cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017)" : 15 Documents clear
Distribusi Dan Diversitas Serangga Tanah Di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa Sulawesi Utara Basna, Mailani; Koneri, Roni; Papu, Adelfia
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16082

Abstract

Serangga tanah merupakan jenis dari serangga yang seluruh atau sebagian hidupnya berada di tanah. Serangga tanah berperan penting dalam ekosistem yaitu membantu proses pelapukan bahan organik dan keberadaan serta aktivitasnya berpengaruh positif terhadap sifat kimia fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi dan diversitas serangga tanah di Gunung Tumpa, Sulawesi Utara. Lokasi pengambilan sampel terdiri dari tiga tipe habitat yaitu, hutan primer, hutan sekunder dan lahan perkebunan. Teknik pengambilan sampel menggunakan perangkap sumuran (Pitfall trap). Hasil penelitian  ditemukan serangga tanah sebanyak 10 ordo, 23 famili, 28 genus, 33 morfospesies dan 21100 individu.  Ordo Hymenoptera didominasi oleh famili Formicidae. Pola distribusi serangga tanah di Gunung Tumpa berkelompok. Indeks diversitas spesies di Gunung Tumpa tergolong sedang (H = 2,62). Kelimpahan spesies dan indeks diversitas spesies serangga tanah tertinggi ditemukan pada hutan primer, sedangkan yang terendah pada lahan perkebunan dan hutan sekunder.Soil Insects is a type of insect that all or part of his life was on the ground. Soil insects plays an important role in the ecosystem that is helping the process of weathering and the presence of organic matter as well as its activities towards the positive effect of physical chemical properties of the soil. This research aims to identify, examine the distribution and diversity of insects land on Mount Tumpa, North Sulawesi. Location of sampling consists of three types of habitat i.e., primary forest, secondary forest and plantations. The technique of sampling using Pitfall trap. Results of the study found as many as 10 soil insect orders, 23 families, 28 genera, 33 morfospesies and 21100 individuals. The order of Hymenoptera is dominated by the Formicidae. The pattern of soil insect distribution in Gunung Tumpa is clumped. Index of species diversity in Mt. Tumpa belongs to moderate (H = 2.62). The highest abudance and diversity index of soil insect species were found in primary forest, while the lowest was on plantation and secondary forest.
Simulasi Penjalaran Gelombang Tsunami di Pesisir Pantai Utara Pulau Halmahera Sangkoy, Fanya; Pasau, Guntur; Tamuntuan, Gerald
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16159

Abstract

Telah dilakukan simulasi penjalaran gelombang tsunami di pesisir pantai utara pulau Halmahera. Lokasi penelitian berada pada kooordinat   -  LU dan -  BT. Metode penelitian meliputi: mengumpulkan data gempa tektonik dari NOAA, melakukan perhitungan panjang patahan, lebar patahan, dan deformasi dasar laut, melakukan simulasi dengan software WinITDB. Hasil simulasi dalam bentuk grafik tinggi gelombang dan waktu tiba gelombang tsunami. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan, salah satu wilayah yang masuk dalam klasifikasi sangat berbahaya adalah Wayamli karena tinggi maksimum gelombang tsunami 3 m.A simulation of tsunami wave transmission on the north coast of Halmahera Island has been done. The research coordiantes are at -  north latitude and -  east longitude. Research method covers these: collecting tectonic earthquake data from NOAA, calculating the length and width of the fracture and the seafloor deformation, and carrying the simulation out using winTDB software. The simulation result is presented in the form of maximum height graph and arrival time of tsunami wave. According to the simulation’s result that has been done, one of the regions that classified as highly-dangerous is Wayamli, since its maximum waveheight is 3 m
Identifikasi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Dipol-Dipol Di Masjid Kampus Universitas Sam Ratulangi Gijoha, Ofvelia Thrisha; As’ari, As’ari; Pasau, Guntur
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.15946

Abstract

Telah dilakukan penelitian akuifer air tanah berdasarkan resistivitas batuan bawah permukaan. Eksplorasi geofisika menggunakan metode tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol dengan pengkuran dengan 5 lintasan pengukuran. Data setiap lintasan diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV, pada setiap lintasan mempunyai 609 buah data. Teridentifikasi akuifer air tanah dengan resistivitas ρ ≤ 7,16 Ωm. Akuifer potensial terdapat pada lintasan 1 di lokasi Masjid bagian Timur dengan kedalaman 0-15 m, pada lintasan 3 pada jarak 40 m disebelah Selatan Masjid dan lintasan 4 pada jarak 5 m selatan Masjid bagian Barat dengan kedalaman 14-18 m.A research on groundwater aquifer has been done according to subsurface rocks resistivity, the exploration using specific resistivity method of dipole-dipole configuration by measuring on 5 lanes. The data on each lane was processed using RES2DINV software, where each lane consisted of 609 data. The identified groundwater aquifer has a resistivity of ρ ≤ 7,16 Ωm. Potential aquifer are on line 1 which located eastward from the Mosque with a depth of 0-15 m, on line 3 with a range of 40 m southward from the Mosque, and on line 4 with a range ofnm westward from the southern side of the Mosque with a depth of 14-18 m.
Biodiversitas Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Kampus Universitas Sam Ratulangi Rumanasari, Ratih Dwi; Saroyo, Saroyo; Katili, Deidy Y.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16153

Abstract

Burung merupakan salah satu hewan yang memiliki kaitan erat dengan kehidupan manusia sejak dahulu kala. Fungsi ekologis burung yaitu sebagai penyebar biji dan penyerbuk alami. Burung juga dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan serta sebagai hewan peliharaan, bahkan burung juga turut berperan dalam berbagai budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat biodiversitas burung di daerah Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dilaksanakan pada bulan Desember 2016-Maret 2017. Berdasarkan hasil penelitian terdapat sembilan jenis yang ditemukan yaitu, Butorides striatus, Collocalia esculenta, Passer montanus, Pycnonotus aurigaster, Geopelia striata, Gallirallus torquatus, Hirundo tahitica, Nectarinia jugularis, dan Halcyon chloris. Burung yang paling banyak ditemukan adalah Collocalia esculenta dan yang paling sedikit adalah Butorides striatus. Indeks keanekaragaman dari burung yang diamati termasuk dalam kategori sedang melimpah yaitu, 1,638.Bird is one of the animals that has a closed relationship with human life since a long time ago. The ecological functions of birds are as natural seed dispersers and pollinators. Birds are also used by humans as food material and as a pet, even birds also play a role in various cultures of society. This study aims to determine the level of bird biodiversity in the area of University of Sam Ratulangi Manado based on Shannon-Wiener index value. This study used purposive sampling method conducted in December 2016-March 2017. Based on the results of the study there were nine species found, namely Butorides striatus, Collocalia esculenta, Passer montanus, Pycnonotus aurigaster, Geopelia striata, Gallirallus torquatus, Hirundo tahitica, Nectarinia jugularis, and Halcyon chloris. The most bird that commonly found is Collocalia esculenta and the fewest is Butorides striatus. The index diversity value of birds is 1,638 that belongs to abundant category.
Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Euphorbiaceae Anu, Oktarin; Rampe, Henny L.; Pelealu, Johanis J.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16160

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan struktur sel epidermis dan stomata pada beberapa tumbuhan anggota Suku Euphorbiaceae yang merupakan anggota marga Codiaeum, Euphorbia dan Jatropha. Metode deskriptif komparatif digunakan untuk menggambarkan struktur sel epidemis dan stomata daun puring, pakis giwang dan jarak pagar berdasarkan pengamatan irisan memanjang sel-sel epidermis pada permukaan bawah daun dengan menggunakan mikroskop Olympus tipe 11067 dan Optilab Advance tipe 2.2. Hasil penelitian menunjukan adanya variasi struktur sel epidermis. Stomata berbentuk ginjal tipe parasitik. Arah membuka sel penutup sejajar terhadap sel tetangga. Rata-rata jumlah sel epidermis daun puring 33,33, pakis giwang 36,33 dan jarak pagar 48,66 sedangkan rata-rata jumlah stomata puring 6,0, pakis giwang 3,0 dan jarak pagar 8,3. Jarak antar stomata dengan kisaran pada daun puring 114,47 µm - 1087,49 µm, pakis giwang 360 µm - 900,99 µm dan jarak pagar 65 µm - 939,66 µm. Panjang sel epidermis dengan kisaran pada daun puring 90,25 μm - 379,16, pakis giwang 36,70 μm - 563,41 μm dan jarak pagar 65,19 μm - 387,75 μm. Panjang stomata dengan kisaran pada daun puring 105,41 μm - 150,56 μm, pakis giwang 76,74 μm  - 108,45 μm dan jarak pagar 85,37 μm - 135,90 μm.A study has been conducted to determine the structure of epidermal cells and stomata in some plants belonging to the Euphorbiaceae Families who are members of the clans of Codiaeum, Euphorbia and Jatropha. The comparative descrpitive method is used to describe the structure of epidermis cell and stomata of promegranate stems, fern studs, and jatropha based on observations of longitudinal slices of epidermal celss on the lower surface of the leaves using Olympus type 1106 and  Optylab Advance type 2.2 microscopes. The result showed the existence of variation of epidermal cell structure. Parasitic stomata-shaped stomata. Direction opens the cell cover parallel to the neighboring cell. The average number of epidermal cell leaves of puring 33.33, 36,33 pinnacle ferns, and jatropha curcas 48.66, while the average number of stomata puring 6.0, 3.0 pinnacle ferns, and jatropha 8.3. The distance between stomata with the range on the leaves of puring 114,47 μm- 1087,49 μm, the pinnacle fern of 360 μm- 900,99 μm, and the distance of jatropha 65 μm- 939,66 μm. The length of the epidermal cell with a range of leaves of puring 90,25 μm- 379,16 μm, 36,70 μm- 563,41 μm pinnacle ferns, and Jatropha curcas 65,19 μm- 387,75 μm. The length of stomata with the range on the leaves of puring 105,41 μm- 150,56 μm, pinnecle ferns 76,74 μm- 108,45 μm, and jatropha 85,37 μm- 135,90 μm.
Pengembangan Purwarupa Node Multi Sensor Pemantau Parameter Cuaca Berbasis Mikrokontroler Mosey, Handy Indra Regain
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.15974

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk membuat purwarupa node multi sensor yang dapat digunakan sebagai pemantau parameter cuaca. Informasi kondisi cuaca secara local sekarang ini dirasakan cukup penting untuk diketahui secepatnya untuk mendukung bidang ilmu lain yang berkaitan dengannya. Dalam penelitian ini telah berhasil dibuat node multi sensor dengan menggunakan beberapa sensor sekaligus yaitu sensor tekanan, sensor cahaya, sensor hujan, sensor suhu dan mikrokontroler sebagai pengendali. Data yang didapat dari pembacaan node kemudian dibandingkan dengan data dari aplikasi pemantau cuaca daring. Dari hasil perbandingan data, didapatkan margin error pembacaan node sensor dengan nilai yang sangat baik dengan rentang nilai dari 3,17% - 0,001%.Research had been done to develop a multi sensor which can be uses as weather parameter monitoring. Nowadays, knowing the information of the weather condition locally as quickly as possible are considered very important to support other areas. In this research has been successfully built a multi sensor node in which pressure sensor, light sensor, raindrop sensor, temperature sensor are attached to a microcontroller to control the behavior of the sensors. Data collected by sensor node then compared with the data read by two online application for weather. Data comparison shows good degree of accuracy with margin of error value of 3,17% - 0,001% in interval.
Deskripsi Jenis-Jenis Kontaminan Dari Kultur Kalus Catharanthus roseus (L.) G. Donnaman Oratmangun, Kristina M.; Pandiangan, Dingse; Kandou, Febby E.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16154

Abstract

Penelitian deskripsi jenis-jenis kontaminan dari kultur kalus Catharanthus roseus telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kontaminan yang terdapat pada kultur kalus C.roseus. Penelitian ini dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilakukan kultur kalus C. roseus. Kultur kalus menggunakan media MS (Murashige dan Skoog) dengan zpt 2,4 D 2 mg/L dan kinetin 0,2 mg/L. Tahap kedua dilakukan pengamatan kultur kalus yang mengalami kontaminasi. Kontaminan-kontaminan yang sama secara kasat mata dikelompokan menjadi satu kelompok. Setiap kelompok yang sama diamati lebih lanjut dibawah mikroskop. Penentuan jenis kontaminan dibandingkan dengan morfologi dari Pustaka (rujukan). Pengamatan kontaminan dilakukan mulai dari pembuatan media, inokulasi, subkultur kalus C.roseus. Pengamatan dilakukan dengan 3 botol kontaminan dari setiap kelompok. Hasil yang diperoleh adalah kontaminan kultur kalus C. roseus sekitar 40 %. Jenis kontaminan yang diamati umumnya golongan jamur. Jenis-jenis kontaminan kultur kalus C. roseus adalah Rhizopus, Mucor, Aspergillus, dan Sacharomyces.Research description of the types of contaminant for cultured callus Catharanthus roseus  has been done. This research aimed describe the types of contaminant found in the cultured kalus C. roseus. This research is carried out in two stages. The first stage in callus culture C. roseus using media MS (Murashige and Skoog) with zpt 2,4 D mg/L and kinetin 0,2 mg/L. The second stage in the observation of contaminated callus culture. The same of contaminants are visible into one group. Each of the same group was observed further under a microscope. Determining the types of contaminant in comparison with reference from the literature. Observation are starting from media or inoculation, subcallus culture C. roseus. Observation  done by taking 3 bottles of contaminat from each group then observed for 7 days. The result  obtained are culture contaminants C. roseus about 40 %. The types of contaminant observed are generally of fungi. The types of contaminant callus culture C. roseus are Rhizopus, Mucor, Aspergillus, and Sacharomyces.
Penentuan Frekuensi Natural Dan Arah Pergerakan Gelombang (Studi Kasus: Jembatan Soekarno Hatta Kota Malang) Maulidiya, Siti; Rusli, Rusli
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.15222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai frekuensi natural dan arah pergerakan gelombang dari jembatan Soekarno Hatta kota Malang. Perekaman  data penelitian  menggunakan seismometer portable tipe TDL 303 S (3 komponen) dengan delapan titik pengukuran di sepanjang sisi jembatan. Data hasil perekaman tersebut diolah dengan menggunakan software Geopsy. Analisa data yang digunakan merupakan analisa HVSR dan analisa Particle motion. Analisa HVSR  menghasilkan nilai frekuensi dominan dan amplifikasi gelombang. Analisa particle motion menghasilkan plot arah pergerakan gelombang. Berdasarkan analisa data yang dilakukan disimpulkan bahwa nilai frekuensi dominan/frekuensi natural (f0) dari jembatan  yaitu berkisar 0,62 sampai 4,34 Hz yang menunjukkan bahwa jembatan sudah tidak layak digunakan sebagai sarana transportasi.  Analisa particle motion secara kuantitatif menunjukkan arah pergerakan gelombang ke segala arah baik secara vertikal ataupun secara NS-EWThis study aims to determine natural frequency value of wave and its direction of movement of the bridge Soekarno Hatta town of Malang. Research data using a seismograph recording portable type TDL 303 S (3 components) with an eight-point measurement along the side of the bridge. Its results were processed using the software Geopsy.  Analysis of the data used is the HVSR analysis and analysis of Particle motion.  HVSR analysis showes values ​​dominant frequency and wave amplification. Analysis of particle motion generates the plot direction of wave propagation. Based on the data analysis it can be concluded that the dominant frequency value/natural frequency (f0) of the bridge is ranged from 0,62 to 4,34 Hz which indicates that the bridge is not feasible to use as a means of transportation.  Analysis of particle motion quantitatively indicate direction movement of the waves in all directions either vertically or NS-EW.
Prediksi Harga Tutup Saham PT. Garuda Indonesia,Tbk Menggunakan Metode ARIMA Lusikooy, Johanes; Nainggolan, Nelson; Titaley, Julia
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16174

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan model ARIMA dalam memprediksi harga tutup saham PT. Garuda Indonesia,Tbk. 25 Oktober 2016 sampai 7 November 2016. Penelitian ini menggunakan data harga tutup saham PT. Garuda Indonesia,Tbk. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari website perusahaan PT. Garuda Indonesia,Tbk. sejak 1 Januari 2013 sampai 24 Oktober 2016.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa data 1 Januari 2013 sampai 24 oktober 2016 dapat digunakan untuk memprediksi harga tutup saham 25 oktober 2016 sampai dengan 7 November 2016. Hasilnya model ARIMA untuk harga tutup saham adalah ARIMA (3,1,3) yang dapat digunakan untuk memprediksi data 25 oktober 2016 sampai dengan 7 November 2016muaThe purpose of this research is to applying model of ARIMA to predict stock closing price of PT.Garuda Indonesia,Tbk. in 25 October 2016 until 7 November 2016. The research use data of stock closing price daily of PT. Garuda Indonesia,Tbk. Data are used  is secondary data that taking from website of PT. Garuda Indonesia,Tbk. since 1 Januari 2013 until 24 October 2016. In this research show that data from 1 January 2013 until 24  October 2016 can be used to predict the stock closing price in 25 October 2016 to 7 November 2016. The result of ARIMA’s model for stock closing price is ARIMA (3,1,3) can use to predict the data on 25 October 2016 to 7 November 2016
Respon Pertumbuhan Vegetatif Tiga Varietas Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) pada Kultur Teknik Hidroponik Rakit Apung Rangian, Sartika D.; Pelealu, Johanis J.; Baideng, Eva L.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.15984

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan kondisi lingkungan yang kurang menunjang, seperti curah hujan yang tinggi. Permasalahan yang berkaitan dengan curah hujan, penggunaan pupuk yang boros, pengendalian hama dan penyakit serta dampak penggunaan pestisida yang tak terkendali memunculkan suatu alternatif lain dalam budidaya pertumbuhan tanaman. Budidaya tanaman dengan hidroponik teknik rakit apung adalah suatu cara bertanam tanpa media tanah dan menawarkan solusi yang mudah dipraktekkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat kering dan berat basah, tanaman sawi varietas Shinta, Tosakan dan Dakota sebagai respon yang dikultur pada teknik hidroponik rakit apung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 (tiga) perlakuan dan  sembilan kali ulangan sehingga total sampel tanaman yang diamati sebanyak 27 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Tosakan memberikan nilai tertinggi pada pertambahan tinggi tanaman 32,58 cm, lebar daun 4,62 cm, berat basah 19,30 gr dan berat kering 1,03 gr sedangkan varietas Shinta menunjukkan jumlah daun yang paling banyak sebesar 12,77 daun dan varietas Dakota memberikan nilai terendah dalam semua nilai parameter yang diukur. Berdasarkan hal tersebut maka varietas Tosakan adalah sawi yang memberi respon pertumbuhan yang lebih baik pada teknik hidroponik rakit apung.Indonesia is a tropical country with a less supportive of environmental conditions, such as high rainfall. Problems related to rainfall, the wasteful use of fertilizers, pest and disease control as well as the impact of uncontrolled pesticide use led to an alternative to the cultivation of plant growth. Hydroponic cultivation with floating rafts technique is a way of farming without soil media and offer a solution that is easy practiced. This study aims to measure the growth of plant height, leaf number, leaf width, dry weight and wet weight, Shinta varieties of mustard plants, Tosakan and cultured Dakota in response to the floating raft hydroponic techniques. This study uses Rancanan Acak Lenkap (RAL) Non factorial with 3 (three) treatments and nine replications so that the total sample of plants observed was 27 plants. The results showed that the varieties Tosakan provide the highest value added 32,58 cm plant height, leaf width 4,62 cm, 19,30 g wet weight and dry weight of 1,03 grams while the Shinta varieties shows the number of leaves at most equal to 12,77 leaves and Dakota varieties provide the lowest value in all measured parameter values. Based on this case, the Tosakan variety is a mustard which gives a better growth response to the floating hydroponic raft technique.

Page 1 of 2 | Total Record : 15