cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2022)" : 5 Documents clear
GEMPA BUMI MERUSAK MALUKU TENGAH TANGGAL 16 JUNI 2021 Supartoyo, ST., MT., Supartoyo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i3.410

Abstract

Sari Daerah Maluku Tengah merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Maluku yang rawan bencana geologi, khususnya gempa bumi dan tsunami karena terletak dekat sumber gempa bumi dan sumber pembangkit tsunami. Tanggal 16 Juni 2021, pukul 11:43:08 WIB telah terjadi gempa bumi merusak dengan magnitudo (M6,1) di daerah Tehoru mengakibatkan 59 rumah penduduk mengalami kerusakan, gerakan tanah/ longsoran, retakan tanah, penurunan tanah dan likuefaksi. Selain itu terjadi tsunami di Pelabuhan Tehoru dengan tinggi rendaman satu meter. Guncangan terkuat terjadi di daerah Tehoru pada skala intensitas gempa bumi VI MMI (Modified Mercally Intensity). Analisis morfotektonik dan parameter gempa bumi memperlihatkan bahwa kejadian gempa bumi merusak tersebut diakibatkan oleh sesar aktif di Teluk Taluti dengan mekanisme sesar normal yang berarah timur laut hingga barat daya (NE – SW). Berdasarkan data bathymetri sesar normal Teluk Taluti diperkirakan sepanjang 28 km dan mampu menghasilkan gempa bumi hingga magnitudo (M 6,8). Kata kunci : gempa bumi merusak, sesar normal Teluk Taluti, skala intensitas VI MMI
Characterization of Landsubsidence Based on Analysis Geotechnical Data and Groundwater Level North Semarang Area, Central Java Province Pramudyo, Tulus
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i3.435

Abstract

Land subsidence is a geological phenomenon caused by underground compression. This phenomenon develops slowly and not only causes damage to infrastructure but also causes environmental changes and geological disasters. The problem of subsidence in the city of Semarang has caused various damages. This phenomenon is influenced by, among others, the burden of infrastructure and changes in groundwater levels. Subsidence analysis was carried out at two drill points (BM-03 and BM-04). The calculation method based on the loading factor is carried out using the Terzaghi one-dimensional primary consolidation equation with the assumption of additional effective pressure from light structures (residential houses), apartments and runways. Analysis of the calculation of subsidence due to groundwater subsidence using the finite element numerical method with the help of Plaxis 2D 8.6 software. The results of the subsidence analysis based on the loading and subsidence of the groundwater table were then validated with the rate of land subsidence based on subsidence monitoring data using the Geodetic GPS tool for the period 2011 – 2018. Based on the calculation of subsidence in the period 2011 – 2018, the loading is assumed to be 18.4 kN/m2 will cause subsidence in BM-03 of 27.37 cm and BM-04 of 43.49 cm. The decrease in groundwater level for the 2011-2018 period will cause land subsidence in BM-03 of 62.20 cm and BM-04 of 28.90 cm. The results of monitoring the measurement of subsidence that occurred in BM-03 were 96.32 cm and BM-04 were 103.34 cm. The difference in the value of the results of measurements and calculations of subsidence due to loading and subsidence of groundwater is estimated to be caused by natural consolidation factors, with a contribution in BM-03 of 6.75 cm and BM-04 of 30.95 cm.
Identification of the Aquifer Occurrences in Sungai Raya and Its Surroundings, Bengkayang, West Kalimantan Cakrabuana, Wira; Fauzi, Rachman; Karunianto, Adhika Junara; Muhammad, Adi Gunawan; Widodo, Widodo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i3.417

Abstract

A hydrogeological study was carried out in Sungai Raya Village, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. The objectives of the study were to identify the occurrences of the aquifer in Sungai Raya, along with its type, depth, distribution, and quality. The methods used in this study were literature studies of geological data and geoelectrical measurement. Based on the literature study, it was known that the study area, from the oldest to the youngest, consists of andesite, granodiorite, diorite, quartz sand deposit, littoral deposit, and alluvial deposit. Based on the geoelectrical measurement, it resulted that most of the subsurface layers recorded by the instrument are alluvial deposit (characterized by their low-resistivity value) which is underlaid by the bodies of igneous rocks, i.e. diorite and andesite (characterized by its high-resistivity value). Based on the comprehensive analysis, there are two aquifers in the study area, they are alluvial deposit and quartz sand deposit. Both of them are unconfined aquifers. The aquifers can be found at the surface to the depth of ±100 m. It can be inferred that the aquifers relatively deepen to the north and east. The quartz sand deposit is a better aquifer since it has better sorting and more-open fabric than the alluvial deposit which provides the deposit a larger capacity for storing and transmitting groundwater.
Analisis Ancaman Banjir Bandang Sungai Sanduai dan Anggris Distrik Wasior Kabupaten Teluk Wondama Mamengko, David Victor; Samberi, Simson; Auri, Yan F.A.; Kusumo, Pribowo A.; Rohmala, Fajar K.; Hametang, Ananda R.Y.; Wurarah, Rully N.
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i3.448

Abstract

Banjir bandang Wasior dikategorikan sebagai aliran rombakan (debris flow ) yang dipicu oleh curah hujan tinggi, kondisi lereng ekstrem (70°) intensitas struktur geologi, jenis batuan, dan peningkatan aliran limpasan. Pemetaan zonasi tingkat ancaman banjir bandang merupakan salah satu upaya pengurangan ancaman banjir bandang. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menjadi pendekatan penentuan bobot dan nilai tiap parameter, dan melalui analisis spasial yang digunakan dimaksudkan untuk menentukan tingkat ancaman banjir bandang. Zonasi tingkat ancaman risiko banjir bandang di Wasior khususnya di Sungai Sanduai dan Sungai Anggris diklasifikasikan berdasarkan empat tahapan, yaitu: analisis parameter kriteria; analisis AHP; reclassify dan kalkulasi data raster . Data primer berasal dari identifikasi titik ancaman gerakan tanah dan pemetaan drone sebagai informasi penggunaan lahan. Data sekunder diperoleh dari institusi wali data seperti Badan Geologi (bentuk lahan, litologi dan sesar), Badan Informasi Geospasial (kemiringan lereng, ketinggian, dan jarak dari sungai). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) kelas tingkat ancaman banjir bandang di Kecamatan Wasior, yaitu: tingkat ancaman tinggi berada di area-area pemukiman, infrastruktur, dan bantaran sungai di Sungai Sanduai dan Anggris; tingkat ancaman sedang terletak pada pinggiran Sungai Sanduai dan Anggris sebagai jejak longsoran dan sumber material banjir bandang; dan tingkat ancaman rendah berada pada wilayah dataran rendah. Luasan zona tingkat ancaman tinggi banjir mencapai 291,48 hektar, zona tingkat ancaman sedang sekitar 355,72 hektar dan zona tingkat ancaman rendah mencapai 4515,71 hektar. Kampung Moru, Kampung Wasior I, Kampung Wasior II, dan Kampung Maniwak merupakan kampung-kampung prioritas dalam pengelolaan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Teluk Wondama.Kata kunci: Ancaman Banjir Bandang, Analytical Hierarchy Process, Sungai Anggris, Sungai Sanduai, Wasior
Dosis Radiasi Gamma Beragam Jenis Batuan di Wilayah Utara Pulau Bangka Irzon, Ronaldo; Kurnia, Kurnia; Rohiman, Asep; Yurnaldi, Dida; Kusworo, Aries
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i3.444

Abstract

Radioaktivitas dapat terjadi secara alami maupun disebabkan oleh aktifitas manusia. Salah satu radioaktivitas alami terdapat pada batuan yang bergantung kepada jenis dan komposisinya. Studi ini bermaksud untuk menjelaskan dosis radiasi beberapa jenis batuan yang teradapat di wilayah Pulau Bangka bagian utara. Perangkat Geiger–Müller counter tipe FH 40 G Multi-Purpose Digital Survey Meter dari Thermo dipergunakan untuk mengukur dosis radiasi batuan pada penelitian ini. Pengukuran pada setiap sampel dilakukan setidaknya tiga kali dan nilainya telah diolah secara statistik untuk menapatkan hasil yang valid. Jenis batuan dengan tingkat dosis radiasi tertinggi hingga terendah adalah granit, sedimen tersilisifikasi, sedimen, dan diabas dengan rerata 466 nSv/h, 116 nSv/h, 90 nSv/h, dan 74 nSv/h secara berurutan. Penelitian ini membuktikan bahwa granit adalah bahan bangunan utama yang digunakan oleh masyarakat Pulau Bangka meskipun batuan tersebut memiliki resiko radioaktif terbesar relatif terhadap jenis batuan lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5