cover
Contact Name
Benny Nawa Trisna
Contact Email
mathdidactic@stkipbjm.ac.id
Phone
+6282255002263
Journal Mail Official
mathdidactic@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Banjarmasin Sultan Adam Street, Complex H. Iyus Number 18 RT 23, Jingah River, North Banjarmasin, 70121 Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia Telp./Fax: (0511) 4315443
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 24423041     EISSN : 25793977     DOI : https://doi.org/10.33654/math
Core Subject : Education,
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project or literature review in the scope of mathematics education, which includes, but is not limited to the following topics: Realistic Mathematics Education, Design/Development Research in Mathematics Education, PISA Task, Mathematics Ability, ICT in Mathematics Education, Lesson Study for Learning Community, Cooperative Learning Models, Higher-Order Thinking Skills in Mathematics Education, Learning Evaluation, Metacognitive in Mathematics Education, and Ethnomathematics.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Development of interactive mathematic stories (BuCIM) based on dienes theory Alfiani Athma Putri Rosyadi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.678

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana hasil pengembangan buku cerita interaktif matematika dengan teori Dienes pada siswa. Jenis penelitiannya adalah pengembangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan adalah sepuluh siswa TK dengan kategori rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan validasi. Proses pengembangan buku cerita ini meliputi: analisis permasalahan, mengkaji teori, menyusun Dummy, menyusun buku cerita, validasi dan revisi. Hasil validasi dalam kategori baik, kemudian respon siswa dalam kategori sangat baik.
Application of ATI teaching model with Open-Ended approach for mathematics representation ability in terms of autonomy learning Etika Husnul Khairun Nisa; Rika Wahyuni; Rosmaiyadi Rosmaiyadi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan representasi matematis siswa antara model pembelajaran ATI dengan pendekatan Open-Ended, model pembelajaran ATI, dan model pembelajaran langsung; menguji perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah; menguji interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 4 Singkawang. Sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas VIII D, VIII G, dan VIII H. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan representasi matematis siswa antara model pembelajaran ATI dengan pendekatan Open-Ended, model pembelajaran ATI, dan model pembelajaran langsung; ada perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, kemandirian belajar sedang, dan kemandirian belajar rendah; ada interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap kemampuan representasi matematis siswa.
Ability of mathematical problem solving on junior high school students with field dependent cognitive learning style Rosmaiyadi Rosmaiyadi; Nurul Husna
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.917

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan gaya kognitif field dependent, dan faktor yang mempengaruhi kemampuan belajar siswa pada materi Pythagoras. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan didukung oleh instrumen tes, instrumen tes gaya kognitif dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah yang masing-masing berjumlah dua orang. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan langkah reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: kemampuan pemecahan masalah siswa bergaya kognitif field dependent kelompok tinggi berkategori baik, siswa bergaya kognitif field dependent kelompok sedang dan kelompok rendah berkategori kurang baik pada tahap-tahap indikator kemampuan pemecahan masalah, faktor internal yang mempengaruhi kemampuan belajar siswa meliputi ketidakmampuan menemukan konsep, strategi yang tidak tepat, tidak mampu melakukan proses perhitungan dan menyelesaikan masalah, tidak memahami materi dengan baik, kurang paham terhadap konsep pythagoras, malas, serta tidak teliti, sedangkan faktor eksternal meliputi, alokasi waktu, kondisi kelas yang ribut, tidak sungguh-sungguh, bermain-main, dan mengobrol, sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal.
Analysis of mathematical ability to solve PISA questions on quantity content Ernawati Ernawati; Andi Mulawakkan Firdaus
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.921

Abstract

Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui kemampuan matematis dalam menyelesaikan soal PISA pada konten kuantitas pada siswa kelas X SMAN 2 Takalar yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dirancang untuk mengetahui kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA pada konten kuantitas. Data yang diolah adalah data kemampuan matematis siswa yaitu kemampuan penalaran matematis, kemampuan representasi matematis, dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes, dan wawancara. Soal yang digunakan dalam tes mengukur kemampuan matematis adalah soal-soal yang diadaptasi dari PISA yang berjumlah 3 soal. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa subjek dengan kemampuan tinggi memiliki ketiga kemampuan matematis, yaitu kemampuan penalaran matematis, kemampuan representasi matematis, dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Subjek dengan kemampuan sedang hanya memenuhi dua kemampuan matematis, yaitu kemampuan penalaran matematis, dan kemampuan representasi matematis, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematis belum terpenuhi karena Subjek dengan kemampuan sedang mampu mengidentifikasi masalah tetapi kurang mampu merencanakan atau menyelesaikan masalah dan pemeriksaan. Subjek dengan kemampuan rendah hanya memenuhi satu kemampuan matematis yaitu kemampuan penalaran matematis.
Guided discovery learning to improving triangular understanding in blind student Mayang Faulina; Andriyani Andriyani
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.925

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran guided discovery dalam meningkatkan pemahaman siswa tunanetra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Single Subject Research (SSR) A-B. Siswa yang digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Yaketunis Yogyakarta. Pengumpulan data melalui tes, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil pada fase baseline maupun intervensi yang berada pada dua kondisi, yaitu dalam kondisi dan antar kondisi. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil tes pemahaman siswa pada fase baseline dengan skor 43, 41 dan 50 menjadi 80, 83, 81, dan 90 pada fase intervensi. Demikian halnya dengan hasil analisis dalam kondisi yang menunjukkan bahwa fase intervensi memiliki arah kecenderungan arah dan stabilitas yang signifikan lebih meningkat daripada fase baseline. Melalui observasi dan wawancara juga diketahui konsistensi jawaban yang menunjukkan pemahaman konsep sudut siswa sudah terkonstruksi. Dengan pembelajaran guided discovery, siswa tidak hanya sekedar menghafal konsep tapi lebih pada aktivitas belajar bermakna dengan mengonstruksi dan memahami konsep secara mandiri, sehingga hasil belajarnya bertahan lama dalam memori siswa.
Development of learning materials in recurrence relations based on blended learning and wet land environment to increase higher order thinking skill of students Noor Fajriah; Taufiq Hidayanto; Rizki Amalia
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.929

Abstract

Perguruan Tinggi diharapkan dapat menyiapkan sumber daya manusia yang berkompeten dan mampu bersaing di dunia kerja khususnya pada revolusi industri 4.0. Salah satu bentuk jawaban dari tantangan revolusi industri 4.0 dalam praktik pembelajaran di Perguruan tinggi adalah pemanfaatan e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar materi relasi rekurensi berbasis blended learning yang valid dan efektif. Bahan ajar dikembangkan menurut prosedur pengembangan bahan ajar 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pengembangan hanya difokuskan pada tahap Define, Design, dan Develop. Pada tahap develop, ahli yang dilibatkan sebagai validator sebanyak dua orang pada sesi penilaian ahli (expert appraisal). Hasil validasi bahan ajar adalah Va=3,38 dan berskor lebih dari atau sama dengan 2 pada setiap aspek di masing-masing validator, sehingga bahan ajar dinyatakan valid. Setelah bahan ajar divalidasi, bahan ajar diuji keefektifannya dengan melibatkan 42 mahasiswa sebagai subjek pada sesi Uji Pengembangan (Developmental Testing). Hasil uji keefektifannya yaitu Ka=3,30 dan berskor lebih dari atau sama dengan 2 pada setiap aspek di masing-masing subjek uji. Oleh karena itu, bahan ajar dinyatakan efektif.
Analysis of high school students’ problem solving in solving jumping task problems on arithmetic sequences and series Hobri Hobri; Ni Kadek Widyasari; Randi Pratama Murtikusuma
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.952

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemecahan masalah pada siswa SMA dalam menyelesaikan masalah jumping task pada materi barisan dan deret aritmetika. Pemecahan masalah jumping task merupakan gambaran deskripsi tentang bagaimana upaya siswa dalam menyelesaikan masalah jumping task dengan menggunakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak enam siswa dari kelas XI MIPA 5 SMAN 1 Jember. Instrumen yang digunakan adalah tes pemecahan masalah jumping task dan pedoman wawancara. Proses analisis jawaban siswa dalam memecahkan masalah jumping task pada materi barisan dan deret aritmetika berdasarkan tahapan Polya meliputi memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Berdasarkan hasil analisis pemecahan masalah siswa yang dilakukan menggunakan masalah jumping task terlihat bahwa secara umum pada tahap memahami masalah seluruh subjek mampu memahami masalah dengan baik, pada tahap membuat rencana subjek merencanakan cara penyelesaian sudah benar walaupun terdapat beberapa langkah yang tidak ditulis namun langsung muncul dalam pelaksanaan rencana, pada tahap melaksanakan rencana subjek melaksanakan rencana dengan tepat dan berurutan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dan pada tahap memeriksa kembali cara subjek dalam memeriksa kembali jawaban adalah menggunakan data yang telah diperoleh pada tahap melaksanakan rencana kemudian menyamakan dengan data yang diketahui.
Analysis of mathematical understanding on algebraic form material from the aspect of student’s self efficacy Indah Pratiwi Fadmawarni; Maimunah Maimunah; Yenita Roza
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.955

Abstract

Pemahaman matematika dalam pembelajaran perlu mendapat penekanan karena masih banyak siswa yang belum memahami materi matematika. Materi bentuk aljabar merupakan materi yang dianggap sulit bagi siswa khususnya tentang operasi bentuk aljabar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan kemampuan pemahaman matematis tentang materi bentuk aljabar dari aspek Self Efficacy siswa. Penelitian dilakukan di MTs Swasta Al-Munawwarah pada kelas VII-A yang terdiri dari 33 siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes tertulis dan angket. Teknik analisis data menggunakan tiga langkah utama yakni penskoran, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memiliki self efficacy yang tinggi, hal ini terlihat dari terpenuhinya ketiga indikator kemampuan pemahaman matematis. Siswa berkemampuan sedang memiliki self efficacy sedang, hanya mampu memenuhi indikator yang kedua yakni mengaitkan beberapa konsep/prinsip serta menyatakannya dalam simbol matematik. Siswa berkemampuan rendah memiliki self efficacy rendah terlihat dari siswa tidak dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan pemahaman matematis.
Analysis of mathematical communication skill of grade viii students in smp on patterns and row of number Marni Swasti; Maimunah Maimunah; Yenita Roza
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.956

Abstract

Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa SMP masih rendah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi pola dan barisan bilangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 9 siswa kelas VIIIB MTS Nurul Bilad, Rokan Hilir tahun pelajaran 2019/2020 berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kemampuan komunikasi matematis siswa berkemampuan tinggi sudah baik, ditandai dengan terpenuhinya semua indikator yaitu: 1) menggunakan bahasa sendiri untuk menjelaskan solusi dari suatu gambar, 2) menjelaskan solusi dari permasalahan matematika dalam bentuk gambar, 3) menyatakan masalah sehari-hari ke dalam model matematika. Kemampuan komunikasi matematis siswa berkemampuan sedang masih dalam kategori cukup karena siswa hanya memenuhi indikator menggunakan bahasa sendiri untuk menjelaskan solusi dari suatu gambar, dan menyatakan masalah sehari-hari ke dalam model matematika. Sedangkan kemampuan komunikasi matematis siswa berkemampuan rendah masih dalam kategori kurang baik karena hanya mampu memenuhi indikator menggunakan bahasa sendiri untuk menjelaskan solusi dari suatu gambar.
Applying rasch model: Adversity quotient analysis of students in mathematics Fitri Alyani; Raihana Zahra
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.1023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Adversity Quotient siswa dalam pelajaran matematika menggunakan Rasch Model. Populasi dari penelitian ini adalah beberapa siswa SMA Negeri Jakarta, dengan sampel sebanyak 98 siswa kelas 11 salah satu SMA Negeri Jakarta tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan instrumen non-test berupa angket Adversity Quotient yang terdiri dari 39 pernyataan dengan jawaban yang menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban dalam bentuk “sangat tidak setuju”, “tidak setuju”, “netral”, “setuju”, “sangat setuju”. Pembagian kategori Adversity Quotient berdasarkan tipe climbers, campers, dan quitters. Hasil dari penelitian ini bahwa tipe climbers adalah tipe yang paling dominan yang dimiliki siswa berdasarkan hasil penelitiannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10