cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Pesisir dan Laut Tropis mewadahi kajian-kajian ilmiah dalam bidang bio-ekologi pesisir dan laut, hidro-oesanografi dan morfologi pesisir, toksikologi dan farmasitika, kajian substansi kimiawi biota dan perkembangan bioteknologi kelautan lainnya, di lingkup pesisir dan laut di daerah tropis. Kajian ilmiah dimaksud bisa berupa hasil penelitian maupun critical review. Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam satu tahun (Februari, Juni, September). Diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan FPIK-UNSRAT
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS" : 12 Documents clear
Struktur komunitas foraminifera benthik berdasarkan habitat di perairan Sulawesi Utara Jeine Bawole; Janny Kusen; Joice Rimper
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16881

Abstract

Penelitian mengenai struktur komunitas foraminifera telah dilakukan di beberapa lokasi di perairan Sulawesi Utara yang bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis foraminifera benthik dan struktur komunitas berupa kepadatan, keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Juga untuk mengetahui pola penyebaran foraminifera secara umum. Pegambilan sampel foraminifera dilakukan di garis pantai di zona intertidal, di beberapa kedalaman, dan juga di ekosistim yang berbeda seperti mangrove, lamun dan terumbu karang. Sampel diambil secara volumetri di Desa Salurang (Stasiun 1), Desa Binebas (Stasiun 2), Desa Bulo (Stasiun 3), Kelurahan Malalayang (Stasiun 4, dan Kelurahan Molas (Stasiun 5). Koordinat dari masing-masing stasiun dicatat mengacu pada tampilan posisi koordinat pada alat GPS (Global Positioning System). Pada setiap titik di tiap stasiun sampel yang terdapat dalam sedimen pasir dan lumpur diambil menggunakan alat keruk sekop dan dimasukkan dalam wadah plastik berlabel ukuran 240 ml. Sampel selanjutnya dibawa ke Laboratorium Biologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk proses identifikasi, pengambilan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua substrat pada masing-masing stasiun penelitian terdiri dari pasir bercampur lumpur. Teridentifikasi ada sebanyak 10 spesies foraminifera pada semua stasiun penelitian dengan total individu sebanyak 1185 individu foraminifera. Struktur komunitas menunjukkan bahwa kepadatan individu tertinggi terdapat di Stasiun 4 yaitu pada spesies Baculogypsina sphaerulata. Pola penyebaran foraminifera per jenis per stasiun pada umumnya seragam, diikuti penyebaran mengelompok. Hanya ada satu jenis di satu titik pengamatan yang menunjukkan pola penyebaran acak. Penyebaran secara seragam atau merata merupakan pola penyebaran yang umumnya terjadi di alam.
Morfometri lereng kawasan sub-litoral pantai Malalayang II Kota Manado Brama Djabar; Rignolda Djamaluddin; Royke Rampengan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.17843

Abstract

Pemanfaatan pantai harus didukung oleh pemahaman yang baik tentang morfometri lereng ruang pantai tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan batimetri ruang dan pergerakan arus di kawasan sub-litoral Pantai Malalayang II, serta menganalisis kaitannya terhadap perubahan ruang pantai. Dengan menerapkan metode Lagrangian dan pengukuran kedalaman, diperoleh hasil bahwa ruang pantai bagian Barat memiliki perairan yang dangkal dibandingkan bagian Timur sehingga pergerakan arus relatif cepat di ruang tersebut. Analisis data batimetri menyimpulkan bahwa kawasan ini rentan terhadap erosi pantai, untuk itu disarankan adanya pembangunan pelindung pantai demi keamanan dan pengembangan pemukiman di kawasan Pantai Malalayang II
Bioaktivitas antibakteri fraksi ODS spons Agelas sp. dari perairan pulau Bunaken Luissandy Luissandy; Deiske Sumilat; Rosita Lintang
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak kasar spons Agelas sp. dari Perairan Pulau Bunaken lalu difraksinasi dengan teknik reversed phase kromatografi kolom menjadi 6 fraksi dengan kombinasi pelarut dH2O:CH3OH kemudian menganalisis bioaktivitas antibakteri dari fraksi ODS spons terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus menggunakan metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil akhir dari penelitian ini yaitu fraksi 1-5 memiliki bioaktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dan fraksi 6 tidak memiliki aktivitas, dan dua fraksi diantaranya memiliki aktivitas tertinggi dengan diameter rata-rata zona hambat yaitu fraksi 1 dengan diameter (18,0 mm) dan fraksi 2 (18,3 mm) terhadap bakteri E. coli dan untuk S. aureus diameter zona hambat fraksi 1 yaitu (17,0 mm), dan fraksi 2 (16,7 mm). Melalui hasil yang diperlihatkan, senyawa bioaktivitas antibakteri fraksi ODS spons Agelas sp. adalah senyawa aktif yang bersifat sedang dan berpotensi sebagai kandidat obat antibakteri.
Rambatan gelombang di pantai Malalayang II Exer Bambulu; Hermanto Manengkey; Royke Rampengan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.17844

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan topografi dasar perairan Pantai Malalayang II dalam bentuk peta batimetri dan menganalisis aktivitas gelombang dalam kaitannya dengan topografi dasar perairan. Kedalaman perairan Pantai Malalayang II telah berhasil ditelaah serta dianalisis dengan hasil kedalaman berkisar antara 1-31,8 m. Refraksi  dimulai pada kedalaman 21,23 m saat pasang dan memasuki laut dangkal pada kedalaman 1,96 m saat surut di musim Utara, sedangkan di musim Peralihan I gelombang mulai bergesekan dengan dasar perairan dimulai pada kedalaman 20,54 m disaat pasang dan memasuki laut dangkal  di kedalaman 1,85 m saat surut, kemudian di saat gelombang mulai bersentuhan dengan dasar perairan di musim Peralihan II mulai dari kedalaman  20,11 m disaat pasang dan saat memasuki laut dangkal dimulai pada kedalaman 1,96 m saat surut.  Perbedaan garis kedalaman saat gelombang mempengaruhi dasar perairan ini menyebabkan perbedaan jarak dari garis pantai dan juga jarak di antara garis kedalaman laut transisi dan laut dangkal
Analisis logam timbal (pb) dan konsentrasi klorofil pada alga Padina australis Hauck dari perairan teluk Totok dan perairan Blongko, provinsi Sulawesi Utara Batar Siahaan; Desy Mantiri; Joice Rimper
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16937

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kandungan logam timbal (Pb) pada air, sedimen, dan  thallus alga serta mengetahui konsentrasi pigmen klorofil pada alga Padina australis Hauck yang terdapat di Perairan Teluk Totok dan Perairan Blongko. Perairan Teluk Totok merupakan perairan tempat buangan limbah pertambangan, sedangkan Perairan Blongko adalah perairan yang relatif bersih dan termasuk dalam Daerah Perlindungan Laut. Analisis logam timbal (Pb) pada air, sedimen, dan thallus alga berdasarkan metode standar American Public Health Association (APHA) dan analisis pigmen klorofil total yaitu dalam aseton 95% dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis konsentrasi logam timbal (Pb) telah terdeteksi pada dua perairan, di sedimen Perairan Blongko sebesar 4,4 ppm dan Perairan Teluk Totok keberadaan logam timbal lima kali lebih banyak yaitu sebesar 22,6 ppm. Analisis logam pada Thallus alga P.australis  Hauck di Perairan Teluk Totok sebesar 3,8 ppm, lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi timbal (Pb) dalam thallus P. australis Hauck dari Perairan Blongko yaitu sebesar 1,1 ppm. Nilai rata-rata konsentrasi pigmen klorofil a dan c di Perairan Teluk Totok adalah 19.073 g/ml klorofil a dan 1.275 g/ml klorofil c lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pigmen klorofil di Perairan Blongko yaitu 7.296 g/ml klorofil a dan 0.975 klorofil c. Perairan yang telah terkontaminasi logam, alga yang hidup didalamnya mampu melakukan proses fotosintesis untuk mempertahankan hidup.
SUBSTANSI ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT PADA LAMUN ASAL PERAIRAN TONGKAINA Galih Prasetyo; Remmy Mangindaan; Robert Antonius Bara
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.24265

Abstract

Seagrass is a part of Phanerogamae, commonly has a symbiotic relationship with microbial endophytes. The types of microbes those have ability to produce bioactive compounds with potentially exploited for medical, agriculture and industrial purposes. Antibacterial testing using the modified Kirby-Bauer method. The fungi show a strong antibiotic activity which cultivated statically and Staphylococcus aureus was induced in rice medium for 10 days. The purpose of inducing bacteria to the culture is to stimulate a strong antibiotic activity through Silence Biosynthesis Pathway. Fungal isolates were macerated with 96% of ethanol for 24 hours. Partition process was performed by adding solvents (ethyl acetate, n-hexane, ethanol and water) to get n-hexane, ethanol and water fractions. All fractions were tested their activity against clinical isolates bacteria S. aureus and Escherichia coli. Ten fungal endophytes were isolated from seagrass Thalassia hemprichii and Enhalus acoroides. Two isolates derived from the leaf of both seagrass specimens (E.D.1 and Th.D.1) showed strong antibacterial activity against S. aureus only. Antibacterial activity test of each fraction both active isolates show in water and ethanol fractions. This indicates the active antibacterial compounds of both endophytic fungi have semi-polar and polar characteristics. However, bacterial induction has no effect on their antibacterial activity.Keywords : Endophytic fungi, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, antibacterial activity Staphylococcus aureus and Escherichia coli.Lamun merupakan tanaman tingkat tinggi yang mempunyai hubungan simbiosis dengan mikroba jamur endofit. Mikroba endofit ini mempunyai kemampuan untuk memproduksi senyawa-senyawa bioaktif dengan potensi yang besar untuk dieksploitasi dan menghasilkan yang bermanfaat di bidang medis, pertanian, dan industri. Isolasi jamur dilakukan mengacu pada penelitian Bara et al (2013). Pengujian antibakteri dilakukan berdasarkan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Jamur memperlihatkan aktivitas antibiotik yang kuat dikultivasi statis dan di induksikan bakteri S. aureus dalam media nasi selama 10 hari. Tujuan pemberian bakteri pada kultur yaitu untuk memicu adanya aktivitas antibiotik yang lebih kuat melalui jalur biosintesis senyap (Silence Biosintethic Pathway) pada jamur tersebut. Isolat jamur di maserasi dengan menambahkan etanol 96% selama 24 jam. Proses partisi dengan menambahkan pelarut (etil asetat, n-heksan, etanol dan air) untuk memperoleh fraksi n-heksan, etanol dan air. Tiap fraksi diuji kembali aktivitas antibiotiknya pada bakteri S. aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian ini diperoleh sepuluh isolat jamur dari lamun T. hemprichii dan E. acoroides. Dua isolat daun (E.D.1 dan Th.D.1) menunjukkan aktivitas yang kuat terhadap bakteri S. aureus. Pengujian aktivitas antibakteri tiap fraksi kedua isolat jamur memperlihatkan fraksi air dan etanol yang menunjukkan aktivitas penghambat. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa aktif antibakteri kedua jamur endofit berisfat semi polar dan polar. Induksi bakteri tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas antibakteri.Kata Kunci : jamur endofit, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
KONDISI KUALITAS AIR (ASPEK MIKROORGANISME) DI PERAIRAN SEKITAR PULAU BUNAKEN, SULAWESI UTARA Roberto V Larat; Markus T Lasut; Robert A Bara
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.24266

Abstract

In general, water conditions surrounding Bunaken Island are not separated from the liquid waste disposal, for example: bathing, washing, latrines, and landfills. Based on this, the research was conducted to determine the content of microorganisms Escherichia coli and coliform derived from liquid waste around Bunaken Island. The result showed the concentrations of E. coli were point (TS) I (<1 MPN / 100 ml), II (<1 MPN / 100 ml), and III (<1 MPN / 100 ml), and at the sampling point (TS) IV (1.0 MPN / 100 ml), V (1.0 MPN / 100 ml), and VI (1.0 MPN / 100 ml). Furthermore, coliform concentration has the similar valueat each sampling points (TS) I, II, III, IV, V, and VI with the amount of 2.0 MPN / 100 ml. The status around the Bunaken island on the comparison table between the this results and the standards of the Sea Quality Standard for Marine Tourism still qualifies or does not exceed the limits which stated in the creed of Minister ofEnviromental Affair Republic of Indonesia number 179 of 2004. Followed by Creed of Minister ofEnviromental Affair number 51 of 2004 on the Quality of Raw Water for Marine Biota, is categorized as the "proper" one of sea water quality for marine biota on the based ofEscherichia coli and coliform ratio.Keywords: Escherichia coli, coliform, air quality, Bunaken Island, North SulawesiPada umumnya, kondisi perairan yang berada di sekitar Pulau Bunaken tidak terlepas dari pembuangan limbah cair, misalnya : mandi, cuci dan kakus, serta tempat pembuangan sampah. Bertolak dari hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keberadaan kualitas limbah cair dalam aspek mikroorganisme di perairan sekitar pulau Bunaken dengan mengukur konsentrasi Escherichia coli dan coliform.Konsentrasi Escherichia coli berturut-turut pada titik sampling (TS) I (<1 MPN/100 ml), II (<1 MPN/100 ml) , dan III (<1 MPN/100 ml), dan pada titik sampling (TS) IV (1,0 MPN/100 ml), V (1,0 MPN/100 ml) , dan VI (1,0 MPN/100 ml). Coliformmemiliki jumlah konsentrasi yang sama, yaitu berturut-turut pada titik sampling (TS) I, II, III, IV, V, dan VI dengan jumlah 2.0 MPN/100 ml.Status perairan sekitar pulau Bunaken pada tabel perbandingan antara hasil pengukuran dan standart Baku Mutu Air Laut Untuk Wisata Bahari, masih memenuhi syarat atau tidak melewati batas yang ditetapkan dalam KEPMEN L.H. No.179 tahun 2004.Sedangkan berdasarkan KEPMEN L.H. No.51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut, berada dalam kategori “layak” sebagai peruntukan air laut untuk biota laut, berdasarkan parameter Escherichia coli dan coliform.Kata Kunci :Escherichia coli, coliform, kualitas air, Pulau Bunaken, Sulawesi Utara
Konstanta pasut perairan laut di sekitar kepulauan Sangihe Sutrian Malo; Gybert Mamuaya; Royke Rampengan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.17805

Abstract

Konstanta pasut merupakan dua parameter yang dianggap konstan, yakni amplitudo beberapa komponen pasut dan keterlambatan fase dari pasang sebenarnya dalam pasut setimbang. Penelitian ini difokuskan pada pertanyaan bagaimana keberadaan amplitudo konstanta pasut yang merambat di perairan laut sekitar Kepulauan Sangihe dan keakuratan data prediksi yang diperoleh dari sejumlah konstanta hasil perhitungan. Tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu mendeskripsikan besaran nilai amplitudo konstanta pasut dan menentukan keakuratan data prediksi pasut. Nilai konstanta pasut yang diperoleh dengan perhitungan kuadrat terkecil menunjukkan amplitudo dan fase pada masing-masing bulan (Juni, Juli, Agustus) memiliki kisaran antara 0,5-1 cm. Berdasarkan nilai konstanta tersebut, diketahui bahwa hasil prediksi yang baik digunakan sebagai keakuratan data prediksi adalah konstanta hasil pengukuran pasut dalam kurun waktu satu bulan
Persentase tutupan dan struktur komunitas mangrove di sepanjang pesisir Taman Nasional Bunaken bagian utara Annice Anthoni; Joshian Schaduw; Calvyn Sondak
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16909

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung persentase tutupan mangrove dan mengetahui struktur komunitas mangrove. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pesisir Taman Nasional Bunaken bagian Utara. Metode  yang di gunakan dalam penelitian ini  yaitu metode line transect dan metode hemisperichal photography. Data hasil penelitian ditemukan 6 jenis mangrove yaitu Sonneratia alba, Avicennia officinalis, Avecennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza yang termasuk dalam 4 famili Sonneratiaceae, Avicenniaceae, Rhizophoraceae dan juga Bruguieraceae. Nilai tutupan kanopi mangrove yang tertinggi pada stasiun 2 (Meras)  di transek 2 mencapai nilai 82,78% dan yang terendah pada stasiun 1 (Molas)  di transek 1 yaitu 61,24%.
Status persentase tutupan karang scleractinia di pulau Bunaken (Taman Nasional Bunaken) dan di pantai Malalayang, pesisir kota Manado Emma Caroles; Janny Kusen; Georis Kaligis
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16869

Abstract

Karang scleractinia atau karang batu merupakan karang pembentuk terumbu. Sehingga penentuan status kondisi karang batu menjadi bagian penting dan sangat menentukan peran ekologis dan ekonomis ekosistim terumbu karang. Salah satu parameter untuk mengetahui kondisi karang batu yaitu persentase tutupan di alam. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif  dengan  tehnik pengambilan data dengan menggunakan LIT (Line InterceptTransect) yang selanjutnya dianalisis dengan Persentase Tutupan Karang setelah data diolah dengan ‘benthic life form’. Parameter lingkungan berupa salinitas dan suhu air serta kecerahan juga diukur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan di perairan pantai Malalayang Kota Manado dalam status kategori ‘poor’ (Buruk) khususnya di kedalaman 3 dan 5 meter yaitu pada kisaran antara 0-24,9 %, sekalipun pada kedalaman 10 meter hanya kategori ‘good’ (Baik), pada kisaran antara 50 – 69,9 %.. Sedangkan di stasiun penelitian Pulau Bunaken baik di bagian selatan yaitu Stasiun Fukui dan bagian utara pulau yaitu Stasiun Pangalisang hasilnya sebagian besar ‘excellent’ (sangat baik) yaitu dalam kisaran > 70 % persentase tutupan karang batunya. Dengan demikian diketahui bahwa karang yang berada di kawasan yang dilindungi atau konservasi masih relatif lebih baik kondisinya daripada karang yang berada di kawasan terbuka untuk umum sehingga tekanan kegiatanantropogenik intensitasnya relatif tinggi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 1 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 3 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 2 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS More Issue