cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2019)" : 49 Documents clear
Size Distribution and Length-Weight Relationship of Red Snapper (Lutjanus malabaricus) in Pinrang Waters Regency of Pinrang Nuraeni L Rapi; Mesalina Tri Hidayani; Djumanto Djumanto; Murwantoko Murwantoko
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.921 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.317-321

Abstract

Fisheries activities red snapper in Pinrang waters is considered to be a small scale and caught with that variety of types instrument catch fish (multi gears) one of them is bubu fishing gear. Now, the level of the utilization of red snapper is believed to have been experience symptoms of over fishing due to the high pressure in the area. The study aims to analyze the size structure and length-weight correlation of red snapper (Lutjanus sp). The study was conducted during 5 months of period, starting from March to July 2019 in Pinrang waters, Pinrang District. The sample of the fish obtained by fishermen using ‘Bubu’ fishing gear. The results showed that the total length structure of males and females of the red snapper was ranging from 32 - 57 cm, while the weight structure of males and females of the red snapper had a wide range from 500 to 2500 grams. The total sample of the red snapper is 163 divided into 68 males and 95 females. The growth pattern of red snapper can be categorized in a negative allometric type with a value of b = 2.3328 which means that the length increased faster than the weight gain.
Parameter Populasi Beberapa Spesies Ikan Karang Di Perairan Kecamatan Seram Timur Abdul Gafur RUMAGIA; Jacobus W. Mosse; Ong T. S. Ongkers
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1942.188 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.360-368

Abstract

Kecamatan Seram Timur Kabupaten Seram Bagian Timur cukup terkenal dengan hasil perikanan tangkap dan salah satunya adalah ikan karang. Penelitian tentang parameter populasi dari ikan karang di Indonesia masing tergolong sedikit sehingga penulis memandang perlu untuk melakukan penelitian ini guna menambah kajian ilmu tentang parameter populasi ikan karang di Indonesia dan di Kabupaten Seram Bagian Timur secara khusus. Pengambilan sampel di Perairan Kecamatan Seram Timur dilakukan selama 8 bulan, sebanyak 622 ekor ikan sampel. Parameter yang dianalisis adalah pola pertumbuhan, parameter pertumbuhan (Lt, L¥, K dan t0), estimasi laju mortalitas (M, F dan Z) dan laju eksploitasi (E). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran frekuensi panjang dari semua jenis ikan berada pada satu kelompok ukuran panjang, dengan pola pertumbuhan pada semua jenis ikan karang adalah alometrik negative. Nilai L¥ berkisar antara 314.74 mm sampai 460.00 mm dengan nilai koefisien pertumbuhan (K) berkisar antara 0.42 sampai 1.10 per tahun dimana umut t0 berkisar antara – 0.0735 sampai – 0.2530. Laju mortaltas akibat penangkapan (F) pada umumnya lebih rendah dari laju mortalitas alami (M) kecuali pada jenis Lutjanus lentjan yang menyebabkan rata-rata laju ekploitasi (E) masih dibawah 50% sehingga dapat dikatan bahwa ikan-ikan karang diperairan kecamatan Seram Timur masih berada pada kondisi under exploitation
Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Pada Pemanfaatan Kawasan Wisata Alam Maleura Wa Ode Ernawati Marfi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.097 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.331-339

Abstract

Karakteristik sosial ekonomi masyarakat nelayan dalam keterkaitannya dengan pemanfaatan kawasan di wisata alam Maleura Desa Lakarinta Kecamatan Lohia memiliki keterkaitan dalam kehidupan masyarakat Desa Lakarinta dimana kawasan tersebut dijadikan salah satu sumber mata pencaharian dan sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang mudah dijangkau dan didapatkan oleh masyarakat sekitar.
Pengaruh Rendaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Kandungan Vitamin C dan pH Minuman Infused Water Lydia Maria Ivakdalam; Zasendy Rehena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.015 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.344-349

Abstract

Infused water adalah air minum yang diberi tambahan potongan buah, sayuran atau herbal sehingga sari-sari dari buah yang direndam dalam air putih akan keluar, memberikan cita rasa, dan berbagai manfaat bagi yang meminum air tersebut. kandung Vitamin C yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempunyai aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman potongan buah jeruk nipis terhadap kandungan Viamin C dan pH minuman infused water. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu  lama perendaman perasan kulit jeruk nipis selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam, dan 8 jam dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Menganalisis  Kandungan  Vitamin C dengan Metode Titrasi Iodium dan pengukuran tingkat keasaman (pH). Penelitian ini dilaksanakan di Lab Biokimia dan THP Universitas Pattimura Ambon, pada bulan September 2019. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa nilai Fhitung untuk perlakuan lama perendaman perasan kulit jeruk nipis terhadap kandungan Vitamin C minuman Infused Water adalah sebesar 1,778 dengan signifikasi 0,000. Hasil nilai Fhitung untuk perlakuan Lama Perendaman peraasan Kulit jeruk Nipis Terhadap keasaman (pH) Minuman Infused Water adalah sebesar 1.140 dengan signifikasi 0,392. Kesimpulannya ada pengaruh Lama Perendaman Perasan Kulit jeruk Nipis Terhadap kandungan Vitamin C Minuman Infused Water yang cenderung meningkat. Terdapat kecenderungan kestabilan tingkat keasaman (pH) Minuman Infused Water terhadap Lama Perendaman Kulit jeruk NipisData pengaruh perendaman jeruk nipis terhadap kandungan vitamin C dan pH dianalisis dengan anova satu jalur.
Analisis Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Nasriah Nasriah; Andi Nuddin; Irmayani Irmayani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.025 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.340-343

Abstract

Program PUAP adalah program terobosan Kementrian Pertanian dalam bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petan ianggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan. Tujuan penelitian untuk menentukan besarnya pendapatan petani setelah mengikuti Program PUAP. Daerah Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Populasi dalam penelitian ini adalah Petani Anggota GAPOKTAN penerima pinjaman BLM-PUAP. Jumlah populasi adalah 169 orang dan sampel diambil 20% dari jumlah populasi sebanyak 34 orang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed method) yaitu deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif sedangkan teknik sampling porporsie melalui penyebaran kuesioner kepada kelompok penerima dana PUAP. Pengolahan data dengan statistic distribusi frekuensi, teknik penyajian data dengan table dan grafik. HasilPendapatan yang diperoleh petani setelahikut Program PUAP rata-rata diatas Rp500.000-Rp3.000.000,-/bulan disbanding sebelum ikut Program PUAP.
Pengaruh Formulasi Tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan Tepung Wortel (Daucus carota) terhadap Nilai Gizi dan Organoleptik Nugget Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Melkhianus Hendrik Pentury
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.124 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.350-359

Abstract

Formulasi bahan olahan pangan dengan penambahan Sayuran kedalam salah satu produk akan menaikan nilai gizi dan penerimaan produk bagi konsumen. Wortel (Daucus carota L) termasuk kelompok sayuran yang memiliki umbi berwarna jingga, yang kaya akan kandungan gizi yaitu β-karoten sebagai sumber antioksidan alami, serat pangan, tokoferol, asam askorbat, dan α-tokoferol. Tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) adalah sumber pangan lokal yang kandungan karbohidratnya tinggi. Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan yang berpotensi cukup tinggi serta memiliki nilai ekonomis dan banyak disukai masyarakat. Difersifikasi olahan ikan, selain  mempertahankan mutu dan memperpanjang masa penyimpanan juga sebagai bentuk penerimaan konsumsi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formulasi tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan tepung Wortel (Daucus carota) terhadap nilai gizi dan organoleptik nugget Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas lima perlakuan yaitu formulasi tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan tepung Wortel (Daucus carota) (0%:50%; 15%:35%; 25%:25%; 35%:15%; 50%:0%). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Variabel pengamatan terdiri atas penilaian organoleptik dengan parameter uji meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan analisis nilai gizi meliputi kadar air dan abu menggunakan metode gravimetri, kadar lemak menggunakan metode soxhlet, kadar protein menggunakan metode biuret dan kadar glukosa menggunakan metode aplikasi dari Sudarmadji tahun 2007. Data dianalisis menggunakan Analyses of Variances (ANOVA) dan apabila berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik formulasi tepung mangrove dan tepung wortel dalam pembuatan nugget ikan cakalang yakni pada perlakuan perbandingan tepung mangrove 35% dan tepung wortel 15% dengan rerata penilaian organoleptik disukai panelis.
Keanekaragaman Tumbuhan Obat Taman Wisata Alam Baumata Kabupaten Kupang serta Pemanfaatannya oleh Masyarakat Lokal Sudarmin Ledo; Wilhelmina Seran
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.154 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.299-310

Abstract

Informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat Taman Wisata Alam (TWA) Baumata belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi menggunakan metode jalur transek, sebanyak 45 plot dengan ukuran 2 x 2 m, 5 x 5 m, 10 x 10 m, dan 20 x 20 m. yang dilakukan di TWA Baumata. Wawancara dilakukan untuk mengetahui penggunaan berbagai jenis tumbuhan obat oleh masyarakat lokal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 31 jenis tumbuhan obat di TWA  Baumata. Indeks Keanekaragaman Jenis (Indeks Shannon) menunjukkan tingkat keanekaragaman semua vegetasi di TWA Baumata tergolong sedang. Masyarakat lokal menggunakan 10 jenis tumbuhan obat yang berasal dari kawasan TWA Baumata. Informasi potensi tumbuhan obat yang ada di kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan dapat mendukung upaya konservasi untuk tetap menjaga kelestariannya.
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Sifat Kimia dan Sifat Organoleptik Tepung Sukun (Artocarpus altilis) Mustamin A. Masuku; Cris Sugihono
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.369-380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap sifat kimia dan sifat organoleptik tepung sukun.Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) factorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 9 x 3 = 27 unit percobaan. Masing –masing perlakuan terdiri dari : waktu pengeringan 6 jam dengan suhu 350C (Tlt3), waktu pengeringan 8 jam dengan suhu  350 C  (Tlt2), waktu pengeringan 10 jam dengan suhu 35 0C (Tlt3), waktu pengeringan 6 jam dengan suhu 40 0 C (T2tl), waktu pengeringan 8 jam dengan suhu 400 C (T2t2), waktu pengeringan 6 jam dengan suhu 400C (T2t3), waktu pengeringan 6 jam dengan suhu 45 0C (T3t1), waktu pengeringan 8 jam dengan suhu 450C (T3t2) dan waktu pengeringan 10 jam dengan suhu 450C (T3t3). Parameter yang diamati meliputi sifat kimia (air, karbohidrat, serat, lemat, protein), dan sifat organoleptik (warna, tekstur dan aroma). Hasil penelitian memberikan bahwa sifat kimia dan sifat organoleptik yang terdiri dari kadar air, karbohidrat, serat, lemak, protein, warna dan aroma tepung sukun memberikan pengaruh yang berbeda nyata sedangkan tekstur tidak berbeda nyata. Perlakuan pengeringan selama 6 jam dengan suhu 400C merupakan perlakuan terbaik dari tepung sukun.
Parameter Populasi Beberapa Spesies Ikan Karang Di Perairan Kecamatan Seram Timur RUMAGIA, Abdul Gafur; Mosse, Jacobus W.; Ongkers, Ong T. S.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.360-368

Abstract

Kecamatan Seram Timur Kabupaten Seram Bagian Timur cukup terkenal dengan hasil perikanan tangkap dan salah satunya adalah ikan karang. Penelitian tentang parameter populasi dari ikan karang di Indonesia masing tergolong sedikit sehingga penulis memandang perlu untuk melakukan penelitian ini guna menambah kajian ilmu tentang parameter populasi ikan karang di Indonesia dan di Kabupaten Seram Bagian Timur secara khusus. Pengambilan sampel di Perairan Kecamatan Seram Timur dilakukan selama 8 bulan, sebanyak 622 ekor ikan sampel. Parameter yang dianalisis adalah pola pertumbuhan, parameter pertumbuhan (Lt, L¥, K dan t0), estimasi laju mortalitas (M, F dan Z) dan laju eksploitasi (E). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran frekuensi panjang dari semua jenis ikan berada pada satu kelompok ukuran panjang, dengan pola pertumbuhan pada semua jenis ikan karang adalah alometrik negative. Nilai L¥ berkisar antara 314.74 mm sampai 460.00 mm dengan nilai koefisien pertumbuhan (K) berkisar antara 0.42 sampai 1.10 per tahun dimana umut t0 berkisar antara – 0.0735 sampai – 0.2530. Laju mortaltas akibat penangkapan (F) pada umumnya lebih rendah dari laju mortalitas alami (M) kecuali pada jenis Lutjanus lentjan yang menyebabkan rata-rata laju ekploitasi (E) masih dibawah 50% sehingga dapat dikatan bahwa ikan-ikan karang diperairan kecamatan Seram Timur masih berada pada kondisi under exploitation
Pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max L. Merrill) pada berbagai dosis bokashi kotoran ayam Anti, Wa Ode
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.326-330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi kotoran ayam  terhadap  pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa  Tombula  Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna  Propinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini berlangsung selama empat bulan yaitu mulai  September  2018  sampai dengan bulan  Pebruari   2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangam Acak Kelompok  yang terdiri dari tiga level perlakuan   yaitu tanpa bokashi kotoran ayam (B0), pemberian bokashi kotoran ayam  dengan dosis 2,5 t ha-1 atau 30 g rumpun-1 (B1), pemberian bokashi kotoran ayam  dengan dosis 5 t ha-1 (B2), pemberian bokashi kotoran  dengan dosis 7,5 t ha-1 (B3) dan pemberian bokashi kotoran ayam dengan dosis 10 t ha-1  (B4).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran aya berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun,  jumlah cabang produktif, jumlah polong, jumlah polong hampa, berat 100 biji kering dan produksi (t ha-1). Bokashi kotoran ayam dengan dosis 10 t ha-1 memberikan produksi  sebesar 2,9 t ha-1.