cover
Contact Name
Agus Eka Aprianta
Contact Email
penerbitan@isi-dps.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isi-dps.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni
ISSN : 23547154     EISSN : 27988678     DOI : -
Core Subject : Art,
The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3 (2015): November" : 25 Documents clear
Teks Bahasa Bali Pada Desain T-Shirt (Analisis Wacana) Krisna Ari, Ida Ayu Dwita; Puspawati Nindhia, Cok Istri
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.006 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.220

Abstract

Saat ini muncul sebuah paradigma baru yang unik pada kalangan remaja di Bali yakni maraknya pemakaian t-shirt menggunakan teks bahasa Bali, T-Shirt tersebut bertuliskan pesan atau kata-kata mulai dari pesan yang lucu, bersifat sindiran, pernyataan pribadi, dan ada juga pesan- pesan yang porno, tema yang diangkat adalah pengalaman yang dijumpai dalam kehidupan sehari - hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk teks dan ilustrasi pada T-Shirt menggunakan teks bahasa Bali, makna yang terkandung dalam teks dan ilustrasi pada T-Shirt serta faktor – faktor pendorong yang mempengaruhi pemakai sehingga memilih menggunakan T-Shirt tersebut. Tahapan penelitian pertama, mengidentifikasi elemen-elemen visual yang terdapat dalam T-Shirt selanjutnya menganalisis makna apa yang terkandung dalam teks dan ilustrasi yang terdapat pada t-shirt. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Kontribusi penelitian ini adalah dapat memberikan pengetahuan teoritis di bidang ilmu desain komunikasi visual bagaimana menciptakan sebuah desain T-Shirt yang menarik minat remaja sehingga mampu menjadi trend fashion baru agar nantinya dapat dijadikan rujukan bagi praktisi di bidang usaha konveksi, distribution outlet dan industri kecil bagaimana merancang desain T-Shirt agar menarik dan diterima oleh khalayak sasaran.Currently emerged a new paradigm that is unique in teenagers in Bali namely the rampant use of t-shirts using text language Bali, T-Shirt that reads the message or words - words from the message humorous, satirical, personal statements, and there is also a message - a message that is pornographic, the theme is the experience encountered in daily life - today. The aim of this study was to determine the form of text and illustrations on t-shirts using text language Bali what meaning is contained in the text and illustrations on a T-Shirt as well as a factor - the driving factors that influence the user to choose to use the t-shirt. The steps of this research: first, to identify the elements - visual element anything contained in the T-Shirt next to analyze the meaning of what is contained in the text and illustrations contained in t-shirts using a qualitative descriptive od with approach discourse analysi. The contribution of this study is that it can provide theoretical knowledge in the field of visual communication design how to create a T-Shirt designs that appeal to adolescents so that they can become a new fashion trend that can later be used as a reference for practitioners in the field of convection, distribution outlets and small businesses how to design design t-shirts in order to attract and received by the target audience.
Kartun Sebagai Elemen Visual Media Pembelajaran Lalu Lintas Ditlantas Polda Bali Artawan, Cokorda Alit; Astuti, Ni Ketut Rini
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.563 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.211

Abstract

Usaha baru yang dilaksanakan Ditlantas Polda Bali untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dengan mengeluarkan media pembelajaran lalu lintas dengan elemen visual kartun. Mengingat kebanyakan korban kecelakaan lalu lintas berasal dari kalangan generasi muda, Maka gaya kartun dipandang tepat karena sangat popular dikalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kartun, pesan yang terkandung, dan untuk mengetahui elemen kartun yang telah digunakan oleh Ditlantas Polda Bali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner. Analisis data kuisioner yang diberikan pada responden menggunakan acuan tinggi rendah nilai prosentase dan kolerasi terhadap pertanyaan yang diberikan untuk memberi gambaran data hasil pilihan responden. Populasi dalam penelitian ini adalah Media pembelajaran lalu lintas Ditlantas polda Bali yang berada di sepanjang perempatan Tohpati sampai Jl WR supratman menuju depan Polda Bali. Hasil yang diperoleh, kartun sangat tepat digunakan sebagai elemen visual mengingat dengan visualisasi dan kandungan humornya kartun sangat menarik dan mampu menyampaikan informasi secara efektif pada khalayak sasarannya. The new venture undertaken Ditlantas Polda Bali is to reduce the number of traffic accidents by publishing a traffic learning media with the visual elements of the cartoon. Given the plethora of traffic accident victims from among the younger generation, so the style of cartoons deemed appropriate because it is very popular among the younger generation. This study aims to identify the style of the cartoon, the message contained, and to know the elements of the cartoons that have been used by the Ditlantas Polda Bali. This study uses qualitative and quantitative descriptive by distributing questionnaires. The data analysis of a questionnaire given to respondents using low high reference value and the percentage of correlation to the questions given to illustrate the data chosen by the respondent. Population in this research is the learning media of traffic which using by Ditlantas Polda Bali located along the intersection of Jl WR Supratman Tohpati up toward the front of the Polda Bali Office. The results obtained, the cartoon is ideal to use as a visual element to remember with visualization and content of the cartoon humor is very attractive and able to convey information effectively to the target audience.
Revitalisasi Tari Janger Lansia Di Kelurahan Tonja Denpasar Ruastiti, Ni Made; Suharta, I Wayan; Suryani, Ni Nyoman Manik
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.489 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.173

Abstract

Tari Janger Lansia merupakan sebuah kesenian yang dirancang khusus untuk para lansia. Hal itu dapat diamati dari koreografi, tata rias busana, dan tempo iringan musik tarinya. Tari Janger Lansia penting untuk direvitalisasi mengingat selama ini tari tersebut telah terpinggirkan dan tidak berkelanjutan lagi. Tujuan riset ini dilakukan untuk merevitalisasi model Tari Janger Lansia di Kelurahan Tonja dalam rangka membangkitkan kembali semangat para lansia itu berkesenian. Riset implementatif ini dilakukan di Kelurahan Tonja dengan mempertimbangkan tingkat populasi dan potensi berkesenian para lansia di daerah tersebut memadai. Untuk itu, riset yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, khususnya implementatif partisipatoris ini menjadikan para lansia tersebut sebagai informan, yang memberi informasi tentang berbagai permasalahan terkait dengan ketidaksesuaian model tari itu bagi kondisi fisik mereka, sementara para seniman yang turut dalam kegiatan revitalisasi tersebut dijadikan informan kunci untuk mengungkap, sekaligus memberikan saran yang bermanfaat. Dengan demikian Tari Janger Lansia yang sebelumnya terpinggirkan itu akan dapat bangkit dan hidup bergairah kembali.Tari Janger Lansia, the Janger dance which is performed by the elders is particularly designed for the elders. That can be observed from its choreography, clothing, cosmetics, and the music which accompanies it. It is important to revitalize it as it has been marginalized and discontinued. This present study is intended to revitalize the model Tari Janger Lansia as an attempt to make the elders motivated again to get involved in arts. The study was conducted at Tonja Subdistrict for the reason that the number of the elders and the potential they have to get involved in arts are adequate. The qualitative method, especially the participatory implementative one, was used, meaning that the elders were used as the informants who could give information on the matters pertaining to the model which is physically impracticable to them. The informants involved in the revitalization were used as the key ones who revealed what the model was like and gave useful suggestions. The Tari Janger Lansia, which had been marginalized, would be resurrected and revitalized again.
Terpuruknya Seni Kerajinan Di Kabupaten Gianyar Bali Pada Pasar Global Suardana, I Wayan; Karuni, Ni Kadek; Buda, I Ketut
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.228 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.216

Abstract

Dalam tahun belakangan ini, dengan terbukanya pasar global, seni kerajinan di Gianyar mengalami keterpurukan yang sangat drastis. Banyak usaha kerajinan yang gulung tikar tidak lagi melanjutkan usahanya karena tidak adanya pesanan dari konsumen luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan datanya: studi pustaka, observasi, wanwancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data meliputi berbagai tahapan yaitu: identifikasi data, klasifikasi data, seleksi data, dan analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif analitik yang disajikan dalam bentuk uraian. Banyak faktor yang mengakibatkan seni kerajinan di Gianyar terpuruk. Permasalahannya tidak saja terletak pada jumlah kunjungan wisata, tetapi pada produk kerajinan itu sendiri seperti disain, material, kualitas, penampilan, dan harga. Disain tidak seiring dengan perkembangan selera masyarakat yang selalu berubah. Kualitas karya, Etos kerja, kreativitas dan inovatif perajin mulai menurun, dan selalu ingin meniru karya yang telah ada. Persaingan antar perajin dan pengusaha juga tidak sehat, dan kualitas menjadi taruhan untuk merebut pasar. Kualitas yang kurang baik pada akhirnya pelanggan mengalihkan pesanannya ke Negara lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan bagi perajin, pengusaha, dan pemerintah sehingga seni kerajinan di Gianyar akan tumbuh dan berkembang kembali, sehingga perekonomian masyarakat menjadi stabil. Nowadays, through the development of global market, the art industry in Gianyar decreased drastically. There were so many businesses of art industries which were bankrupt because of the deterioration of customer from abroad. Data analysis of the study consisted of several steps including: data identification, data classificati on, data selection, and data analysis by using analytic qualitative analysis provided in the form of essay. There are many factors that caused art industry in Gianyar experiencing the deterioration. It is not only because of the number of tourists as visitors but also for the product of art itself, such as its design, material, quality, appearance, and price. The fact is the design of the product does not follow a society’s taste. The decrease of art quality, ethos of work, creativity, innovation of craftsman and the desire of plagiarism cause that problem also. The competition between craftsmen and businessmen is bad and the quality of the product became a bet to grab the market. Beside that, the low quality of the product make the customers change their mind to order a product to another country. The result of this study is expected to be suggestions for craftsman, businessmen, and government in order to develop and improve the art industry, therefore the economy of society becomes stable.
Studi Aksesibilitas Fasilitas Publik Halte Trans Sarbagita Terhadap Penyandang Disabilitas Yupardhi, Toddy Hendrawan; Jayadi Waisnawa, I Made
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.169 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.203

Abstract

Halte Trans Sarbagita di kota Denpasar merupakan salah satu fasilitas pubik yang mendapat sorotan karena rancangannya yang dianggap kurang memperhatikan kebutuhan akses bagi para penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab aksesibilitas halte Trans Sarbagita dianggap sulit bagi para penyandang disabilitas, serta mencari dan menemukan alternatif solusi berupa rancangan alternatif aksesibilitas bagi permasalahan tersebut. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif, batasan kajian adalah rancangan objek kasus berdasarkan pendekatan ilmu anthropometri. Melalui penelitian diketahui bahwa ketidaknyamanan aksesibilitas halte terjadi karena ketidaksesuaian antara kondisi yang ada di lapangan tentang kelandaian ramp, handrail, fasilitas guiding block, keluasan ruang halte, pencahayaan akses, serta ketinggian lantai halte, dengan apa yang menjadi kriteria ideal sebuah halte yang mudah diakses penyandang disabilitas. Maka rancangan awal aksesibilitas halte Trans Sarbagita perlu dievaluasi dan ditentukan alternatif solusi rancangan yang lain melalui pendekatan anthropometri dengan data pengguna yang diambil dari sample. Melalui analisis permasalahan serta pengolahan data anthropometri dengan persentil 95-th, maka dapat ditentukan dan divisualisasikan alternatif rancangan halte Trans Sarbagita yang lebih mudah diakses khususnya oleh penyandang disabilitas. Trans Sarbagita’s stops in Denpasar, is one of public facilities which are on highlight, because of the design considered less interest to the needs of access for persons with disabilities. This study aims to determine why the accessibility of Trans Sarbagita’s stops considered difficult for persons with disabilities, and to find an accesibility design alternatives for those problems. This research is a qualitative study which delivered descriptively through interpretative analysis using the anthropometry approach. The results of the research shown that the inconvenience of Trans Sarbagita’s stops accessibility, occurred by a mismatch between the existing conditions such as the flatness of the ramp, handrail, guiding block facilities, the vastness of space on the stops, access lighting, stop’s floor height, with the criteria for the ideal of a stop that accessible to persons with disabilities. The preliminary of the accessibility design of Trans Sarbagita’s stops should be evaluated and determined other alternative designs as a solutions, through anthropometric approach from data that is retrieved from the sample. Through the analysis of the problems and anthropometric data processing with 95-th percentile, it can be determined and visualized a more accessible Trans Sarbagita’s stop alternative designs esspecially for persons with disabilities.
Fenomena Reproduksi Kerajinan Gerabah Serang Banten Di Bali Mudra, I Wayan; Sunarini, Ni Made Rai
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.358 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.169

Abstract

Selama ini produk kerajinan gerabah yang dipasarkan di Bali terdiri dari berbagai jenis gerabah daerah yang langsung dipasarkan di Bali namun tidak diproduksi di Bali, seperti gerabah Lombok, Yogyakarta maupun gerabah dari Jawa Timur. Gerabah dengan ciri khas Serang Banten justru dibuat di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan reproduksi gerabah Serang Banten di Bali, seperti faktor-faktor yang menyebabkan direproduksi di Bali, pemasaran, peran pemerintah daerah dan tenaga kerja usaha kerajinan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam menentukan sampel adalah teori porposive sampling dan snowballing sampling. Lokasi penelitian yaitu di Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan gerabah Serang Banten direproduksi di Bali yaitu pemilik usaha menghindari kerugian akibat biaya transportasi yang tinggi dan produk sering pecah di jalan jika masih memesan di Serang Banten. Faktor yang lain adalah pemilik usaha dapat melayani pembuatan produk sesuai pesanan calon konsumen, dan gerabah Serang Banten memiliki keunikan. Peluang pasar produk gerabah Serang Banten di Bali sampai 2015 ini dapat dikatakan cukup baik, konsumennya dalam negeri dan luar negeri. Pemerintah daerah belum berperan maksimal dalam meningkatkan usaha kerajinan ini. Tenaga kerja usaha kerajinan ini masih menghandalkan tenaga kerja dari daerah Serang Banten Jawa Barat.So far pottery products which are marketed in Bali consist of various types of local pottery areas that directly marketed in Bali, but is not produced in Bali, such as Lombok, Yogyakarta and East Java potteries. The characteristik of Serang Banten pottery is precisely made in Bali, the purpose of this research is to determine the various issues related to the reproduction of Serang Banten pottery in Bali, as factors that cause it reproduced in Bali, marketing, the role of local government and the craft industry workforce. The approaches used to determine the samples are purposive and snowballing sampling. The location of research is in Denpasar city. The data collection techniques used observation, interview and documentation techniques. The results obtained from this research are the factors that caused the Serang Banten pottery reproduced in Bali is that, the business owner avoiding losses caused by high transportation costs and the products are often broken on the street if still booked at Serang Banten. Another factor is that the business owner can serve the manufacture products to suit the prospective customer orders, and the Serang Banten pottery has a uniqueness. The Serang Banten pottery products market opportunities in Bali through 2015 are quite good, its consumers are from domestic and overseas. The local government has not maximally contribute in enhancing this craft industry. The craft business manpower still rely on the labor from Serang Banten, West Java.
Style Bali Dalam Foto Prewedding Puspawati Nindhia, Cok Istri; Dwita Krisna Ari, Ida Ayu
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.344 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.221

Abstract

Foto prewedding style Bali sebagai wujud kreativitas fotografer, dikarenakan dalam pembuatannya foto ini membutuhkan kreativitas tinggi agar penyatuan ide antara obyek foto dan fotografer dapat terjalin sempurna sehingga menghasilkan foto yang bagus. Penelitian ini akan membahas tentang Foto prewedding sebagai wujud kreativitas fotografer, dikarenakan dalam pembuatannya foto ini membutuhkan kreativitas tinggi agar penyatuan ide antara obyek foto dan fotografer dapat terjalin sempurna sehingga menghasilkan foto yang bagus. Kreativitas adalah suatu faktor bawaan individual yang dikendalikan oleh motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk foto prewedding berdasarkan tingkat kreatifitas fotografer. Hasil yang diperoleh yakni, bentuk ide dalam pembuatan foto prewedding berdasarkan ide adalah bentuk foto prewedding berlatar belakang arsitektur Bali, foto prewedding style Bali berdasarkan kehidupan sosial masyarakat dan bentuk prewedding style Bali berdasarkan tata busana Bali. Struktur bentuk foto prewedding style Bali diperoleh berupa foto prewedding bentuk hitam putih, berbentuk warna dan inframerah. Selanjutnya dalam konsep-konsep estetika, yakni nilai-nilai keindahan foto berdasarkan estetika ideational, keindahan foto berdasarkan konsep ide pembuatan, dan estetika technikal berupa penggunakan teknik dalam pemotretanPrewedding photo style Bali as a form of creativity, because in this photograph manufacture requires high creativity that pooling of ideas between the object image and the photographer can be perfectly interwoven to produce good photographs. This research will discuss prewedding photos as a form of creative photographer, because in this photograph manufacture requires high creativity that pooling of ideas between the object image and the photographer can be perfectly interwoven to produce good photographs. Creativity is an innate factors individually controlled motivation. This study aims to assess the forms of photos prewedding based on the level of creativity of photographers. The results obtained, the form of ideas in the manufacture prewedding picture based on an idea is a form of prewedding photo background Balinese architecture, prewedding photo Bali style based social life and shape prewedding Bali based fashion style Bali. Structure form prewedding photo Bali style obtained in the form of photos prewedding form of black and white, color and infrared shaped. Furthermore, the concepts of aesthetics, namely the values of beauty photos by ideational aesthetics, the beauty of the picture is based on the concept of the idea of making, top technical and aesthetic form of the use of the technique in photograph
Ungkapan Estetis Sistem Konstruksi Pada Interior Bangunan Tradisional Bali Padmanaba, Cok Gd Rai; Artadi, Made Pande; Tiaga, Nyoman Adi
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.744 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.212

Abstract

Keindahan bangunan tradisional Bali bisa dijumpai pada berbagai elemen, termasuk pada bagian yang berperan sebagai konstruksi, walaupun konstuksi sering dikonotasikan pada sesuatu yang kaku dan kokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencermati lebih jauh sistem konstruksi pada interior bangunan tradisional Bali, dan bagaimana konstruksi tersebut dikemas dalam suatu ungkapan estetis yang bisa memperindah interiornya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif tentang ragam hias dan filosofi penempatannya dengan penelahaan literatur, wawancara dengan para arsitek bangunan tradisional Bali, serta pengamatan langsung terhadap beberapa bangunan tradisional Bali, yang tersebar dibeberapa daerah kabupaten dan kota di Bali. Analisis yang dilakukan berupa analisis kualitatif yang berupa penilaian terhadap unsur-unsur keindahan yang tidak bisa disampaikan berupa angka-angka yang terukur. Penelitian akan difokuskan dengan penelusuran lebih mendetail pada bale dangin, khususnya mengenai jenis jenis ragam hias yang diterapkan, dan bagaimana filosofi penempatan ragam hias tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias yang diterapkan pada interior didominasi dari bentuk-bentuk pepatran yang disertai bentuk kekarangan dan patung. Filosofi penempatan ragam hias sampai saat ini belum didapatkan sehingga jenis ragam hias menjadi sangat berkembang sesuai dengan kreasi dari pemilik bangunan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.The beauty of Bali traditional buildings can be found on a variety of elements, including the part that acts as the construction, although construction purposes often connotes something rigid and sturdy. The purpose of this study was to further examine the interior construction systems in traditional Balinese buildings, and how construction is packaged in an aesthetic expression that can beautify the interior. The method applied in this research is descriptive qualitative method of decoration and philosophy placement with review of the literature, interviews with architects of Bali traditional buildings, as well as direct observation of some Bali traditional buildings, which are scattered in several regencies and municipalities in Bali. Analysis was done by qualitative analysis in the form of an assessment of the elements of beauty that can not be delivered in the form of measurable figures. Research will be focused in greater detail on a bale dangin, particularly concerning the types of decoration that is applied, and how the philosophy of the decorative placement. The results showed that the decoration is applied to the interior is dominated forms accompanied pepatran, kekarangan and sculpture. Philosophy placement of decorative until now has not found that the type of decoration to be highly developed in accordance with the creation of the owner of the building, leaving no religious values.
Aplikasi Prinsip-Prinsip Desain Pada Tampak Depan Hotel Waisnawa, I Made Jayadi; Yupardhi, Toddy Hendrawan
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.336 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.199

Abstract

Fenomena desain tampak depan hotel yang memiliki berbagai macam bentuk terkesan memberikan dampak negative terhadap budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mempertimbangkan tampak depan(fasade) hotel sebagai media pelestarian budaya lokal melalui aplikasi prinsip-prinsip desain serta hubungannya dalam mencapai estetika. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kulaitatif dengan purposive sample. Kriteria dari sample adalah hotel berbintang empat yang memiliki susunan elemen desain. Beberapa tahapan dalam penelitian ini seperti menentukan rumusan permasalahan, dilanjutkan dengan mengumpulkan data yang akan dipergunakan dalam memecahkan permasalahan, kemudian menentukan alat dalam pengumpulan data yaitu servey, observasi, landasan teori dan dokumentasi dan menentukan teknik pendekatan dalam desain untuk menganalisis data. Dari 10 hotel yang dijadikan sample, hanya 1 hotel yang mengaplikasikan budaya lokal. 10 hotel lainnya hanya berorientasi pada susunan elemen desain. Beberapa bidang pada tampak depan hotel seharusnya berorientasi pada pengaplikasian budaya lokal. Aplikasi prinsip desain yang banyak dipergunakan adalah ritme visual, keseimbangan dan harmoni. Prinsip ritme banyak teraplikasi melalui bentuk persegi pada elemen pembentuk ruang.Prinsip harmoni diciptakan melalui aplikasi warna, material dan elemen/ unsur desain.The phenomenon of design facade hotel that has impressed provide various forms of negative impact on the local culture. This study aims to consider the visible front (facade) hotel as a media preservation of local culture through the application of the principles of design and its relationship to achieve a esthetic. The method used in this research is descriptive qualitative with purposive sample. The criteria of sample is a four-star hotel that has a composition design elements. Several stages in this study such as determining the formulation of the problem, followed by collecting data to be used in solving the problem, then determine the data collection tool that is surveyed, observation, documentation and determine teoridan foundation engineering design approach to analyze the data. From 11 hotels sampled, only one hotel which is applying local culture. 10 more hotels only oriented to the arrangement of design elements. Some areas of the facade of the hotel should be oriented towards the application of the local culture. Application design principles are widely used visual rhythm, balance and harmony. The principle of rhythm much applied through a square shape on the forming element ruang.Principle harmony created trough the application of colour, material and elements of the design.
Revitalisasi Musik Tradisional Prosesi Adat Sasak Sebagai Identitas Budaya Sasak Yudarta, I Gede; Pasek, I Nyoman
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.462 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.175

Abstract

Masyarakat Sasak sangat kaya dengan budaya musik, khususnya musik tradisional. Di samping gendang beleq yang sudah dipakai sebagai ikon dan disahkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda oleh UNESCO, terdapat berbagai jenis musik tradisional lainnya seperti: tawaq-tawaq, barong tengkoq, kelentang, rebana gending, gula gending, tambur, gong suling yang juga merupakan tradisional yang lahir dari tradisi dan budaya Sasak serta menjadi identitas budaya Sasak.  Keberadaan berbagai jenis seni musik tradisional tersebut, jumlahnya semakin menyusut bahkan beberapa diantaranya mengalami kepunahan. Mengamati fenomena tersebutlah topik ini perlu diangkat, dikaji dalam bentuk penelitian ilmiah, sehingga pemahaman terhadap keberadaan musik tersebut bisa diperkuat kembali. Revitalisasi sebagai salah satu upaya untuk mengangkat kembali seni musik tradisional sebagai salah satu ikon dan identitas budaya Sasak sangat penting untuk dilaksanakan. Sebagai langkah awal dalam revitalisasi akan dilakukan identifikasi serta mendiskripsikan terhadap jenis-jenis ensambel musik prosesi yang terdapat dalam tradisi budaya masyarakat Sasak. Hal ini dilaksanakan agar dapat diketahui jenis-jenis ensambel dengan berbagai instrumen yang terdapat di dalamnya serta keberadaannya di dalam berbagai jenis prosesi ritual adat Sasak. Untuk dapat menganalisa, identifikasi serta diskripsinya dipergunakan metode diskriptif kualitatif melalui pendekatan musikologis dan etnomusikologis dengan dukungan beberapa teori yang terkait dengan bentuk dan struktur musik.Sasak communities were very rich with musical culture, especially traditional music. In addition to beleq drum which has been used as an icon and passed as one of the intangible cultural heritage by UNESCO, there are various types of traditional music such as tawaq-tawaq, barong tengkoq, kelentang, rebana gending, gula gending, tambur, gong suling which also is traditionally born of tradition and culture as well as being a cultural identity Sasak. The existence of various types of traditional music, the numbers dwindling even some of them to extinction. Observing the phenomenon on this topic is exactly needs to be raised and studied in the form of scientific research, so an understanding of where the music existence can be reinforced. Revitalization as an effort to revive traditional music as one of the Sasak culture icons and identities is very important to be implemented. As the first step in the revitalization it will be identifications and descriptions on musical ensembles procession types contained in Sasak community cultural traditions. This step is performed to determine the types of ensembles with various instruments contained in it as well as its presence in various types of indigenous Sasak ritual procession. Qualitative descriptive method through musicological approach and ethnomusicology is used to be able to analyze, identify, and describe the descriptions with the support on several theories related to the form and structure of the music.

Page 2 of 3 | Total Record : 25