in preaction step was 48.57 with a percentage of 14.3%. This indicated that the capability was under qualified. The implementation of Self-Help capability by using Doll-modeled Human Being Media used two cycles. The first cycle was 66 with total percentage of 28.5% classified into under qualifies. The second cycle was 85.7 with with total percentage of 85.7%. the capability of self-help in the first grade was increasing for each cycle. Based on these results it can be concluded that the use of Doll-modeled Human Being Media can increase Self-Help capability for Students with Mental Retardation in the First Grade. At the result, the teacher are expected using Doll-modeled Human Being Media in learning of Self-Help capability in order students can improve Self-Help capability.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan bina diri siswa pada tahap pratindakan adalah 48,57 dengan persentase sebesar 14,3%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran pada tahap pratindakan memperoleh kualifikasi nilai sangat kurang (SK). Pelaksanaan pembelajaran praktik bina diri menggunakan boneka model manusia dilaksanakan melalui 2 siklus. Padasiklus I skor rata-rata yang diperoleh adalah 66 dengan jumlah persentase sebesar 28,5%, persentase tersebut termasuk kualifikasi sangat kurang (SK). Pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh sudah meningkat dibandingkan pada siklus I yaitu 85,7 dengan jumlah persentase sebesar 85,7%. Kemampuan bina diri siswa kelas I mengalami peningkatan pada tiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka model manusia dapat meningkatkan kemampuan bina diri siswa kelas I. Dengan demikian guru diharapkan menggunakan media boneka model manusia pada pembelajaran bina diri agar siswa dapat meningkatkan kemampuan bina dirinya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATA UANG SISWA TUNAGRAHITA PRAKTIK JUAL BELI PADA PEMBELAJARAN VOKASIONAL TATABOGA BAGI PESERTA DIDIK Eni Sulistiowati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.8 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p112-119

Abstract

Learning mathematics is conventionally given , resulting in mental retardation difficulties many students apply in everyday life . Starting from the problem of reasoning researchers suspect the cause is still lacking due to currency ( 1 ) learning to use a conventional model , ( 2 ) learning too abstract , given the characteristics tungrahita children who have difficulty in cognitive development , ( 3 ) no examples taken from everyday problems - days experienced by the child , so the need for ( 1 ) a more attractive approach , ( 2 ) the learning associated with the state of nature , ( 3 ) learning is taken by everyday problems , ( 4 ) the conversion of textual learning how to be contextual. .Base on the research findings , some suggestions can be put forward : a) during the learning needs of learners tunagrahita innovative and contextual learning , b ) should be adapted to the learning environment and the ability of students to instructional design significantly , c ) at the time of the sale and purchase of learning to use the model , should the teacher must determine the readiness of the students participating in learning , motivate students and not always bored to membelajarkan and gives stock purchase science , teachers need to give rewards to students who successfully perform independently.Berawal dari masalah tersebut peneliti menduga penyebab penalaran mata uang masih kurang dikarenakan (1) pembelajaran menggunakan model yang konvensional, (2) pembelajaran terlalu abstrak, mengingat karakteristik anak tungrahita yang kesulitan dalam perkembangan kognitif, (3) contoh-contoh tidak diambil dari masalah sehari-hari yang dialami anak, sehingga perlu adanya (1) pendekatan yang lebih menarik, (2) pembelajaran dihubungkan dengan keadaan alamiah, (3)pembelajaran di ambil berdasarkan masalah sehari-hari, (4) pengubahan cara belajar tektual menjadi kontekstual. Kesimpulan dengan jual beli dalam pembelajaran vokasional tata boga pada peserta didik tunagrahita dapat meningkatkan penalaran mata uang, hal ini terbukti sesuai dengan indikator penalaran yang disajikan secara lisan maupun tertulis.Kemampuan penalaran yang disajikan secara lisan mulai dari menyebutkan, menunjukkan, membedakan, dan asal mata uang. Melalui jual beli dalam pembelajaran vokasional tata boga pada peserta didik tunagrahita dapat terasa lebih bermakna dan sebagai bekal peserta didik untuk menunjang kehidupan sehari-hari dimasyarakat.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SLOW LEARNER Ninuk Wahyunita Sari; Ahmad Samawi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.684 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p140-144

Abstract

Problems in this research are: 1) how science study result of the slow learner before using media animation; 2 ) how science study result of the slow learner after using media animation and 3 ) the influence of the use of the media animation toward science study result of the slow learner. The study design was a quasi-experiment with the form of time series design. The instrument was the test. The data analysis technique was resolved with the help of the formula test a mark (sign test ). Science study result before using media animation was 61,6 got from the end average result of the pre-test. Science study result after using media animation was 80,0 got from the end average result of the post-test. The data analysis using the sign test was resulted a conclusion that H0 was rejected and the Ha was accepted. It mean that there was the influence of the animation media toward science study result of the slow learner in the fifth grade of SD Brawijaya Smart School Malang.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana hasil belajar IPA siswa slow learner sebelum menggunakan media animasi; 2) bagaimana hasil belajar IPA siswa slow learner setelah menggunakan media animasi dan 3) adakah pengaruh penggunaan media animasi terhadap hasil belajar IPA siswa slow learner. Rancangan penelitian menggunakan quasi experiment dengan bentuk time series design. Penelitian ini menggunakan instrumen tes. Adapun teknik analisis data diselesaikan dengan bantuan rumus uji tanda (sign test). Hasil belajar IPA sebelum menggunakan media animasi sebesar 61,6 yang ditunjukkan dari ratarata hasil akhir pre tes. Sedangkan hasil belajar IPA setelah menggunakan media animasi sebesar 80,0 yang ditunjukkan dari rata-rata hasil akhir pos tes. Analisis data dengan menggunakan uji tanda menghasilkan kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada pengaruh penggunaan media animasi terhadap hasil belajar IPA siswa slow learner kelas V di SD Brawijaya Smart School Malang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE PADA PEMBELAJARAN IPA ANAK TUNAGRAHITA SDLB Andriana Wahyu Istanti; H. A. Triwidjaja
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.981 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p169-174

Abstract

The purpose of this research was (1) Describing the applying of Picture and Picture Learning Method In Sains Teaching and Learning Process of the third Grade Mental Retardation Students in SDLB B-C Kepanjen, Malang Regency. (2) Describing the activities of the mild mental retardation students in SDLB B-C Kepanjen while they was applying picture and picture method in sains learning. (3) Describing the result of the mild mental retardation stundents in SDLB B-C Kepanjen after they was applying by picture and picture method.This research use class action research (CAR). The result of the pre-research was 54,29 with learning completeness 29%. In the first cycle was about 64,99 with the class learning completeness was 42,86%. While in the second cycle was about 74,29 with the learning completeness was 85,71%. The conclusion of the research was trough Applying Picture and Picture LearningPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran picture and picture pada mata pelajaran IPA siswa tunagrahita ringan SDLB B - C Kepanjen Kabupaten Malang, (2) mendeskripsikan aktivitas siswa tunagrahita ringan kelas III SDLB B-C Kepanjen saat diterapkan model pembelajaran picture and picture pada pembelajaran IPA, (3) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa tunagrahita ringan kelas III SDLB B-C Kepanjen setelah diterapkannya model pembelajaran picture and picture. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian pratindakan diperoleh rata-rata mencapai 54,29 dengan ketuntasan belajar kelas 29%, siklus I di peroleh hasil rata-rata mencapai 64,99 dengan ketuntasan belajar kelas 42,86%. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata kelas mencapai 74,29 dengan ketuntasan belajar kelas 85,71%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran picture and picture hasil belajar IPA siswa tunagrahita ringan kelas III SDLB di SLB B-C Kepanjen dapat ditingkatkan.
TEKNIK MENIRU MODEL KLOMPEN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KALIGRAFI DACEM PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS 5 SDLB Anis Pudji Sahrini
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.93 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p120-124

Abstract

This study consists of two cycles, they are: the using of the technique of imitating klompen model. Each cycle consists of four steps: (1) arranging action planning, (2) doing the action, (3) observing, (4) reflecting. Instruments used in the study are observation sheets and action test. Data analysis is done using the method of descriptive qualitative. The steps of the technique of imitating klompen model are: (1) students imitate the arabic letter model, (2) students classify the materials based on their colors, forms, textures, (3) students arrange the steps: presenting the materials from the smallest to the biggest, from the brightest color to the darkest.The result of the study is that on cycle 1, the students still confused when creating the dacem calligraphy using the technique of imitating klompen model.Their arrangement of pine leaves was not perfect yet. The calligraphy was not perfect, too. They still need to be developed.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Teknik Meniru Model Klompen untuk Meningkatkan Kompetensi Kaligrafi Dacem pada Siswa Tunagrahita Kelas 5 SDLB“Putra Jaya” Kota Malang yang terdiri atas 2 siklus yaitu penggunaan teknik meniru model klompen. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) menyusun rencana tindakan, (2) melaksanakan tindakan, (3) melakukan observasi, (4) melakukan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan test perbuatan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif.Langkah-langkah teknik meniru model klompen adalah (1) siswa meniru model tulisan huruf Arab, (2) Pengelompokan bahan-bahan, warna, bentuk, tekstur masing-masing dari bahan, (3) Pengurutan sesuai langkah-langkah yaitu menyajikan bahan-bahan dari yang terkecil sampai yang lebih besar, dari warna yang lebih terang sampai ke yang lebih gelap.Hasil penelitian pada siklus 1 aktifitas siswa masih mengalami kebingungan ketika membuat kaligrafi dacem dengan menggunakan teknik meniru model klompen, cara merangkai daun cemara masih belum sempurna, hasilnya kaligrafinya belum sempurna sehingga perlu ditingkatkan dan masih perlu pembenahan.
PENGARUH METODE “KUBACA” DENGAN GAMBAR TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU KELAS I SDLB Rizka Rojiyatul Azizah; Sulthoni Sulthoni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1867.822 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p145-149

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the “Kubaca” with picture method toward the enhancement of the early reading skill for hearing impairment child in the grade 1of Elementary Special School. The method used was the single-subject design research (SSR) with A-B-A-B design. The results of the data analysis showed that the subjects experienced an enhancement in the mean value. The mean percentage of all the behavior target in the baseline phase 1 (A1) was 25.5. The intervention mean of phase I (B1) has increased to be 58.4. In the baseline phase 2 (A2) mean decreased to 38.9. Then intervention 2 (B2) was given for a baseline back, so that the mean becomed 75.3. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh metode “Kubaca” dengan gambar terhadap peningkatan membaca permulaan anak tunarungu kelas 1 SDLB. Metode penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A-B. Hasil analisis data menunjukkan bahwa subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan yang dapat dilihat dari peningkatan nilai mean. Persentase mean dari seluruh target behavior pada fase baseline 1 (A1) adalah 25.5. Mean pada fase intervensi 1 (B1) mengalami peningkatan sehingga menjadi 58.4. Pada fase baseline 2 (A2) mean mengalami penurunan menjadi 38.9. Kemudian intervensi 2 (B2) kembali diberikan karena terjadi penurunan, sehingga mean menjadi 75.3.
PENGGUNAAN MEDIA PAPAN FLANEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGENAL BILANGAN 1 SAMPAI 10 SISWA KELAS I SDLB Dharma Patria; Tomas Iriyanto
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.558 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p130-136

Abstract

Flannel board media is a clipboard tool designed in such a way to be able to put pictures or symbols in presenting a message or learning materials. Focus this research is to improve learning outcomes by using a flannel board media in trum of numbers 1 to 10 recognizing. This research using a qualitative descriptive approach and design of Classroom Action Research. This classroom action research using 2 cycles consisting of planning, implementation, observation and reflection. The subjects were farst grade mental retardation SDLB Negeri Kedungkandang Malang, amounting to 4 students.The data was collected using observation, test, documentation, and field notes. The data was collected were analyzed descriptively. Conclusion of the study of the use of class actions flannel board can improve student learning outcomes tunagrahita class I SDLB Kedungkandang in recognizing the numbers 1 to 10. Media papan flanel sebuah alat tempel yang didesain sedemikian rupa untuk dapat meletakkan gambar atau simbol dalam penyajian suatu pesan atau pembelajaran. Focus penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar dalam penggunaan media papan flanel dalam mengenal bilangan 1 sampai 10. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I tunagrahita SDLB Negeri Kedungkandang Malang, sejumlah 4 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tas, dokumentasi, catatan lapangan. Pengumpulan data analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas berupa penggunaan papan flanel dapat meningkatkan hasil belajar siswa tunagrahita kelas I SDLB Negeri Kedungkandang dalam mengenal bilangan 1 sampai 10.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, BIMBINGAN BELAJAR, DAN TINGKAT KECERDASAN (IQ) DENGAN KEMAMPUAN BINA DIRI BAGI SISWA TUNAGRAHITA A Ramadona; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1554.255 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i22014p158-162

Abstract

The purpose of this research is to know in detail The Relation of Parents Education Degree, Learn Guidance, and Intelligence Quotient Level, Level with Self-Help Ability, Mental Retardation Students in SDLB Pembina MalangThis study uses associative survey method, The sampling method used was total sampling by taking 31 students as a sample of the all population. The data collection was by questionnaire and documentation methods. Data analysis techniques used correlation of Chi-squareanalysis is to describe the degree of relationship between independent and dependent variables. The results of this research showed that there were: (1) no significant relationship between parents education degree and self-helf ability variable. (2) there was no significant relationship between learning guidance and self-helf ability variable. (3) there is a significant relationship between a variable intelligence quotient level with self-help ability. Advice for parents’ is to increase continually theirs role in guiding children by increasing knowledge and understanding about the appropriate self-help ability.Tujuan penelitian ini secara rinci adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua, bimbingan belajar, dan tingkat kecerdasan (IQ) dengan kemampuan bina diri bagi siswa tunagrahita di SDLB Pembina Malang. Penelitian ini menggunakan metode survey assosiatif, dimana untuk mengetahui hubungan atara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wali murid siswa tunagrahita kelas I-III SDLB Pembina Malang.. Teknik analisis data menggunakananalisis korelasi Chi-square untuk menjelaskan derajat hubungan antara variabel bebas dengan variable  terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variable tingkat pendidikan orang tua dengan kemampuan bina diri; 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bimbingan belajar dengan kemampuan bina diri; 3) terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat kecerdasan (IQ) dengan kemampuan bina diri. Saran untuk orang tua siswa senantiasa meningkatkan perannya dalam membimbing anak dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara kemampuan bina diri secara tepat.

Page 1 of 2 | Total Record : 13