cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nonformal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020): September" : 5 Documents clear
Problematika Pengelolaan Mata Kuliah Berpraktek dalam Sistem Pendidikan dan Pengajaran Jarak Jauh Sri Wahyu Kridasakti; Sigit Waluya
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p52-63

Abstract

AbstrakMata kuliah berpraktek dalam di Universitas Terbuka merupakan salah satu syarat mutlak yang harus diterapkan. Mata kuliah berpraktek tersebut diantaranya adalah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Permasalahan yang muncul dari pelaksanaan matakuliah berraktek ini adalah belum terpenuhinya target kualitatif atau kualitas nya. Lemahnya standar ketaatan dan integritas Kelompok Belajar/Pokjar dan Pembimbing/Supervisor-1/ Supervisor-2 pada sistem dan prosedur merupakan faktor utama penyebab permasalahan ini. Hal ini terjadi karena lemahnya sistem recruitment supervisor dan tidak dimilikinya sistem pengelolaan mata kuliah berpraktek yang berkelanjutan.  Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan berbagai persoalan dan problematika pengelolaan mata kuliah berpraktek meliputi: (1) faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kinerja efektif pengelolaan program mata kuliah berpraktek;  dan (2)  model  pengelolaan mata kuliah berpraktek yang mampu memberikan dampak positif bagi pencapaian tujuan pengelolaannya. Kajian ini dilakukan di UPBJJ-UT Malang melalui rancangan penelitian dan pengembangan. Tahap pertama yaitu penelitian analisis kinerja pengelolaan program dan kedua adalah pemodelan (modelling) mata kuliah berpraktek. Pada tahap penelitian kinerja, metode yang digunakan adalah evaluasi sistematis, sedangkan tahap kedua digunakan metode modelling system. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan mata kuliah berpraktek menghasilkan capaian target kuantitatif yang memuaskan, namun capaian target kualitatif atau kualitas substantif hasil proses belajar-mengajar mata kuliah berpraktek sangat tidak memuaskan. Temuan penting dalam kajian ini bahwa faktor integritas mitra kerja, profesionalitas para pembimbing dan desain pengelolaan yang berperspektif sustainable-managerial-model memberi pengaruh signifikan terhadap  keberhasilan pengelolaan mata kuliah berpraktek dan terhadap hasil belajar. Sekalipun pembenahan cara kerja lama pengelolaan mata kuliah berpraktek ke model sustainable-managerial-model berimplikasi pada meningkatnya komponen pembiayaan, namun peningkatan tersebut masih justifiable sebagai bentuk peningkatan layanan jaminan kualitas program. AbstractPracticing courses at the Open University are one of the absolute requirements that must be applied. These practical courses include Strengthening Professional Ability (PKP) and Strengthening Teaching Ability (PKM). The problem that arises from the implementation of this practical course is that the qualitative or quality targets have not been met. Weak standards of compliance and integrity of the Study Group / Pokjar and Supervisor / Supervisor-1 / Supervisor-2 in systems and procedures are the main factors causing this problem. This occurs due to the weakness of the recruitment system for supervisors and the lack of a management system for sustainable practice courses. The purpose of this study is to explain various problems and problems in the management of practicing courses, including: (1) determinant factors that affect the effective performance of the practice course program management; and (2) a practice course management model capable of having a positive impact on the achievement of its management objectives. This study was conducted at UPBJJ-UT Malang through a research and development design. The first stage is research on analysis of program management performance and the second is modeling (modeling) courses in practice. In the performance research stage, the method used is systematic evaluation, while the second stage uses the modeling system method.The results of this study indicate that the management performance of practice subjects produces satisfactory quantitative target achievements, but the qualitative target achievements or the substantive quality of the results of the teaching and learning process of practice subjects are very unsatisfactory. The important finding in this study is that the factors of work partner integrity, professionalism of the supervisors and management design with a sustainable-managerial-model perspective have a significant influence on the success of managing practical courses and on learning outcomes. Even though reforming the old way of working in practicing course management to a sustainable-managerial-model has implications for an increase in the financing component, this increase is still justifiable as a form of improving program quality assurance services.
Model Kepemimpinan Kolektif Pesantren Studi Kasus Pada Pesantren Al-Adzkiya’ Nurus Shofa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang Norma Sholihah; Rezka Arina Rahma
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p64-73

Abstract

AbstrakPondok pesantren merupakan salah satu lembaga di jalur nonformal yang berbasis keagamaan dengan mempelajari nilai-nilai keislaman. Di dalam pesantren diterapkan model kepempimpinan untuk mengelola seluruh kegiatan yang ada. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji model kepemimpinan kolektif di pesantren. Lokasi penelitian adalah di Pesantren Al-Adzkiya’ Nurus Shofa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles and Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran para pemimpin kolektif yang ada di pondok pesantren meliputi: berusaha menjalankan visi dan misi, menyusun struktur kepengurusan, menggerakkan para santri, mengambil sebuah keputusan, dan bertanggung jawab di berbagai kegiatan pondok; (2) Kepemimpinan kolektif dalam proses pengambilan keputusan mencakup identifikasi masalah, mendefinisikan masalah pada forum, mengumpulkan ide dan gagasan,  memilih solusi yang paling tepat untuk memutuskan, dan memberikan hasil putusan yang sudah disepakati oleh para ketua pondok atau pemimpin kolektif yang ada di Pondok Pesantren Anshofa; (3) Faktor kepemimpinan kolektif dipengaruhi oleh faktor pendukung secara internal meliputi kiai dan santri, sedangkan secara eksternal berupa sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya komunikasi, adanya santri yang kurang taat, dan stigma dari masyarakat. AbstractIslamic boarding schools are one of the non-formal institutions based on religion by studying Islamic values. In the pesantren, a leadership model is applied to all existing activities. The purpose of this analysis is to examine the collective leadership model in pesantren. The research location is Pesantren Al-Adzkiya’ Nurus Shofa Karang Besuki, Sukun District, Malang Regency. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The research used data interview techniques such as interviews, observation, and document study. Data analysis in this study used an interactive model from Miles and Huberman. The results of the study indicate that (1) the role of collective leaders in the Islamic boarding school includes: trying to carry out the vision and mission, compiling the management structure, mobilizing the students, making decisions, and being responsible for various activities of the boarding school; (2) collective leadership in the decision-making process includes problems, defining problems in the forum, collecting ideas and ideas, choosing the most appropriate solution to decide, and providing the results of decisions that have been agreed upon by the head of the boarding school or collective leaders in Pondok Pesantren Anshofa; (3) the leadership factor is built by supporting factors internally including Kiai and students, while externally in the form of facilities and infrastructure. In comparison, the inhibiting factors are the lack of communication, the presence of disobedient students, and the stigma from society.
Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Partisipasi Orang Tua Dalam Mengikut Program Parenting Education Di Lembaga PAUD Anggia Listyaningrum; Sucipto Sucipto; Suripan Suripan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p74-79

Abstract

AbstrakParenting education merupakan program yang melibatkan partisipasi orang tua wali murid. Parenting education sudah banyak diselenggarakan di lembaga-lembaga sekolah maupun program-program yang dikelola oleh swasta. Banyaknya lembaga yang telah menyelenggarakan program ini ternyata tidak selalu diikuti dengan partisipasi yang baik oleh wali murid. Di Kota Malang terdapat beberapa lembaga yang dapat dikatakan memiliki partisipasi wali murid yang cenderung stabil untuk setiap pertemuan rutin program parenting education. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor dominan apa yang mempengaruhi partisipasi orang tua dalam program parenting education di lembaga-lembaga paud di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi partisipasi orang tua adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dominan adalah (1) selalu ingin mengetahui perkembangan anak di sekolah, (2) ingin menambah relasi/teman sesama orang tua, (3) senang bertukar pikiran dengan orang tua lain tentang pengasuhan anak, (4) ingin belajar memberi perhatian khusus pada anak, sedangkan faktor eksternal yang dominan adalah (a) guru-guru di sekolah sangat ramah dan selalu menyambut baik ketika kegiatan parenting, (b) tempat yang digunakan untuk acara parenting kondusif, (c) narasumber pada setiap kegiatan parenting mampu memberikan pemahaman materi dengan cara yang baik,  (d) materi-materi yang disajikan pada kegiatan parenting sangat bervariatif dan sesuai dengan kebutuhan. AbstractParenting education is a program that involves the participation of students' parents. Parenting education has been widely held in school institutions and programs managed by the private sector. The number of institutions that have implemented this program has not always been followed by good participation by the parents. In Malang City, there are several institutions that can be said to have the participation of parents who tend to be stable for every routine meeting of the parenting education program. This study aims to determine what dominant factors influence parental participation in parenting education programs in paud institutions in Malang City. The research method used is quantitative with descriptive analysis. The results of this study indicate that the factors affecting parental participation are internal and external factors. The dominant internal factors are (1) always want to know the development of children in school, (2) want to add relationships / friends with fellow parents, (3) like to exchange ideas with other parents about childcare, (4) want to learn to pay special attention in children, while the dominant external factors are (a) teachers in schools are very friendly and always welcome when parenting activities, (b) the place used for parenting events is conducive, (c) resource persons in each parenting activity are able to provide material understanding in a good way, (d) the materials presented in parenting activities are very varied and in accordance with the needs.
Peningkatan Integritas Pengelola PKBM Kabupaten Banyuwangi Melalui Efektivitas, Fasilitas, dan Produktivitas Decky Avrilianda; Endang Sri Redjeki; Ellyn Sugeng Desyanty
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p80-87

Abstract

AbstrakPenelitian ini ingin mengetahui: (1) pengaruh efektivitas kerja terhadap integritas pengelola  PKBM di Kabupaten Banyuwangi, (2) pengaruh fasilitas terhadap integritas pengelola PKBM di Kabupaten Banyuwangi, (3) pengaruh produktivitas kerja terhadap integritas pengelola  PKBM di Kabupaten Banyuwangi, (4) pengaruh efektivitas kerja, fasilitas dan produktivitas kerja terhadap integritas pengelola PKBM di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini telah hasilkan beberapa hal: (1) efektivitas kerja berpengaruh signifikan terhadap integritas, hal ini dibuktikan dengan thitung sebesar 2,184, (2) fasilitas tidak berdampak signifikan terhadap integritas, karena memiliki thitung sebesar 1,015, (3) produktifitas kerja mempunyai pengaruh yang signifikan, telah dihasilkanperhitungan melalui SPSS dengan thitung yaitu 3,974, (4) efektivitas kerja, fasilitas, dan produktifitas kerja mempunyai dampak yang signifikan secara bersama-sama (simultan)  terhadap integritas (y), karena diperoleh Fhitung sebesar 33,118. Saran untuk pengelola PKBM harus terus meningkatkan efektivitas kerja dan produktifitas kerja tanpa harus melihat fasilitas yang dimiliki oleh lembaga, agar integritas yang ada pada diri individu pengelola selalu mengalami perbaikan dan peningkatan. AbstractThere are several things to know in this research: (1) the effect of work effectiveness on the integrity of PKBM managers in Banyuwangi Regency, (2) the effect of facilities on the integrity of PKBM managers in Banyuwangi Regency, (3) the effect of work productivity on the integrity of PKBM managers in the Regency. Banyuwangi, (4) the effect of work effectiveness, facilities and work productivity on the integrity of PKBM managers in Banyuwangi Regency. This research has resulted in several things: (1) work effectiveness has a significant effect on integrity, this is evidenced by the tcount of 2.184, (2) facilities have no significant impact on integrity, because it has a tcount of 1.015, (3) work productivity has a significant effect. , calculation has been generated through SPSS with a tcount of 3.974, (4) work effectiveness, facilities, and work productivity have a significant impact together (simultaneously) on integrity (y), because the Fcount is obtained at 33.118. Suggestions for PKBM managers must continue to improve work effectiveness and work productivity without having to look at the facilities owned by the institution, so that the integrity that exists in the individual manager always experiences improvement and improvement
Evaluasi Model Kirkpatrick Level 1, 2, dan 3 pada Diklat Microsoft Office di Balai Diklat Keuangan Makassar Azwar Iskandar; Tenry Nur Amriani
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p88-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kepuasan peserta diklat terhadap pengajar dan penyelenggaraa pendidikan dan pelatihan; melakukan evaluasi terhadap learning gain  atau peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap peserta setelah mengikuti pelatihan; menganalisis dan mengevaluasi implementasi hasil diklat dalam rangka peningkatan kompetensi dan kinerja alumni; dan mengetahui kendala signifikan yang menyebabkan hasil diklat tidak dapat mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja alumni setelah kembali ke unit kerja. Penelitian ini  menggunakan teknik statistik deskriptif dengan pendekatan model Evaluasi Kirkpatrick Level 1, 2 dan 3 melalui instrumen penelitian berupa kuesioner. Temuan penelitian ini adalah (1) keseluruhan aspek evaluasi penyelenggaraan dan pengajar dinilai oleh peserta dengan kategori Sangat Baik meskipun belum dapat memenuhi tingkat harapan dari peserta; (2) seluruh peserta telah mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan; (3) implementasi hasil diklat mampu meningkatkan kompetensi alumni dalam mendukung pekerjaan alumni setelah kembali ke unit kerja; (4) kendala terbesar yang dialami alumni dalam penerapan materi diklat di tempat kerja adalah bahwa materi diklat tidak sepenuhnya diterapkan dan dibutuhkan di lingkungan kerja. This study aims to evaluate the satisfaction of training participants towards trainners and organizers of training; evaluating learning gain or improving participants' skills, knowledge, and attitude after training; analyzing and evaluating the implementation of training results in order to improve the competence and performance of alumni; and know the significant obstacles that cause the results of training can not support the improvement of competence and performance of alumni after returning to the office. This study used descriptive statistical techniques with the approach of Kirkpatrick Evaluation model Level 1, 2 and 3 through research instruments in the form of questionnaires. The findings of this study are (1) the overall evaluation aspects of organizing and trainers are assessed by participants with excellent categories even though they have not been able to meet the expectation levels of the participants; (2) all participants have gained additional knowledge and skills after attending the training; (3) the implementation of training results is able to improve the competence of alumni in supporting alumni's work after returning to the office; (4) The biggest obstacle experienced by alumni in the application of training materials in the workplace is that the training material is not fully applied and needed in the work environment.

Page 1 of 1 | Total Record : 5