cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2022)" : 13 Documents clear
Halaman Depan Vol 11 No 3 Juni 2022 Christy Vidiyanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Depan Vol 11 No 3 Juni 2022
KETERIKATAN MASYARAKAT SEMARANG TERHADAP ALUN-ALUN BARU KOTA SEMARANG BERDASARKAN TEORI PLACE ATTACHMENT Rona Fika Jamila; Retno Wijayaningsih
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.002

Abstract

Setelah puluhan tahun, alun-alun Semarang hilang karena beralih fungsi menjadi pasar Yaik yang menyambung dengan Kawasan pasar Johar. Setelah itu, selama hampir 50 tahun berikutnya di tengah kota, Simpang Lima sudah eksis menjadi jantung kota baru. Kemudian pada tanggal 9 Mei tahun 2015 terjadi kebakaran yang membuat bangunan cagar budaya pasar Johar habis dilalap api, disusul dengan kebakaran di Pasar Yaik Baru pada tanggan 27 Februari 2016, kemudian kebakaran terjadi Kembali pada 18 Juni 2016 di blok E Pasar Kanjengan. Kondisi ini tentu saja membuat Pemerintah Kota Semarang harus melakukan pembangunan kembali Kawasan Pasar Johar yang pernah menyandang predikat Kawasan perdagangan terbesar se-Asia Tenggara ini. Dan uniknya adalah dalam perencanaan ini Pemerintah Kota Semarang menyertakan rekonstruksi atau pembangunan Kembali Alun-alun Semarang yang sudah punah.Dan pada tahun 2020 seharusnya sudah dilakukan peresmian Alun-alun baru ini, namun karena kondisi pandemi covid19, ruang terbuka kota seperti Alun-alun Semarang tidak terlalu diekspose karena dianggap berpotensi mengundang keramaian. Keadaan ini cukup menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang pandangan masyarakat  terutama warga Semarang mengenai Alun-alun baru ini. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya, yang berjudul “Presepsi Masyarakat Terhadap Simpang Lima Sebagai Alun-Alun Kota Semarang”  dan sekarang peneliti ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Semarang terhadap alun-alun baru kota Semarang, apakah masyarakat memiliki keterikatan dengan alun-alun baru ini. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah masyarakat masih memiliki keterikatan terhadap Alun-alun Semarang. Untuk mengetahui bagaimana tingkat keterikatan masyarakat terhadap Alun-alun Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan Place Attachment. Hasil dari penelitian ini bisa disimpulkan bahwa secara keseluruhan, para responden memiliki keterikatan yang baik terhadap Alun-alun ini.
PLACEMAKING KAWASAN KULINER HUTAN KOTA KAOMBONA SEBAGAI SELF-HEALING MASYARAKAT PALU Adnagmesha Magfirah Ramadhani Najib; Hastuti Saptorini; Hilmi Nur Fauzi
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.007

Abstract

Kawasan Kuliner Hutan Kota Kaombona merupakan relokasi komunitas korban bencana alam gempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi di Pantai Talise Palu pada 2018. Kawasan hutan kota yang dibangun oleh pemerintah ini, awalnya terlihat gersang dan kurang bergairah. Namun semenjak dijadikan tempat relokasi korban bencana, menjadi kawasan yang relatif lebih hidup. Aktivitas mereka mayoritas bergerak di bidang kuliner. Bagaikan gayung bersambut, aktivitas hutan yang semula didominasi oleh warga setempat untuk berolahraga pagi, menjadi hidup dan lebih ramai oleh masyarakat luas setelah dilengkapi oleh usaha kuliner korban bencana (pelaku relokasi). Pengguna hutan kota semakin ramai dan korban bencana pun semakin bergairah dalam berdagang kuliner sehingga diindikasi mampu melupakan/mengalihkan/self-healing masa lalu bencana yang telah menimpanya. Paper ini bertujuan mempublikasikan semangat indikatif tersebut melalui penelitian yang bertema placemaking dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengamati dan menstrukturkan aktivitas dan peristiwa yang dilakukan Pengguna kuliner sebagai proses self-healing berdasarkan Supportive Environment Theory (SET) yang memiliki 8 indikator. Pertama, adalah serene yang berarti ketenangan. Ketenangan ini tercipta karena tempat aktivitas kuliner berada di lokasi yang jauh dari perkotaan. Kedua adalah nature (alam). Setting relokasi memilki daya tarik alam yang eksotis dan indah sehingga memicu Pengunjung beraktivitas kuliner sambil menikmati alamnya. Ketiga adalah rich in species (keberagaman). Tempat relokasi ini memiliki keberagaman jenis flora dan alam bukit yang kaya fauna. Keempat adalah terciptanya space, yakni tempat yang menyuguhkan suasana baru dengan aktivitas yang hidup berupa kuliner. Kelima, adalah prospect. Ruang hidup ini memiliki prospek dengan vista yang menarik. Keenam adalah refuge (tempat yang aman) karena aktivitas kuliner berada di sekitar perbukitan sehingga dapat dijadikan pelarian/tempat berlindung. Ketujuh adalah bernilai sosial, yaitu tumbuhnya interaksi sosial di antara Pengguna kuliner. Terakhir adalah bernilai budaya, karena ragam kuliner yang disuguhkan menunjukkan lokalitas budaya setempat.
Halaman Belakang Vol 11 No 3 Juni 2022 Christy Vidiyanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Belakang Vol 11 No 3 Juni 2022
ORIENTASI DESAIN BUNGALOW SEHAT DENGAN PENDEKATAN PEMANFAATAN SINAR MATAHARI Studi Kasus: di Desa Rancakalong Kabupaten Sumedang Evananda Nadhira Rahma Pertiwi; Karenina Martha Arafah; Anwar Subkiman
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.003

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis khatulistiwa dengan iklim tropis yang memiliki luas daratan 1.919.440 km² . Daratan tinggi Indonesia banyak dimanfaatkan menjadi lokasi rekreasi hingga dibutuhkan rancangan bungalow yang tidak hanya nyaman dan mempunyai daya tarik dengan memanfaatkan pemandangan alam sekitarnya yang indah, tetapi juga bungalow harus sehat. Sebuah bungalow dirancangan dengan bukaan yang lebar untuk mendapatkan view yang terbaik sekaligus memanfaatkan sinar matahari yang dapat menghasilkan ruangan yang sehat dengan energi yang dimilikinya. Bungalow sebagai fasitas publik harus senantiasa terjaga kebersihannya dengan memenuhi kriteria bangunan/rumah sehat. Sinar matahari memiliki potensi berupa energi iradiasi yang ternyata dapat membunuh kuman dan patogen lain di udara maupun permukaan benda. Potensi sinar matahari ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan desain bungalow yang sehat. Penelitian ini mengambil studi kasus di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Penelitian diawali dengan dengan mendapatkan data geografis; sun path, site, dan iklim yang menjadi parameter simulasi orientasi bungalow yang sehat. Simulasi menggunakan software development andrewmash.com, yaitu dengan 2D Sun Path untuk mendapatkan orientasi bungalow yang tepat sinar matahari mampu menjangkau bagian dalam bungalow secara optimal, sebagai tujuan penelitian ini. Penelitian ini juga menggambarkan bahwa betapa pentingnya penelitian yang intensif untuk mendapatkan konsep desain di tahap awal perancangan, atau disebut design by research. Secar umum, dengan data parameter sun path, site, dan iklim serta analisis simulasi komputer, maka akan didapatkan orientasi bangunan yang tepat sesuai dengan kriteria bangunan yang ramah-lingkungan.
DAMPAK PLTU TERHADAP KONDISI EKONOMI, SOSIAL, DAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM LINGKUNGAN HIDUP DI KECAMATAN JENU Mahardhika Berliandaldo; Tommy Hendrix
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.008

Abstract

Keberadaan PLTU di Kecamatan Jenu yang memiliki sistem pembangkit berkapasitas 2 x 350 MW membutuhkan batubara sebanyak 9600 ton/unit/hari sehingga akan berdampak secara positif dan negatif bagi daerah tersebut. Dampak yang timbul tersebut memiliki asumsi yang berbeda-beda dengan yang ada ditempat lain, khusunya aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rekomendasi dan perbaikan berupa pemantauan dan evaluasi lingkungan hidup khususnya pada aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat di sekitar PLTU. Metode yang digunakan adalah pemantauan dengan menggunakan metode penelitian survei dengan Sampel responden berjumlah 48 orang, yang ditentukan secara purposive di 5 desa di sekitar PLTU dengan menggunakan STATA Analysis, selanjutnya melakukan penelaahan terhadap data literatur, serta Analisis data yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan aspek ekonomi khususnya pada kesempatan kerja, kebutuhan atas SDM atau tenaga kerja dalam operasional PLTU masih sangat terbuka luas bagi masyarakat disekitar PLTU baik itu sebagai pegawai organik maupun pegawai yang direkrut sesuai dengan kebutuhan. Pendapatan masyarakat disekitar PLTU memiliki kecenderungan menurun untuk beberapa jenis pekerjaan, sedangkan untuk jenis pekerjaan yang lain relatif lebih tetap. Jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Tuban, maka semua pendapatan responden ini dibawah UMK, meskipun rendahnya pendapatan masyarakat bukan merupakan dampak turunan langsung dari keberadaan PLTU. Dari aspek sosial, keresahan masyarakat muncul disebabkan oleh terbentuknya persepsi negatif terhadap dampak gangguan yang dirasakan berupa perubahan kualitas udara, perubahan kualitas air, dan kebisingan. Dari aspek kesehatan masyarakat, jenis penyakit yang erat kaitannya dengan keberadaan PLTU yaitu jenis penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan seperti influensi, bronchitis, dan asma yang dimana setiap bulannya dengan persentase 15,8% hingga 26,67%.
COVER VOL 11 NO 3 Christy Vidiyanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVER VOL 11 NO 3
Pengkajian Desain Interior sebagai Media Pembantu Pembelajaran Anak Down Syndrome di Denpasar Gede Aldo Dani Prasetya; Ida Ayu Dyah Maharani; Nyoman Dewi Pebriyani
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.004

Abstract

Down syndrome adalah sebuah bentuk kelainan pada kromosom yang membuat penderitanya mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental. Kromosom anak down syndrome berjumlah 47 buah, dikarenakan pada kromosom 21 mereka tidak sepasang melainkan tiga buah. Menurut narasumber, Anak down syndrome lebih kalem dan lebih mudah untuk diarahkan ketimbang anak dengan gangguan autis. Namun, konsentrasi dan fokus anak down syndrome sangat mudah terganggu melalui cahaya, suara, bau, dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan rancangan ruangan yang dapat membantu anak down syndrome melakukan pengembangan bakat di Rumah Ceria POTADS Bali. Penulis mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu sebagai bahan tolak ukur penulis, seperti penelitian Penelitian Adzara dan Widajanti pada 2016 yang membahas ukuran dan bentuk ruang kelas yang ideal untuk anak down syndrome di kota Tangerang, serta Penelitian Amanda Mulia dan Eunike Kristi pada 2012 yang membahas tentang fasilitas terapi anak down syndrome di Surabaya. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui dan mengambarkan ruangan seperti apa yang dapat membuat anak down syndrome nyaman dalam melakukan pengembangan bakat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Penelitian desriptif kualitatif, bertujuan untuk mengambarkan, melukiskan, menjelaskan, dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti. Perancangan interior untuk anak down syndrome harus sesuai dengan aktivitas yang dilakukan pada ruangan tersebut. Contohnya, ruang terapi dapat mengurangi stimulus untuk anak down syndrome agar mereka dapat fokus, ruang senam dibuat agar anak-anak down syndrome menjadi terstimulus dan gembira, dan ruang kreativitas atau ruang kelas dibuat untuk anak down syndrome dapat tenang dan fokus. Pada penelitian ini, penulis menemukan bahwa ruangan pengembangan bakat pada POTADS Bali dapat dirancangan untuk 1 anak down syndrome dan 1 terapis. Penulis merancang dengan lantai menggunakan bahan kayu/karpet, dinding berwarna putih tanpa ornamen, plafon menggunakan gypsum putih. Semua material yang digunakan sering dilihat oleh anak down syndrome, dan stimulus yang kemungkinan dapat mengganggu anak down syndrome di redam.
EVALUASI ALIRAN UDARA PADA BANGUNAN ASRAMA DIVITRIYA, BERBENTUK ”U” DI YOGYAKARTA Cornelia Hildegardis
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.009

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh bentuk masa bangunan terhadap aliran udara yang terjadi di dalam dan luar bangunan. Salah satunya pada bangunan berbentuk U. Penelitian dilakukan pada salah satu asrama, yang berlokasi di pemukiman padat penduduk di Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi bentuk aliran udara yang masuk ke dalam bangunan, agar dapat mengetahui penghawaan alami yang terjadi terutama pada daerah pemukiman padat penduduk. Untuk mengevaluasi bentuk aliran udara ini dilakukan pengukuran langsung menggunakan thermohygrometer dan anemometer untuk mengetahui suhu, kelembaban udara dan kecepatan angin serta dilanjutkan dengan menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan kondisi tatanan ruang luar seperti jarak dan ketinggian masa bangunan di sekitar bangunan mampu memberikan pengaruh terhadap pergerakan angin yang masuk ke setiap sisi dalam bangunan. Diketahui pula, aliran angin yang masuk ke dalam bangunan dapat membentuk pola sesuai dengan jumlah, arah hadap dan tipe bukaan.
DESAIN LANSKAP JALUR HIJAU KOSAMBI BARU SEBAGAI AREA OLAHRAGA OUTDOOR DAN REKREASI
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.005

Abstract

“Jalur Hijau Kosambi Baru” merupakan ruang terbuka hijau publik yang saat ini belum optimal pemanfaatannya. Hal ini dapat dilihat dari volume kunjungan yang sedikit[a1] , drainase yang buruk, pembagian zonasi yang kurang baik, sarana dan prasarana yang tidak memadai serta penggunaan material lanskap yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain lanskap “Jalur Hijau Kosambi Baru” untuk area olahraga dan rekreasi di Kecamatan Cengkareng dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengidentifikasi persepsi dan preferensi pengguna tapak yang dijadikan pertimbangan dalam pengembangan konsep desain. Berdasarkan analisis preferensi pengguna, diperoleh informasi bahwa desain lanskap yang diharapkan pengguna adalah penataan ruang yang lebih baik, penambahan fasilitas sesuai kebutuhan pengguna, penambahan jenis tanaman berbuah dan berwarna dengan peningkatan kualitas tanah. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirumuskan konsep desain taman instagrammable yang dapat menarik pengunjung untuk beraktivitas di olahraga dan rekreasi. Untuk mengatasi masalah banjir digunakan strategi sistem drainase berkelanjutan memperbaiki sistem drainase fisik dan meningkatkan daya serap tanah melalui kolam retensi dan material perkerasan berpori. Untuk menghadirkan nuansa budaya Betawi pada tapak, setiap elemen desain menggunakan ragam hias budaya Betawi, seperti seni palang pintu, pakaian tari topeng Betawi, dan rumah adat Betawi. [a1]Sedikit itu relatif, jd lebih baik dengan jumlah perkiraan

Page 1 of 2 | Total Record : 13