cover
Contact Name
Roni Koneri
Contact Email
ronicaniago@unsrat.ac.id
Phone
+6281340275276
Journal Mail Official
j.bioslogos@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bios Logos
JURNAL BIOS LOGOS is the journal published by Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The aims of the journal are to publish original research papers and article review in biology science i.e. botany, zoology, molecular biology, microbiology, ecology, diversity and conservation, taxonomy and biogeography. BIOS LOGOS is published two times per year (February and August)
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS" : 15 Documents clear
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Leilem (Clerodendrum minahassae) terhadap Gambaran Histopatologik Hepar Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Obat Parasetamol Dosis Toksik Vania; Meilany Feronika Durry; Carla Felly Kairupan
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53935

Abstract

Daun leilem mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang relatif tinggi yang berpotensi terhadap aktivitas antioksidan dalam melindungi hepar dari radikal bebas yang salah satunya dapat diakibatkan oleh penggunaan parasetamol dosis toksik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun leilem terhadap gambaran histopatologik hepar tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik. Penelitian eksperimental ini terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok A tidak diberikan perlakuan selama 14 hari. kelompok B, C, D, dan E diberikan parasetamol 270 mg/kgBB pada 14 hari pertama. Kelompok C tidak diberi perlakuan pada 7 hari berikutnya. Kelompok D dan E diberikan ekstrak daun leilem masing-masing 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB selama 3 hari berikutnya. Kelompok A menunjukkan gambaran histopatologik hepar tikus normal. Kelompok B menunjukkan nekrosis, degenerasi sel, dan sebukan sel radang. Kelompok C, D, dan E tampak adanya regenerasi sel tetapi masih terdapat juga nekrosis dan degenerasi sel. Serta pada kelompok C masih terdapat sebukan sel radang. Pemberian ekstrak daun leilem mampu membantu proses regenerasi sel hepatosit dan menghambat reaksi inflamasi yang ditandai dengan pengurangan sebukan sel radang, nekrosis, dan degenerasi sel pada hepar tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik. Dosis ekstrak daun leilem 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB tidak menunjukkan perbedaan yang jelas terkait regenerasi sel hepar.
Pengaruh Paparan Asap Rokok Konvensional dan Uap Heated Tobacco Terhadap Gambaran Histopatologik Paru Tikus Wistar Shelly Wurangian; Maria Kristanti Sambuaga; Meilany Feronika Durry
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53938

Abstract

Asap rokok konvensional menyebabkan kerusakan paru karena infiltrasi sel radang. Tar dan nikotin pada heated tobacco lebih rendah daripada rokok konvensional, namun tetap menghasilkan senyawa karsinogenik dan toksik, sehingga heated tobacco tetap beresiko buruk terhadap kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pegaruh paparan asap rokok konvensional dan uap heated tobacco terhadap gambaran histopatologik paru tikus wistar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorik. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi dalam 3 kelompok I (kontrol), kelompok II (dipaparkan asap rokok konvensional), kelompok III (dipaparkan uap heated tobacco). Subjek penelitian kelompok II dan III diberi paparan sebanyak 3 batang perhari untuk setiap kelompok. Perlakuan setiap kelompok dilakukan selama 21 hari dan diterminasi pada hari ke-22 dengan pengambilan jaringan paru untuk preparat dan dilihat gambaran histopatologiknya. Hasil penelitian kelompok II didapatkan adanya infiltrasi sel radang PMN, hiperemi, dan penebalan dinding alveolus. Sementara hasil penelitian kelompok III didapatkan adanya infiltrasi sel radang PMN, hiperemi, dan pembesaran rongga alveoli yang menandakan terjadinya emfisema. Ditemukan perbedaan yang jelas antara pengaruh paparan asap rokok konvensional dan uap heated tobacco terhadap gambaran histopatologik paru tikus wistar. Uap heated tobacco memberikan pengaruh yang dominan mengarah ke emfisema.
Kepadatan dan Pola Sebaran Rhizanthes zippelii (Blume) Spach di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang Kalimantan Barat Muhamad Arif Romadhan; Rafdinal Rafdinal; Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.54583

Abstract

Rhizanthes zippelii merupakan tumbuhan parasit yang termasuk famili Rafflesiaceae. Keberadaan R. zippelii yang tersebar di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi dapat terancam diakibatkan karena aktifitas manusia di sekitar habitat, serta kondisi lingkungan sekitarnya. Hal tersebut karena R. zippelii sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan sekitarnya untuk dapat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola sebaran dan kepadatan R. zippelii di Gunung Poteng, Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2023 dengan menggunakan metode survei dan stasiun penelitian yang diletakan pada empat titik berbeda dengan luas 100x100 m pada setiap stasiun dan di dalamnya terdapat plot berukuran 20x20 m sebanyak 25 plot. Data dianalisis dengan persamaan kepadatan dan pola sebaran dengan Indeks Morisita. Hasil penelitian didapatkan bahwa kepadatan R. zippelii dalam fase knop hidup sebanyak 64 individu/ha dengan kepadatan relatif 44,44%, knop busuk sebanyak 50,5 individu/ha dengan kepadatan relatif 35,06%, mekar sebanyak 0,25 individu/Ha dengan kepadatan relatif 0,17%, dan mekar busuk sebanyak 29,25 individu/ha dengan kepadatan relatif 20,31%. Data kepadatan tersebut menunjukan bahwa R, zippelii pada fase knop lebih dominan dibandingkan dengan fase mekar. Berdasarkan Indeks Morisita maka didapat nilai sebaran R. zippelii sebesar 0,60. Hasil tersebut menunjukan bahwa sebaran R. zippelii menyebar secara mengelompok.
Exploring Balanced Nutrition Knowledge and Nutritional Status among Adolescent Girls in Urban Areas Enji Virginia Tampi; Yulianty Sanggelorang; Nova Hellen Kapantow
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.54631

Abstract

The nutritional status is indirectly influenced by the level of knowledge, which can affect an individual's attitudes and behaviors in food selection and ultimately impact their nutritional status. This study aims to analyze the relationship between balanced nutrition knowledge and the nutritional status of adolescent girls at State Senior High School (SSHS) 9 Manado. Employing an analytical survey method with a cross-sectional approach, the research was conducted from February to June 2023 at SSHS 9 Manado. The study sample comprised 100 adolescent girls selected through stratified random sampling. Nutritional status was assessed using a digital scale with a precision of 0.1 kg for weight measurement and a microtoise with a precision of 0.1 cm for height measurement. Additionally, a questionnaire consisting of 20 questions was administered to the adolescent girls to collect data on their nutrition knowledge. The research findings indicate that 49% of the respondents possessed sufficient nutrition knowledge, with 81% having a normal nutritional status. Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test revealed no significant relationship between balanced nutrition knowledge and the nutritional status of adolescent girls, with a p-value of 0.610. Thus, it can be concluded that there is no significant association between balanced nutrition knowledge and the nutritional status of adolescent girls in this study.
Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae Di Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa, Manado-Sulawesi Utara Novisos Antoni; Roni Koneri; Pience Maabuat
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.55224

Abstract

Kupu-kupu famili Nymphalidae memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili kupu-kupu lainnya dan memiliki peranan sangat penting dalam ekosistem. Famili ini umumnya bersifat generalis dan menempati berbagi habitat seperti hutan, lahan perkebunan, dan semak. Pada saat ini populasi kupu-kupu ini mulai mengalami penurunan karena adanya alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian yang dikelola secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae di Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa, Manado, Sulawesi Utara. Keanekaragaman pada Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa termasuk dalam kategori sedang. Jumlah spesies yang ditemukan sebanyak 25 spesies dan 900 jumlah individu kupu-kupu Nyimphalidae. Spesies Ideopsis juventa dengan jumlah 176 individu merupakan spesies yang paling banyak ditemukan. Sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah Vindula celebensis dan Euploea hewitsonii masing-masing 2 individu.

Page 2 of 2 | Total Record : 15