cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2018)" : 22 Documents clear
Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Pada Hutan Tanaman Jati (Tectona grandis L.f.) Di Desa Lamorende Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Wa Ode Ernawati Marfi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.559 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.71-82

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spesies tanaman rendah yang ditemukan di perkebunan jati di Desa Lamorende, Kecamatan Tongkuno, ditemukan 15 spesies dan 10 famili termasuk Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Jukut Pahit (Paspalum conjugatum Berg), Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.) famili Poaceae (Gramineae), Jarong (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.) famili Verbenaceae, Harendong (Melastoma affine D. Don) famili Melastomaceae, Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) RM King & H. Robinson) famili Asteraceae (Compositae), Tembelekan (Lantana kamara Linn.), Hiptis (Hyptis capitata Jacq.) famili Lamiaceae (Labiatae), Kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae, Paku Harupat Nephrolepis Schott.) famili Oleandraceae, Christella parasitica (L.) Lev famili Thelypteridaceae, Paku Hata (Lygodium circinatum (Burm.) Sw.) famili Schizaeaceae, Putri Malu (Mimosa pud Ica), Gamal (Gliricidia sepium), dan Sentro (Centrosema pubescens Benth.) famili Fabaceae). Tingkat penguasaan (dominasi) spesies tanaman yang lebih rendah pada tegakan jati adalah rendah, sedangkan nilai total indeks keanekaragaman spesies (H') dari tanaman yang lebih rendah di tegakan jati adalah 1,23. Ini menunjukkan bahwa komunitas tumbuhan bawah di lokasi penelitian memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang cukup berlimpah.
Pengaruh Asam Cuka dan Lama Pencampuran Terhadap Kualitasi Minyak Kelapa Mustamian Anwar Masuku
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.83-93

Abstract

Minyak kelapa merupakan salah satu minyak yang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, karena tingginya kandungan asam lemak jenuh rantai pendek dan sedang. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimanakah pengaruh waktu penambahan asam cuka terdapat kualitas minyak kelapa yang meliputi kadar air, berat jenis, indeks bias, angka asam, angka penyabunan, angka oid, angka piroksida, dan berapakah waktu penambahan asam cuka asam cuka yang optimum untuk menghasilkan minyak kelapa dengan kualitas terbaik. Sehingga penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam cuka terdapat kualitas minyak kelapa dan mengetahui waktu penambahan asam cuka yang optimum untuk menghasilkan minyak kelapa dengan kualitas terbaik. Sampel yang digunakan yaitu minyak kelapa yang dibuat dengan waktu penambahan asam cuka 10 menit, 15 menit, 20 menit, dan 25 menit. Masing-masing sampel di analisis kualitasnya yang meliputi kadar air, berat jenis, indeks bias, angka asam , angka penyabunan, angka iod dan angka piroksida. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa waktu penambahan asam cuka yang berbeda mempengaruhi kualitas minyak kelapa yang di hasilkan, yaitu dengan penambahan asam cuka, maka kadar air semakin besar, berat jenis semakin besar, angka asam semakin besar, angka penyabuhan semakin kecil, dan hanya waktu penambahan asam cuka 25 menit yang mempunyai angka piroksida. Kemudian dapat dilihat bahwa waktu penambahan asam cuka yang paling optimum untuk membuat minyak kelapa dengan kualitas terbaik adalah 10 menit, yang mempunyai % relative asam raulat sebesar 50,9 sp.
Peluang dan Tantangan Industri Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan dalam Mendukung Terwujudnya Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku Utara Talib, Ahmad
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.19-27

Abstract

Lumbung Ikan Nasional (LIN) adalah merupakan suatu kawasan penghasil produksi perikanan secara berkelanjutan dan merupakan pusat pertumbuhan ekonomi perikanan nasional. Lumbung Ikan Nasional berarti menjadikan daerah tersebut sebagai produsen perikanan terbesar, minimal menyediakan stok untuk kebutuhan di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan studi kepustakaan dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlu peningkatan dan penguatan produk olahan hasil perikanan tradisional khas Maluku Utara; dan melengkapi segala fasilitas dalam penerapan cold chain system mulai dari hulu sampai hilir; serta meningkatkan fasilitas Laboratorium Pengolahan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan.
Peran Aktor dalam Media Massa Terhadap Konflik Lahan Kehutanan Antara Masyarakat dengan Pemerintah di Maluku Utara JULHAM, MUHAMMAD
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.53-60

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pandangan media massa terhadap konflik lahan serta menganalisis aktor-aktor dalam memperakukan dan memanfaatkan media massa sesuai dengan kepentingannya. Tulisan ini menggunakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data diperoleh melalui observasi, survey, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Pandangan media massa terhadap konflik lahan kehutanan di Maluku Utara ialah dengan memposisikan media massa sebagai “agent of change”, selain  sebagai media informasi media massa juga berperan sebagai media edukasi dengan memberikan informasi-informasi pembanding, menggunakan narasumber professional yang berkompoten dalam melihat konflik lahan kehutanan serta menyajikan data-data yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses penyelesaian kasus konflik lahan kehutanan di Maluku Utara sedangkan, aktor-aktor dalam memperlakukan dan memanfaatkan media massa berdasarkan kepentingannya terkait masalah konflik lahan kehutanan di Maluku Utara berdasarkan hasil survey, observasi, dan telaah media massa (Seputar Malut dan Malut Post) dibagi menjadi 5 (lima) klasifikasi yaitu, masyarakat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, LSM dan Akademisi.
Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Pada Hutan Tanaman Jati (Tectona grandis L.f.) Di Desa Lamorende Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Marfi, Wa Ode Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.71-82

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spesies tanaman rendah yang ditemukan di perkebunan jati di Desa Lamorende, Kecamatan Tongkuno, ditemukan 15 spesies dan 10 famili termasuk Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Jukut Pahit (Paspalum conjugatum Berg), Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.) famili Poaceae (Gramineae), Jarong (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.) famili Verbenaceae, Harendong (Melastoma affine D. Don) famili Melastomaceae, Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) RM King & H. Robinson) famili Asteraceae (Compositae), Tembelekan (Lantana kamara Linn.), Hiptis (Hyptis capitata Jacq.) famili Lamiaceae (Labiatae), Kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae, Paku Harupat Nephrolepis Schott.) famili Oleandraceae, Christella parasitica (L.) Lev famili Thelypteridaceae, Paku Hata (Lygodium circinatum (Burm.) Sw.) famili Schizaeaceae, Putri Malu (Mimosa pud Ica), Gamal (Gliricidia sepium), dan Sentro (Centrosema pubescens Benth.) famili Fabaceae). Tingkat penguasaan (dominasi) spesies tanaman yang lebih rendah pada tegakan jati adalah rendah, sedangkan nilai total indeks keanekaragaman spesies (H') dari tanaman yang lebih rendah di tegakan jati adalah 1,23. Ini menunjukkan bahwa komunitas tumbuhan bawah di lokasi penelitian memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang cukup berlimpah.
Pengaruh Asam Cuka dan Lama Pencampuran Terhadap Kualitasi Minyak Kelapa Masuku, Mustamian Anwar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.83-93

Abstract

Minyak kelapa merupakan salah satu minyak yang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, karena tingginya kandungan asam lemak jenuh rantai pendek dan sedang. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimanakah pengaruh waktu penambahan asam cuka terdapat kualitas minyak kelapa yang meliputi kadar air, berat jenis, indeks bias, angka asam, angka penyabunan, angka oid, angka piroksida, dan berapakah waktu penambahan asam cuka asam cuka yang optimum untuk menghasilkan minyak kelapa dengan kualitas terbaik. Sehingga penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam cuka terdapat kualitas minyak kelapa dan mengetahui waktu penambahan asam cuka yang optimum untuk menghasilkan minyak kelapa dengan kualitas terbaik. Sampel yang digunakan yaitu minyak kelapa yang dibuat dengan waktu penambahan asam cuka 10 menit, 15 menit, 20 menit, dan 25 menit. Masing-masing sampel di analisis kualitasnya yang meliputi kadar air, berat jenis, indeks bias, angka asam , angka penyabunan, angka iod dan angka piroksida. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa waktu penambahan asam cuka yang berbeda mempengaruhi kualitas minyak kelapa yang di hasilkan, yaitu dengan penambahan asam cuka, maka kadar air semakin besar, berat jenis semakin besar, angka asam semakin besar, angka penyabuhan semakin kecil, dan hanya waktu penambahan asam cuka 25 menit yang mempunyai angka piroksida. Kemudian dapat dilihat bahwa waktu penambahan asam cuka yang paling optimum untuk membuat minyak kelapa dengan kualitas terbaik adalah 10 menit, yang mempunyai % relative asam raulat sebesar 50,9 sp.
Analisis SWOT sebagai Strategi Pengembangan Usahatani Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur Muhammad, Munawir
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.28-37

Abstract

Pemetaan Kawasan Sentra Produksi bagi UMKM di Kota Ternate Umasugi, Linda
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.43-48

Abstract

Suatu wilayah/kawasan yang sukses dalam industrinya adalah yang mampu menciptakan dan mengembangkan faktor creation yang dibutuhkan sesui dengan potensinya, dan wilayah itu akan memiliki keunggulan daya saing dalam menciptakan faktor-faktor produksi yang terspesialisasi (specialized factor) dan sangat tergantung pada: (a) Kondisi permintaan lokal, (b) Keberadaan industri dan pendukung industri terkait, (c) Tujuan perusahaan dan karakteristik persaingan, Oleh karena itu Pemetaan Kawasan Sentra Produksi (P-KSP) merupakan salah satu bentuk pemetaan sentra produksi untuk sektor strategis yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan nilai tambah yang diikuti peningkatan produksi pada sentra-sentra produksi dari sub sektor pertanian tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor kehutanan, subsektor perikanan dan subsektor peternakan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang relevan. Tujuan pada penelitian ini adalah Mengidentifikasi komoditas unggulan dari setiap sub sektor untuk dikembangkan menjadi suatu Kawasan sentra produksi, Mengidentifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk dikembangkan menjadi sentra-sentra produksi, Melakukan pemetaan kawasan sentra produksi yang bermanfaat untuk pengembangan UKM di Provinsi Maluku Utara sebagai kegiatan usaha untuk peningkatan nilai tambah produk primer yang dihasilkan, Menganalisis daya dukung sumberdaya dalam pengembangan UMKM di Provinsi Maluku Utara, dan Menganalisis Strategi Pengembangan UMKM dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Karakterisasi Ekonomi Pesisir Kabupaten Sidoarjo Berbasis Pengkayaan Keragaman Mangrove Istiqomah, Titis
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.13-18

Abstract

Efek Perbedaan Kerapatan Media Substrat Terhadap Proses Penempelan Larva Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Kotta, Raismin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.61-70

Abstract

Usaha budidaya kerang mutiara lebih banyak terarah pada kegiatan pembesaran dan produksi mutiara, sehingga kebutuhan akan spat sebagai bahan baku utama semakin meningkat. Penelitian telah dilakukan pada bulan oktober 2017 di Laboratorium Balai Pengembangan Perikanan Pantai Sekotong Lombok Barat menggunakan metoda eksperimen.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kerapatan media kolektor yang berbeda terhadap proses penempelan yang lebih efektif pada larva tiram mutiara fase plantygrade di laboratorium. Hasil yang di peroleh pada perlakuan P2 Media substrat/kolektor kerapatan 80% sangat baik dan cukup padat yaitu sebanyak 370 ekor spat/substrat. Sedangkan penempelan spat terendah ditemukan pada perlakuan P1 Media kolektor kerapatan 50% sebanyak 217 ekor spat/substrat. Dapat disimpulkan bahwa semakin lebar kerapatan media kolektor maka semakin kecil proses penempelan larva fase plantygrade. Berdasarkan analisis statistik bahwa kerapatan 50% perlakuan P1 dan perlakuan P2 menunjukan adanyan berbeda nyata, dimana Thitung (1,561) < Ttabel (2.228) ini berarti penempelan larva menggunakan substrat/kolektor kerapatan 50% dengan 80% yang berbeda tetapi tidak berpengaruh pada penempelan larva tiram mutiara fase plantygrade. Hasil pengamatan nilai rata-rata kualitas perairan seperti; Suhu 28,9 0C, pH 7,1, Salinitas 33 ppt, dan DO 5,9  ppm. Pemberian jenis pakan alami terhadap tiram mutiara pada fase plantygrade antara lain yaitu fitoplankton jenis  Isochrysis galbana, Chaetoceros simplex dan Nannoclhoropsis sp.

Page 2 of 3 | Total Record : 22