Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BIARKAN LAUT MEMBEBASKANMU (Pesan Rindu Perempuan Pesisir, Meretas Belenggu Budaya Hegemonik) Kusumayanti, Fitri; Taqwa, Ria Hayatunnur
Raheema Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v11i1.3151

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelami bentuk-bentuk komunikasi budaya hegemonik pemodal kapitalis yang dipegang para tauke nelayan tradisional di desa-desa sepanjang pesisir Kabupaten Kubu Raya. Peran tauke yang dengan keleluasaan modal telah “membius” nelayan tradisional hingga “takluk” menjadi ‘alat’ dalam merengkuh penguasaan hidup, sekaligus dominasi hasil-hasil melaut, ternyata disikapi baik oleh keperkasaan perempuan pesisir dengan memanfaatkan kebaikan pemodal kapitalis untuk membangun berbagai industri pengolahan hasil laut. Penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif ini dimaksudkan dalam rangka mengurai fakta sosial tentang hegemoni kapitalis pemodal kapitalis yang secara sosial – ekonomi. Ruang komunikasi perempuan pesisir yang lebih efektif kepada pemodal kapitalis ternyata sangat ampuh dalam membangun kemitraan atas potensi hasil perikanan tangkap. Tidak saja itu, mereka berhasil mengangkat keterbelakangan keluarga nelayan tradisional menjadi nelayan yang mandiri.
Internalisasi Nilai-Nilai Islam Melalui Bimbingan Konseling Multikultural dalam Pantang Larang Patmawati, Patmawati; Kusumayanti, Fitri; Wafiq, Wafiq; Adiansyah, Adiansyah
Counseling As Syamil Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/as-syamil.v4i2.3938

Abstract

Write This study aims to uncover the internalization of Islamic values through the guidance of multicultural counseling in taboos. The formulation of the research problem is: how to uncover the internalization of Islamic values through multicultural counseling guidance in taboo. This research is a qualitative descriptive research, where the data is obtained through field research because the object of study is socio-cultural which is devoted to taboo collection. The steps taken are to record or document taboos that are still remembered and practiced by the community, classify taboos that contain Islamic values and interpret taboos in accordance with Islamic values which include aqidah, sharia and morals. The results of the study show that the internalization of the value of aqidah through the guidance of multicultural counseling in taboos includes all taboos, both explicit and implicit, all of which boil down to the relationship with the Creator, as seen in the taboo of burning the remaining rice stalks or rapun, the taboo of wandering around during maghrib, and the taboo of stepping over the Qur'an. The internalization of sharia values through multicultural counseling in taboos, which is a rule that builds human relationships with other humans and the universe, can be seen in the prohibition that wood must not be damaged, animals must not be killed, and fathers-to-be must not kill animals. Internalization of moral values through the guidance of multicultural counseling in taboos, seen in taboos, it is not allowed to eat while lying down later to become lazy, it is not allowed to eat messy later when the rice is crying, and it is forbidden to hit with a broom. As a result, taboos have become a culture in society as a character formation for individuals from generation to generation through telling and example.
Dinamika jeratan pinjol terhadap ekonomi keluarga Triastuti, Fitri; Luqman, Luqman; Kusumayanti, Fitri
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v5i1.2521

Abstract

Pinjaman online (pinjol) telah menjadi fenomena yang berkembang pesat di Indonesia, memudahkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Namun, kemudahan ini sering kali disalahgunakan dan dapat menjerat peminjam dalam utang yang sulit dilunasi, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika jeratan pinjol terhadap ekonomi keluarga, dengan fokus pada dampak sosial dan finansial yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan studi kasus sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pinjol dapat menyebabkan keluarga terjebak dalam lingkaran utang yang mengarah pada kesulitan ekonomi, gangguan pada kestabilan psikologis, dan keretakan hubungan sosial. Faktor-faktor seperti rendahnya literasi keuangan, tidak adanya pengawasan yang ketat, dan perilaku konsumtif menjadi pemicu utama masalah ini. Disarankan adanya regulasi yang lebih ketat terhadap pinjol serta peningkatan literasi keuangan di masyarakat untuk mencegah dampak buruk pinjaman online terhadap ekonomi keluarga.
Empowerment of fishermen’s wives through management of agriculture products in Tanjung Saleh, Kubu Raya Regency Kusumayanti, Fitri; Prakoso, Imam Agung; Gafallo, Muhamad Fadhil Yarda
Community Empowerment Vol 10 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.13325

Abstract

This activity aims to empower fishermen’s wives through the management of agricultural products in Tanjung Saleh Village, Kubu Raya Regency. The village is located in a coastal area rich in marine and agricultural resources, but these resources have not been optimally utilized to improve the welfare of the community, especially fishermen's wives. Through training and mentoring, the activity focuses on enhancing skills in processing marine products (such as fish) and agricultural products (such as coconuts) into value-added products, specifically serundeng. This activity employs a participatory action research approach, complemented by a qualitative method in data collection. The results indicate an increase in participants' knowledge and skills in processing serundeng.