cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2020)" : 36 Documents clear
Karakteristik Uji Organoleptik Ikan Cakalang Asap dengan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa, Sabut Kelapa dan Kayu Mangrove Dr. Ahmad Talib; Sukrianto Gunawan; Azis Husen
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.13 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.83-90

Abstract

Asap cair mempunyai sifat anti bakterial sehingga bahan makanan dapat bertahan lama tanpa membahayakan konsumen. Pengawetan dengan asap cair mampu memberikan karakteristik berupa aroma, warna dan rasa yang spesifik pada produk yang dihasilkan.  Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tempurung, sabut kelapa dan kayu mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan asap cair menggunakan perlakuan tempurung kelapa, sabut kelapa dan kayu mangrove dan dilanjutkan dengan uji organoleptik meliputi atribut  kenampakan, rasa, warna dan tekstur produk ikan asap.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dengan terhadap perlakuan ikan cakalang  dengan menggunakan asap cair.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asap cair dengan perlakuan tempurung kelapa lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan nilai tertinggi pada semua parameter yang meliputi (kenampakan, rasa, warna dan tekstur) secara berurutan adalah ( 5,92; 6,04;6,4;5,92 dan 6,24) sedangkan perlakuan lainnya dengan nilai yang lebih rendah.
Karakteristik Uji Organoleptik Ikan Cakalang Asap dengan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa, Sabut Kelapa dan Kayu Mangrove Talib, Dr. Ahmad; Gunawan, Sukrianto; Husain, Aziz
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.13 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.83-90

Abstract

Asap cair mempunyai sifat anti bakterial sehingga bahan makanan dapat bertahan lama tanpa membahayakan konsumen. Pengawetan dengan asap cair mampu memberikan karakteristik berupa aroma, warna dan rasa yang spesifik pada produk yang dihasilkan.  Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tempurung, sabut kelapa dan kayu mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan asap cair menggunakan perlakuan tempurung kelapa, sabut kelapa dan kayu mangrove dan dilanjutkan dengan uji organoleptik meliputi atribut  kenampakan, rasa, warna dan tekstur produk ikan asap.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dengan terhadap perlakuan ikan cakalang  dengan menggunakan asap cair.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asap cair dengan perlakuan tempurung kelapa lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan nilai tertinggi pada semua parameter yang meliputi (kenampakan, rasa, warna dan tekstur) secara berurutan adalah ( 5,92; 6,04;6,4;5,92 dan 6,24) sedangkan perlakuan lainnya dengan nilai yang lebih rendah.
Model Matematika Pertumbuhan Udang Vanami (Litopenaeus vannamei) dengan Pengaruh Pemanenan Parsial sebagai Dasar Penetapan Waktu Pemanenan Aris Alfan; Fitroh Resmi; Slamet Ifandi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.939 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.75-82

Abstract

Pemanenan parsial pada budidaya udang vaname telah banyak dipraktikkan oleh para petani. Pemanenan parsial telah terbukti secara praktis dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan dengan pemanenan tunggal. Namun untuk menentukan waktu pemanenan parsial, para petani masih menggunakan perkiraan atau kebiasaan. Melalui penelitian ini akan dibuat suatu model pertumbuhan biomassa nonlinier dari budidaya udang vanami yang selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi waktu pemanenan yang menghasilkan biomassa maksimal. Dalam artikel ini digunakan data sekunder yang diolah menggunakan software MAPLE. Menggunakan persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanan parsial mampu menunjukkan hasil 78% lebih banyak dibandingkan dengan sistem pemanenan tunggal. Model pertumbuhan biomassa yang telah dikonstruksi dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu A, M, L, W_, k, t_0
Model Matematika Pertumbuhan Udang Vanami (Litopenaeus vannamei) dengan Pengaruh Pemanenan Parsial sebagai Dasar Penetapan Waktu Pemanenan Alfan, Aris; Resmi, Fitroh; Ifandi, Slamet
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.939 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.75-82

Abstract

Pemanenan parsial pada budidaya udang vaname telah banyak dipraktikkan oleh para petani. Pemanenan parsial telah terbukti secara praktis dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan dengan pemanenan tunggal. Namun untuk menentukan waktu pemanenan parsial, para petani masih menggunakan perkiraan atau kebiasaan. Melalui penelitian ini akan dibuat suatu model pertumbuhan biomassa nonlinier dari budidaya udang vanami yang selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi waktu pemanenan yang menghasilkan biomassa maksimal. Dalam artikel ini digunakan data sekunder yang diolah menggunakan software MAPLE. Menggunakan persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanan parsial mampu menunjukkan hasil 78% lebih banyak dibandingkan dengan sistem pemanenan tunggal. Model pertumbuhan biomassa yang telah dikonstruksi dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu A, M, L, W_, k, t_0
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Destinasi Wisata di Pantai Natsepa Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Lucas P. Molle
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.102-107

Abstract

This study aims to describe the forms and levels of participation at the planning, implementation, enjoying the results and evaluation of tourism development programs, by describing the process of forming participation and the process of transitioning participation forms from individual level (tourism entrepreneurs) to communities (Tourism Aware Groups), from the level individuals become organizations (Village-Owned Enterprises), as well as from the community level into tourism organizations and the process of organizing individuals, groups and organizations to reach the stage of public power (citizen power) in each stage of development (planning, implementation, enjoying the results and evaluation) at the destination tour of Natsepa Suli Beach, Central Mollucas Regency. This research will use qualitative research methods, to describe community participation in planning, implementing, enjoying the results and evaluating tourism development programs. Data collection techniques in this study used in-depth interviews (in-depth interviews), observation and document study. In addition, the Researcher organized a Focus Group Discussion (FGD) to discuss matters related to tourism development issues as well as related to factors supporting and inhibiting participation. Thus, it is expected that with the participation of the community in the tourism planning process, it can provide an opportunity for the community to express ideas and expectations related to tourism development so that the tourism development program implemented is able to answer the needs of the local community, and it is hoped that the results of this study can be accepted published in the National Journal.
Produksi dan Nilai Jual Ikan Pelagis Dominan di TPI Higienis Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.97-107

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate pada bulan Mei  2020, dengan metode observasi dan wawancara langsung dengan penjual ikan di TPI Higienis, nelayan yang mendaratkan ikan dan pihak PPN Ternate. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis deskriptif  dengan penyajian data dalam bentuk grafik, tabel, presentase, frekuensi, diagram, grafik, mean, modus untuk mengkaji jenis ikan, jumlah produksi ikan, nilai jual dan distribusi daerah penangkapan ikan yang dipasarkan pada Unit Tempat Pelelangan Ikan Higienis. Hasil penelitian didapat bahwa jenis ikan pelagis dipasarkan di TPI Higienis PPN Ternate didominasi oleh ikan cakalang, ikan layang, ikan madidihang, ikan tongkol dan ikan kembung, dengan daerah penangkapan ikan yang di daratkan di PPN Ternate adalah daerah Ternate, Tidore, Makian, Kayoa dan Bacan. Jumlah produksi total pada tahun 2018 adalah sebesar 4.605.737 ton dengan nilai jual perjenis ikan pelagis berkisar antara Rp. 10.000-20.000 per kg.
Strategi Pengembangan Usaha Bagan (Lift Net) di Desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Abu Samad Serang; Yoisye Lopulalan; Hurip Pratomo
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.108-115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji kondisi manajemen usaha bagan, menganalisis penerimaan usaha dan pendapatan nelayan pemilik, menganalisis kelayakan usaha bagan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha bagan, dan merumuskan strategi pengembangan usaha bagan di Desa Sathean, Kecamatan Kei Kecil.  Metode yang digunakan terdiri atas survey descriptive (deskriptif survei)dansurvey explanatory (eksplanasi survei). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, manajeman usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan yang telah berjalan dengan baik adalah manajemen produksi dan manajemen pemasaran, sedangkan manajemen permodalan masih sulit untuk dijalankan. Pendapatan nelayan pemilik usaha bagan di Desa Sathean, Kecamatan Kei Kecil dengan rata-rata 264 trip adalah Rp 282.120.000,- hingga Rp 815.996.000,- atau rata-rata Rp 355.458.000,- tiap unit usaha. Usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan di DesaSathean layak untuk diusahakan. Faktor-Faktor yang mempengaruhi produksi usaha bagan adalah frekuensi melaut, biaya operasional, waktu/lama melaut, dan umur. Strategi pengembangan usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan di desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kebupaten Maluku tenggara, meliputi: 1). Pengembangan usaha bagan kepada lembaga pemberi kredit untuk menambah modal usaha; 2). Program kebijakan yang diarahkan pada pengembangan teknologi dan jumlah alat tangkap bagan; 3). Pelaksanaan penelitian yang diarahkan pada peningkatan hasil tangkapan usaha, pengelolaan permodalan, ketidak efisiensi penggunaan biaya opersional dan waktu melaut serta pengembangan pemasaran hasil tangkapan bagan; dan 4) Peningkatan fungsi manajemen produksi, yakni mengefisiensikan penggunaan biaya operasional dan waktu melaut, dan manajemen pemasaran.
Analisis pengembangan tanaman hutan komersil berbasis kesesuaian lahan di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Ahmad Sabir; Rochmady Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.91-101

Abstract

Penelitian dilakukan di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk pengembangan vegetasi hutan di kecamatan Tinanggea kabupaten Konawe Selatan, dan untuk menentukan rekomendasi untuk perencanaan penggunaan lahan dan strategi untuk mengembangkan vegetasi hutan di kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilakukan dari Juli hingga Desember 2016. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data demografi sekunder dikumpulkan dari BPS Tinanggea dan lembaga terkait, serta dari laporan sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini. Data primer dikumpulkan dari survei tanah di lapangan, analisis laboratorium, analisis kesesuaian lahan, dan arah penggunaan lahan. Kelas terbaik dari kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman hutan termasuk teak dan akasia, dan sengon. Kelas potensial lahan terbaik yang cocok untuk pengembangan tanaman hutan adalah jati dan sengon. Arahan untuk pengembangan tanaman hutan adalah: SPL 1, 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 20, 21, 22, 23, 25, 26, dan 27 (sengon), SPL 7, 8, 9, 11, 16, 17, 18, 19, 24, 28, 29, 30, 31 (jati) dan 13, 14, 15 (sengon, jati). Strategi pengembangan tanaman hutan di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan dapat dilakukan dengan meningkatkan kemandirian petani, pengembangan kemitraan, pengembangan kelompok tani, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, demplot yang lebih intensif, dan peningkatan pemanfaatan teknologi melalui pengembangan dan perluasan.
Indeks Keberlanjutan Pembangunan Pulau Kecil untuk Wisata Bahari Menggunakan Modifikasi Kombinasi Rapsmile dan Rapbeachtour (Studi Kasus Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau) Dony Apdillah; Setyo Budi Susilo; Rika Kurniawan; Viktor Amrifo
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.127-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pembangunan pulau kecil untuk kepentingan pariwisata bahari di Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau. Modifikasi dari kombinasi metode Rapsmile dan Rapbeachtour menghasilkan Rapsmiletourman yang berbasis metode Rapfish telah digunakan dalam kajian ini. Modifikasi metode dimaksudkan untuk melengkapi metode sebelumnya agar dihasilkan metode yang memiliki kekhususan dalam menilai pembangunan pulau-pulau kecil yang berorientasi spesifik pada kepentingan pariwisata bahari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan pulau kecil di Pulau Benan untuk kepentingan pariwisata bahari berada dalam status cukup berkelanjutan sementara Pulau Abang masih berada dalam status kurang berkelanjutan. Berdasarkan indikator (atribut) dari lima dimensi yang dipertimbangkan, dimensi teknologi dan kelembagaan di kedua pulau memberikan peran yang besar dalam membentuk indeks keberlanjutan pembangunan pulau.
Potensi Sisik Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr) sebagai Masker Collagen Firlianty, Firlianty; Elita, Elita; Najamuddin, Anang; Rario, Rario; Purba, Panca Ajura
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.69-74

Abstract

This study aims to know the potential of collagen mask of nile tilapia scale and Dayakness onion. It was an experimental study with 3 treatments of different ethanol concentrations (50%, 70%, 90%). Data are presented. Data collection covered phytochemical tests, water content, ash, and pH. Results showed that the collagen mask of nile tilapia scale and Dayakness onion positively contained alkaloid, saponin, tannin, and flavonoid. These compounds reflect that collagen of Dayakness onion and nile tilapia scale is potential to use as face mask that could overcome face problem, such as acne. The collagen mask has pH of 6, consistent with that of SNI for facial beauty product. The nile tilapia scale and Dayakness onion have good potential for mask. The ethanol used for solvent yielding the highest collagen was recorded in 90% ethanol.

Page 2 of 4 | Total Record : 36