cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : -     EISSN : 25409352     DOI : -
Journal of Earth Energy Engineering (eISSN 2540-9352) is a Bi-annual, open access, multi-disciplinary journal in earth science, energy, and engineering research issued by Department of Petroleum Engineering, Universitas Islam Riau. The journal is peer reviewed by experts in the scientific and engineering areas and also index in Directory of Research Journals Indexing (DRJI) and CrossRef Member.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Perhitungan Laju Aliran Fluida Kritis Untuk Mempertahankan Tekanan Reservoir Pada Sumur Ratu Di Lapangan Kinantan Ali Musnal
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.799 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.934

Abstract

Sumur yang telah diproduksikan fluida reservoirnya, sehubungan dengan perjalanan waktu lamanya produksi sumur tersebut, sudah dipastikan laju produksinya akan berkurang, hal ini disebabkan salah satu parameternya adalah turunnya tekanan reservoir. Tekanan reservoir mempunyai peranan aktif untuk mendorong fluida dari reservoir ke permukaan. Banyak cara yang telah dilakukan untuk mempertahankan Tekanan reservoir antara lain dengan menginjeksikan air kelapangan minyak tersebut melalui sumur injeksi, hal ini terkenal dengan istilah water Flooding. Dan pada penelitian ini untuk mempertahankan tekanan reservoir suatu sumur adalah dengan melakukan produksi sumur tersebut dibawah laju aliran kritis. Untuk mendapatkan laju alir kritis dan menetukan panjang interval perforasi suatu sumur dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode. Antara lain yaitu metode Chaperon, Chierici, Meyer, Gardner and Pirson. Sebagai aplikasi dari penelitian ini diambil data sumur Ratu dilapangan Kinantan yang merupakan salah satu lapangan minyak di daerah Riau.
Perencanaan Pengangkatan Buatan dengan Sistim Pemompaan Berdasarkan Data Karakteristik Reservoir Fitrianti Fitrianti
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 2 No. 2 (2013): OCTOBER
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.847 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v2i2.935

Abstract

Pemilihan metode artificial lift terutama dengan menggunakan sitem pemompaan yang sesuai dapat memberikan hasil optimum adalah sangat penting untuk dilakukan, karena menyangkut keekonomian dari sumur produksi suatu lapangan. Selain itu juga diperlukan evaluasi dan perencanaan ulang karena perubahan kondisi reservoir selama masa produksi.
Pemilihan Pompa Electric Submersible Pump Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Lapangan Zaryka) Muhammad Ariyon
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.632 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.936

Abstract

Lapangan Zaryka merupakan salah satu lapangan minyak pada cekungan Sumatera Tengah. Untuk meningkatkan produksi minyaknya, digunakan pompa benam listrik bawah permukaan (Electric Submersible Pump). Pompa ESP merupakan salah satu jenis artificial lift yang digunakan untuk memproduksikan minyak bumi ke permukaan. Permasalahannya, terdapat berbagai produk ESP yang dipasarkan dengan berbagai jenis,k tipe, dan keunggulan yang bervariasi. Keberagaman ini menyulitkan bagi perusahaan untuk menentukan produk pompa ESP mana yang tepat untuk digunakan. Metode Analytical Hierarchy Process dapat dipergunakan untuk membantu dalam memilih pompa ESP. Terdapat tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan yaitu daya tahan produk, pengalaman dan reputasi dan jumlah maintenance, sementara untuk elemen alternatif terdapat empat produk pompa yaitu Centraleft, Motherford, Red-A dan Wooden Group. Hasil analisa menunjukkan bahwa faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan pompa ESP adalah faktor daya tahan produk (56%), faktor jumlah maintanance (32%), dan faktor pengalaman dan reputasi (12%). Ditinjau dari berbagai faktor, alternatif pompa Red-A merupakan alternatif pompa terbaik (35%), pompa Centraleft (29%), pompa Motherford (19%) dan pompa Wooden Group (16%).
Penentuan Absolute Open Flow Pada Akhir Periode Laju Alir Plateau Sumur Gas Novrianti Novrianti
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.292 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.937

Abstract

Penentuan laju alir plateau dan lama waktu plateau adalah syarat utama dalam proses bisnis lapangan gas yang di tentukan oleh hasil evaluasi keekonomian. Penelitian ini untuk menentukan besarnya laju alir produksi gas ( Absolute Open Flow ) pada reservoir gas dengan tenaga dorong air dengan menggunakan simulator. Laju alir produksi gas diperoleh dari model reservoir 2- D untuk aliran dua fasa ( air dan gas ) dan melakukan analisa sensitivitas permeabilitas absolute ( k), rasio permeabilitas vertical dengan permeabilitas horizontal ( kv/ kh), ketebalan aquifer dan radius aquifer. Semakin kecil permeabilitas batuan maka AOF yang diperoleh juga berharga kecil. Untuk permeabilitas rendah kenaikan permeabilitas dari 10 mD menjadi 30 mD akan mengakibatkan AOF naik sebesar 23.201 MMscf/d sedangkan kenaikan permeabilitas dari 100 mD menjadi 300 mD akan mengakibatkan AOF naik sebesar 216.821 MMscf/d. Pada permeabilitas rendah yaitu 10 mD, perubahan rasio kv/kh dari 0.1 menjadi rasio kv/kh 0.3 akan mengakibatkan kenaikan AOF sebesar 0.894 MMscf/d sedangkan pada permeabilitas tinggi yaitu 500 mD perubahan rasio kv/kh dari 0.1 menjadi rasio kv/kh 0.3 akan mengakibatkan kenaikan AOF sebesar 35.346 MMscf/d. Untuk permeabilitas 10 mD dan rasio kv/kh 1 perubahan ketebalan 50 ft menjadi 250 ft akan mengakibatkan perubahan AOF sebesar 0.065 MMscf/d dan perubahan ketebalan 250 ft menjadi 500 ft akan mengakibatkan perubahan AOF sebesar 0.887MMscf/d. Perbedaan radius aquifer tidak berpengaruh terhadap nilai AOF.
Perkiraan Luas Reservoir Panas Bumi dan Potensi Listrik Pada Tahap Eksplorasi (Studi Kasus Lapangan X) Adi Novriansyah
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 2 No. 2 (2013): OCTOBER
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.532 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v2i2.938

Abstract

Salah satu parameter penting dalam pengembangan lapangan panas bumi disektor listrik adalah besarnya potensi listrik di reservoir. Potensi listrik ini dijadikan sebagai panduan awal dalam rencana kapasitas pembangkit yang akan dibangun. Penentuan potensi listrik ini akan menjadi sulit jika data luas reservoir belum ada. Studi ini menggunakan data pengukuran tekanan dan temperature di sumur-sumur eksplorasi pada lapangan X. Dari data temperature dibuat menjadi peta iso temperature. Berdasarkan peta iso temperature, luas reservoir Lapangan X diperkirakan 20 km2. Hasil kalkulasi potensi listrik menunjukkan Lapangan X mempunyai potensi listrik 40 MWe selama 30 tahun. Ini berarti kapasitas pembangkit maksimum di lapangan X adalah 40 MWe.
Pengaruh Penurunan Permeabilitas Terhadap Laju Injeksi Polimer Pada Lapangan Y Adi Novriansyah
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.105 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.939

Abstract

Injeksi polimer merupakan injeksi air yang disempurnakan. Penambahan polimer ke dalam air injeksi bertujuan untuk memperbaiki sifat fluida pendesak untuk meningkatkan perolehan minyak. Akan tetapi mekanisme pendesakannya sangat kompleks. Salah satu kendalanya adalah terjadi pengurangan permeabilitas. Pengurangan permeabilitas sebenarnya merupakan dampak yang ditimbulkan pada aliran fluida dalam media berpori. Penelitian ini akan membahas mengenai efek pengurangan permeabilitas terhadap laju injeksi polimer dengan berbagai kenaikan viskositas. Hasil penelitian memperlihatkan efek pengurangan permeabilitas akan berdampak pada penurunan laju injeksi polimer. Selain itu, dengan meningkatnya viskositas, Juga berdampak pada penurunan laju injeksi polimer.
Interpretasi Fasies Pengendapan Formasi Tondo, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara Berdasarkan Data Pemetaan Geologi dan Potensinya Sebagai Batuan Reservoir Minyakbumi Yuniarti Yuskar
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.202 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.940

Abstract

Daerah penelitian berada di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Fokus penelitian pada bagian selatan Pulau Buton yaitu daerah Gonda dan Sekitarnya. Secara geografis terletak antara 122° 42’ 28’’ BT - 122° 48’ 00’’ BT dan 5° 25’ 28” LS - 05° 25’ 28” LS. Penelitian ini bertujuan mengetahui stratigrafi dan fasies pengendapan pada Formasi Tondo. Formasi Tondo menarik untuk dipelajari karena merupakan reservoir utama pada Cekungan Buton. Metodologi yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan mengambil conto batuan yang kemudian dilakukan analisis laboratorium mikropaleontologi dan laboratorium petrografi. Selain itu digunakan juga data-data dari peneliti terdahulu sebagai penunjang dalam interpretasi geologi. Formasi Tondo pada daerah penelitian setara dengan Satuan batupasir kerikilan. Satuan ini tersusun oleh batupasir kerikilan, batupasir sisipan batulempung dan konglomerat yang didominasi oleh batupasir kerikilan. Umur Satuan ini berdasarkan analisis laboratorium mikropaleontologi yaitu berumur Miosen Akhir (N17 – N18). Formasi Tondo merupakan reservoi utama di daerah Buton memiliki porositas yang baik sekitar 8 hingga 25% dengan rata-rata 10% dan maksimum permeabilitas 172mD. Sistem pengendapan pada batupasir kerikilan ini merupakan sistem pengendapan tuirbidit terlihat dari adanya campuran butiran kasar dan halus serta dipengaruhi oleh lingkungan laut terlihat dari batuan yang bersifat karbonatan. Batupasir kerikilan sampai konglomerat merupakan hasil pengendapan channel dilaut dalam.
Review: Bioremediasi Pencemaran Minyak Bumi Dwi Nuryana
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 6 No. 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.456 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i2.941

Abstract

Pemanfaatan minyak bumi yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan akan merugikan manusia dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan penanggulangan melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah dengan cara bioremediasi. Bioremediasi merupakan suatu proses pemulihan lahan yang tercemar dengan mengeksploitasi kemampuan mikroorganisme untuk mendegradasi senyawa-senyawa organik. Pemilihan mikroorganisme bioremediasi sangat berpengaruh terhadap proses degradasi minyak bumi. Hal tersebut dikarenakan setiap spesies mikroorganisme membutuhkan substrat yang spesifik untuk mendegradasi keseluruhan komponen penyusun minyak bumi. Perlu pendekatan lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas metode bioremediasi dan mikroorganisme yang digunakan baik mikroorganisme yang diperoleh dari luar (nonindigenous) atau mikroorganisme lokal (indigenous) yang digunakan para peneliti dalam mendegradasi minyak bumi. Namun, tidak semua rangkuman jurnal yang ada menunjukkan informasi yang detail mengenai metode dan efektifitas mikroorganisme dalam bioremediasi. Dalam paper ini, akan dikaji beberapa metode dan mikroorganisme yang digunakan dalam bioremediasi, diantaranya biopile, bulking agent,ex-situ, konsorsium bakteri dan teknik land treatment sehingga dapat disimpulkan metode paling efektif dalam bioremediasi minyak bumi.
Dehydration Simulation of Natural Gas by using Tri Ethylene Glycol Eric Farda
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 7 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.616 KB) | DOI: 10.25299/jeee.2018.vol7(1).981

Abstract

Water content in natural gas poses threat to process facilities such as column distillation. Natural gas from reservoirs usually contains water vapor, the presence of water vapor in gas processing causes bad impact to process facilities. Dry Gas composition data was taken from Salamander Energy. Optimization of natural gas dehydration using Tri Ethylene Glycol was carried out using Aspen HYSYS V8.6 with Peng-Robinson fluid package. The natural gas dehydrating plant was designed with operating conditions of 394 bar and 460C and 10 MMSCFD and 6.8 MMSCFD gas flow rate were inputted. Results obtained from HYSYS simulation shows. Three different TEG flowrates were used for this simulation. Results obtained from simulation that . For the purpose of running the plant economically, the minimum flow rate of TEG which will reduce the water content to within the limit of pipeline specification, is very important and the result obtained showed that a minimum of 3 m3/h of TEG is required to reduce the water content of a gas stream of 10MMSCFD to 6.8lb/MMSCFD, which is within the limit of 6-7lb/MMSCFD, this value when compare to gas plant which uses 15m3/h for the gas stream of 10MMSCFD to achieve the same water content specification is far lower. Values below this flow rate (3.5m3/h) may not reduce the water content to the specified limit.
Optimasi Laju Injeksi Pada Sumur Kandidat Convert to Injection (CTI) di Area X Lapangan Y Tomi Erfando; Novia Rita; Toety Marliaty
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 6 No. 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.915 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i2.992

Abstract

Area X merupakan bagian dari lapangan Y saat ini mengalami dalam kurun waktu 16 tahun terakhir penurunan laju alir produksi sebesar 64.4%. Diperlukan upaya untuk meningkat laju alir produksi minyak dan recovery factor dari area tersebut, upaya yang akan dilakukan adalah injeksi air atau waterflood dengan mengubah salah satu sumur produksi menjadi sumur injeksi (convert to injection). Penentuan kandidat sumur convert to injection (CTI) berdasarkan kondisi laju alir produksi, jarak antara sumur kandidat dan sumur produksi, serta korelasi antar sumur. Untuk memperoleh hasil yang optimal akan dibuat beberapa skenario yang akan disimulasikan dengan parameter rate injeksi dan penambahan perforasi. Penentuan rate injeksi dilakukan dengan uji sensitivitas terlebih dahulu dan memperhatikan tekanan fracture dari tiap lapisan. Penambahan perforasi dengan melihat korelasi dari data log yang ada sehingga sumur CTI dapat memberikan peningkatan terhadap sumur produksi. Hasil simulasi yang paling optimal dari skenario yang direncanakan diperoleh penambahan produksi sebesar 800 MSTB dan recovery factor sebesar 12.9%.

Page 10 of 19 | Total Record : 186