cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Hubungan antara ikan Chaetodontidae dengan bentuk pertumbuhan karang Syahnul Sardi Titaheluw; M Mukhlis Kamal; Yunizar Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.77-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara ikan Chaetodontidae dengan persentase tutupan karang hidup di perairan sidodadi dan pulau tegal provinsi lampung. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2010 di 6 stasiun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus visual dan line intercept transect (transek garis) yang ditempatkan sejajar dengan garis pantai. Selama penelitian dijumpai  sebanyak 115 jenis ikan Chaetodontidae, mewakili 2 genera; yakni Chaetdon (91 jenis), dan Chelmon (24 jenis). Naik turunnya indeks keanekaragaman, keragaman dan dominansi dapt menjadi indikator kualitas terumbu karang. Keanekaragaman (H’) berkisar antara 0.28-1.38 dan persentase tutupan karang hidup antara 47,94% sampai 67,14%. Korelasi antara persentase karang hidup dengan ikan Chaetodontidae bersifat positif, dimana koefisien determinan (R) setiap spesies lebih dari 80 %. Keanekaragaman jenis rendah yang diikuti oleh dominansi individu dari satu jenis Chaetodontidae mencerminkan adanya kerusakan atau degradasi terumbu karang. Analisis makanan menunjukkan kesukaan ikan Chaetodontidae terhadap karang hidup sangat tinggi, dari semua spesies  yang dianalisis kehadiran zooxanthelae sangat tinggi dibandingkan dengan dengan plankton, detritus dan alga. Hal ini menunjukkan bahwa ikan Chaetodontidae sangat tergantung pada karang hidup sebagai makanan utamanya. C. trifasialis merupakan spesies yang paling baik digunakan sebagai spesies indikator untuk menggambarkan kondisi terumbu karang dibandingkan dengan 3 spesies lainnya.
Analysis of Soil Fertility on Revegetated Land after Nickel Mining in Tanjung Buli, East Halmahera Drakel, Arman; Arifin, Hadi Susilo; Mansur, Irdika; Sundawati, Leti
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.125-134

Abstract

Soil fertility in land after nickel mining has a change in soil texture that changes both the profile color and the soil irregularity. Damage to the physical properties of the soil affects the soil nutrients needed by plants. Several physical and chemical properties of soil are influenced by texture including soil plasticity, soil permeability, ease of cultivation, lack of soil fertility and productivity. Stable soil fertility can support plant growth. Damage to the physical properties of the soil due to the loss of the soil interest (solum) by the ongoing washing of the soil. This results in the loss of some cations in soil colloids, resulting in low acidity (pH) of the soil becoming acidic. Cation Exchange Capacity (CEC) as the amount of charge of cations absorbed by soil colloids at a certain pH. Another factor in the decline in CEC is the decreasing number of cation nutrients that can be exchanged. The relationship with reclaimed and revegetated land is influenced by climatic factors with rainfall intensity. Soil fertility on revegetated land with CEC value and C-organic content was very low. Such soil fertility conditions are found in the revegetated zone with large leaf acacia (A. mangium) vegetation; sengon (P. falcataria); ketapang (T. catappa) and waru (H. tiliaceus). Soils that have low soil nutrient content are characterized by low organic matter content, very low available P content, and low cation exchange capacity.
Prospek agribisnis tanaman hias dalam pot (POTPLANT) Haryati Lakamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.55-59

Abstract

Tanaman  hias  dalam  pot  dapat  dipakai  di  hotel-hotel  dan  kantor,  umumnya mereka menggunaakan tanaman hias dalam pot indoor dengan alasan memberikan kesan  alami,  menambah  keindahan  ruangan  atau  sebagai  komponen  dalam  tata dekorasi ruangan dan alas an kesehatan. Tanaman indoor tidak saja memberikan suasana  alami  dalam  ruangan  melainkan  telah  menggambarkan  tingkat  prestise tanaman  indoor  dan  dianggap  sebagai  salah  satu  kunci  untuk  memikat  orang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan tanaman hias bagi manusia  dan  untuk  mengetahui  prospek  pengusahan  tanaman  hias  dalam  pot (potplant).  Adapun  fungsi  tanaman  dan  kegunaan  tanaman  hias  ini  dalam penggunaannya   dibagi   menjadi   3   yaitu   untuk   individu,   perkantoran   dan perhotelan.  Prospek  penjualan  tanaman  hias  dalam  pot  (potplant)  di  Indonesia cukup  besar.  Nilai  produk  hortikultura  Indonesia tahun  1996  mencapai  Rp.  57,5 milyar  dengan  pertumbuhan  15-25%  per  tahun.  Pada  tahun  2005  diperkirakan permintaan  dalam  negeri  Rp.  186-425  milyar.  Kondisi  ini  didukung  dengan kenyataan bahwa minat masyarakat di Indonesia  yang semakin besar.
Teknik Pemeliharaan Tanaman Bawang Daun (Allium fistuosum L.) Secara Monokultur dan Tumpangsari di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.65-71

Abstract

Kegiatan pemeliharaan tanaman bawang daun yang dilakukan petani pada pola tanam monokultur dan tumpangsari relatif sama dan sesuai anjuran kecuali pada tahap pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Pupuk yang  diberikan masih di bawah dari dosis yang dianjurkan, serta pengendalian penyakit yang belum dilakukan oleh petani yang mengusahakan bawang daun secara monokultur. Pengalaman berusahatani merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keterampilan petani dalam mengelola usahataninya.  Pengalaman berusahatani menunjukkan bahwa kedua petani responden memiliki kapasitas pengolahan usahatani yang lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.
The Analysis of Covid-19 Impact on Catfish Hatchery Businnes (Clarias sp.) in Baros District, Serang Regency, Banten Province Cynthia Kusuma Wulandari; Mustahal Mustahal; Achmad Noerkhaerin Putra
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.1-5

Abstract

A study was conducted that aims to analyze the impact of Covid-19 on the income, expenditure, and marketing of catfish hatchery business, especially in Baros District, Serang Regency, Banten. This study used the direct data collection techniques, field observations and interviews with 12 (twelve) catfish hatcheries in December 2021. Secondary data came from the Central Statistics Agency (BPS) for Baros District in 2019-2020. The results showed that 50% of respondents experienced a decrease in income during the Covid-19 pandemic. The decrease in revenue from the catfish hatchery during Covid-19 ranged from 12.50 - 66.67% compared to the income before the Covid-19 pandemic. In addition, farmers' expenditures have increased due to rising feed prices. Expenditure on feed prices by the highest cultivators is IDR 8,060,000 and the lowest is IDR 880,000 per cycle. The costs incurred are based on the type of feed in hatchery activities, namely Tubifex sp. by 33%, fengli by 12%, pf 500 by 19%, pf 800 by 17%, pf 1000 by 19% during one cycle. The size of catfish seeds sold is 2-7 cm with a price range of IDR 100 - 200 per head. Catfish farmers are experiencing difficulties in marketing their seeds due to restrictions on mobility during the pandemic. Changes in consumer behavior have resulted in a decrease in direct buying interest.
Pengaruh waktu dan SPL terhadap jumlah hasil tangkapan ikan julung (Hemirhamphus far) Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.1-5

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk melihat pengaruh waktu penangkapan dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan julung (Hemiramphus far) dilaksanakan pada bulan April – Juni 2013 di perairan pesisir pulau Tidore dan pulau Ternate dengan menggunakan metode survey untuk mendapatkan data hasil tangkapan, suhu dan waktu operasi penangkapan.  Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi non linier dan uji-t serta analisis deskriptif untuk menjelaskan hasil dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan waktu penangkapan antara pagi dan sore hari cenderung memberikan pangaruh terhadap hasil tangkapan dimana waktu penangkapan terbaik yaitu pada sore hari, hal ini lebih diperkuat dengan hasil analisis regresi non-linier yang menunjukan bahwa suhu permukaan laut juga memberikan pengaruh yang kuat (R2 = 0.7209) terhadap hasil tangkapan pada sore hari dengan kisaran suhu terbaik untuk penangkapan adalah 28 -29 oC.
Analisis Usaha Tani Terhadap Masyarakat Kehutanan di Dusun Gumi Cesa Akelamo Kota Tldore Kepulauan Arman Drakel
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008): Edisi Spesial - Publikasi Perdana Agrikan
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.24-33

Abstract

Penduduk Indonesia sebagian besar tinggal di daerah pedesaan dengan mengandalkan usoha pertanian sebagai pendapatan pokok. Pertambahan penduduk yang tinggi dan terbatasnya sumber daya lahan telah mengakibatkan persaingan peruntukan, lahan hutan menjadi lahan pertanian atau peruntukan /ainnya, Penelitian ini dilaksanakanan pada bu/an Februari sampai dengan Maret 2006 di dusun Gumi, Desa Akelamo, Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan bertujuan untuk tnengetahui hubungan usaha tani dengan masyarakat kehutanan maupun berbagai jenis usaha tani. Metode analisis pengujian statistik uji chi square dengan pendekatan studi kasus, Ana/isis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara usaha tani dengan masyarakat sekitar hutan di dusun Gumi desa Akelamo dengan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha tani mosyarakat sekitar hutan dusun Gumi, desa Akelamo terdiri dari tanaman tahunan dan tanaman semusim yang ditanam, hasil analisis data pengujian chi square menunjukan bahwa ternyata ada hubungan antara usaha tani masyarakat sekitar hutan di dusun Gumi desa akelamo dengan pendapatan masyarakat.
Analisis penawaran kakao Indonesia Yonete Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.48-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penawaran kakao Indonesia, yakni: areal tanaman menghasilkan dan produktivitas. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series dari tahun 1986-2006. Sebelum analisis, data time series diuji apakah stasioner dengan uji akar unit (unit root) atau DF-Test untuk menghindari spurious regression. Hasil DF-test menunjukkan bahwa data stasioner pada tingkat level dan intercept. Spesifikasi model terdapat 2 persamaan struktural (areal tanaman menghasilkan dan produktivitas) dan 1 persamaan identitas (produksi). Selanjutnya identifikasi mengikuti syarat keharusan (order condition), disimpulkan semua persamaan over identified, maka pendugaan parameternya menggunakan 2 SLS (Two Stage Least Square). Pendugaan parameter dalam keseluruhan persamaan yang telah dispesifikasi diolah dengan software Eviews 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Areal tanaman menghasilkan kakao dipengaruhi oleh harga kakao Indonesia pada tahun ke-t, harga kelapa pada tahun ke-t, tingkat bunga pada 1 tahun sebelumnya, upah tenaga kerja perkebunan pada tahun ke-t, dan harga pupuk pada tahun ke-t. Dan (2) Produktivitas kakao Indonesia dipengaruhi oleh harga kakao Indonesia pada tahun ke-t, harga pupuk pada 1 tahun sebelumnya, teknologi pada tahun ke-t, dan produktivitas pada 1 tahun sebelumnya. Berdasarkan  kesimpulan  yang  diperoleh,  maka  disarankan perlunya upaya peningkatan harga kakao ditingkat petani melalui fermentasi biji kakao, dan pemberian insentif bagi petani, sehingga dapat mendorongnya untuk meningkatkan areal tanaman menghasilkan terlebih produktivitas. Serta perlunya dukungan pemerintah yang berkaitan dengan perkreditan  agar petani mampu membiayai usahanya meliputi pemakaian pupuk, tenaga kerja, serta teknologi; sehingga petani tidak beralih pada komoditi yang lain.
Analisis prevalensi dan intensitas ektoparasit ikan kerapu tikus (Cromileptes altevalis) di keramba jaring apung Perairan Teluk Kayeli Kabupaten Buru Samsia Umasugi; Asdar Burhanuddin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.13-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit, tingkat serangan, prevalensi dan intensitas Ektoparasit, juga bagaimana pengaruh hubungan kualitas air terhadap serangan parasit pada ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altevalis) dalam wadah budidaya (KJA). Metode pengambilan sampel adalah ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altevalis) diambil pada keramba jaring apung (KJA) di Perairan Teluk Kayeli secara acak sebanyak 20 ekor dengan ukuran yang bervariasi dan selanjutnya sampel ikan diperiksa di Balai Budidaya Laut Ambon, lalu diamati organ tubuh ikan yang meliputi sisik, sirip, insang dan mata, hal ini untuk mempermudah identifikasi menggunakan proses metode staining carmine borax. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka ektoparasit yang ditemukan menginfeksi ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altevalis) selama penelitian berjumlah 31 individu yang terdiri dari satu Filum yakni Cliopora yakni Trichodina sp dan Cryptocaryon sp, yang merupakan ektoparasit terbanyak yang ditemukan yakni 28 individu dengan tingkat prevalensi 70% dengan nilai intensitas 2 ind/ekor serta nilai kelimpahannya 0,4. Dari hasil pemeriksaan terhadap organ tubuh ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altevalis) ternyata organ insang merupakan organ tubuh yang paling banyak terinfeksi ektoparasit yakni 13 individu dibandingkan dengan ketiga organ lainnya.
Struktur Komunitas Ikan Padang Lamun Di Perairan Pantai Wael Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat Husain Latuconsina; Madehusen Sangadji; La Sarfan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.24-32

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem laut yang memiliki produktivitas primer tinggi sehingga berperan penting bagi komunitas ikan untuk mencari makan, areal pembesaran maupun alur ruaya antar habitat terdekat. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Wael-Teluk Kotania, Seram Bagian Barat. Data komunitas ikan dikoleksi dengan menggunakan Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) dengan ukuran mata jaring 1,5 inchi yang diletakkan sejajar garis pantai pada hamparan padang lamun. Pengamatan dilakukan sebanyak 10 kali (masing-masing 5 kali mewakili siang dan malam hari) yang dilakukan selama pasang bergerak surut. Ikan yang tertangkap berjumlah 290 individu dari 44 spesies 28 famili. Struktur komunitas ikan berfluktuasi pada siang dan malam hari. Hasil penelitian juga menemukan keragaman dan komposisi jenis sangat komunitas ikan padang lamun dipengaruhi kehadiran ikan-ikan yang berasal dari ekosistem mangrove dan terumbu karang.