cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2024): Cover" : 13 Documents clear
Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban dan Kadar CO2 di Udara Berbasis Internet of Things Andi Ikhtiar Bakti; Marco Alfiano Laoh; Handy Indra Regain Mosey; Jumriadi; Megastin M. Lumembang; Verna Albert Suoth
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56234

Abstract

Sistem Internet of things (IoT) menyediakan data secara real-time dengan tingkat akurasi yang tinggi yang dapat memonitoring suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara yang diintegrasikan dengan aplikasi mobile, dan dashboard online. Penelitian ini, dibangun sistem monitoring suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara. Sistem monitoring ini terhubung dengan platform Blynk IoT sehingga data suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara dapat diakses dari mana saja dan kapan saja selama perangkat terhubung ke jaringan internet. Sensor MQ132 digunakan untuk mendeteksi kadar CO2 di udara, sementara sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembaban. Mikrokontroler yang digunakan adalah ESP32, yang akan menghubungkan sensor dengan Blynk IoT. Data yang terbaca oleh sensor kemudian ditampilkan pada aplikasi dan website Blynk IoT dalam bentuk gauge dan grafik. Grafik pada aplikasi Blynk IoT dapat menampilkan data historis dalam berbagai rentang waktu, seperti data 15 menit terakhir, 30 menit terakhir, 1 jam terakhir, 1 hari terakhir, 1 minggu terakhir, dan 1 bulan terakhir. The Internet of Things (IoT) system provides real-time data with high accuracy that can monitor temperature, humidity, and CO2 levels in the air, integrated with mobile applications and online dashboards. In research, a monitoring system for temperature, humidity and CO2 levels in the air was built. This monitoring system is connected to the Blynk IoT platform so that data on temperature, humidity and CO2 levels in the air can be accessed from anywhere and at any time as long as the device is connected to the internet network. The MQ132 sensor is used to detect CO2 levels in the air, while the DHT22 sensor is used to read temperature and humidity. The microcontroller used is ESP32, which will connect the sensor with Blynk IoT. The data read by the sensors is then displayed on the Blynk IoT application and website in the form of gauges and graphs. Graphs in the Blynk IoT application can display historical data in various time frames, such as data for the last 15 minutes, last 30 minutes, last 1 hour, last 1 day, last 1 week, and last 1 month.  
Uji Aktivitas Salep Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) untuk Luka Bakar pada Kelinci Yusnita Usman; hasma hasma; Andi Nurpati Panaungi
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka bakar dari sediaan salep yang diformulasi menggunakan bahan aktif dari ekstrak daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Penelitian  diawali dengan melakukan maserasi sampel menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental kemudian diuji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan salep lalu diuji aktivitasnya untuk luka bakar pada kelinci jantan. Diameter luka pada hewan coba dibuat sebesar 2 cm menggunakan pelat besi panas selama 5 detik. Perlakuan pada hewan coba dikelompokkan menjadi 5 yakni kontrol positif (bioplasenton), Formula salep yang terdiri atas 3 dengan konsentrasi ekstrak F1( 25%), F2(35%)  F3 (45%) dan kontrol negatif (basis salep). Pengolesan sediaan tiap kelompok dilakukan sekali sehari pada daerah luka bakar selama 14 hari kemudian diamati ukuran luka. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun ubi jalar ungu positif mengandung saponin, polifenol dan flavonoid. Hasil uji aktivitas menunjukkan persentase penyembuhan luka setelah hari ke-14 antara kontrol positif; F1, F2, F3 dan kontrol negatif berturut-turut adalah 95,83%; 40,83%; 55,83%; 72,50% dan 31,67%. Jadi, dapat disimpulkan F3 memiliki aktivitas yang paling baik karena aktivitasnya hampir menyamai kontrol positif yang merupakan salep pembanding di pasaran. This study aims to investigate the burn wound healing activity test of an oinment formulated using the active ingredient from purple potato leaves extract (Ipomoea batatas L.). This type of research is experimental with a posttest only control group design method. The research began with sample extraction using the maceration method with 96% ethanol. The extract was then tested for phytochemistry and formulated into an ointment preparation with 3 variations in extract concentration, namely F1 (25%), F2 F2 (35%) and F3 (45%). Test activity of the preparation was measured based on the percentage of healing of burn wounds on the backs of experimental animals, where the initial wound was considered to be 2 cm according to the diameter of the iron plate. Treatments on experimental animals were grouped into 5, namely positive control (KP), namely bioplacenton, ointment formulas F1, F2 and F3, and negative control (KN), namely ointment base. The preparations for each group were applied twice a day to the burn area for 14 days and then the diameter of the wound was observed. The results showed that the ethanol extract of purple sweet potato leaves positively contained saponins, polyphenols and flavonoids. The activity test results showed the percentage of wound healing after the 14th day between KP; F1, F2, F3 and KN respectively are 95.83%; 40.83%; 55.83%; 72.50% and 31.67%. So, it can be concluded that F3 has the best activity because its activity is almost the same as KP, which is a burn ointment on the market.  
Estimasi Kebutuhan Air Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Untuk Perencanaan Penjadwalan Irigasi Berbasis CROPWAT 8.0 di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan Surya Gusti Sura; Daniel Peter Mantilen Ludong; Hildy Wullur
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56445

Abstract

Air merupakan faktor penentu dalam produktivitas tanaman jagung (Zea mays L.). Ketepatan pemberian air irigasi selama fase pertumbuhan dapat berpengaruh pada hasil produksi. Untuk itu, penting bagi petani untuk merencanakan jadwal irigasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan air tanaman jagung. CROPWAT 8.0 adalah program perangkat lunak komputer yang dikembangkan oleh Divisi Tanah dan Air FAO yang berguna untuk menghitung kebutuhan air tanaman dan merencanakan penjadwalan irigasi. Namun, belum banyak yang memanfaatkan program ini sebagai alat bantu dalam manajemen irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kebutuhan air dan merencanakan penjadwalan irigasi tanaman jagung pada setiap musim tanam di Desa Paniki Atas, Kecamatan Talawaan dengan menggunakan CROPWAT 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air jagung bervariasi di setiap Musim Tanam (MT). Curah hujan efektif pada Musim Tanam Pertama (MT-01) dan Musim Tanam Ketiga (MT-03) terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman jagung. Sementara itu, pada Musim Tanam Kedua (MT-02), diperlukan irigasi tambahan pada fase pertengahan pertumbuhan karena curah hujan efektif tidak mencukupi kebutuhan air tanaman jagung. Penjadwalan irigasi direncanakan dengan interval 10 hari sekali, disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman jagung pada setiap musim tanam. Total irigasi yang direkomendasikan untuk MT-01, MT-02, dan MT-03 berturut-turut adalah 236,0 mm, 276,9 mm, dan 238,8 mm. Water is a determining factor in the productivity of maize (Zea mays L.). The accuracy of irrigation water application during the growth phases can significantly affect yield. Therefore, it is essential for farmers to plan an irrigation schedule that aligns with the water requirements of the maize crop. CROPWAT 8.0 is a computer software program developed by the FAO's Land and Water Division, which is useful for calculating crop water requirements and planning irrigation schedules. However, its use as a tool in irrigation management has not been widely adopted. This study aims to estimate the water requirements and plan the irrigation scheduling for maize crops during each planting season in Paniki Atas Village, Talawaan District, using CROPWAT 8.0. The results of the study indicated that the water requirements for maize varied across planting seasons (MT). Effective rainfall during the First Planting Season (MT-01) and the Third Planting Season (MT-03) was sufficient to meet the water needs of the maize crop. Meanwhile, in the Second Planting Season (MT-02), additional irrigation was needed in the mid-growth phase because the effective rainfall did not suffice for the crop's water needs. Irrigation scheduling was planned with a 10-day interval, adjusted to the water requirements of the maize crop in each planting season. The total recommended irrigation for MT-01, MT-02, and MT-03 were 236.0 mm, 276.9 mm, and 238.8 mm, respectively.

Page 2 of 2 | Total Record : 13