cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Raheema
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Raheema (P-ISSN: 2502-812X and E-ISSN: 2502-8111) is a scientific journal Gender and Children, published by the Center for the Study of Gender and Children (PSGA) Institute for Research and Services In the Community (LP2M) State Islamic Institute (IAIN) Pontianak. This journal contains the works of authors and researchers who have competence in their skills. A vision of the journal Raheema is: Realizing the scientific community who have vision, knowledge, awareness, and concern about Gender and Children. While the mission of the journal Raheema is: First, Being the Information Center and the study of science on Gender and Children for all academics and the general public. Second, Making Media Journal Raheema as scientific publications Gender and Child-quality, innovative and competitive locally, nationally, and internationally. Third, to accommodate, to develop the knowledge, insight, and ideas of the author and researcher in the field of Gender and Children. Raheema journal is published twice a year, namely in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2024)" : 4 Documents clear
FENOMENA NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM ANAK REMAJA CINA MUSLIM KOTA PONTIANAK DALAM MENDAPATKAN PENGAKUAN IDENTITAS KEWARGANEGARAAN Fachrurazi, Fachrurazi; Russlan, Ismail
Raheema Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v11i1.3183

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan Islam berperan dalam membentuk dan memperkuat identitas kewarganegaraan pemuda Cina Muslim di Kota Pontianak. Melalui analisis mendalam terhadap pengalaman pendidikan, praktik keagamaan, dan interaksi sosial mereka, Tulisan inian ini mengungkapkan dinamika yang kompleks antara identitas etnis, agama, dan negara. Hasil Tulisan ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana bagi pemuda Cina Muslim untuk mengkonstruksi identitas diri yang multidimensi. Lebih lanjut, Tulisan ini juga mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi pemuda Cina Muslim dalam mengklaim dan mempertahankan status kewarganegaraannya di tengah pluralitas masyarakat Indonesia. Melihat akan peran pendidikan Islam dalam konteks pembentukan identitas kewarganegaraan pemuda Cina Muslim di Kota Pontianak. Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, Pendidikan Islam membentuk pemahaman mereka tentang Islam, negara, dan kewarganegaraan. Hasil Tulisan inian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan tetapi juga menacapai pengakuan kewarganegara yang baik dalam negara kesatuan Indonesia.
BIARKAN LAUT MEMBEBASKANMU (Pesan Rindu Perempuan Pesisir, Meretas Belenggu Budaya Hegemonik) Kusumayanti, Fitri; Taqwa, Ria Hayatunnur
Raheema Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v11i1.3151

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelami bentuk-bentuk komunikasi budaya hegemonik pemodal kapitalis yang dipegang para tauke nelayan tradisional di desa-desa sepanjang pesisir Kabupaten Kubu Raya. Peran tauke yang dengan keleluasaan modal telah “membius” nelayan tradisional hingga “takluk” menjadi ‘alat’ dalam merengkuh penguasaan hidup, sekaligus dominasi hasil-hasil melaut, ternyata disikapi baik oleh keperkasaan perempuan pesisir dengan memanfaatkan kebaikan pemodal kapitalis untuk membangun berbagai industri pengolahan hasil laut. Penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif ini dimaksudkan dalam rangka mengurai fakta sosial tentang hegemoni kapitalis pemodal kapitalis yang secara sosial – ekonomi. Ruang komunikasi perempuan pesisir yang lebih efektif kepada pemodal kapitalis ternyata sangat ampuh dalam membangun kemitraan atas potensi hasil perikanan tangkap. Tidak saja itu, mereka berhasil mengangkat keterbelakangan keluarga nelayan tradisional menjadi nelayan yang mandiri.
SEJARAH PERGERAKAN PEREMPUAN DI INDONESIA Wahidah, Nurul; Patmawati, Patmawati; Baharuddin, Baharuddin
Raheema Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v11i1.2957

Abstract

Perempuan merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu kesuksesan baik keluarga, agama, nusa dan bangsa. Perempuan dalam hal ini memiliki kekuatan yang luar bisa besar dalam membangun serta mencapai kebahagian dalam keluarga. Pergerakkan perempuan di Indonesia ditandai dengan gerakkan emansipasi wanita yang dipelopori oleh Kartini. Beliau merupakan perempuan pertama dan utama dalam memberikan kesetaraan gender di Indonesia. Perjuangan Ibu Kartini juga memerlukan waktu dan tenaga yang sangat besar, karena diawal pergerakkannya mengalami penolakkan yang luar biasa. Kesetaraan gender yang diperjuangan oleh Kartini dan generasi-generai berikutnya memiliki arti sangat penting bagi perempuan Indonesia, terlihat secara jelas pada saat ini keterwakilan perempuan disemua aspek kehidupan terlihat secara jelas dan nyata, dengan bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Pergerakan perempuan Indonesia juga kita kenal selain Kartini juga ada beberapa nama seperti dari Aceh Cut nya Dien, Cut Murtia dan masih banyak halnya lagi, sehingga keseteraan gender di Indonesia dapat diterima oleh semua kalangan. Dalam dewasa ini sudah sangat kurang sekali bentuk kekerasan di rumah tangga, ini merupakan bukti nyata dari gerakkan perjuangan perempuan Indonesia berhasilan dan mendapatkan  pengakuan secara baik dan serius. 
Peran Perempuan dalam Kepemimpinan: Analisa perspektif Politik Islam Prakoso, Imam Agung
Raheema Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v11i1.3462

Abstract

Kepemimpinan perempuan dalam bidang politik masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Di satu sisi, sebagian besar ulama menolak atau mengharamkan perempuan menjadi pemimpin politik, dengan mengacu pada Al-Qur'an Surat An-Nisa' ayat 34 dan hadis riwayat Abi Bakrah. Namun, di sisi lain, ada sekelompok Muslim pembaharu yang memperbolehkan perempuan menjadi pemimpin politik, dengan alasan bahwa terdapat perubahan sosial dan kemajuan yang signifikan sehingga perempuan dianggap setara dengan laki-laki pada zaman sekarang. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kedua pandangan ulama tersebut, menganalisis pemikiran mereka secara historis dan kontekstual, serta memberikan penilaian dengan merekonstruksi pemikiran lama agar sesuai dengan konteks zaman sekarang.Pada masa lampau, para mufassir dan ulama fiqh cenderung menafsirkan ayat dan memahami hadis dengan pandangan yang didominasi oleh perbedaan gender. Hal ini dipengaruhi oleh faktor budaya pada masa itu, serta posisi terbelakang perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka menafsirkan ayat dan hadis secara literal, tanpa mempertimbangkan latar belakang dan konteks di mana ayat atau hadis tersebut diturunkan. Pendekatan penafsiran dan pemahaman seperti ini mendapatkan kritik dari para pembaharu dan pemikir Muslim kontemporer, yang berusaha menafsirkan ayat dan memahami hadis secara kontekstual. Mereka melihat bahwa perempuan memiliki hak untuk menjadi pemimpin, dan fakta bahwa beberapa perempuan memiliki kemampuan dan keahlian yang sama dengan laki-laki menjadi bukti bahwa kepemimpinan politik tidak terkait dengan jenis kelamin, tetapi lebih berkaitan dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.Hasil penelitian dalam artikel menunjukkan bahwa harus ada upaya merekonstruksi pemikiran lama agar sesuai dengan konteks masa kini sesuai dengan kaidah-kaidah fiqh.. Oleh karena itu, tidak ada larangan yang beralasan bagi perempuan untuk memimpin pemerintahan atau menjadi presiden, mengingat perempuan masa kini telah berbeda dalam hal kualifikasi dan potensi kepemimpinan dibandingkan dengan masa lampau. Keywords: Kepemimpinan Perempuan, Tekstual, Kontekstual, Kaidah Fikih

Page 1 of 1 | Total Record : 4