Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Indeks Keberlanjutan Pembangunan Pulau Kecil untuk Wisata Bahari Menggunakan Modifikasi Kombinasi Rapsmile dan Rapbeachtour (Studi Kasus Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau) Dony Apdillah; Setyo Budi Susilo; Rika Kurniawan; Viktor Amrifo
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.127-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pembangunan pulau kecil untuk kepentingan pariwisata bahari di Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau. Modifikasi dari kombinasi metode Rapsmile dan Rapbeachtour menghasilkan Rapsmiletourman yang berbasis metode Rapfish telah digunakan dalam kajian ini. Modifikasi metode dimaksudkan untuk melengkapi metode sebelumnya agar dihasilkan metode yang memiliki kekhususan dalam menilai pembangunan pulau-pulau kecil yang berorientasi spesifik pada kepentingan pariwisata bahari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan pulau kecil di Pulau Benan untuk kepentingan pariwisata bahari berada dalam status cukup berkelanjutan sementara Pulau Abang masih berada dalam status kurang berkelanjutan. Berdasarkan indikator (atribut) dari lima dimensi yang dipertimbangkan, dimensi teknologi dan kelembagaan di kedua pulau memberikan peran yang besar dalam membentuk indeks keberlanjutan pembangunan pulau.
Identifikasi Terumbu Karang Genus Favites dengan Menggunakan Metode Reef Identification Knowhow Application-Reconstructed by 3D Imagery (RIKA-R3DI) Rika Kurniawan; Dino Adrian; Awaluddin Awaluddin
SIMBIOSA Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i2.2192

Abstract

Penggunaaan metode dalam penelitian terumbu karang hingga saat ini sangat banyak digunakan, tergantung tujuan dari seorang peneliti. Metode  Reef Identification Knowhow Application-Reconstructed by 3D Imagery (RIKA-R3DI) merupakan hasil pengembangan serta modifikasi dari metode Underwater Photo Transect (UPT). Cara kerja metode ini mengidentifikasi jenis karang dengan menggunakan gambar 3 dimensi (3D), sebelumnya sampel yang merupakan video jenis karang diperoleh dilapangan dengan peralatan selam dan video bawah air. Kemudian video sampel diolah menjadi gambar 3D serta diidentifikasi didarat. Sebelumnya metoda ini digunakan pada karang Genus Acropora dan Favia. Namun saat ini peneliti menggunakan metode RIKA-R3DI dalam mengidentifikasi karang Genus Favites, dengan tujuan apakah metode ini dapat digunakan dalam mengidentifikasi karang Genus Favites. Sampel diambil pada perairan pulau Mapur Provinsi Kepulauan Riau. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa metode ini sangat efektif dan berhasil dalam mengidentifikasi karang Genus Favites sampai ke spesies. Hasil uji dan identifikasi sampel, yang telah dijadikan gambar 3D menghasilkan karang Favites abdita.
Indeks Kesesuaian Transplantasi Karang di Desa Kampung Baru-Bintan Kepulauan Riau Rika Kurniawan; Thamrin Thamrin; Nofrizal Nofrizal; Agung Dhamar Syakti; Aras Mulyadi; Viktor Amrifo; Mubarak Mubarak; Doni Apdillah; Yusni Ikhwan Siregar
SIMBIOSA Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i2.4749

Abstract

Transplantasi karang merupakan teknik perbanyakan koloni karang dengan memanfaatkan reproduksi aseksual karang secara fragmentasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui indeks kesesuaian lahan transplantasi karang (Corals Reef Transplant - CRT) di Desa Kampung Baru-Bintan Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2022 di site area transplantasi yang ditentukan dengan metode survei. Analisis kesesuaian lokasi transplantasi karang dilakukan dengan penilaian cepat secara langsung pada site area secara in-situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kesesuaian sebesar 90% yang berarti bahwa site area transplantasi karang berada pada kategori Sangat Sesuai (S1).
Indeks Keberlanjutan Pembangunan Pulau Kecil untuk Wisata Bahari Menggunakan Modifikasi Kombinasi Rapsmile dan Rapbeachtour (Studi Kasus Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau) Apdillah, Dony; Susilo, Setyo Budi; Kurniawan, Rika; Amrifo, Viktor
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.127-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pembangunan pulau kecil untuk kepentingan pariwisata bahari di Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau. Modifikasi dari kombinasi metode Rapsmile dan Rapbeachtour menghasilkan Rapsmiletourman yang berbasis metode Rapfish telah digunakan dalam kajian ini. Modifikasi metode dimaksudkan untuk melengkapi metode sebelumnya agar dihasilkan metode yang memiliki kekhususan dalam menilai pembangunan pulau-pulau kecil yang berorientasi spesifik pada kepentingan pariwisata bahari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan pulau kecil di Pulau Benan untuk kepentingan pariwisata bahari berada dalam status cukup berkelanjutan sementara Pulau Abang masih berada dalam status kurang berkelanjutan. Berdasarkan indikator (atribut) dari lima dimensi yang dipertimbangkan, dimensi teknologi dan kelembagaan di kedua pulau memberikan peran yang besar dalam membentuk indeks keberlanjutan pembangunan pulau.
Kondisi Terumbu Karang di Perairan Pulau Mapur pada Kawasan Konservasi Perairan di Wilayah Timur Pulau Bintan, Kepulauan Riau Kurniawan, Rika; Thamrin, Thamrin; Nofrizal, Nofrizal; Siregar, Yusni Ikhwan; Apdillah, Doni; Zulfikar, Andi
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.6822

Abstract

Terumbu karang di Bintan tidak hanya menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Namun, ekosistem ini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia, yang mengancam keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Pulau Mapur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2024 di 5 stasiun pengamatan dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) untuk memperoleh data persentase tutupan karang hidup. Hasil analisis menggunakan aplikasi Coral Point Count with Excel Extension (CPCe) menunjukkan bahwa persentase tutupan karang keras di kawasan ini bervariasi dari kondisi rusak hingga sangat baik, dengan nilai berkisar antara 7,07% hingga 77,93%. Rata-rata persentase tutupan karang hidup di seluruh stasiun adalah 52,06%, yang dikategorikan sebagai "Baik". Stasiun pengamatan dengan kategori terumbu karang "Baik" dan "Sangat Baik" berjumlah 5 stasiun, sementara tiga stasiun menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dengan persentase karang hidup yang sangat rendah. Studi ini menegaskan pentingnya perlindungan ekosistem terumbu karang di Kawasan KonservasiPulau Mapur untuk menjaga keseimbangan ekologis dan keberlanjutan sumber daya laut, serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Prevalensi dan Keragaman Penyakit Karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi, Pulau Bintan Pratomo, Arief; Kurniawan, Rika; Khoiriah, Nuri
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7730

Abstract

Ekosistem terumbu karang rentan akan dampak dari luar, baik faktor alami maupun antrogenik. Salah satu faktor alami, baik dari sumber biotik ataupun abiotik, adalah penyakit hewan karang. Penyakit dapat menggangu fungsi normal hewan karang seperti pertumbuhan dan reproduksi. Kawasan Wisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, terdapat tempat wisata berbasis terumbu karang dengan aktifitas nelayan lokal dan jalur transportasi laut yang tinggi. Hal tersebut dapat memicu penyakit karang di dalam kawasan ini, namun informasi terkait ini terbatas. Karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi penyakit karang di perairan kawasan ini. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 April 2025 pada ekosistem terumbu karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi Bintan. Diambil data tutupan karang dan tanda penyakit karang dengan metode Underwater Photo Transect. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi perairan (pH, DO, suhu, salinitas, dan kecerahan) dalam kisaran baku mutu dan kondisi tutupan karang hidup termasuk kategori sedang (38,47% - 49,25%). Penyakit karang yang ditemukan terdiri dari lima kategori penyakit karang dengan total 13 jenis penyakit, didominasi kategori Compromised Health (60,16%) dan Tissue discolouration (32,25%). Kejadian koloni karang terkena penyakit (tingkat prevalensi) antar lokasi berkisar antara 26,39% - 38,80%, tingkat prevalensi tertinggi di Perairan Pulau Rawa, sedangkan kelimpahan penyakit antar lokasi berkisar antara 15,60 – 34,64 penyakit m-2, dimana jenis penyakit Focal Bleaching-Spots, Pigmentation Response, Invertebrate Galls, dan Sediment Damage ditemukan di semua lokasi pengamatan. Berdasarkan pada uji Kruskall-Wallis, perbedaan prevalensi maupun kelimpahan penyakit antar lokasi, sangat signifikan (semua p ≤ 0.0001). Secara keseluruhan, tingkat prevalensi keragaman penyakit karang yang diamati mengindikasikan kerentanan ekosistem terumbu karang dalam kawasan ini. Meskipun demikian, penyakit karang tetap memerlukan perhatian ke depan dalam menjaga kesehatan terumbu karang dan keberlanjutannya di Perairan Kawasan Wisata Lagoi.
Exploration of the Environmental Characteristics of Kijang Waters (Sungai Enam Village) from the Perspective of Statistics and Development Potential: Eksplorasi Rona Lingkungan Perairan Kijang (Desa Sungai Enam) Dalam Persefektif Angka Dan Potensi Pengembangannya Ma'mun*, Asep; Nugraha, Aditya Hikmat; Febrianto, Try; Kurniawati, Esty; Kurniawan, Rika; Suhana, Mario Putra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.22235

Abstract

Sei Enam, which is located in Bintan Regency, is planned to become a modern village whose development is balanced between local culture and sustainable environmental practices (Rizki, 2023). Quantitative data obtained from environmental studies and direct measurements can be used as a measuring tool for assessing the development of tourism and aquaculture areas, with a focus on reporting plankton as a food source, oceanographic conditions and air quality (Azhar & Anuar, 2021). The research results show that the speed and pattern of tidal currents at the research location play an important role in each season in the distribution of water mass at the research location, while high waves are relatively small throughout the season, in line with the results of previous research (Rizal & Anwar, 2021). These air movement patterns play an important role in the distribution of food and nutrient sources in waters (Budiarto & Fathoni, 2019). The results of the land suitability analysis show that Sei Enam has an area of ​ ​303.73 Ha, which can be recommended as an area for developing cage-based floating restaurant culinary tourism. With the results of this area, the development of cage-based culinary areas can be carried out on a large scale, but this needs to consider other factors such as shipping lanes and ship docks (Halim & Rizal 2021). The results of the community response showed that 85% agreed with the development plan. The government's role in planning, implementation and commitment to activities is an important factor in sustainable development (Suharto & Astuti, 2020)
Laju Pertumbuhan Karang Acropora brueggemanni dan Psammocora digitata Ditransplantasi di Perairan Bintan Rudiansyah Rudiansyah; Dedy Kurniawan; Tri Apriadi; Rika Kurniawan
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.42001

Abstract

Indonesia memiliki 2,5 juta hektar luasan terumbu karang dengan persentase kondisi terumbu karang dalam kondisi rusak cukup banyak yaitu 36,18%, untuk kondisi dalam kategori cukup sebanyak 34,3% sedangkan kategori baik yaitu 22,96%, dan hanya 6,56% termasuk dalam kategori sangat baik. Perairan Kampung Baru Lagoi seringkali menjadi objek konservasi seperti penyu dan terumbu karang. Sebagai ekosistem yang sangat produktif, pengelolaan terumbu karang yang lestari sangatlah penting. Tindakan konservasi terumbu karang memerlukan informasi tentang pertumbuhan karang, khususnya laju pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang jenis Acropora brurggemanni dan Psammocora digitata di Perairan Kampung Baru Lagoi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023 di Perairan Kampung Baru Lagoi Bintan. Media tranplantasi yang digunakan adalah meja transplantasi yang terbuat dari bahan pipa dengan substrat keramik. Masing-masing jenis karang diuji sebanyak 5 sampel. Media transplantasi diletakkan di kedalaman 5 meter dengan jarak 157 meter dari garis pantai. Monitoring pengukuran terumbu karang dan kualitas air dilakukan setiap 15 hari selama 6 bulan.  Dari hasil penelitian didapat pertumbuhan mutlak Acropora brueggemanni 46,14 ± 0,5 mm dan Psammocora digitata 2,40 ± 0,47 selama 6 bulan. Laju pertumbuhan karang Acropora brueggemanni terbilang baik dengan nilai rata-rata 0,2851 mm/hari dan 8,5536 mm/bulan, sedangkan Psammocora digitata memiliki nilai laju pertumbuhan yang sangat lambat dengan rata-rata 0,0319 mm/ hari dan 0,959 mm/ bulan. Acropora brueggemanni memiliki tingkat kelangsungan hidup 80% dan Psammocora digitata memiliki tingkat kelangsungan hidup 100%. Indonesia has 2.5 million hectares of coral reef area with the percentage of coral reefs in damaged condition being quite high, namely 36.18%, for conditions in the fair category it is 34.3% while in the good category it is 22.96%, and only 6.56 % is included in the very good category. The waters of Kampung Baru Lagoi are often the object of conservation, such as turtles and coral reefs. As a highly productive ecosystem, sustainable management of coral reefs is very important. Coral reef conservation actions require information about coral growth, especially its growth rate. This research aims to determine the absolute growth, growth rate and survival rate of coral species Acropora brurgmanni and Psammocora digitata in the waters of Kampung Baru Lagoi. The research was carried out from October 2022 to March 2023 in the waters of Kampung Baru Lagoi Bintan. The transplant medium used is a transplant table made of pipe material with a ceramic substrate. Each type of coral was tested with 5 samples. The transplant media was placed at a depth of 5 meters at a distance of 157 meters from the coastline. Monitoring measurements of coral reefs and water quality are carried out every 15 days for 6 months. From the research results, it was found that the absolute growth of Acropora brueggemanni was 46.14 ± 0.5 mm and Psammocora digitata 2.40 ± 0.47 for 6 months. The growth rate of Acropora brueggemanni coral is considered good with an average value of 0.2851 mm/day and 8.5536 mm/month. Meanwhile, Psammocora digitata has a very slow growth rate with an average of 0.0319 mm/day and 0.959 mm/month. Acropora brueggemanni has a survival rate of 80% and Psammocora digitata has a survival rate of 100%. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS OBSERVASI SAMPAH DI MANGROVE DOMPAK Fadhliyah Idris; Jelita Rahma Hidayati; Nurul Hayaty; Chandra Joei Koenawan; Falmi Yandri; Rika Kurniawan; Aditya Hikmat Nugraha; Sadam Sadam; Said Rully Aditianda; Poppy Yulia Anjani; Hillyatul Aulia; Ilil Arifatin; Soneta Achmadiyah
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7700

Abstract

Permasalahan sampah laut di kawasan pesisir, termasuk ekosistem mangrove di Dompak, semakin memprihatinkan dengan dominasi sampah plastik dan keberadaan mikroplastik. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah mendorong perlunya kegiatan sosialisasi yang terarah dan berbasis data lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus melakukan observasi jenis sampah di ekosistem mangrove Dompak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman masyarakat, serta pengamatan langsung komposisi sampah ukuran makro dan mikro di lokasi penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre test dan post test, sedangkan uji N-Gain menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 66,67% pada kategori sedang. Observasi lapangan memperlihatkan bahwa sampah plastik mendominasi hingga 80% dari total komposisi sampah makro, sedangkan mikroplastik yang terdeteksi pada sedimen didominasi oleh tipe film sebesar 85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah, namun pencemaran plastik di ekosistem mangrove Dompak masih tinggi sehingga memerlukan tindak lanjut berupa aksi nyata dan penguatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.