cover
Contact Name
Suhery Handoko
Contact Email
suhery.handoko@upj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agustinus@upj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
WIDYAKALA JOURNAL
ISSN : 23377313     EISSN : 25978624     DOI : -
Widyakala's scientific journal is an interdisciplinary study in ten study program at Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) as a contribution to the three principal scientific pattern of UPJ which is also an advantage of UPJ: 1. Humanist human development (Liberal arts) 2. Sustainable eco-development (SED) 3. Entrepreneurship (ENT).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building" : 5 Documents clear
Penerapan Green Roof pada Perencanaan Gedung Olahraga Universitas Pembangunan Jaya Elysa Damayanti; Ryan Septiady Nugraha
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.854 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i0.189

Abstract

Meningkatnya pembangunan gedung-gedung, dan banyaknya lahan kosong yang digunakan untuk pembuatan jalan, telah menimbulkan masalah terhadap lingkungan di sekitarnya. Teknologi green roof muncul sebagai salah satu konsep sustainable design dalam upaya untuk mewujudkan suatu bangunan yang lebih ramah terhadap lingkungannya. Fungsi penggunaan green roof pada suatu bangunan cukup beragam, antara lain sebagai ruang terbuka untuk interaksi, elemen estetis pada bangunan, ataupun hanya sebagai media penutup atap saja. Penetapan fungsi green roof tersebut selanjutnya akan berpengaruh pada berbagai hal lainnya mulai dari wujud desain lanskep, tipe green roof yang akan digunakan, sampai pada aspek pelaksanaan dan keteknisannya.Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesehatan dan kesenangan kepada manusia. Universitas Pembangunan Jaya salah satu Universitas yang sedang memiliki banyak prestasi oleh mahasiswanya, dari hal tersebut menjadi alasan pembangunan Gedung Olahraga tersebut. Pembangunan Gedung Olahraga ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perkembangan prestasi keolahragaan di Kampus Universitas Pembangunan Jaya.Dalam segi teknis diperoleh fakta bahwa penggunaan green roof dapat memberikan pengaruh terhadap desain bangunan dalam beberapa hal meliputi pembebanan, penyediaan ruang untuk penempatan lapisan green roof, sistem drainase, hingga masalah pengairan pada tanaman. Dalam penggunaannya, green roof telah memberikan manfaat yang cukup beragam antara lain sebagai elemen estetis pada atap bangunan, media penurun radiasi panas sinar matahari, hingga sebagai stabilitator udara di sekitarnya.Kata Kunci : Konsep Bangunan, Green Roof, Gedung Olahraga
Kajian Penggunaan Potongan Ban Bekas Terhadap Kuat Tekan Beton Feisal Adri Winansa; Agustinus Agus Setiawan
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.489 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i0.158

Abstract

Beton adalah struktur utama dari sebuah bangunan. Beton memiliki beberapa sifat antara lain; workability (mudah  untuk dikerjakan),memiliki kuat tekan serta tarik, sifat panas dll. Beton yang dicampur dengan potongan ban bekas diharapkan mengurangi beban beton, serta  menambah kuat tekan dan tarik beton. Adapun bahan ban bekas itu sendiri sangatlah mudah didapat, karena ban adalah salah satu bahan limbah yang susah terurai secara alami (no degradable). Penelitian ini bermaksud untuk mencari besarnya kuat tekan beton dengan penambahan potongan ban bekas sebagai pengganti sebagian dari agregat kasar pada Beton. Benda uji berupa silinder berdiameter 15 dan tinggi 30 cm dengan variasi penambahan ban sebesar 5% , 10%, dan 15% dari volume agregat kasar. Mutu beton rencana yaitu K-250 (20,75 Mpa) dengan uji tekan pada umur 28 hari. Hasil pengujian untuk 5% ban menghasilkan 138,71 kg/cm2, untuk 10% ban menghasilkan 108,25 kg/cm2, dan untuk 15% ban menghasilkan 84,37 kg/cm2. Untuk penurunan berat beton yaitu untuk 5% = 4,33% dari berat normal, untuk 10%=6,07% dari berat normal dan untuk 15% = 6,76 % dari berat normal.Kata Kunci : beton, kuat tarik, kuat tekan, potongan ban bekas
Penggunaan Material Limbah High Density Polyetylene (HDPE) Sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar Pada Campuran Beton Mohamed Angky Al Fajr; Agustinus Agus Setiawan
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.063 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i0.161

Abstract

Abstrak : HDPE atau High Density Polyethylene merupakan salah satu bahan material plastik yang banyak digunakan untuk pembuatan kemasan berbahan plastik. Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Berat jenis agregat kondisi SSD diperoleh sebesar 1,15 (syarat agregat ringan antara 1 sampai 1,8) dan memiliki tingkat penyerapan terhadap air (absorsi) sebesar 3,945% (syarat maks. 3,5%), berat isi kering 1378 kg/m3 (syarat maks. 1800 kg/m3) serta ketahanan aus (abrasi) agregat buatan sebesar 29,64% (syarat agregat dipakai untuk beton maks. 40%). HDPE adalah jenis plastik yang berwarna putih susu/putih bersih. Digunakan untuk kantong tissue, botol detergent, minyak, plastik anti panas, pipa plastik, shopping bag dan kantong plastik yang biasa untuk sayur makanan yang berkuah. Kekuatan tekan beton terbesar diperoleh pada pemberian suhu sampai 90⁰ C yakni sebesar 13,16 MPa. Bila beton dicampur dengan 20% limbah HDPE menghasilkan kuat tekan beton sebesar 11,08 MPa. Namun, beton yang dicampur dengan limbah HDPE yang dibuat simpul menghasilkan kuat tekan beton sebesar 2,67 MPa.Kata Kunci : HDPE, beton, agregat
Alat Pengolahan Air Baku Sederhana Dengan Sistem Filtrasi Ajeng Ari Nainggolan; Rizka Arbaningrum; Aulia Nadesya; Dara Janti Harliyanti; Mohammad Ammar Syaddad
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.306 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i0.187

Abstract

Abstrak : Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Sejak tahun 2004, Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur tentang Sumber Daya Air, yaitu Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004. Tetapi di berbagai wilayah di Indonesia masih ditemukan daerah yang mengalami kekurangan persediaan air bersih. Pembuatan alat pengolahan air baku sederhana menggunakan sistem filtrasi diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengolah air kotor menjadi air baku dalam skala kebutuhan rumah tangga. Alat tersebut mudah dioperasikan, dengan bahan yang murah dan mudah didapatkan, serta dapat dipindahkan karena memiliki dimensi yang tidak terlalu besar.Kata Kunci : Sistem Filtrasi, Air Baku, Alat Pengolahan Air
Kajian Bangunan Penangkap Kabut dan Penampung Air Hujan untuk Daerah Sentul sebagai Ganti Air Bersih Rizka Arbaningrum
WIDYAKALA: JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.351 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v6i0.167

Abstract

Kekeringan merugikan petani karena mempengaruhi hasil panen. Terdapat dua cara untuk mengatasi masalah kekeringan yaitu dengan cara membuat bangunan penangkap kabut atau juga bisa dengan membuat bangunan penampung air hujan. Namun, dari kedua bangunan itu manakah yang lebih unggul untuk digunakan dilihat dari faktor ekonomi dan durabilitas. Ditinjau dari harga, penangkap kabut tidak membutuhkan biaya yang tinggi bila dibandingkan dengan penampung air hujan. Pembuatan penangkap kabut membutuhkan biaya Rp 685,000, sedangkan penampung air hujan membutuhkan biaya Rp 1,431,466. Apabila dibandingkan dengan bangunan penangkap kabut, penampung air hujan membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Untuk durabilitas bangunan, penangkap kabut cenderung lebih perlu perawatan khusus dikarenakan bahan dan alat yang digunakan sangat sederhana. Sedangkan, bangunan penampung air hujan, durabilitas cenderung bertahan lama meskipun tetap membutuhkan perawatan untuk bak penampung dan pompa air.Kata Kunci : Kekeringan, penampung air hujan, penangkap kabut, biaya

Page 1 of 1 | Total Record : 5