cover
Contact Name
Muhammad Rizki Ashari
Contact Email
Aiiyrizki@yahoo.com
Phone
+628114444709
Journal Mail Official
herawantosamad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20883536     EISSN : 25283375     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako merupakan jurnal ilmiah untuk menerbitkan hasil riset terbaru dalam bidang kesehatan masyarakat yaitu: Adminisitrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Biostatistik dan Kependudukan Gizi masyarakat
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
FAKTOR RISIKO KEJADIAN GANGGUAN ANXIETAS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMPANA KOTA KABUPATEN TOJO UNA-UNA TAHUN 2016 Rau, Muh. Jusman; Rahman, Abd.; Randalembah, Gilang Ramadhan
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.22 KB)

Abstract

Axietas merupakan perasaan cemas berlebihan atau respon individu terhadap suatu keaadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh seseorang.Dalam hasil riskesdas 2013 Sulawesi Tengah berada di peringkat pertama kejadian gangguan kejiwaan mental dan Kabupaten TojoUna-Una memiliki data kejadian kasus gangguan kejiwaan sebesar 37,1%, pada tahun 2013 angka kasus sebanyak 224, kemudian pada tahun 2014 angka kasus meningkat sebanyak 1162, dan pada tahun 2015 angka kasus kembali meningkat sebanyak 1415. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian gangguan anxietas di Rumah Sakit Umum Daerah Ampana Kota Kabupaten TojoUna-Una. Jenis penelitian ini yaitu observasion alanalitik dengan pendekatan case control study. Jumlah sampel sebesar 41 responden menderita anxietas dan 41 responden tidak menderita anxietas. Data dianalisis secara analisis univariat serta analisis bivariat dengan menggunakan Odd Ratio (OR), pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan penyalahgunaan obat (OR = 4,776 pada CI 95% 1,781 – 12,811), faktor perilaku (OR = 5,979 pada CI 95% 2,285 – 15,640), faktor hubungan keluarga (OR = 15,057 pada CI 95% 5,105 – 44,409) dan faktor sosial budaya (OR = 5,874pada CI 95% 2,263-15,248) merupakan faktor resiko terhadap gangguan anxietas di Rumah Sakit Umum Daerah Ampana Kota Kabupaten TojoUna-Una.Kata Kunci : Penyalahgunaan Obat, Perilaku, Keluaraga, Sosial Budaya
PROBLERMATIKA ALOKASI DAN DISTRIBUSI ANGGARAN KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN PROPINSI SULAWESI TENGAH MENURUT UNDANG-UNDANG KESEHATAN Ansar, Ansar
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.16 KB)

Abstract

Pembiayaan kesehatan sejatinya digunakan untuk sebesar-besarnya memenuhi kebutuhan masyarakat, anggaran kesehatan dapat dikatakan sebagai intrumen pemerintah dalam hal pemenuhan hak-hak kesehatan bagi warga Negara. Secara normative anggaran kesehatan telah digaris tegaskan oleh Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dalam pasal 170 tentang pembiayaan dikatakan anggaran kesehatan minimal 10% dari APBD, dan 2/3 dari dana tersebut diperuntukan untuk belanja publik, kususnya untuk rakyat miskin perempian, dan anak terlantar. Penelitian ini menggunakan metode penulisan hukum normative, yaitu bagaimana melihat implementasi anggaran kesehatan melalui norma/kebijakan anggaran di sulawesi tengah, diantaranya yaitu PERGUB/73/2015 tentang penjabaran perubahan APBD Propinsi  sulawesi tengahdalam menganalisis data penulis menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan ketidaknyambungan antara tujuan pembiayaan yang telah dibuat melalui undang-undang kesehatan dan implementasi anggran. Tujuan seharusnya untuk kesejataraan masyarakat. Anggran sebagian besar digunakan untuk belanja aparatur bukannya belanja public. Sebagai contoh penulis kemukakan be;anja perjalanan dinas di dinas kesehatan dengan jumlah yang tidak wajar yaiu sebesar 13 milyar lebih. Dalam implementasinya beberapa kegiatan yang satu kegiatan mendapatkan biaya perjalanan dinas sebesar 1 milyar. Dilain pihak belanja modal untuk pertambahan asset bagi dinas kesehatan mendapatkan porsi yang sedikit hanya 13 peren dari total anggaran atau sekitar 6 milyar lebih.
PERILAKU AKSEPTOR DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI POSKESDES ANUTA SINGGANI KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Herman, Herman; Nurul, Rasyika; Hidayat, Rahmat
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.152 KB)

Abstract

Akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang salah seorang dari padanya menggunakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang. Di Kota Palu pengguna IUD sebanyak 235 orang, MOW 195 orang, Implant 169 orang. Pada Kecamatan Mantikulore Kelurahan Tondo RW 13 diketahui pengguna MKJP Implan sebanyak 3 orang dan IUD  sebanyak 3 orang. Masalah dalam penelitian ini mengenai rendahnya pengunaan MKJP di wilayah Poskesdes Anuta Singgani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku akseptor dalam memilih Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini diketahui bahwa informan tidak mengetahui konsep dari MKJP, selain itu informan memilih sikap yang pesimis terhadap MKJP, sedangkan untuk aspek kepercayaan informan tidak memilik kepercayaan larangan dalam penggunaan MKJP. selain itu penyebab rendahnya penggunaan MKJP yaitu rendahnya kualitas pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baku mutu pelayanan KB. Informan tidak juga mendapatkan dukungan dari keluraga (suami) selain itu kader di yang ada di wilayah kerja Poskesdes Anuta Singgani hanya memiliki kader posyandu. Kesimpulan bahwa akseptor belum mengetahui konsep MKJP dan informan juga tidak mendapatkan dukungan yang positif dari keluarga dan rendahnya fasilitas pelayanan MKJP yang ada.Kata Kunci: Perilaku, Akseptor, MKJP
KEBIASAAN SARAPAN PAGI, ASUPAN ZAT GIZI, DAN STATUS GIZI MURID SDN INPRES 3 TONDO, KOTA PALU Rahman, Nurdin; Dewi, Nikmah Utami; Bohari, Bohari
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.174 KB)

Abstract

Kekurangan dan kelebihan gizi merupakan masalah gizi kronis dan akut yang mengancam anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaan sarapan pagi, asupan zat gizi, dan status gizi anak usia sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan analitik observasional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas 4 SDN Inpres 3 Tondo yang berjumlah 40 murid. Teknik sampling adalah total sampling. Besar sampel yang berhasil dikumpulkan adalah 30 murid, dan 10 murid tidak hadir selama penelitian. Variabel penelitian yaitu kebiasaan sarapan pagi, asupan energi dan zat gizi, dan status gizi. Intrumen penelitian adalah form food recall 24 jam, food model, microtoise. Analisis data menggunakan aplikasi Nutrisurvey, WHO Antro Plus, dan SPSS. Hasil penelitian yaitu asupan gizi yang kurang dari AKG yaitu energi (80,0%), karbohidrat (76,6%), lemak (70,0%), dan protein (63,3%). Kebiasaan sarapan pagi sebesar 86,2%. Status gizi (IMT/Umur) kurus (13,3%), gizi lebih (20,0%) dan normal (66,7%). Kesimpulan yaitu murid telah memiliki kebiasaan sarapan pagi namun kualitas asupan gizinya masih kurang dari AKG dan murid memiliki masalah kekurangan dan kelebihan gizi. Kata kunci: kebiasaan sarapan pagi, asupan gizi, status gizi
PENILAIAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP PERFORMANCE PRISM DI UNIT RAWAT JALAN RSUD UNDATA PALU Napirah, Muh. Ryman; Hasanah, Hasanah; Hutabarat, Laura Cindy Claudya
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.697 KB)

Abstract

Penilaian kinerja merupakan hal yang essensial bagi suatu organisasi kinerja, organisasi yang baik harus mencerminkan peningkatan atau pertumbuhan dari suatu periode ke periode berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Unit Rawat Jalan RSUD Undata Palu yang diukur dengan konsep Performance Prism. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah seluruh stakeholder yang terlibat dalam Unit Rawat Jalan RSUD Undata Palu yang terdiri dari manajemen, tenaga kesehatan, pasien dan instansi terkait yang bekerja sama dengn unit ini. Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas kinerja pada Unit Rawat Jalan RSUD Undata Palu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing stakeholder masih merasa belum puas dengan kinerja unit rawat jalan, untuk strategi unit rawat jalan menggunakan sistem remunerasi, selama proses pelaksanaan strategi, Kepala unit rawat jalan RSUD Undata Palu, berperan penting dalam melaksanakan penilaian serta evaluasi, sementara untuk kapabilitas tidak adanya peningkatan terhadap tenaga kesehatan dan juga ketersediaan fasilitas medis serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi tenaga kesehatan, dan kontribusi stakeholder, yang diharapkan setiap keterbatasan SDM maupun fasilitas mendapatkan bantuan pemerintah melalui APBD. Secara keseluruhan kinerja unit rawat jalan RSUD Undata Palu masih berada pada skala performa yang kurang, melalui berbagai perspektif yang ada, dan penilaian dari stakeholder. Penilaian ini diharapkan menjadi landasan pihak manajemen untuk mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi.Kata Kunci : Performance Prism, Penilaian Kinerja
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MABELOPURA KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU Hermiyanty, Hermiyanty; Wandira, Bertin Ayu; Dewi, Sinta
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.821 KB)

Abstract

Cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas Mabelopura tahun 2015 ada beberapa kegiatan yang tidak mencapai target, seperti cakupan pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan dari keluarga miskin hanya mencapai 19,4%, Cakupan peserta KB aktif hanya mencapai 34,1 %, penemuan pasien baru TB BTA positif 10,3%, penemuan penderita diare 44,6% dan cakupan pemeriksaan IVA 18,6%. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Mabelopura Kecamatan Palu Selatan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi yaitu 48 pegawai PNS yang semuanya dijadikan responden (total sampling). Data dianalisis secara deskriptif yaitu analisis univariat dan bivariat, pada taraf kepercayaan 95% (ρ<0,05). Hasil uji Chi Square, menunjukkan bahwa ada hubungan kepemimpinan (ρ=0,013) dan lingkungan kerja  (ρ=0,032) dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mabelopura. Disarankan kepada kepala puskesmas agar lebih meningkatkan pengawasan dan selalu mengontrol tugas-tugas yang diberikan dengan melakukan pengarahan (breafing) secara rutin serta memperhatikan lingkungan kerja agar pegawai merasa nyaman dalam melaksanakan tugas sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai.Kata Kunci : Kepemimpinan, Lingkungan  Kerja, Kinerja
FAKTOR RISIKO KEJADIAN APENDISITIS DI BAGIAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU Arifuddin, Adhar; Salmawati, Lusia; Prasetyo, Andi
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.378 KB)

Abstract

Apendisitis merupakan infeksi bakteria. Berbagai hal berperan sebagai faktor pencetusnya, antara lain sumbatan lumen apendiks, hyperplasia jaringan limfoid, tumor apendiks, cacing askaris, erosi mukosa apendiks, pola makan serat rendah mengakibatkan konstipasi serta timbulnya apendisitis. World Health Organization (WHO) menyatakan angka kematian akibat apendisitis di dunia adalah 0,2-0,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko usia, jenis kelamin, dan pola makan dengan Kejadian Apendisitis di Bagian Rawat Inap Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan  case control study. Jumlah sampel sebesar 54 pasien apendisitis dan  108  pasien non apendisitis, diambil dengan  menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara analisis univariat serta analisis bivariat   dengan menggunakan uji Odd Ratio (OR), pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitianmenunjukkan usia (OR = 4,717 padaCI 95% 2,331 - 9,545) dan  pola makan (OR = 3,455 padaCI 95% 1,717 – 6,949) merupakan faktor risiko terhadap apendisitis dan jenis kelamin (OR = 0,657 pada CI 95% 0,337 – 1,284) bukan merupakan risiko apendisitis. Disarankan kepada masyarakat untuk menjaga pola makan serat mengingat apendisitis lebih berisiko  pada usia produktif. Sebagai pencegahan yang sangat efektif  untuk mengurangi kasus apendisitis.Kata Kunci:  Apendisitis, Risiko, Pola Makan

Page 1 of 1 | Total Record : 7