cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Formulasi Sabun Mandi Padat yang Mengandung Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak Etanol Pelepah Aren (Arenga pinnata)
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.1.2023.47234

Abstract

Pembuatan sabun dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas mutu sabun, aktivitas antioksidan dan antibakteri dengan memanfaatkan bahan alam pelepah aren. Pengujian mutu dilakukan berdasarkan SNI 3532:2021. Aktivitas antioksidan diuji dengan menggunakan metode 1,1 difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram kertas (Kirby-Bauer). Uji SNI pada parameter kadar air, pH, bahan tak larut dalam etanol, asam lemak bebas telah memenuhi syarat mutu. Nilai IC50 ekstrak etanol pelepah aren yaitu 20,33 (µg/mL) tergolong sebagai antioksidan yang sangat kuat. Setiap formula sabun memiliki nilai IC50 berkisar 202,51 µg/mL hingga 57,56 µg/mL dengan kategori sedang hingga kuat. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol pelepah aren pada bakteri Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa tergolong kuat, zona hambat formula sabun yang terbentuk pada bakteri P. acnes tergolong kuat hingga sangat kuat dan pada bakteri P. aerugunisa sangat kuat. Kata Kunci: Sabun, pelepah aren, SNI 3532:2021, antioksidan, antibakteri
Aktivitas Antifotooksidasi Dan Tabir Surya Ekstrak Dan Fraksi Pelarut Dari Daun Gamal (Gliricidia sepium)
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.1.2023.47202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan fenolik, flavonoid, dan tanin terkondensasi serta aktivitas antifotooksidasi dan tabir surya dari fraksi daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap fotooksidasi asam linoleat menggunakan cahaya serta eritrosin sebagai sensitiser. Serbuk daun gamal diekstraksi menggunakan metode sokletasi dan fraksinasi. Rendemen fraksinasi tertinggi terdapat pada air sebesar 12,68% dan terendah terdapat pada n-heksana sebesar 1,14%. Fraksi yang memiliki kandungan fenolik tertinggi yaitu fraksi etil asetat (42,896 µg/mL), flavonoid (131,612 µg/mL), tanin terkondensasi (5,004 µg/mL). Fraksi etil asetat pada 5 jam penyinaran memiliki kandungan diena terkonjugasi terendah yaitu 71.080 mmol/kg hal ini mengindikasikan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antifotooksidasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi lainnya. Fraksi butanol memiliki nilai Sun Protection Factor (SPF) tertinggi sebesar 25,02 dengan kategori proteksi ultra juga memiliki nilai persen transmisi eritema (%Te sebasar 0,34) dan persen transmisi pigmentasi (%Tp sebesar 0,15) dengan kategori potensi proteksi total block. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun gamal (Gliricidia sepium) memiliki potensi sebagai antifotooksidasi dan tabir surya. Kata Kunci: Daun Gamal, tabir surya, asam linoleat, antifotooksidasi
Fotodegradasi Metilen Biru, Kongo Merah, dan Kristal Ungu Menggunakan Komposit Hidroksiapatit-Zeolit A Termodifikasi Ag
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.1.2023.47542

Abstract

Suatu penelitian mengenai fotodegradasi metilen biru (MB), kongo merah (KM), dan kristal ungu (KU) telah dikerjakan dengan menggunakan fotokatalis komposit hidroksiapatit-zeolit A (HAp-ZA) termodifikasi Ag. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan material fotokatalis tersebut dalam mendegradasi pewarna-pewarna sintetik sintetik MB, KM, dan KU dalam larutan dengan pelarut air. Eksperimen fotodegradasi dikerjakan dengan menginteraksikan pewarna sintetik dan fotokatalis di bawah radiasi sinar tampak dengan variasi jumlah fotokatalis. Konsentrasi pewarna sintetik yang tersisa dalam larutan setelah interaksi kemudian diukur dengan instrumen spektrofotometer UV-vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi pewarna sintetik semakin besar dengan bertambahnya jumlah fotokatalis. Meskipun demikian, jumlah pewarna yang mengalami fotodegradasi untuk setiap gram fotokatalis makin kecil dengan bertambahnya massa fotokatalis.  Kata kunci: Fotodegradasi, hidroksiapatit, zeolit A, pewarna sintetik
Identifikasi Logam Berat Pb dan Cd Pada Air Sumur Di Kampung Bugis Wosi Papua Barat
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.1.2023.47619

Abstract

Air merupakan suatu senyawa yang tidak terpisahkan  dalam kehidupan mahkluk hidup yang ada di alam semesta. Air dapat dijadihkan sebagai komsumsi sehari-hari apabila memenuhi standar baku mutu air dalam kesehatan. Standar baku mutu air minum di Indonesia, terutama air tanah, dalam hal ini sumur, diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 492/2010. Mutu kulitas air minum dan air bersih yang dapat dikomsumsi oleh manusia tidak melebihi ambang batas maksmium yang ditetapkan agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan bagi tubuh manusia sehingga diperlukan syarat kualitas air minum meliputi parameter fisik, parameter kimiawi, paramater mikrobiologi dan parameter radioaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cd pada air sumur di kampung bugis Wosi Papua Barat. Metode analisis menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Kandungan logam berat Pb dan Cd dalam air sumur di kampung bugis Wosi Papua Barat dari empat titik lokasi dengan nilai rata-rata sebesar 0,0675 mg/L dan 0,01 mg/L. Kata kunci: Air sumur, Logam berat, Papua Barat
Analisis Metode Elektrokoagulasi Dalam Menurunkan Kesadahan Air Sumur Dengan Variasi Jenis Elektroda
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.1.2023.48369

Abstract

Ada berbagai metode untuk menurunkan kesadahan air, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Metode elektrokoagulasi karena kesederhanaannya telah banyak mendapatkan perhatian untuk digunakan dalam menghilangkan berbagai ion dan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis elektroda dalam menurunkan kesadahan air sumur serta dapat menentukan nilai tegangan dan arus yang optimum dalam metode elektrokoagulasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beker glass 1 L diletakkan di atas magnetic stirrer dengan kecepatan pengadukan 450 rpm selama 30 menit. Variasi elektroda menggunakan Al-Al, Fe-Fe, dan Cu-Cu. Air sumur bor yang berada di asrama mahasiswa Bidikmisi Universitas Halu Oleo yang digunakan dalam penelitian ini dengan kosentrasi awal untuk CaCO3 adalah 312,36 mg/L dan kosentrasi Ca 96,88 mg/L. penurunan kosentrasi kesadahan yang terbaik dengan menggunakan elektroda Cu-Cu pada tegangan 12 V yakni  9,38 mg/L untuk Ca dan 109,44 mg/L CaCO3, disusul elektroda Fe-Fe dengan penurunan 18,75 mg/L Ca dan 124,49 CaCO3 kemudian elektroda Al-Al dengan penurunan 53,13 mg/L Ca dan 160,51 mg/L CaCO3.   Kata Kunci: Elektrokoagulasi, kesadahan air sumur, jenis elektroda
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Vitamin C Herbal dan Aplikasinya pada Mie Basah
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.1.2023.47832

Abstract

Tanaman Kelor dianggap sebagai tanaman yang sangat bergizi dan mengandung banyak sekali nutrisi. Tanaman kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan salah satunya sebagai mie basah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa banyak kandungan vitamin C dalam daun kelor dan juga untuk mengetahui bagaimana kualitas mie basah dengan penambahan daun kelor. Metode yang digunakan adalah preparasi sampel, ekstraksi, pengukuran kadar vitamin C dalam daun kelor, pembuatan mie basah, uji organoleptik yang meliputi uji tekstur, warna, aroma, rasa dan kesukaan umum, uji proksimat yang meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karhobidrat, serta pengukuran kadar vitamin C yang terdapat dalam mie basah dengan substitusi daun kelor. Berdasarkan hasil pengukuran kadar vitamin C diketahui bahwa daun kelor mengandung vitamin C sebanyak 1,89 mg/g. Dari hasil uji proksimat diketahui bahwa kualitas mie basah dengan penambahan daun kelor memiliki kadar air 30,72%, kadar abu 1,51%, kadar protein 9,74%, kadar lemak 4,02% dan karbohidrat 53,83% yang dimana sesuai dengan SNI 01-2891-1992.
Sintesis Nanopartikel Perak Termodifikasi PEG-4000 Menggunakan Ekstrak Daun Afrika Sebagai Pendeteksi Hg2+
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.1.2024.47103

Abstract

ABSTRACT Synthesis of Ag nanoparticles was performed using modified African leaves of polyethylene glycol-4000 (PEG-4000) and further tested to qualitatively detect the presence of mercury ions (Hg2+) in water samples by colorimetry. Synthesis of Ag nanoparticles was carried out by dissolving 0.01 g of African leaf extract into AgNO3 solution (5; 10; 15; 20; and 25 mL) with the addition of PEG-4000 (5 ppm, 10 ppm, and 15 ppm). The particles were then stirred at 1500 rpm for 1 hour, and characterized using a UV-Vis spectrophotometer, Particle Size Analyzer (PSA), and Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). The results showed that the synthesized Ag nanoparticles were 88.8 nm in size. PEG-4000 modified African leaf extract containing Ag nanoparticles was then used to detect Hg2+ ions which were observed colorimetrically. The results showed that the Ag nanoparticles contained in the African leaf extract and PEG-4000 could qualitatively detect the presence of Hg2+ metal ions in water samples. Keywords: African leaf, Mercury (Hg2+) Detector, Ag Nanoparticles, Polyethylene Glycol-4000   ABSTRAK  Telah dilakukan sintesis nanopartikel Ag menggunakan daun afrika termodifikasi polietilen glikol-4000 (PEG-4000) dan selanjutnya diuji coba untuk mendeteksi secara kualitatif keberadaan ion merkuri (Hg2+) dalam sampel air secara kolorimetri. Sintesis nanopartikel Ag dilakukan dengan melarutkan 0,01 g ekstrak daun afrika ke dalam larutan AgNO3 (5; 10; 15; 20; dan 25 mL) dengan penambahan 2 mL PEG-4000 (5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm). Selanjutnya distirer dengan kecepatan 1500 rpm selama 1 jam, dan dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, Particle Size Analyzer (PSA) dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel Ag yang disintesis berukuran 88,8 nm. Ekstrak daun afrika yang termodifikasi PEG-4000 dan mengandung nanopartikel Ag ini kemudian digunakan untuk mendeteksi ion logam Hg2+ yang diamati secara kolorimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel Ag yang terkandung dalam ekstrak daun afrika dan PEG-4000 secara kualitatif dapat mendeteksi keberadaan ion Hg2+ dalam sampel air. Kata kunci: Daun afrika, Detektor Merkuri (Hg2+), Nanopartikel Ag, Polietilen Glikol-4000
Uji Toksisitas, Kolesterol, dan Aktivitas Antioksidan Minyak Ulat Sagu (Rhynchophorus ferrugineus) Sebelum dan Sesudah Pengolahan
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.2.2023.47711

Abstract

Ulat sagu di kota Manado pada umumnya digunakan untuk dikonsumsi serta dipakai sebagai bahan memancing atau kail. Ulat sagu sulit didapatkan karena tidak semua masyarakat mengkonsumsi atau memanfaatkan hewan ini dan banyak orang juga tidak mengetahui kelebihan lain dari ulat sagu seperti kandungan minyak yang didapati dari tubuh ulat sagu. Tujuan penelitian ini untuk menguji toksisitas, kadar kolesterol dan nilai aktivitas antioksidan dari minyak ulat sagu sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian dari uji toksisitas in vivo menggunakan larva udang (Artemia Salina L.) menunjukkan nilai LC50 sebelum dan sesudah pengolahan minyak ulat sagu berturut-turut sebesar 1,494 ppm dan 4,587 ppm. Minyak ulat sagu sebelum dan sesudah pengolahan terdeteksi tidak mengandung kolesterol. Pengujian aktivitas antioksidan melalui metode DPPH menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi untuk minyak ulat sagu sebelum pengolahan adalah 28,38% dan sesudah pengolahan adalah 54,95%. Sago caterpillars in Manado are generally used for consumption and fishing or hook material. Sago caterpillars are difficult to find because not many people consume this animal and many people also do not know about the other advantages of sago caterpillars, such as the oil content found in the bodies of sago caterpillars. This research aimed to test the toxicity, cholesterol levels, and antioxidant activity values of sago caterpillar oil before and after processing. In vivo toxicity tests using shrimp larvae (Artemia Salina L.) showed LC50 values before and after processing sago caterpillar oil of 1,494 ppm and 4,587 ppm, respectively. Sago caterpillar oil before and after processing was detected to contain no cholesterol. Testing antioxidant activity using the DPPH method showed that the highest antioxidant activity for sago caterpillar oil before processing was 28.38% and after processing was 54.95%.
Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas dari Ekstrak dan Fraksi Daging Buah Awar-Awar (Ficus septica BURM.)
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.2.2023.48139

Abstract

Awar-awar (Ficus septica Burm.F) merupakan salah satu tumbuhan obat yang banyak ditemukan di Indonesia terlebih di Sulawesi Utara. Awar-awar digunakan untuk pengobatan tradisional karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aktivitas antioksidan dari ekstrak dan beberapa fraksi daging buah awar-awar dengan aktivitas antioksidan tertinggi dilanjutkan pada pengujian toksisitas. Metode penelitian meliputi preparasi, ekstraksi, partisi, penentuan kandungan fitokimia antioksidan seperti total fenolik, total flavonoid, total tanin terkondensari, aktivitas antioksidan dan pengujian toksisitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa daging buah awar-awar memiliki kandungan total fenolik (431,59 µg/mL) dan kandungan total flavonoid (22,15 µg/mL) tertinggi pada fraksi etil asetat, kandungan total tanin terkondensasi (7,57 µg/mL) tertinggi pada fraksi n-heksana dan untuk aktivitas antioksidan (17,69 µg/mL) dengan nilai tertinggi pada fraksi etil asetat. Hasil uji toksisitas ekstrak etanol dan fraksi etil asetat bersifat toksik dengan nilai LC50 secara berturut-turut yaitu 2,223 ppm dan 2,181 ppm. Berdasarkan hasil pengujian, fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan dan sangat bersifat toksik. Awar-awar (Ficus septica Burm.F) is a medicinal plant that is widely found in Indonesia, especially in North Sulawesi. Awar-awar is used for traditional medicine because it contains secondary metabolites. This study aims to determine the content of antioxidant activity from extracts and some fractions of awar-awar fruit pulp with the highest antioxidant activity followed by toxicity testing. The research methods included preparation, extraction, partitioning, cost of antioxidant phytochemical content such as total phenolics, total flavonoids, total condensed tannins, antioxidant activity and weight loading. The results showed that the awar-awar fruit pulp had the highest total phenolic content (431.59 µg/mL) and total flavonoid content (22.15 µg/mL) in the ethyl acetate fraction, the total content of condensed tannins (7.57 µg/mL) was highest in the n-hexane fraction and for antioxidant activity (17.69 µg/mL) with the highest value in the ethyl acetate fraction. The results of the toxicity test of the ethanol extract and ethyl acetate fraction were toxic with LC50 values of 2.223 ppm and 2.181 ppm respectively. Based on the test results, the ethyl acetate fraction has antioxidant activity and is highly toxic.
Fotodegradasi Zat Warna Methylene Blue Menggunakan Komposit Kitosan/Ag
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.16.2.2023.48415

Abstract

Telah disintesis kitosan yang terdoping dengan nanopartikel Ag dalam suatu komposit kitosan/Ag menggunakan metode kopresipitasi dimana kitosan berperan sebagai penstabil dan glutaraldehida sebagai agen pengikat silang. Sifat struktural, elemental, dan morfologi telah dianalisis menggunakan FTIR, SEM-EDX, dan XRD untuk mengetahui apakah komposit kitosan/Ag telah terbentuk dengan hasil yang didapatkan bahwa komposit kitosan/Ag telah terbentuk dengan ukuran kristalit sebesar 2,06 nm. Aktivitas fotokatalitik dari komposit kitosan/Ag telah dilakukan dengan iradiasi zat warna methylene blue menggunakan lampu UV. Berdasarkan hasil yang diperoleh, komposit kitosan/Ag memiliki kemampuan fotokatalis yang bagus dalam mendegradasi zat warna methylene blue dengan waktu kontak optimum pada waktu 90 menit. Chitosan doped with Ag nanoparticles in a chitosan/Ag composite was synthesized using the coprecipitation method where chitosan acts as a stabilizer and glutaraldehyde as a crosslinking agent. Structural, elemental, and morphological properties were analyzed using FTIR, SEM-EDX, and XRD to observe the formation of the chitosan/Ag composite. It was shown that the chitosan/Ag composite was formed with a crystallite size of 2.06 nm. The photocatalytic activity of the chitosan/Ag composite was examined by irradiating methylene blue under UV lamp. Based on the results obtained, the chitosan/Ag composite had good photocatalytic ability to degrade methylene blue dye with an optimum contact time of 90 minutes.