cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 779 Documents
Analisis Spasial Bahaya Cuaca Ekstrem di Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan Validasi ROC-AUC Muhammad Bima Satria; Idarwati Idarwati; Muhammad Alfath Salvano Salni
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1372

Abstract

Cuaca ekstrem merupakan salah satu bahaya hidrometeorologi yang frekuensi kejadiannya meningkat akibat perubahan iklim global. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu wilayah yang pernah mengalami kejadian cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks bahaya cuaca ekstrem secara spasial, menentukan kelas bahaya pada tingkat kecamatan dan kabupaten, serta mengevaluasi performa model menggunakan Receiver Operating Characteristic–Area Under Curve (ROC-AUC). Parameter yang digunakan meliputi curah hujan, kemiringan lereng berdasarkan Digital Elevation Model (DEM), dan penutup lahan. Analisis spasial dilakukan menggunakan metode weighted overlay yang mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Hasil analisis menghasilkan peta indeks bahaya cuaca ekstrem yang diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Zona bahaya tinggi umumnya berada pada wilayah dengan intensitas curah hujan tinggi, kemiringan lereng sedang hingga curam, serta dominasi tutupan lahan berupa lahan terbuka dan pertanian. Hasil analisis pada tingkat kecamatan menunjukkan bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten OKU tergolong dalam kelas bahaya tinggi, kecuali Kecamatan Muara Jaya yang tergolong kelas bahaya sedang. Indeks bahaya sedang memiliki luas terbesar, yaitu 194.163,21 Ha, sehingga Kabupaten OKU secara keseluruhan dikategorikan ke dalam kelas bahaya sedang. Hasil validasi model menunjukkan nilai AUC sebesar 0,713 yang termasuk dalam kategori cukup baik, sehingga model memiliki kemampuan diskriminatif yang memadai dalam membedakan wilayah yang pernah mengalami dan tidak mengalami kejadian cuaca ekstrem.
Studi Lingkungan Pengendapan Formasi Cimandiri berdasarkan Karakteristik Mikrofosil Batupasir Daerah Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Riana Hutajulu; Budhi Setiawan; Sundus Ghaida Noor Azizah
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1379

Abstract

Penelitian berlokasi di daerah Rongga, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat pada Formasi Cimandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan dari daerah penelitian berdasarkan karakteristik mikrofosil yang ditemukan. Metode penelitian meliputi studi pustaka, observasi lapangan, pengambilan sampel batuan segar, preparasi menggunakan metode hidrogen peroksida, serta analisis mikroskopis untuk identifikasi spesies foraminifera planktonik dan bentonik. Lingkungan pengendapan ditentukan menggunakan klasifikasi batimetri dan rasio P/B. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima spesies fosil foraminifera planktonik, di antaranya Globorotalia archeomenardii, Orbulina universa, Orbulina bilobata, Sphaeroidinella subdehiscens dan Globoquadrina altispita. Penelitian ini juga mengidentifikasi enam spesies foraminifera bentonik, yaitu Orthomorphina jedlitschkai, Amphicoryna scalaris, Tubinella funalis, Amphistegina quoyii d'Orbigny, Uvigerina brunnensis, dan Orbitolites duplex. Analisis mikropaleontologi pada sampel batuan Formasi Cimandiri menunjukkan bahwa daerah penelitian terbentuk dalam rentang umur relatif Miosen Tengah. Berdasarkan kandungan mikrofosilnya, lingkungan pengendapan daerah tersebut diklasifikasikan ke dalam zona Neritik Tengah (paparan tengah) yang meluas hingga ke zona Neritik Luar (paparan luar). Temuan ini memberikan gambaran mengenai kondisi batimetri laut yang cukup dalam pada periode tersebut di lokasi penelitian.
Analisis Total Fenol dari Ekstrak dan Fraksi Daun Nipah (Nypa fruticans Wurmb) dan Uji Antioksidannya Mauizatul Hasanah; Iwang Cantika Simalasari; Monica Crestella; Ensiwi Munarsih; David Darwis; Hilma Hilma
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1220

Abstract

Daun nipah mengandung komponen kimia yang bermanfaat seperti kandungan fenolik. Komponen tersebut juga memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini melakukan uji penetapan kadar total fenolik di dalam ekstrak dan fraksi daun nipah dan menguji aktivitas antioksidannya. Proses ekstraksi dilanjutkan dengan fraksinasi terhadap ekstrak. Kadar total fenolik diuji dengan metode Folin-Ciocalteu’s dengan asam galat sebagai standarnya. Aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode peredaman radikal bebas pereaksi 2,2-difenil-1-piikrilhidrazil (DPPH) method. Analisis kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan diamati pada alat spektroftometer UV-Vis. Sampel daun nipah diekstraksi dengan metode maserasi yang dilanjutkan dengan fraksinasi berbasis kepada kepolaran dengan pelarut etanol : air (1 : 1), n-heksan dan etil asetat. Kadar total fenolik yang diperoleh dari hasil penelitian tiap sampel adalah 15,6; 48,7; 69,1 and 24,8 mgGAE/g untuk sampel ekstrak kental, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol : air. Aktivitas antioksidan (IC50) adalah 67,67 ppm untuk ekstrak, 72,82 ppm untuk fraksi n-heksan, 44,67 ppm untuk fraksi etil asetat dan 47,38 ppm untuk fraksi etanol : air. Proses fraksinasi berhasil menghasilkan produk yang lebih tinggi kadar total fenol dan aktivitas antioksidannya. Fraksi etil asetat memberikan hasil yang tertinggi.
Rekonstruksi Lingkungan Pengendapan Formasi Kalipucang Berdasarkan Analisis Mikrofosil pada Batugamping Pasiran Daerah Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat Vanesa Jingga Maharani; Harnani Harnani; Dwi Vina Febrim
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1356

Abstract

Formasi Kalipucang merupakan satuan karbonat berumur Miosen Tengah yang berkembang di wilayah Pegunungan Selatan Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan lingkungan pengendapan Formasi Kalipucang berdasarkan karakteristik mikrofosil pada batugamping pasiran di Daerah Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian meliputi pengamatan lapangan, pengambilan sampel batuan karbonat, serta analisis mikropaleontologi di laboratorium. Foraminifera planktonik digunakan untuk menentukan umur relatif, sedangkan foraminifera bentonik dimanfaatkan sebagai indikator lingkungan pengendapan melalui pendekatan paleoekologi, termasuk distribusi dan rasio planktonik–bentonik (P/B). Hasil analisis menunjukkan bahwa asosiasi foraminifera planktonik dan bentonik mencirikan umur Miosen Tengah. Dominasi foraminifera bentonik yang disertai keberadaan foraminifera planktonik serta nilai rasio P/B menunjukkan lingkungan pengendapan laut dangkal. Berdasarkan integrasi data paleontologi, rasio P/B, dan karakteristik litologi, lingkungan pengendapan Formasi Kalipucang diinterpretasikan berada pada zona laut dangkal, khususnya Neritik Dalam (Paparan Dalam), dengan pengaruh suplai sedimen darat dan energi perairan sedang hingga relatif tinggi.
Persebaran Foraminifera dan Implikasinya terhadap Umur Relatif dan Paleobatimetri Formasi Cimandiri di Daerah Gununghalu dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Rizqi Wahyu Pratama; Budhi Setiawan; Yogie Zulkurnia Rochmana
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1403

Abstract

Formasi Cimandiri di daerah Gununghalu merupakan satuan sedimen pada Mandala Cekungan Bogor yang tersusun oleh variasi litologi hasil perubahan kondisi sedimentasi. Namun, distribusi foraminifera serta implikasinya terhadap umur relatif dan paleobatimetri belum dikaji secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur relatif dan paleobatimetri berdasarkan analisis mikropaleontologi. Metode penelitian meliputi observasi lapangan serta analisis paleontologi melalui picking dan identifikasi foraminifera. Hasil analisis menunjukkan bahwa Formasi Cimandiri berumur Miosen Tengah (N13) dan diendapkan pada lingkungan batimetri neritik tepi hingga neritik tengah. Integrasi data mikropaleontologi dan karakteristik litologi menunjukkan bahwa Formasi Cimandiri diendapkan pada lingkungan tidal flat yang dipengaruhi proses transgresi dan regresi.
Studi interferensi mangan, krom, seng, tembaga dan nikel pada analisis kobalt secara spektrofotometri serapan atom tipe nyala Nova Yuliasari; Yuniar Yuniar; Siti Nuraini; Hanida Yanti; Fahma Riyanti
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1392

Abstract

Cobalt in the human health environment can be an essential mineral nutrient in nutritional intake or can also be the result of exposure to polluted environments. Applicable analytical methods such as flame-type atomic absorption spectrophotometry (AAS) are required in determining cobalt concentrations. Interference studies have been conducted due to information on potential interference with cobalt analysis using AAS. The study was conducted on simulated solutions containing manganese, chromium, zinc, copper, and nickel, each in a solution containing 2 mg/L cobalt. The statistical results of a completely randomized design (CRD) at a 95% confidence level or α 0.05 showed that the percentage of cobalt recovery in the presence of manganese, chromium, zinc, copper, and nickel up to 1,500 mg/L did not have a significant effect.The concentrations of manganese and chromium in formula milk samples, zinc in supplement samples, copper and nickel in shredded sea fish samples, and cobalt in these samples were at low concentrations, thus preventing interference with cobalt analysis in these samples.
Kajian Meteorologis Bencana Banjir Bandang Berbasis Data Satelit Himawari-9 dan Model ECMWF (Studi Kasus: Banjir Bandang Luwu 2 Mei 2024) Panji Kuswanaji; Yahya Darmawan; Widodo Widodo; Nuzula Elfa Rahma; Rizky Franchitika
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1354

Abstract

Flash floods are sudden floods with large volumes. Flash floods are generally caused by continuous or extreme rainfall that causes the soil to become saturated so that it can no longer absorb water. On May 2, 2024, data from AAWS Bajo recorded high rainfall with the highest value of 94.6 mm/hour in Luwu Regency and its surroundings. This study aims to analyze the flash flood event in Luwu Regency on May 2, 2024 using Himawari-9 weather satellite data and the ECMWF model. The results showed the presence of convective clouds or high Cumulonimbus indicated by the low cloud top temperature of -72.5°C, dark red cloud assemblies on satellite images with RGB 24-hour microphysics technique, and convective cloud patterns on the Cloud Convective Overlay technique outplot. By analyzing the atmospheric conditions at the time of the event, it was found that the divergence value was < -0.00015; RH value was 90-110%; wind slowing pattern, and warmer sea surface temperature. The AUSMI and WNPMI monsoon index values indicated a weakening of the Australian monsoon and an increase in monsoon winds carrying higher humidity. These atmospheric and monsoon conditions were very favorable for convective cloud growth that caused the extreme rainfall that resulted in flash floods in Luwu District.
Prediksi Sifat Fisis Derajat pengembangan Hidrogel Berbasis Polimer Selulosa Menggunakan Feature Engineering dan Pemetaan Kontribusi Parameter Fisiko-Kimia Berbasis SHAP Marathur Rodhiyah; Muhammad Risyad Naufal; Nilam Cahyati
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1391

Abstract

Cellulose-based hydrogels hold great promise for biomedical, agricultural, and materials engineering applications due to their exceptional water absorption capacity. However, accurately predicting swelling degree remains challenging due to the complex nonlinear relationships between synthesis parameters. This study presents a machine learning approach to predict the swelling degree of cellulose hydrogels using an experimentally compiled dataset from the literature, comprising 124 samples with 11 input features encompassing NaOH and urea concentrations, cellulose type, crosslinker type and concentration, and process parameters. Fourteen machine learning algorithms were trained and compared, including Extra Trees, Gradient Boosting, XGBoost, LightGBM, Random Forest, Decision Tree, SVR, KNN, Linear Regression, Ridge, Lasso, ElasticNet, and ANN (MLP). Preprocessing involved KNN imputation of missing values, logarithmic transformation of the target variable, and interaction feature engineering. Outlier detection was performed using three methods: IQR, Z-score, and Isolation Forest. Results show that the Extra Trees model achieved the best performance with R² = 0.9684, RMSE = 0.3382, and MAE = 0.2497 on the logarithmic scale. After hyperparameter tuning, the model achieved R² = 0.9669 and RMSE = 0.3462 on the log scale, and R² = 0.9574, MAE = 488.19%, and RMSE = 1291.60% on the original scale. SHAP analysis identified crosslinker type and cellulose group as the most dominant features, followed by soaking time and temperature, and cellulose percentageThis approach provides an efficient, data-driven quantitative framework for optimizing hydrogel formulations.
Analisis Variasi Rasio Volume Metanol:Minyak Terhadap Yield Crude Biodiesel Dari Minyak Biji Bunga Matahari Melalui Proses Transesterifikasi Anggi Anggreyni Tabrani; Allisya Putri Pranoto; Delima Kartika Zahra; Cintiya Septa Hasannah
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio volume metanol terhadap minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) pada proses transesterifikasi dalam menghasilkan crude biodiesel. Variasi rasio volume metanol:minyak yang digunakan yaitu 1:10, 1:12, dan 1:14. Parameter yang dianalisis meliputi yield crude biodiesel serta karakterisasi awal sifat fisis crude biodiesel berdasarkan nilai densitas dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield crude biodiesel tertinggi diperoleh pada rasio 1:12 dengan nilai rata rata sebesar 84,905%, sedangkan rasio 1:10 dan 1:14 menghasilkan yield masing masing sebesar 77,972% dan 81,104%. Hasil pengujian sifat fisis crude biodiesel menunjukkan bahwa nilai densitas berada pada rentang 863,28–878,62 kg/m³, sedangkan nilai viskositas berada pada rentang 4,63–5,41 cSt. Nilai densitas dan viskositas crude biodiesel yang dihasilkan berada dalam kisaran nilai biodiesel berdasarkan SNI 7182:2024 sebagai acuan pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi rasio metanol:minyak memengaruhi perolehan yield crude biodiesel, sementara karakteristik densitas dan viskositas berada dalam kisaran acuan biodiesel.

Filter by Year

1996 2026