cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 14 Documents clear
Analisis Beberapa Asam Organik dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Grace Smart Rp 18 5µ Sitorus, Lungguk; Pontoh, Julius; Kamu, Vanda
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9113

Abstract

Metode HPLC fase terbalik dengan kolom Grace Smart RP 18 5µ dapat digunakan untuk memisahkan dan menentukan konsentrasi asam-asam organik. Metode ini diaplikasikan suhu kolom 40 oC dan dideteksi pada panjang gelombang 210 nm dengan kalium dihidrogenfosfat (pH 2,8) sebagai fase gerak. Metode ini telah digunakan untuk menentukan asam-asam organik seperti asam malat, asam askorbat, asam laktat, asam asetat, asam sitrat, asam piroglutamat, dan asam fumarat.Reverse phase HPLC method using Grace smart RP 18 5µ can used to separating and calculating concentration of organic acid. This method did on 40 0C column temperature and detected on wavelength 210 nm with potassium dihydrogen phosphate (pH 2.8) as mobile phase. Determining of organic acids such as malic acid, ascorbic acid, lactic acid, acetic acid, citric acid, pyroglutamic acid and fumaric acid.
Simulasi Penjalaran Tsunami Di Beberapa Pantai Di Sulawesi Utara Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Pandey, Fhandy; Pasau, Guntur; Tongkukut, Seni H. J.
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.7977

Abstract

Daerah pantai utara wilayah Sulawesi Utara merupakan kawasan pesisir yang memiliki kepadatan penduduk cukup besar. Sebelah utara laut Sulawesi atau selatan Filipina berdasarkan data NOAA pernah mengalami 5 kejadian tsunami akibat gempabumi. Gempabumi yang menimbulkan tsunami ini berpotensi terulang kembali pada waktu yang akan datang. Penelitian ini bertujuan mengsimulasikan kejadian tsunami untuk mengetahui waktu tiba dan tinggi gelombang tsunami jika gempabumi tersebut kembali terjadi. Simulasi dilakukan dengan memakai software WinITDB. Jika koordinat sumber tsunami, koordinat daerah yang akan diterjang tsunami, panjang patahan, lebar patahan, deformasi dasar laut diketahui maka waktu tiba gelombang tsunami dan tinggi gelombang tsunami dapat diketahui. Dihasilkan bahwa pantai Kaidipang, Bintauna, Lolak, Poigar, Amurang, Tombariri, Manado, Siau Barat dan Tahuna termasuk dalam klasifikasi tsunami sangat berbahaya dengan tinggi H  ≥ 3 meter. Satu-satunya pantai yang termasuk dalam klasifikasi tsunami hanya bahaya yaitu  pantai Beo dengan tinggi 2,3 meter.The northern shore of North Sulawesi is a coastal area with high population density. The north of Sulawesi Sea or the South Philippines Sea, according to NOAA’s data experienced 5 tsunamis caused by earthquake. This earthquake has the potential to occur again in the future. The purpose of this study is to simulate tsunami in order to be able to predict its arrival time and the height of the tsunami wave when the earthquake happens. The simulation was performed using WinITDB software. If the coordinates of the tsunami source, impact zone, length of fracture, width of fracture, and sea floor deformation are known, the arrival time and the wave height of the tsunami can be determined. It is found that Kaidipang seashore, Bintauna, Lolak, Poigar, Amurang, Tombariri, Manado, West Siau and Tahuna are classified as dangerous tsunami zones with potential heights of H > 3. The only seashore that is classified as tsunami hazard is in the height of 1,5 < H < 3.
Karakterisasi dan Aktivitas Antioksidan Tepung Sagu Baruk (Arenga microcarpha) Tarigan, Elisa Putri; Momuat, Lidya Irma; Suryanto, Edi
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9036

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik kimia tepung sagu baruk yang mengandung senyawa fitokimia dan mempelajari aktivitas antioksidan dari ekstrak tepung sagu baruk. Tepung sagu baruk diekstrak dengan pelarut etanol 50% dengan cara maserasi selama 24 jam. Setelah itu, tepung sagu diuji  proksimat, ekstrak dianalisis kandungan fitokimia fenolik, flavonoid dan tanin terkondensasi. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan radikal bebas DPPH dan daya reduksi dengan spektrofotometer UV/Vis. Hasil penelitian menunjukkan pada pengujian proksimat bahwa tepung tepung sagu baruk memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia, tetapi berbeda dengan kadar serat kasar. Total kandungan fenolik dan flavonoid  menunjukkan bahwa tepung sagu akuades (SA) lebih tinggi daripada tepung sagu komersial (TSBK). Hasil radikal bebas sagu tepung sagu SA lebih tinggi dari TSBK sama halnya dengan kemampuan daya reduksi SA jauh lebih tinggi dari TSBK. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung sagu baruk memiliki kandungan fitokimia fenolik dan flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan.Objectives of this research were to study the chemical characteristics of sago baruk flour containing phytochemicals and antioxidant activity of sago baruk flour extract. Sago baruk flour was extracted with 50% ethanol by maceration for 24 hours. Afterward, sago flour was tested for proximate and the extract was analyzed for phenolic, flavonoids, and condensed tanin. DPPH free radical was used to examine antioxidant activity and spectrophotometry method was used to determine the reduction ability. The result for proximate test showed that sago flour extract meets Indonesian Nasional Standard requirements. Total phenolic and flavonoid contents in the flour extracted with aquadest (SA) were higher than that in commercial flour (TSBK). Free radical scavenging activity of sago flour SA was higher than that of TSBK, as well as the reduction ability of SA that was much higher than of TSBK. It was concluded that sago baruk flour possess phytochemical content of phenolic and flavonoid which were potential as antioxidant.
Analisis Fisika-Kimia Air Sumur Di Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Kecamatan Tuminting Manado Tambunan, Martin Aprilino; Abidjulu, Jemmy; Wuntu, Audy
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9114

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas fisika-kimia air sumur di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) kecamatan Tuminting, Manado secara kualitatif dan kuantitatif. Kajian yang dilakukan meliputi parameter fisika yaitu penentuan pH, bau, rasa, warna, kekeruhan dan total padatan terlarut (TDT) serta parameter kimia yaitu penentuan nitrat, nitrit, klorida, sulfat, besi dan mangan. Berdasarkan hasil pengujian parameter fisika pada 4 titik pengambilan air ada beberapa titik pengambilan sampel yang tidak sesuai dengan syarat baku mutu kualitas air yaitu tidak berbau dan berasa serta memiliki rentang pH 6,5-9,2 dan memiliki nilai maksimal untuk warna 50, kekeruhan 25, dan TDT 1500. Begitu juga untuk parameter kimia ada beberapa titik pengambilan sampel yang tidak sesuai dengan syarat baku mutu kualitas air yaitu memiliki nilai maksimal untuk klorida 600 mg/L, nitrat 10 mg/L, nitrit 1 mg/L, besi 1 mg/L, mangan 0,5 m/L dan sulfat 400 mg/L.A research on the physico-chemical quality of the well water in the landfill (TPA) district Tuminting, Manado has been done. The study includedphysical parameters, namely pH, odor, taste, color, turbidity and total dissolved solids (TDS) and chemical parameters, namely nitrate, nitrite, chloride, sulphate, iron and manganese. Among the four sampling sites, some sites did not meet the water quality standard based on some physical parameters, those are odorless and tasteless, pH range of 6.5 to 9.2 and maximum value of 50 for color, 25 for turbidity, and 1500 for TDS. Likewise, for chemical parameters, several sampling points are not in accordance with the terms of water quality standard, those aremaximum value of 600 mg/Lfor chlorides, 10 mg/L for nitrate, 1 mg/L for nitrite, 1 mg/L for iron, 0.5 m/L for manganese and 400 mg/L for sulphate.
Persamaan Diophantine Tipe Ramanujan-Nagell x2 = yn + 2185 Mananohas, Mans L.
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.8456

Abstract

Dalam tulisannya di tahun 2014, Ulas mengajukan sebuah konjektur mengenai solusi bilangan bulat positif dari persamaan Ramanujan-Nagell x2 = yn + 2185. Di sini penulis termotivasi untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai konjektur tersebut. Setelah dilakukan penelitian penulis berhasil membuktikan bahwa untuk kasus n bilangan genap solusinya adalah (x,y,n) = (59,6,4) dan (x,y,n) = (221,6,6), sementara untuk kasus n = 3 dengan x genap terbukti hanya terdapat satu pasangan solusi persamaan (x,y) = (248,39). Akan tetapi, untuk kasus n = 3 dengan x bilangan ganjil diatas belum diperoleh hasil yang memuaskan sehingga sangat perlu dilakukan penelitian lanjutan.On his paper in 2014, Ulas suggests a conjecture about positive integer solutions of equation Ramanujan-Nagell x2 = yn + 2185. In this paper, writer is motivated to conduct advanced research about the conjecture. In this research, writer has successfully proven that in case of n equals even number, the solutions are (x,y,n) = (59,6,4) dan (x,y,n) = (221,6,6), while in case of n = 3 with x is even number, it is proven that there is only one pair solution, that is (x,y) = (248,39). However, for n = 3 case with x is odd number, the satisfied result is not found yet, so the further research has to be done.
Analisis Fenolik Jerami Padi (Oryza Sativa) pada Berbagai Pelarut Sebagai Biosensitizer untuk Fotoreduksi Besi Rorong, Johnly Alfreds
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.10430

Abstract

Telah dilakukan analisis fenolik dalam Jerami Padi (Oryza sativa). Penelitian ini dilakukan beberapa tahap, meliputi : persiapan sampel; ekstraksi maserasi selama 1 x 24 jam dengan berbagai pelarut: akuades,  metanol,  etanol dan petroleum eter;  dievaporasi selama 1 jam dan dianalisis senyawa fenolik secara kualitatif menggunakan reagen Folin Ciocalteu 50% menghasilkan  ekstrak akuades (EA); ekstrak metanol (EM); ekstrak etanol (EE) dan ekstrak petroleum eter (EPE), selanjutnya dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri ultra violet visible (UV-Vis) pada panjang gelombang 750 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolik pada ekstrak jerami padi (JP), dengan berbagai pelarut:  akuades;  metanol 40; 60 dan 80%;  etanol 25; 50; 75 dan 100%; petroleum eter,  secara berturut-turut,  sebesar : 1,285; 2,39; 2,72; 2,59; 1,406; 1,470; 1,501 2,996 dan 1,177 mg as. galat/L ekstrak sampel. Konsentrasi fenolik pada reaksi fotoreduksi besi dengan sinar UV dalam kotak cahaya menghasilkan ekstrak JP tertinggi terdapat pada ekstrak EM-60%, sebesar 2,725  mg as. galat/L ekstrak sampel, sedangkan konsentrasi Fe+2 tertinggi yang terbentuk pada reaksi fotoreduksi besi ekstrak JP dengan pelarut metanol 60% sebesar 34,50 mg/L ekstrak sampel. Kandungan fenolik tertinggi terdapat pada ekstrak  EE-100%, diikuti EM-60% dan terendah terdapat pada ekstrak  EPE. Hal  ini disebabkan senyawa fenolik bersifat semi polar dapat larut sempurna pada pelarut etanol bersifat polar sedangkan pelarut petroleum eter bersifat tidak polar. Reaksi fotoreduksi besi dalam kotak cahaya UV diperoleh ekstrak JP tertinggi pada EM-60% dan konsentrasi Fe+2 tertinggi terdapat pada EM-60%. Hal ini disebabkan ekstrak EM-60% berpotensi sebagai biosensitizer terbaik bila dibandingkan dengan pelarut yang lain.An analysis of fenolics contained in straw (Oryza sativa) has been done. The research was performed in several steps, those were sample preparation employing aquadest, methanol, ethanol, and petroleum ether, evaporation of the extracts, qualitative analysis using Folin Ciocalteu 50%, and quantitative analysis using UV-vis spectrophotometry method at 750 nm. The results showed that aquadest, 40, 60, and 80% methanol, 25, 50, 75, and 100% ethanol, and petroleum ether generated fenolics concentrations of 1.285, 2.39, 2.72, 2.59, 1.406, 1.470, 1.501, 2.996, and 1.177 mg gallic acid/L, recpectively. Extract of 60% methanol gave the highest value of photoreduction and subsequently produced highest concentration of Fe2+ which was 34.50 mg/L.
Barcode DNA Edelweis (Anaphalis javanica) Berdasarkan Gen matK Rahalus, Muzakir; Kumaunang, Maureen; Wuntu, Audy; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9037

Abstract

DNA barcode merupakan metode identifikasi organisme hidup dengan menggunakan urutan DNA pendek (± 500 pasang basa). Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh barcode DNA Edelweis dan menganalisis kemiripan gen matK Edelweis (Anaphalis javanica) dengan kerabat terdekatnya. Isolasi DNA total Edelweis berhasil dilakukan dengan menggunakan  manual prosedur dari InnuPrep Plant DNA Kit yang dimodifikasi. Gen matK parsial telah diisolasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan Primer forward matK-1RKIM-f dan Primer Reverse matK-3FKIM-r. Hasil analisis sekuens menghasilkan barcode DNA edelweis berukuran 843 bp. Hasil analisis kemiripan menunjukkan tingkat kekerabatan terdekat dengan A. margaritaceae yaitu 99.86% pada BOLD System dan 100 % pada NCBI.DNA barcode is a method to identify living organism by using several short sequences of DNA (± 500 base pairs). The purpose of this study was to obtain a DNA barcode and analyze the similarity of matK genes of edelweis (Anaphalis javanica) with its closest relatives. Isolation of total DNA of edelweis has been succesfully done by using modified manual procedures of InnuPrep Plant Kit. matK partial gene has been isolated by the method of Polymerase Chain Reaction (PCR) using forward primer MATK-1RKIM-f and reverse primer MATK-3FKIM-r. Analysis of DNA sequences of edelweis confirmed its DNA barcode size was 843 bp. Furthermore, A. javanica showed similarity 99.86% in BOLD system and 100% in NCBI with A. margaritaceae.
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Benalu Langsat (Dendrophthoe petandra (L) Miq) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) LC50 Wongkar, Jhon Smith; Runtuwene, Max R. J.; Abidjulu, Jemmy
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9132

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang toksisitas daun benalu langsat (Dendrophthoe petandra) dengan metode Brine Shrimp Letality Test (BSLT). Metode ini menggunakan etanol sebagai pelarut untuk mengekstrak daun benalu langsat dan udang Artemia salina sebagai organisme uji serta dilakukan pada suhu 25-30 0C. Sampel benalu langsat yang di uji didapatkan dari Desa Kali Selatan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa Sulawesi utara. Penentuan toksisitas dari ekstrak etanol daun benalu langsat menggunakan konsentrasi 500, 100, 20, 10, dan 1 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi yang diberikan maka sifat toksisitas ekstrak daun benalu langsat juga akan semakin besar dengan nilai LC50 sebesar 0,561.A research on toxicity of benalu langsat (Dendrophthoe petandra) leaf by using Brine Shrimp Letality Test (BSLT) method has been done. This method using ethanol as solvent to extract benalu langsat leaf and shrimp Artemia salina as experimental organism at 25-30 oC. Benalu langsat leaf was obtained from village South Kali district Pineleng, Minahasa North Sulawesi. Toxicity examination used 500, 100, 20, 10, dan 1 ppm ethanol extract of benalu langsat leaf. The results showed that the higher the concentration of the extract, the higher the toxic effect shown with LC50 value of 0.561.
Isolasi dan Karakterisasi Barcode DNA Tanaman Nusa indah putih (Mussaenda frondosa) Berdasarkan Gen matK Damanis, Jein; Momuat, Lidya Irma; Sangi, Meiske S.; Kumaunang, Maureen
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.8527

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan urutan nukleotida dari barcode DNA tanaman Nusa indah putih berdasarkan gen matK dan mengkarakterisasi matK tanaman nusa indah putih dengan analisis in-silico. Isolasi DNA dari tanaman Nusa indah putih telah dilakukan berdasarkan manual prosedur dari InnuPrep Plant DNA kit yang dilanjutkan dengan amplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer forward matK-1RKIM-f dan primer reverse matK-3FKIM-r kemudian dielektroforesis dan disekuensing. Sekuensing tanaman  Nusa  indah  putih  menghasilkan  kromatogram  yang  berkualitas  tinggi, dengan panjang sekuens 843 bp. Hasil Analisis in-silico menunjukan matK tanaman nusa indah putih bersifat basa, stabil, dan berinteraksi baik dengan air.A study to determine the nucleotide sequence of the DNA barcode Nusa indah putih plants based on gene matK and to characterize the matK of Nusa indah putih plant using in-silico analysis had been done. Isolation of DNA from Nusa indah putih plant was conducted by manual procedures of InnuPrep Plant DNA kit, followed by amplification using Polymerase Chain Reaction (PCR) method using matK-1RKIM-f as forward primer and matK-3FKIM-r as reverse primer then electrophoresis and sequenced. Nusa indah putih plants sequencing produced a high-quality chromatogram produce, with a length of 843 bp sequences. Results of in-silico analysis showed that matK Nusa indah putih plant is a base, stable, and well-interacted with water.
Aktivitas Fotokatalitik TiO2 – Karbon Aktif dan TiO2 – Zeolit pada Fotodegradasi Zat Warna Remazol Yellow Poluakan, Michelle; Wuntu, Audy; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9038

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas fotokatalitik dari modifikasi katalis dan adsorben TiO2 – karbon aktif dan TiO2 – zeolit pada degradasi zat warna remazol yellow. Penelitian ini menggunakan metode fotodegradasi dengan iradiasi sinar UV. Zeolit sintetis dibuat dari campuran larutan silikat dan larutan aluminat dan karbon aktif yang digunakan adalah arang komersil. Sintesis TiO2 – zeolit dibuat dengan melarutkan TiO2 dan zeolit dalam etanol absolut 99% kemudian dikalsinasi. Sintesis TiO2 – karbon aktif dilakukan dengan cara sonifikasi. Selanjutnya proses fotodegradasi oleh sinar UV terhadap remazol yellow yang dibuat dengan variasi konsentrasi 2, 4, 6, 8, 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TiO2 – karbon aktif mendegradasi remazol yellow dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan TiO2 – zeolit. Persentasi remazol yellow terdegradasi oleh TiO2 – zeolit yang tertinggi sebesar 83% pada konsentrasi awal 20 ppm dan untuk TiO2 – karbon aktif mampu mendegradasi sampai 95% pada konsentrasi awal 30 ppm.A research has been conducted to determine photocatalytic activities of photocatalyst and adsorbent modifications of TiO2 - Activated Carbon (TiO2-AC) and TiO2 - Zeolite . This study was done using photodegradation methode by UV light irradiation. Synthetic zeolite was made from mixture of silicat solution and aluminat solution and activated carbon used was obtained from commercial charcoal. The synthesis of TiO2 – zeolite was made by dissolving TiO2 and zeolite in absolute ethanol 99% and then calcinated. The synthesis of TiO2 – activated carbon was made by sonification. The following process was photodegradation by UV light irradiation on remazol yellow dye with various concentration of 2, 4, 6, 8, 10, 20, 30, 40, and 50 ppm. The results showed that TiO2-AC was capable of degradating remazol yellow more than TiO2 – Zeolite could do. The highest percentage of remazol yellow degradated by TiO2 – Zeolite was 83% on initial concentration of 20 ppm, whereas TiO2-AC could do 95% on initial concentration of 30 ppm.

Page 1 of 2 | Total Record : 14