cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014): Februari - April" : 7 Documents clear
Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi pada Lembaga Kursus dan Pelatihan Yusup Darmanto; M. Suyanto; Sudarmawan Sudarmawan
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.944 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.14

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat sangat mempengaruhi kegiatan usaha manusia di bidang apapun khususnya bidang bisnis. Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa informasi menjadi salah satu sumber daya utama pada suatu perusahaan untuk meningkatkan daya saing terhadap para pesaingnya. Oleh sebab itu, setiap perusahaan mencoba untuk menerapkan teknologi informasi agar dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam proses bisnis, hal ini bertujuan agar mampu memberikan nilai tambah yaitu berupa competitive advantage dalam persaingan bisnis.Banyak hal yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan belum optimal. Maka dari itu penulis berusaha menganalisa kinerja atau kegiatan institusi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tersebut terkait pemanfaatan teknologi informasi, agar dapat memberikan suatu pemikiran yang berdasarkan Best Practices standar COBIT 4.1 sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan strategis.Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Terra Computer System dan Adi Wahana Informatika di Kota Kediri telah menerapkan tata kelola teknologi informasi pada level Repeatable but Intuitif. Hasil pengolahan kuesioner mendapati nilai rata-rata untuk domain Plan and Organise (PO) dan Acquire and Implement (AI) adalah antara 1,50 – 2,49 dari rentang nilai 0 sampai 5. Artinya telah melakukan tata kelola teknologi informasi masih cukup baik meskipun belum baku.The development of information technology is growing rapidly affect activity in any field of human endeavor, especially in business. Currently there is no doubt that the information becomes one of the main resources in an enterprise to improve competitiveness against its rivals. Therefore, every company tries to implement information technology in order to improve effectiveness and efficiency in business processes, it aims to be able to provide added value in the form of competitive advantage in business competition.Many issues related to the utilization of information technology used is not optimal. Thus the authors have attempted to analyze the performance or activities of the institution Course and Training Institute (CTI) is related to the utilization of information technology, in order to give a thought which is based on Best Practices COBIT 4.1 standards so that it can be considered in making strategic decisions.Courses and Training Institute (CTI) in Kediri have implemented information technology governance at the level of Repeatable but Intuitive. Results of questionnaire processing finds the average value for the domain Plan and organisé (PO) and the Acquire and Implement (AI) is between 1.50 to 2.49 of the value range of 0 to 5. It has been doing information technology governance is still pretty good though not raw.
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pengesub Menggunakan TOPSIS Harliana Harliana
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.367 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.13

Abstract

Pengambilan keputusan pada suatu perusahaan furniture rattan merupakan suatu hal yang sangat penting. Seorang pimpinan perusahaan furniture rattan seharusnya mengambil sebuah keputusan berdasarkan perhitungan dan pemikiran yang matang agar keputusan pemilihan pengesub (pekerja) yang telah atau akan diambil tidak menimbulkan kesan negatif atau bahkan kerugian terhadap perusahaan yang dipimpinnya. Saat ini perusahaan furniture rattan menggunakan 2 tipe pengesub, yaitu pengesub internal dan pengesub eksternal. Saat ini proses penentuan pemilihan pengesub, khususnya pengesub eksternal masih dilakukan secara manual melalui proses survey langsung. Selain itu faktor kedekatan pengesub dengan para pimpinan perusahaan furniture rattan juga masih menjadi permasalahan klasik. Kendala lain yang sering ditemui yaitu adanya ketidak konsistensian perusahaan furniture rattan dalam menentukan kriteria standar sebagai dasar pertimbangan pemilihan pengesub terbaik. Setelah melakukan pengujian pada 10 alternativ dengan 9 kriteria didapatkan pengesub Andi menempati urutan pertama dengan nilai preferensi relatif untuk setiap alternative adalah 0,5874. Pengesub Eko menempati urutan kedua dengan nilai preferensi relative 0,5801. Ketiga pengesub Gugun (0,4714), Keempat pengesub Bambang (0,4417), Kelima pengesub Kodir (0,4324), Keenam pengesub Tono (0,4166), Ketujuh pengesub Yana (0,3651). Kedelapan pengesub Dedi (0,3466). Kesembilan pengesub Budi (0,2791). Dan terakhir pengesub Opik dengan nilai preferensi relatif 0,1576.Decision-making on a rattan furniture company is a very important thing. A rattan furniture company leadership should take a decision based on the calculation and careful thought that pengesub selection decisions (workers) that have been or will be taken not to cause a negative impression or even loss of the company he leads. The company currently uses two types of rattan furniture pengesub, namely pengesub internal and external pengesub. Currently the process of determining the election pengesub, especially external pengesub still done manually through direct survey process. In addition to the proximity factor pengesub leaders rattan furniture company also remains a classic problem. Another problem often encountered is the presence of inconsistencies rattan furniture company in determining the criteria for the selection of a standard as a basis for consideration of best pengesub. After testing at 10 alternativ with 9 criteria obtained pengesub Andi ranks first with a relative preference value for each alternative is 0,5874. Eko Pengesub ranks second with a value of 0,5801 relative preference. Third pengesub Gugun (0,4714), Fourth pengesub Bambang (0,4417), Fifth pengesub Kodir (0.4324), Sixth pengesub Tono (0,4166), Seventh pengesub Yana (0,3651). Eighth pengesub Smith (0,3466), Ninth pengesub Budi (0.2791) . And last pengesub Opik with relative preference value 0.1576
Perancangan Aplikasi Point of Sale dengan Arsitektur Client/Server Berbasis Linux dan Windows Sandy Kosasi
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.973 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.15

Abstract

Perancangan sistem aplikasi point of sale (POS) dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen, seperti dalam perhitungan harga dan jumlah barang yang dibeli dapat menjadi lebih cepat dan kuantitas barang tidak lagi bergantung kepada pencatatan manual. Penelitian menghasilkan aplikasi POS menggunakan arsitektur client/server yang terintegrasi antar proses bisnis untuk bagian penjualan, kasir dan gudang. Pengembangan arsitektur client/server ini menggunakan sistem operasi Linux distro Redhat 9 dan Windows Xp Profesional. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, daftar pertanyaan. Perancangan aplikasi menggunakan menggunakan diagram use case, activity, sequence dan class. Hasil penelitian meliputi modul aplikasi kasir (front office), modul aplikasi gudang dan modul aplikasi laporan (back office). Modul aplikasi antara lain mencakup pengelolaan penjualan, edit data penjualan, pengisian data barang, penentuan harga barang, dan menghasilkan laporan penjualan.Point of sale (POS) application system design can give better service to the consumer, example in the price count and sum of item purchased can become faster and quantity of the item no longer rely on the manual recording. As for the research purpose is create integrated point of sale application using client/server architecture between business process to the warehouse, sales and cashier. The development of client/server architecture is using Linux operating system with distro Redhat 9.0 and windows Xp profesional. Experiment is using research and development method with technique to gather data are observation, interview, question list. This application design is using use case, activity, sequence and class diagram. The research instrument consist of cashier application (front office), warehouse application module and report application module (back office). Application module like sales management, sales data edit, equipment data insertion, pricing of the goods and generate sales report.
Studi Banding Spam-Assassin Mail Server Dengan dan Tanpa Filter di Sisi Mail Client Nurlina Nurlina; Irmayana Irmayana
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.482 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.12

Abstract

Filter spam yang disediakan oleh situs penyedia layanan email seperti yahoo, gmail, aim mail, windows live hotmail, dan masih banyak lagi yang lainnya, merupakan fasilitas yang sangat bermanfaat bagi para usernya. Filter spam tidak akan berfungsi sebagaimana yang diharapkan oleh user client. Pada saat alamat email para client sudah pernah di subscribe dengan tujuan tertentu seperti misalnya untuk registrasi mailing list, newsgroup, dan lain sebagainya, maka alamat emailnya itu sudah tidak aman lagi dari para spammer. Pada dasarnya para admin mail server hanya menggunakan secara langsung filter spam yang disediakan oleh mail server yang diinstal, tanpa memberikan penyettingan tertentu yang dibutuhkan client sama sekali. Para user sendiri yang seharusnya lebih aktif dalam menyaring spam pada email yang digunakan dengan banyak cara. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi mail client Thunderbird untuk menyaring spam dengan metode Bayesian sebagai kelanjutan dari menyaring spam yang sudah tersaring sebelumnya pada sisi mail server dan bertujuan menganalisis hasil pengklasifikasian email ham dan email spam pada mail server dan mail client. Disimpulkan bahwa nilai akurasi dan error filter spam pada mail server berhubungan dengan filter Spam-Assassin yang tidak disetting dan dikonfigurasi oleh adminnya menunjukkan hasil yang tidak memuaskan dibandingkan dengan filter spam metode bayesian pada mail client yang sudah di-training.Spam filters provided by your email service provider websites such as yahoo, gmail, AIM mail, windows live hotmail, and many others, is a very powerful feature for the user. The spam filter will not work as expected by the client user. at the time of the email address of the client has been ever subscribe to a specific purpose such as for registration, mailing lists, newsgroups, and so forth, then the email address is no longer safe from spammers. Basically the admin mail server directly using only the spam filter provided by the mail server is installed, without giving a specific setting it takes the client at all. The users themselves are supposed to be more active in the spam filter on the email that is used in many ways. This study utilizes Thunderbird mail client application to filter spam with Bayesian methods as a continuation of the spam filter that has been previously filtered on the mail server and to analyze the results of the classification of ham and spam e-mail on the mail server and mail client. It was concluded that the accuracy and error spam filter on the mail server associated with the filter Spam-Assassin is not be set and configured by the admin showed unsatisfactory results compared with the Bayesian method to filter spam mail client that is already in-training
Analisis Fungsi Implikasi Max-Min dan Max-Prod Dalam Pengambilan Keputusan Raheliya Br Ginting
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.424 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.16

Abstract

Pengambilan keputusan harus dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu agar keputusan yang diambil dapat bersifat objektif, karena pengambilan keputusan yang dilakukan tanpa pertimbangan yang benar dapat mengakibatkan keputusan yang diambil menjadi kurang objektif. Logika fuzzy merupakan salah satu metode untuk melakukan analisis sistem yang mengandung ketidakpastian. Pada penelitian ini digunakan metode mamdani dengan fungsi implikasi Min dan Prod dan defuzzifikasi dilakukan dengan menggunakan metode centroid. Dari analisis yang telah dilakukan maka didapatkan output dengan fungsi implikasi Max-Prod lebih besar dibanding Max-Min, maka sebelum menyelesaikan suatu kasus seharusnya dilakukan pertimbangan terhadap pemilihan fungsi implikasi yang sesuai.Decision-making should be performed based on the certain considerations in order to obtain objective decisions since the decision made without proper consideration can lead to less objective. Fuzzy logic is one of the methods for analyzing systems that contain uncertainty. In this reserch, we use implication functions Min and Prod in Mamdani method and defuzzifikasi performed by using the centroid method. From the earlier analysis done, we obtained the final results of Max-Min and Max-Prod where the Max-Prod implication functions manually produces the greater value than Max-Min, then before completing a case consideration should be done to the selection of an appropriate implication function.
Pengaruh E-Commerce Toko Online Fashion Terhadap Kepercayaan Konsumen Eli Pujastuti; Wing Wahyu Winarno; Sudarmawan Sudarmawan
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.59 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.17

Abstract

E-commerce yang menawarkan banyak kemudahan terhadap konsumen belum tentu berhasil hanya dengan membuat website toko online, namun konsumen secara personal juga akan menilai dan menentukan perilaku apa yang akan diambil berdasarkan penilaian secara subyektif dari konsumen terhadap suatu situs e-commerce, apakah konsumen tersebut akan percaya dan selanjutnya dengan senang hati bertukar informasi pribadi dengan situs e-commerce, dan akhirnya mempunyai keinginan untuk bertransaksi atau tidak. Penelitian ini bermaksud menguji pengaruh 3 faktor dalam Trust Building Model (TBM) kaitannya dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce toko online fashion di Indonesia. Benarkah kepercayaan konsumen di Indonesia disebabkan oleh faktor perceived site quality (kualitas situs yang dirasakan), faktor perceived vendor reputation (reputasi vendor yang dirasakan), dan structural assurance (susunan keamanan) khususnya untuk e-commerce bisnis ke konsumen. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menganalisis masing-masing faktor tersebut dengan meneliti 200 responden yang sudah pernah bertransaksi dan belum pernah bertransaksi namun mempunyai keinginan di kemudian hari dan sudah pernah berkunjung ke situs toko online fashion. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen e-commerce toko online fashion di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas website dan susunan keamanan yang tersaji melalui website, sedangkan reputasi vendor melalui website tidak signifikan mempengaruhi konsumen untuk bisa lebih percaya pada suatu vendor toko online fashion.E-commerce that offers a lot of convenience to consumers uncertain of success simply by making the website an online store, but consumers will personally assess and determine what behavior that consumers will take based on consumer’s assessment of an e-commerce site, whether consumer will believe and subsequent gladly exchange personal information with an e-commerce website, and make the transaction or not. This study intends to examine the influence of three factors in the Trust Building Model (TBM) relation with consumer’s trust in e - commerce online store of fashion in Indonesia. Is it true that consumer’s trust in Indonesia is caused by those factors: perceived site quality, perceived vendor reputation, and structural assurance, especially for e-commerce business to consumer. This study used Structural Equation Modeling (SEM) to analyze each of these factors by examining the 200 respondents who had dealings and have never had trade but have willingness to trade later and had ever been to a fashion online store site. The results of this study indicate that consumer’s trust in ecommerce online store of fashion in Indonesia is strongly influenced by the quality of the website and structural assurance presented through the website, while the reputation of the vendor through the website does not significantly influence consumers to be more trust in an online fashion store vendors.
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Dalam Memilih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Yogyakarta Norhikmah Norhikmah; Kusrini Kusrini; M. Rudyanto Arief
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.148 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.18

Abstract

Seorang calon mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya ke sekolah tinggi ilmu kesehatan bukan suatu persoalan yang mudah, banyak pertimbangan yang harus dipertimbangkan seperti biaya selama perkuliahan, lowongan perkerjaan, kerjasama kampus tersebut dengan instansi terkait, dan lain-lain. Sampel kriteria yang digunakan dalam perancangan prototipe sistem pendukung keputusan dalam memilih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) adalah kriteria yang didapatkan dari jawaban kuesioner sesuai dengan hasil uji validitas disetiap variable kriterianya. Proses pengambilan keputusan dalam memilih sekolah tinggi ilmu kesehatan ini menggunakan penggabungan 2 metode yaitu AHP dan F-AHP yang memiliki tujuan agar dapat mengurangi penilaian secara subyektivitas dan mengecek konsistensi logic antar kriteria maupun subkriteria, sehingga dapat menghasilkan ranking sekolah tinggi ilmu kesehatan yang lebih objektif, serta dapat membantu memberikan rekomendasi STIKES mana yang layak untuk dipilih.A prospective student who wants to continue his education to high school health science is not an easy matter, many considerations that must be taken into account as expenses for tuition , job vacancies , the campus co-operation with relevant agencies , and others . Sample criteria used in the design of a prototype decision support system in choosing the College of Health Sciences ( STIKES ) is the criterion obtained from the results of the questionnaire were tested for validity every variable criteria. The decision making process in choosing a high school health science using two methods , namely the incorporation of F - AHP and AHP which has the aim to reduce the subjectivity of assessment and check the consistency between the criteria and sub-criteria , so as to produce a high- ranking school objectives of health sciences , as well as STIKES can help provide recommendations which are feasible for selected.

Page 1 of 1 | Total Record : 7