cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis tingkat pendapatan pedagang sayuran buah keliling di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Susanti Sylfia Sairdama
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.81-89

Abstract

Penyaluran   barang-barang   dari   pihak   produsen   ke   konsumen   sangat membutuhkan  jasa  perantara,  yang  biasanya  dikenal  dengan  pedagang perantara/keliling.   Pedagang   perantara/keliling   ini   menerima   barang langsung dari produsen dan menjual barangnya secara (door to door) dari rumah   kerumah.   Banyak   persoalan   yang   dihadapi   oleh   pedagang perantara/keliling  baik  yang  berhubungan  langsung  dengan  pemasaran hasil-hasil pertanian maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-sehari. Namun  demikian  dari  segi  ekonomi  pertanian  berhasil  tidaknya  pedagang dan  tingkat  harga  yang  diterima  pedagang  untuk  hasil  pendapatannya merupakan   faktor   yang   sangat   mempengaruhi   kehidupan   pedagang.  Penelitian bertujuan  untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diterima oleh pedagang sayuran buah keliling dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling.  Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata  total  tingkat  pendapatan  yang  diterima  dari  kelima  komoditi sayuran buah yaitu kacang panjang, buncis, terong, tomat dan ketimun per satu   bulan   penjualan   tergolong   tinggi   yaitu   sebesar   Rp.   2.492.880,- tingginya tingkat pendapatan ini karena lebih besar dari dari biaya produksi yang  ditunjukkan  oleh  rata-rata  nilai  R/C  lebih  dari  satu,  yakni  2,05.   Sedangakan  berdasarkan  hasil  analisis  regresi  faktor  umur  dan  faktor tingkat  pendidikan  mempunyai  hubungan  yang  negatif  dengan  tingkat pendapatan.  Faktor jumlah beban tanggungan mempunyai hubungan yang positif  dengan  tingkat  pendapatan.    Artinya  jika  adanya  penambahan  1 (satu)  unit  jumlah  beban  tanggungan  maka  akan  mengakibatkan  kenaikan tingkat pendapatan sebesar 1 (satu) rupiah dengan asumsi cateris paribus.
Komposisi dan Kepadatan Zooplankton di Teluk Ambon Dalam Anita Padang; Juferlin Adriaanzs; Madehusen Sangadji
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.1.39-46

Abstract

Zooplankton merupakan plankton hewani yang penting dalam rantai makanan di perairan. Keberadaan zooplankton  mempengaruhi kesuburan perairan tersebut. Teluk Ambon secara geomorfologi terbagi atas dua bagian yaitu Teluk Ambon Dalam (TAD) dan Teluk Ambon Luar (TAL).  Pesisir Teluk Ambon saat ini telah menjadi pusat kegiatan perekonomian dan pembangunan. Konsekuensinya muncul berbagai dampak yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas perairan, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi dan kepadatan zooplankton di perairan Teluk Ambon Dalam. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni  2012 terdiri atas 7 stasiun (Passo, Latta, Nania, Waiheru, Poka, Halong dan Galala). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dengan kedalaman 10 m setiap stasiun. Identifikasi sampel dilakukan pada Laboratorium  Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon. Hasil penelitian ditemukan zooplankton sebanyak 30 jenis holoplakton yang digolongkan dalam 4 phylum yaitu Chaetognatha, Arthropoda, Coelenterata dan Protochordata dan 13 jenis meroplankton yang terdiri dari Molusca, Echinodermata, Annelida dan Larva Ikan.  Komposisi zooplankton tertinggi yaitu Arthropoda dengan nilai rata-rata 55% pada bulan Mei dan 72% pada bulan Juni. Kepadatan zooplankton tertinggi bulan Mei ditemukan pada stasiun Latta (31.878 ind/m3) dan terendah pada stasiun Halong (20.196 ind/m3), dan bulan Juni kepadatan tertinggi pada stasiun Latta (33.516 ind/m3 ) danterendah pada stasiun Halong (14.364 ind/m3).
Business Continuity Capability of Cassava Chips Industry Tutut Dwi Sutiknjo
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.300-307

Abstract

This study aims to determine: (1) the costs, revenues, and profits of the cassava chips home industry in one production process, and (2) the profitability of the cassava chips home industry in one production process. This research was determined by purposive sampling, namely the determination of the sample with a specific purpose. Purposive sampling can be interpreted as sampling based on intentional, Determination of the research area is determined proportionally in the District of Kampak, Trenggalek Regency. The sampling method used in this study is the census method. Where all samples in the research area were taken as samples. The results of the study on cassava chips entrepreneurs in Kampak sub-district, Trenggalek district showed that the average of cassava raw materials was 250 kilograms at the price of cassava at the time of the study of Rp. of 25,000 per kilogram. With the calculation results after the analysis is as follows: (1) the average entrepreneur spends Rp. 1,036,684, generating revenue of Rp. 1,500,000, and an income of Rp. 463,316. (2) The average daily profit generated is 44.69% higher than the bank interest rate of 17.50 per year or 0.05 per day for micro businesses.
Peran mikoriza pada Acacia auriculiformis yang ditumbuhkan pada tanah salin Miranda H. Hadijah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.35-43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mikoriza pada semai A. auriculiformis dalam menghadapi cekaman salinitas dan mengetahui tingkat salinitas yang dapat ditoleransi semai A. auriculiformis yang diinokulasi mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semai yang diinokulasi jamur endomikoriza dan diberi cekaman salinitas memiliki kandungan  P dan N lebih tinggi daripada semai yang tidak diinokulasi pada taraf salinitas yang sama tetapi pada konsentrasi yang makin tinggi kadar P dan N mulai menurun. Kandungan K lebih rendah pada semai yang diinokulasi daripada semai yang tidak diinokulasi pada taraf salinitas yang sama begitu juga pada semai yang tidak diberi cekaman salinitas. Tingginya salinitas tanah pada media tumbuh berpengaruh positif terhadap infeksi jamur endomikoriza pada akar semai A. auriculiformis. Serapan Na pada semai yang tidak diinokulasi cenderung lebih tinggi daripada semai yang diinokulasi. Hal ini menunjukkan bahwa jamur endomikoriza membantu semai A. auriculiformis dalam menahan Na di akar agar tidak terangkut ke bagian pucuk.
Frekuensi pemberian pakan untuk pertumbuhan benih ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Rakhfid, Abdul; Mauga, Rifai; Fendi, Fendi; Mosriula, Mosriula; Wulan, Wa Ode Sry; Bakri, Muhammad; Alimin, Alimin; Rochmady, Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.260-268

Abstract

Catfish has various advantages, including fast growth, high adaptability to the environment, delicious taste, and high nutritional content.  As a source of nutrition for reared fish, feed is a factor that plays a very important and decisive role in the success of fish farming.  The research aims to determine the effect of feeding frequency on the growth and survival of sangkuriang catfish larvae (C. gariepinus). The study was conducted from June to July 2020 at the Abelisawa Fish Seed Center (BBI), Sampara District, Konawe Regency, South East Sulawesi Province using a Completely Randomized Design with three frequencies of feeding treatment, namely treatment A feeding twice a day, treatment B feeding 3 times a day and treatment C feeding 4 times a day with 3 replications.  Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at 95% confidence level (a 0,05).  The results obtained the highest daily growth in treatment B of 3.11 ± 0.04% per day, followed by treatment A of 2.58 ± 0.05% per day and the lowest in treatment C of 2.53 ± 0.03% per day.  The highest absolute growth was obtained in the frequency of feeding 3 times a day at 37.27 ± 0.20 g per individual, followed by 2 times a day at 27.64 ± 0.40 g per individual and the lowest at feeding 4 times a day at 26.51 ± 0.92 g per individual. Survival in all 3 treatments reached 100%.  Analysis of variance (α 0.05) shows that different feeding frequencies significantly affect the daily growth rate (0.05>0.00) and absolute growth (0.05>0.00) sangkuriang catfish larvae (C. gariepinus).
Aquaria flushing technique of rosella extract (Hibiscus sabdariffa Linn) to determine the value of SGOT and SGPT in milkfish (Chanos chanos) induced by heavy metals (Hg) Intan Permatasari Hermawan; Olan Rahayu Puji Astuti Nussa; Ady Kurnianto
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.350-354

Abstract

The purpose of this study was to determine the value of SGOT and SGPT in milkfish induced by heavy metals (Hg) by aquaria flushing technique with Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) extract. The samples used were 30 male adult milkfish divided into 5 groups. The treatment group was induced with a toxic dose of heavy metal mercury (Hg), which was dissolved in a volume of m3 of water. Blood collection from the heart vein of milkfish as much as 1-2 ml for SGPT and SGOT examination was carried out using the Berthelot method. The liver, gills and brain of milkfish were then examined, 300 grams were centrifuged until smooth and then dissolved in methanol to obtain concentrations of 25ppm, 50ppm, 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, 500ppm, 600ppm, 700ppm, 800ppm, 9 00ppm. and 1000ppm then analyzed by ANOVA. Based on the research results of black roselle flower extract therapy with aquaria flushing system on male milkfish, the average value of SGOT and SGPT showed a very significant decrease in groups P1, P2, P3, and P4, against the P0 group or control group (P<0, 01 ).
Analisis tingkat usahatani kakao (Theobroma cacao L) studi kasus di Desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat Raihana Kaplale
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.60-68

Abstract

Desa Latu merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai salah satu sumber pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani kakao, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kakao, dan  kelayakan usahatani kakao. Sampel ditentukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden terpilih sebanyak 32 petani (25%) dari 128 Kepala Keluarga (KK) yang mengusahakan usahatani kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usahatani kakao adalah Rp 6,2 juta/ha/thn. Berdasarkan hasil analisis regeresi linier berganda, factor-faktor utama penentu tingkat pendapatan usahatani kakao yaitu luas lahan, biaya produksi, produksi dan harga jual. Usahatani kakao layak karena menguntungkan berdasarkan nilai BCR 3,89.
Pemeliharaan teripang pasir (Holothuria scabra) di kurungan tancap Anita Padang; Erika Lukman; Madehusen Sangadji; Rochman Subiyanto
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.11-18

Abstract

Budidaya perikanan adalah usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan ikan atau organisme air lainnya di darat maupun di laut. Budidaya teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu kegiatan budidaya perikanan guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Kegiatan budidaya  teripang pasir dapat dilakukan di alam, yaitu di kurungan tancap atau pen-culture, sehingga dapat memanfaatkan pakan diatom bentik yang tersedia secara alami. Diatom bentik dapat dirangsang pertumbuhannya dengan pemberian kotoran ayam dan daun lamun Enhalus acroides. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup teripang pasir yang dipelihara di kurungan tancap. Penelitian dilakukan pada perairan pantai Desa Hunut pada bulan April-September 2015. Hasil penelitian mendapatkan laju pertumbuhan teripang pasir sebesar 0,14% dengan tingkat kelulusan hidup sebesar 92,86%. Parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrit, amoniak dan fosfat mendukung pertumbuhan teripang pasir, sedangkan nitrat termasuk rendah sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan diatom bentik sebagai makanan teripang pasir.
Biodiversitas mangrove di Kabupaten Merauke Propinsi Papua Siti Masiyah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.1-7

Abstract

Kerusakan mangrove di Indonesia secara umum disebabkan adanya koversi lahan mangrove menjadi tambak ikan atau udang. Di kabupaten Merauke kerusakan mangrove terjadi dikarenakan penggalian pasir dan pemanfaatan mangrove sebagai bahan bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi mangrove serta kondisi mangrove di Kabupaten Merauke provinsi Papua selatan. Penelitian ini sangat penting dan utama dikarenakan selama ini penelitian INP mangrove di Kabupaten Merauke belum Pernah dilakukan. Pengambilan sampling pada penelitian dilakukan pada tiga Distrik antara lain Naukenjerai (Kampung Nasem) Distrik Merauke (Kampung Payum) dan Distrik Semangga (Kampung Kumbe) dengan metode transek sebanyak 6 transek dengan ukuran 100 x 100m. Hasil penelitian dari Identifikasi mangrove di Kabupaten didapatkan didapatkan jumlah jenis mangrove 8 jenis mangrove pada Distrik Naukenjerai antara lain Avicennia alba, A. eucalyptifolia, Aegialitis annulata, Aegliceras floridum, Brugueira cylindrica, Acanthus ilicifolus, Sonneratia alba dan R. mukronata dengan jenis mangrove Avicennia sp lebih dominan, Distrik payum 11 jenis mangrove antara lain Avicennia alba, A. eucalyptifolia, Aegialitis annulata, Aegiceras corniculatum, Aegliceras floridum, Acanthus abractearus, Brugueira cylindrica, Acanthus ilicifolus, R. mukronata, R. stylosa, dan Sonneratia alba dengan jenis Avicennia sp lebih dominan sedangkan Distrik Kumbe didapatkan 13 jenis mangrove antara lain Avicennia alba, A. eucalyptifolia, Aegialitis annulata, Aegliceras floridum, Brugueira cylindrica, Acanthus ilicifolus, B. gymnorhiza, B. hainessii, Ceriop decandra, Bruguiera sexangula, R. mukronata, R. stylosa, dan Sonneratia alba dengan jenis mangrove Rhizophora sp. lebih melimpah daripada yang lain.
Composition and Density of Gastropode in Mangrove Habitat of Banyuurip, Ujung Pangkah - Gresik Eka Nur Arifianti; Husain Latuconsina; Hasan Zayadi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.65-72

Abstract

Gastropods are one of the biota that live in association with mangrove habitat. This study aims to compare the species composition and structure of the gastropod community in different mangrove habitats. This research was conducted in Banyuurip Mangrove Center (BMC), Ujung Pangkah-Gresik during July-August 2020. Determination of the observation station purposively based on physical differences in mangrove habitat. Estimation of mangrove and gastrode density by systematic sampling method using belt transects. There were 12 mangrove species with the highest number of species in the coastal mangrove habitat, with the highest species composition and density of Avicennia marina. The highest mangrove density was found in coastal mangrove habitats for all criteria. The number of gastropods found were 2,171 specimens belonging to 15 species, 5 families and 5 orders. The highest number of species, families and orders in coastal mangrove habitat were 1,191 specimens, 11 species from 5 families and 5 orders, the lowest was in estuarine mangrove habitat as many as 980 specimens from 9 species, 2 families and 2 orders. Densities of gastropods differ between mangrove habitats, with the highest density in coastal mangrove habitats and the lowest in estuarine mangrove habitats. The composition and density of the highest gastropods species in the estuary mangrove habitat is Cassidula aurisfelis and in the coastal mangrove habitat is Pirenella cingulata. The importance of conservation and rehabilitation efforts for mangroves that have been degraded to support the gastropods associated in it.