cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Karakteristik sistem pertanian alami (Natural Farming) padi ladang di Kecamatan Morotai Timur Ranita Rope
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.37-51

Abstract

Trand dunia dengan konsep back to nature, terutama negara maju dengan korbanan triliun nilainya, hanya ingin mengembalikan lahan-lahan pertanian yang telah tercemar akibat penggunaan teknologi revolusi hijau. Apabila secara alami di lestarikan Konsep pertanian alami, maka sistem pertanian alami memiliki karakteristik sangat ekonomis, karena meminimalkan penggunaan input (hanya terdirir dari benih dan tenaga kerja).   Motivasi petani untuk tetap melestarikan sistem pertanian alami padi ladang karena nilai yang melekat pada hasil panen (beras) yang disebut Tamo Majou. Tamo artinya beras, Majou adalah Tuhan, yang dipahami oleh petani bahwa Tuhan adalah Penguasa Segalanya tidak ada yang bisa Menyamai-Nya, sehingga nilai pangan yang dihasilkan dari hasil panen pertanian alami padi ladang adalah beras nomor satu yang tidak ada bandingnya. Istilah lain yang dikenal adalah Tamo Maloha yang artinya beras terbaik.  Nilai tradisi lainnya yang melekat pada produk (beras) yang dihasilkan oleh sistem pertanian alami padi ladang adalah merupakan bahan baku olahan untuk sajian adat seperti Waji, isi proco sigi, dll. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pertanian padi ladang yang dikembangkan oleh petani di desa Mira memiliki karakteristik sistem pertanian alami yang dijadikan model sistem pertanian masa depan.
Utilization of jeruju leaves extract (Acanthus ilicifolius) as a raw anti-acne cream Nusaibah, Nusaibah; Pangestika, Widya; Herry, Herry
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.16-24

Abstract

Jeruju (Acanthus ilicifolius) is abundant in mangrove ecosystems in Indonesia and has high antibacterial, antioxidant and anti-inflammatory properties. In addition, the many uses of hazardous chemicals in anti-acne creams are the reason for the need of alternative natural ingredients for making anti-acne creams. So that in this study the use of jeruju leaf extract was added as an active ingredient of anti-acne cream. This research method was carried out by extracting the leaves of jeruju using ethanol solvent then made anti acne cream with extract concentrations of 1%, 5%, 10%, 15%. After that, sensory testing, TPC, antioxidant activity and antibacterial activity against acne-causing bacteria, namely Propionibacterium acne were carried out. The results of the antibacterial activity test of the four concentrations against P.acne produced inhibition zones with a range of values, namely 10.35-12.72 mm.. In testing the antioxidant activity, the best results were obtained at a concentration of 15% extract with an IC50 value of 98.80 ppm. From these results it can be concluded that jeruju is proven to inhibit P.acne bacteria, so that it has the potential to be used as an active ingredient in making anti-acne creams. Suggestions that can be given for further research are to make jeruju extract into a form that is more acceptable to consumers in terms of odor and color without reducing its content.
Tuna dan cakalang (Suatu tinjauan: pengelolaan potensi sumberdaya di perairan Indonesia) Ahmad Talib
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.38-50

Abstract

Pengelolaaan sumberdaya ikan merupakan suatu aspek yang sangat menonjol disektor perikanan dan ketidak mampuan dalam pengelolaan sumberdaya ikan disektor perikanan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk melihat sejauhmana potensi sumberdaya ikan tuna dan cakalang di perairan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumberdaya ikan yang tersedia cukup melimpah namun diperlukan ketrampilan dan pengelolaan sumberdaya dengan mempertimbngkan berbagai aspek-aspek yang harus yaitu aspek teknologi, sumberdaya manusia, bio-teknologi, aspek sosial dan aspek ekonomi sedangkan untuk pengelolaan sumberdaya ikan diperlukan manajamen untuk mengadakan koordinasi dengan sejumlah aktivitas yang meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling.
The Effect of Sitrate Acid addition towards Organoleptic Properties of Jackfruit jam Masuku, Mustamir Anwar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.184-191

Abstract

The research  aims to determine the organoleptic jeck fruit jam in creased with addition of citric acid. With the added treatmen the are P0 = without the eddition of  preservatives (control), P1 = citric acid 1g, P2 =  ctric acid 2g, P3 = citric acid 3g. Organoleptic test are carried out based on the method of  this research  is in the form of a unit  experiments. Then analysis that include organoleptic properties such as : color,aroma, an texture. Treatmen of all the differen eddition of  citric acid didnet no significant of effect on the parametersare color and aroma. While the texture of real effect on the organoleptic propertiest of  jack fruit jam whit citric acid added to the color 4,35-4,43 (brownish, very brownish) aroma 3,90-4,2 ( veri flaforful jack fruit) 3,98-4,28 (soft very –soft). The bets jack fruit jam in this study is determined by giving rank, rank the smallest is the bets. Of all the best jack fruit jam treatmentin this study is the jack fruit jam with the addition of  citric acid 2 g (p2) with the results organoleptic the color is 4.48, aroma 4.24, and texture 4.33.
Karakteristik mutu ikan selama penanganan pada kapal KM. Cakalang Sitkun Deni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.72-80

Abstract

Ikan merupakan komuditas yang muda dan cepat membusuk, sehingga ikan memerlukan penanganan yang cepat dan cermat, dalam upaya mempertahankan mutunya sejak ikan di angkat dari air. Penanganan ikan harus di lakukan secepat mungkin untuk menghindari kemunduran mutu ikan sehingga di butuhkan bahan dan media pendinginan yang sangat cepat dalam menurunkan suhu ikan pada pusat thermal ikan.  Penelitian dilaksanakan untuk mempelajari karakteristik perubahan rnutu ikan selama proses penanganan oleh nelayan pada kapal pole and line dan mengetahui sejauh mana upaya penanganan dilaksanakan dengan cara mengikuti kegiatan penangkapan serta pengujian organoleptik terhadap sampel dengan menggunakan uji organoleptik dan uji kruskal-Walis. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum penanganan yang dilakukan oleh nelayan sudah cukup baik walaupun belum sepenuhnya mengikuti standar penanganan yang dikeluarkan Direktorat Mutu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sifat fisik dari ikan yang tertangkap dengan alat tangkap pole and line sangat mudah rusak. Namun ikan hasil tangkapan sampai tiba di TPI tergolong dalam kategori ikan segar karena masih dalam standar ikan segar menurut SNI 01-2729-1992. Sanitasi dan higiene kurang diperhatikan dalam penanganan oleh nelayan baik sanitasi tempat penanganan maupun peralatan. Sedangkan higiene para nelayan masih kurang baik, terutama sifat-sifat buruk nelayan selama proses penanganan berlangsung dimana sambil bercanda, merokok, meludah dan bersin sembarangan.
Potensi Ekologi Bulu Babi di Pelita Jaya dan Pulau Osi Kabupaten Seram Bagian Barat Yona A. Lewerissa; Degen E. Kalay
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.56-53

Abstract

Bulu babi (echinoidae) adalah salah satu sumberdaya perikanan bernilai ekonomis penting dengan permintaan pasar yang cukup tinggi di Asia, Eropa dan Amerika.  Permintaan pasar akan sumberdaya ini dari tahun ke tahun semakin meningkat, akibatnya tingkat pemanfaatan dipacu untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Metode pemanfaatan yang banyak dilakukan masyarakat adalah pengambilan hasil produksi dari alam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kepadatan, , Potensi/kelimpahan, frekuensi kehadiran, dan indeks ekologi serta mengkaji kondisi kualitas perairan Dusun Pelita Jaya dan Pulau Osi seperti suhu, salinitas, dan kecepatan arus. Untuk pengambilan sampel digunakan metode transek linier kuadrat dengan jarak transek 50 meter dan jarak antara kuadrat pengamatan 10 meter. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan hasil yaitu bulu babi di Pelita Jaya terdiri atas tiga spesies, sedangkan di Pulau Osi  lima spesies. Kepadatan dan frekuensi kehadiran tertinggi di Pelita Jaya diwakili oleh spesies Tripeneustes gratilla, sedangkan Pulau Osi diwakili oleh Diadema setosum. Potensi/kelimpahan bulu babi di Pelita Jaya sebesar 33.033 individu, sedangkan di Pulau Osi sebesar 74.240 individu.  Dari nilai indeks ekologi maka dapat dinyatakan bahwa keragaman di kedua lokasi berada pada kategori sedang, dengan dominasi spesies yang rendah , serta  keserasian spesies bulu babi di dalam komunitasnya berada pada keadaan berimbang (Steady State). Parameter kualitas air (suhu, salinitas, dan kecepatan arus) sesuai untuk pertumbuhan bulu babi di Pelita Jaya dan Pulau Osi.
The Development of Fishpreneurship to Build Entrepreneurial Interest For Muhammadiyah Magelang Polytechnic Students In The Face of The Covid-19 Pandemic Rr. Citra Permata Kusuma Anggraini; Rachmat Subarkah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.91-100

Abstract

The Covid-19 pandemic has an impact on the employment sector, namely layoffs for workers. One of the efforts that can be done to survive this pandemic is by entrepreneurship. Universities have a role to prepare graduates who can entrepreneurship. Fishpreneurship is the development of fisheries-based entrepreneurial learning methods that aim to grow and know its influence on entrepreneurial interests for Muhammadiyah Magelang Polytechnic students. The method used in this study is a participatory learning action system (PLAS) with several stages, namely the awareness phase, mentoring phase, and institutionalization phase. This research was conducted from May to September 2021 located at Muhammadiyah Magelang Polytechnic. Entrepreneurial learning media by using catfish cultivation in buckets starting from seed spreading, maintenance to harvesting, and marketing. The type of catfish used is the pearl catfish Clarias gariepinus. Catfish cultivation in a bucket carried out for 69 days produces an absolute weight of 66.88 grams, SGR 96.92%, FCR 0.86, SR 93.33%, and an absolute length of 9.73 cm. The institutionalization phase is done by appointing students to become members of the Student Activity Unit (UKM) Polimmag Preneur which was formed to provide a platform for students to conduct fisheries-based entrepreneurial activities. This study concludes that fishpreneurship can foster entrepreneurial interest for Muhammadiyah Magelang Polytechnic students.
Analisis tingkat kesadaran konsumen akan merek ikan kaleng (Canned Fish) di Kota Ternate Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.9-14

Abstract

Peran kesadaran merek (brand awareness) sangat penting sebagai landasan dalam menentukan langkah dan strategi pemasaran dari suatu produk.  Semakin kuat brand awareness suatu produk, dalam hal ini produk ikan kaleng, semakin kuat pula daya tariknya di mata konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut yang selanjutnya akan menghantarkan perusahaan meraih keuntungan yang diharapkan. Metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden yang diambil sebagai sampel dalam penelitian sebanyak 200 orang pengunjung swalayan yang tersebar di empat daerah yang mewakili kotaTernate. Analisis brand awareness dilakukan dengan analisa secara deskriptif untuk menggambarkan informasi yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian brand awareness menunjukkan bahwa merek ikan kaleng yang paling banyak diingat konsumen pada brand awarenes adalah merek ABC yang kemudian diikuti oleh merek Cip, dan merek Pronas.Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari keempat merek ini, yang sering dikonsumsi oleh konsumen adalah merek ABC, merek Cip, dan merek Pronas.
Dinamika Jumlah Bakteri Selama Masa Penyimpanan Petis Ikan Layang Vanessa N. J. Lekahena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.2.1.33-37

Abstract

Petis ikan adalah olahan ikan berbentuk pasta, berbahan dasar ekstrak ikan hasil pengolahan pindang atau rebusan daging ikan bercamput garam yang diberi tambahan bumbu dan gula merah, direbus hingga mengental dan diberi pengemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika jumlah bakteri selama masa penyimpanan petis ikan layang (Decapterus sp). Penelitian ini dilaksananakan di Laboratorium Teknologi Hasil Periknaan, Fakultas Pertanian UMMU-Ternate pada bulan November 2008 sampai Desember 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan deskriptif dengan cara isolasi. Perhitunganjumlah bakteri dilakukan dengan metode TPC (Total Plate Count) atau ALT (angka Lempeng Total). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah bakteri selama masa penyimpanan mengalami peningkatan dari 1.13 x 10E4 panya penyimpanan 3 hari menjadi 2.83 x 10E4 pada penyimpanan 4 hari 6 untuk petis dengan konsentrasi garam 20%, sementara petis ikan dengan konsentrasi garam 40% jumlah bakteri meningkat dari 1.67 x 10E4 pada hari ke 3 menjadi 2.2 x 10E4 pada penyimpanan hari ke 6, sedangkan untuk petis ikan dengan konsentrasi 40% jumlahbakteri pada hari ke 3 adalah 1.73 x 10E4 dan menjadi 4.43 x 10E4. Secara umumn jumlah bakteri mengalami peningkatan akan tetapi peningkatan jumlah pertumbuhan bakteri lebihi besar pada petis ikan dengan konsentrasi 60%.
Perspektif pengelolaan lingkungan kawasan pesisir Kota Ternate ditinjau dari sosial ekonomi masyarakat Arman Drakel
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.46-53

Abstract

Pengelolaan lingkungan Sumberdaya pesisir yang  ada di Kota Ternate selalu  berhubungan langsung dengan manusia atau mahluk hidup lain yang ada diwilayah pesisir. Sebab interaksi manusia dalam lingkungan sumberdaya pesisir dari berbagai aspek pemanfaatan semberdaya ekonomi untuk kelangsungan hidup secara tidak langsung mempengaruhi kualitas lingkungan dikawasan pesisir. Karena pengelolaan sumberdaya pesisir dengan karasteristik ekologi yang memiliki, dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada akan mempengaruhi kelangsungan hidup  keanekaragaman jenis yang ada. Pemanfaatan sumberdaya yang ada dengan   pelestarian lingkungan dilakukan  secara terpadu dan berkesenambungan, akan mengurangi resiko ekologi antar kepentingan sosial ekonomi  manusia maupun mahluk hidup  lainnya. Sebab aspek kepentingan manusia  dalam memanfaatkan sumberdaya pesisir dengan karasteristik wilayah yang ada tetap berlangsung, akan menguras keanekaragaman sumberdaya yang ada, baik aspek  ekologi, ekosistem, dan social budaya dan  ekonomi  masyarakat.