cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
POLYGLOT
ISSN : 1907 6134     EISSN : 2549 1466     DOI : -
Core Subject : Education,
Started in 2006, Polyglot is a scientific journal of language, literature, culture, and education published biannually by the Faculty of Education at the Teachers College, Universitas Pelita Harapan. The journal aims to disseminate articles of research, literature study, reviews, or school practice experiences.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2021): JULY" : 10 Documents clear
PENERAPAN PEER TUTORING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP JUMLAH DAN SELISIH SUDUT [THE IMPLEMENTATION OF PEER TUTORING TO IMPROVE CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF SUM AND DIFFERENCE ANGLES] Jacob S Seleky; Romualdus Ripa; Atalya Agustin
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conceptual understanding is a student's ability to understand a concept that has been studied. Based on observation of daily test results, it is known that some students do not understand the concept of the sum and difference angle trigonometry formulas. This is demonstrated by achieving the standard of success of the number of students who achieved the Minimum Standard of Achievement set by the school of 75.  To improve the situation, researchers implemented the Peer Tutoring method, which aims to improve the understanding of the concept of the sum and difference angle trigonometry formulas and find out how the application of Peer Tutoring can improve the conceptual understanding of the student. This research uses the Class Action Research (CAR) method based on Kemmis & McTaggart spiral model. This research was conducted in grade XI MIPA 2 SMA YZ in Semarang with 23 students. Instruments used for data collection are daily tests, observation sheets, checklists of mentor teachers and other teachers, mentor teacher interviews, and research reflection journals. The data obtained is calculated using descriptive statistics and analyzed qualitatively descriptively. Based on the analysis results, it can be concluded that the implementation of Peer Tutoring could improve student's conceptual understanding of the sum and difference.  The increase was seen from the number of students who achieved the Minimum Standard of Achievement in the first cycle, which was 60.87% and in the second cycle was 78.26%. Therefore, the achievement has exceeded the standard of success is used, which was 75% of the number of students who reach the Minimum Standard of Achievement.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pemahaman konsep adalah kemampuan siswa untuk memahami suatu konsep yang telah dipelajari. Berdasarkan observasi hasil tes harian, diketahui bahwa sebagian siswa belum memahami konsep rumus jumlah dan selisih sudut trigonometri. Hal tersebut ditunjukkan dengan belum tercapainya standar keberhasilan jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah sebesar 75. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, peneliti menerapkan metode Peer Tutoring, yang bertujuan selain untuk memperbaiki dan meningkatkan pemahaman konsep rumus jumlah dan selisih sudut trigonometri, juga untuk mengetahui bagaimana penerapan Peer Tutoring dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model spiral Kemmis & McTaggart. Penelitian ini dilakukan pada kelas XI MIPA 2 SMA YZ di Semarang dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes harian, lembar observasi guru mentor dan guru lain, wawancara guru mentor, dan jurnal refleksi peneliti. Data yang diperoleh dikalkulasi menggunakan statistik deskriptif dan dianalisis secara kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Peer Tutoring dapat meningkatkan pemahaman konsep rumus jumlah dan selisih sudut trigonometri pada siswa kelas XI MIPA 2 SMA YZ di Semarang. Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada siklus pertama mencapai 60,87%, meningkat pada siklus kedua menjadi 78,26%. Pencapain tersebut telah melebihi standar keberhasilan yang digunakan yaitu 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM.
PENGEMBANGAN MODUL PERSIAPAN LANGUAGE B DIPLOMA PROGRAMME DALAM MENULIS TEKS PRIBADI DENGAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR [THE DEVELOPMENT OF LANGUAGE B DIPLOMA PROGRAMME PREPARATION IN WRITING PERSONAL TEXTS IN CORRECT AND PROPER LANGUAGE MODULE] Ivenna Leonardi; Clara Evi Citraningtyas
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to evaluate and show that the use of module can helps grade 10 students understand the correct and proper Indonesian and types of personal texts. This certainly also helps grade 10 students prepare themselves before taking the Indonesian Language B subject later in the Diploma Programme. The research and development method used is the simplified form of the theory of Dick & Carey. The research data were obtained using a questionnaire completed by experts, practitioners, and grade 10 students in Indonesian Language B classes. The module is feasible if it has an average score ≥ 3.7. The data showed the final average score of 3.7 and 4.2. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the module can help students understand the correct and proper Indonesian and types of personal texts.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menunjukkan bahwa penggunaan modul dapat membantu siswa kelas X dalam memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar serta  jenis-jenis teks pribadi. Hal ini tentunya dapat membantu siswa kelas X dalam mepersiapkan diri mereka sebelum mengambil mata pelajaran Bahasa Indonesia Language B pada jenjang Diploma nantinya. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan merupakan bentuk sederhana dari teori yang dikemukakan oleh Dick & Carey. Data hasil penelitian diperoleh menggunakan instrument berbentuk angket yang diisi oleh ahli/pakar, praktisi, dan siswa siswa kelas X yang mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia Language B. Modul dikatakan layak apabila memiliki nilai rata-rata ≥ 3,7. Data yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata akhir sebesar 3,7 dan 4,2. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dapat membantu siswa dalam memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar serta jenis-jenis teks.
WOMEN'S STRUGGLE AGAINST THE PATRIARCHATE AND COLONIAL HEGEMONY IN PRAMOEDYA ANANTA TOER'S RUMAH KACA Iko Agustina Boangmanalu; Bernard Richard Nainggolan
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.3447

Abstract

In most literary works set in the colonial era, women were described as weak, helpless, unable to resist, unlike the character Siti Soendari whom Pramoedya in the novel Rumah Kaca presented. Soendari became a female intellectual figure who fought against the existing power. This article describes the struggle in breaking down the patriarchal system and criticizing colonial power. This research uses a descriptive qualitative method with feminism and a post-colonial approach. The result shows that Siti Soendari was a female figure who fought intellectually. She was an educated woman who delivered her opinion through writing and speech. The way she fought was manifested by writing in newspapers, building organizations, and giving speeches at a youth meeting.  Boycotted by the colonial power, Siti Soendari did not run out of ideas. She circulated her writings instead of publishing them in newspaper. Her struggle was unique because her goal was not just to create gender equality. She struggled to foster a nationalist nature among young people. In other words, she fought not only for women but also for her nation and country. This study recommends that the novel Rumah Hijau can be used as primary reading material in high schools and colleges.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Dalam kebanyakan karya sastra berlatar zaman penjajahan, perempuan digambarkan lemah, tak berdaya, tidak mampu melawan. Berbeda dengan tokoh Siti Soendari yang dihadirkan Pramoedya dalam novel Rumah Kaca. Siti Soendari menjadi sosok perempuan intelektual yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan yang ada. Artikel ini mendeskripsikan perjuangan tersebut dalam mendobrak sistem patriarkat dan mengkritisi kekuasaan kolonial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme dan postkolonial. Hasil penelitian menunjukkan Siti Soendari adalah tokoh perempuan yang melakukan perjuangan dengan cara intelektual. Ia perempuan terdidik yang mampu menyuarakan pendapatnya lewat tulisan maupun lisan. Wujud perjuangan tokoh ini, antara lain; menulis di surat kabar, membangun organisasi, dan berpidato di pertemuan-pertemuan pemuda. Saat perjuangannya diboikot oleh kekuasaan kolonial, Siti Soendari tidak kehabisan akal. Tulisan-tulisannya tidak lagi dipublikasi melalui surat kabar, melainkan diedarkan dari orang ke orang. Perjuangan Siti Soendari menjadi unik karena tujuannya bukan sekadar menciptakan kesetaraan gender. Perjuangannya bertujuan menumbuhkan sifat nasionalis di kalangan pemuda. Dengan kata lain, ia tidak sekadar berjuang untuk kaum perempuan tetapi juga untuk bangsa dan negaranya. Hasil penelitian ini merekomendasikan novel Rumah Kaca digunakan sebagai bahan bacaan utama di sekolah menengah maupun perguruan tinggi.
PERAN GURU KRISTEN DALAM MENDIDIK KARAKTER KESANTUNAN BERBAHASA SISWA BERDASARKAN TINJAUAN FILSAFAT ETIKA KRISTEN [THE ROLE OF CHRISTIAN TEACHER IN EDUCATING STUDENTS’ LANGUAGE CHARACTER BASED ON CHRISTIAN ETHICS PHILOSOPHY] Pitaya Rahmadi; Meyviane Pricilia Gloria
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.3565

Abstract

The character of students in class can be shown through the attitude of talking to others. The politeness of using the language is something that must be considered when someone interacts. However, the facts that occur in the world of education show that there are still students and teachers who do not pay attention to the politeness of the language while the lesson is taking place. This shows the lack of awareness of educators to apply and educate the character of students' politeness in the class. The purpose of this paper is to explain the important role of Christian teachers in educating the character of politeness in students' language use based on a review of Christian ethical philosophy. This writing is reviewed using the literature review method. The teachers as the example of morals, ethical mentors, and effective givers are responsible for educating the character of students holistically, in fulfilling God's calling to clarify the values of God's giving to the lives of each student. The politeness of the language is one realization of obedience to an ethic. Christian teachers need to have perspectives that refer to truth to avoid moral relativism. Through this perspective, the teachers are able to help students to have the right motivation in applying politeness in language, which are the response to the salvation of Christ and the tools for them to grow more like Christ. Suggestions for the teacher, it is better to develop sensitivity to the condition of students 'politeness of the language use and explore the principle of the language use politeness, and innovative ways to educate the character of students’ politeness in using the language.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Karakter siswa di kelas dapat ditunjukkan melalui sikap berbicara dengan orang lain. Kesantunan berbahasa menjadi hal yang harus diperhatikan ketika seseorang melakukan interaksi. Namun, fakta yang terjadi di dunia pendidikan menunjukkan masih terdapat siswa dan guru yang tidak memperhatikan kesantunan berbahasa saat pelajaran tengah berlangsung. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran pendidik untuk menerapkan serta mendidik karakter kesantunan berbahasa siswa di kelas. Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan pentingnya peran guru Kristen dalam mendidik karakter kesantunan berbahasa siswa berdasarkan tinjauan filsafat etika Kristen. Penulisan ini dikaji menggunakan metode kajian literatur. Guru sebagai contoh moral, mentor etika, dan pemberi yang efektif bertanggung jawab untuk mendidik karakter siswa secara holistis, dalam memenuhi panggilan Tuhan untuk memperjelas nilai-nilai pemberian Tuhan kepada kehidupan setiap siswa. Kesantunan berbahasa merupakan salah satu realisasi dari kepatuhan akan suatu etika. Guru Kristen perlu memiliki perspektif yang mengacu pada kebenaran untuk menghindari relativisme moral. Melalui perspektif tersebut, guru mampu menolong siswa untuk memiliki motivasi yang tepat dalam menerapkan kesantunan berbahasa, yakni sebagai tanggapan terhadap keselamatan Kristus serta sarana untuk mereka bertumbuh semakin menyerupai Kristus. Saran terhadap guru, sebaiknya perlu menumbuhkan kepekaan akan kondisi kesantunan berbahasa siswa dan mengeksplorasi prinsip kesantunan berbahasa, serta cara-cara inovatif untuk mendidik karakter kesantunan berbahasa siswa.
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP, IKLIM ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KEPERCAYAAN ORGANISASI GURU [THE EFFECT OF SERVANT LEADERSHIP, ORGANIZATION CLIMATE, AND WORK SATISFACTION ON ORGANIZATION TRUST OF TEACHERS] Natalia Natalia; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.1797

Abstract

Servant leader leading by not pursuing personal interest but striving to do the best for the organization and the people they lead. Servant leader can improve job satisfaction and trust of the people they lead. A good organizational climate also can triggers job satisfaction and organizational trust of the member towards the organization. This research was conducted with the aim to know the positive effect of servant leadership, organizational climate, and job satisfaction on organizational trust of the teacher in Sekolah Lentera Harapan Curug. This study uses quantitative approach with the subject of research amounted to 50 respondents. Path analysis and descriptive statistic were used to analyze the data collected. Result shows that (1) servant leadership has positive effect on job satisfaction; (2) organizational climate has positive effect on job satisfaction; (3) servant leadership has positive effect on organizational trust; (4) organizational climate has positive effect on organizational trust; and (5) job satisfaction has positive effect on organizational trust.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Seorang pemimpin pelayan menjalankan kepemimpinan dengan tidak mengejar kepentingan pribadi tetapi berusaha untuk mengupayakan yang terbaik bagi kemajuan organisasi dan orang-orang yang dipimpinnya. Kepemimpinan pelayan dapat mendorong kepuasan dan kepercayaan orang yang dipimpinnya. Selain itu, iklim organisasi yang baik juga turut memicu kepuasan dan kepercayaan anggota terhadap organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh servant leadership, iklim organisasi, dan kepuasan kerja terhadap kepercayaan organisasi guru di Sekolah Lentera Harapan Curug. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian sejumlah 50 responden. Metode pengolahan data menggunakan analisis jalur (path analysis) dan metode statistik deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) servant leadership berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja; (2) iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja; (3) servant leadership berpengaruh positif terhadap kepercayaan organisasi; (4) iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kepercayaan organisasi; dan (5) kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kepercayaan organisasi.
COLLABORATIVE AND PROBLEM-BASED LEARNING IN PROMOTING INDONESIAN EFL LEARNERS’ LEARNING AUTONOMY Kristian Florensio Wijaya
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.3590

Abstract

There is an indispensable need for language teachers to promote a more specific breakthrough in diverse wide-ranging Indonesian EFL classroom contexts. One of the efficient teaching-learning strategies worthwhile to achieve this holistic educational major objectivity is to promote student-centered learning approaches in which all learners are capable of constructing a vast array of knowledge jointly with their trusted learning companions. Responding to the resurgence of this learning strategy, both collaborative and problem-based learning enterprises can potentially breed more proficient, critical, creative, and autonomous L2 academicians. These positive matters may be due to the considerable number of precious learning opportunities imparted for learners to enrich each other’s existent understanding in the light of meaningful sharing as well as intimate cooperative networking. This study was conducted by using a library approach to reveal the renewable findings out of the observed phenomenon. Thus, 30 collaborative along with problem-based learning studies conducted in Indonesian EFL learning contexts were overviewed in this study. Generally speaking, two specific major themes strongly suggested Indonesian EFL teachers incorporating collaborative and problem-based learning approaches in their multiverse second language classroom settings to promote more fruitful learning outcomes that suit learners’ real-time life experiences.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Ada sebuah kebutuhan yang sangat krusial bagi para guru Bahasa untuk membawa sebuah terobosan yang spesifik di dalam keanekaragaman pembelajaran Bahasa Inggris konteks negara Indonesia. Salah satu dari strategi pembelajaran yang efektif untuk mewujudkan nilai holistik pendidikan ini adalah menerapkan metode pembelajaran berbasis student-centered dimana semua pelajar dapat memperkaya diri mereka dengan berbagai macam pengetahuan bersama-sama dengan rekan-rekan pembelajaran yang dipercaya. Berkenaan dengan kebangkitan dari strategi pembelajaran ini, pembelajaran berbasis kolaboratif serta pemecahan masalah berpeluang menghasilkan cendekiawan Bahasa kedua yang lebih cakap, kritis, kreatif, dan mandiri. Hal-hal positif dari pembelajaran ini barangkali disebabkan oleh banyaknya ketersediaan dari kesempatan belajar yang berharga ditujukan kepada para pelajar untuk memperkaya pemahaman mendasar mereka satu sama lainnya melalui sharing yang bermanfaat dan kerjasama kooperatif yang intim. Penelitian kualitatif ini menerapkan metode studi pustaka dengan meninjau hasil-hasil yang berarti dari 30 penelitian pembelajaran berbasis kolaboratif dan pemecahan masalah. Secara umum, 2 tema utama yang spesifik dengan kuat menganjurkan para guru Bahasa Inggris untuk menerapkan pembelajaran berbasis kolaboratif dan pemecahan masalah didalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris yang beraneka ragam untuk mempromosikan pembelajaran yang lebih bermanfaat sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari para pelajar.
A HOLISTIC APPROACH OF ELLEN WHITE IN CHRISTIAN EDUCATION ORGANIZATION CONCERNING TOTAL QUALITY MANAGEMENT Christar Arstilo Rumbay; Deitje A Katuuk; Jeffry S. J. Lengkong; Viktory N. J. Rotty
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.3391

Abstract

The educational management quality is poor and weak. Massive works have been issued to increase its quality. However, those approaches work independently and separately, as a consequence, it does not solve the problem comprehensively. Philosophical and Christian education approaches are far from attention. Ellen White as a Christian education philosopher with an American background shares a potential concept to the tension. This essay employs qualitative research methods and literature study to formulate White's holistic approach concerning total quality management. In sum, with her anthropological and religious features, she argues that spiritual, physical, and mental dimensions should work together in harmony to establish the expected result in educational total quality management in Indonesia.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Manajemen mutu terpadu pendidikan masih lemah dan buruk. Banyak pekerjaan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitasnya. Namun, pendekatan-pendekatan dilakukan secara terpisah dan sendiri-sendiri, sebagai akibatnya, persoalan tidak terselesaikan secara utuh. Pendekatan filsafat dan pendidikan Kristen masih kurang mendapatkan perhatian. Ellen White sebagai filsuf pendidikan Kristen dengan latar belakang Amerika memberikan konsep yang menjanjikan untuk percakapan ini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif disertai studi literatur, penelitian ini mencoba untuk mengformulasikan pendekatan holistik White sehubungan dengan manajemen mutu terpadu. Sebagai kesimpulan, dengan kekhasan antropologi dan agamanya, dia berpendapat bahwa dimensi rohani, fisik dan pikiran harus bekerja sama dalam keharmonisan untuk menciptakan hasil yang diharapkan pada manajemen mutu terpadu terhadap pendidikan di Indonesia.
PENGARUH HARGA TANAMAN PANGAN DAN UPAH PETANI TERHADAP KONSUMSI [THE INFLUENCE OF FOOD CROPS PRICES AND FARMERS' WAGES ON CONSUMPTION] Selvi Esther Suwu; Andry Panjaitan
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.2576

Abstract

This study aims to determine the effect of crops prices and farmers' wage on consumption rate in Indonesia. Agriculture is one of the primary sectors when it comes to fulfilling society's needs and livelihood. Indonesia's developing economic rate today displays the development of our agricultural sector, which is related to farmers' consumption rate. However, farmers could only afford it if they've obtained adequate wage. Farmers' income are heavily influenced by the prices of crops. This study utilized Eviews as the primary data processing software, in addition to that data was obtained secondarily from Badan Pusat Statistik (Statistics Indonesia). Secondary data obtained was 72 data from 2011 - 2016, containing real and nominal wage of farmers, crops' prices, and consumption rate in Indonesia. This study adopts quantitative research method and hypothesis was tested with regression model on the panel data. Results showed that the selected RE model and farmers 'wages significantly affected consumption rate, crops' prices did not have significant effect on consumption and no strong correlation between crops' prices and farmers' wages was found.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga tanaman pangan dan upah petani terhadap konsumsi di Indonesia. Sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sebagai mata pencarian. Berkembangnya perekonomian di Indonesia memperlihatkan juga perkembangan sektor pertaniannya yang kemudian berkaitan dengan  konsumsi petani, sedangkan petani mampu untuk mengkonsumsi jika ada upah yang memadai. Pendapatan atau upah petani salah satunya dipengaruhi oleh harga tanaman pangan. Penelitian ini menggunakan Eviews sebagai software pengolah data, data diperoleh dari data sekunder yaitu dari Badan Pusat Statistik. Data sekunder yang diambil sebanyak 72 data yang adalah data upah petani riil dan nominal, harga beberapa tanaman pangan dan data konsumsi di Indonesia, semua data diambil dari tahun 2011 sampai dengan 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan pengujian yang dilakukan dengan software Eviews yaitu regresi data panel. Hasil dari penelitian ini adalah yang terpilih model RE dan upah petani berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi, harga tanaman pangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi dan tidak ada korelasi yang kuat antara harga tanaman pangan dengan upah petani.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DENGAN KURIKULUM ASING: SEBUAH STUDI KASUS SEKOLAH XYZ [AN ANALYSIS OF INDONESIAN LANGUAGE LEARNING MOTIVATION USING FOREIGN CURRICULUM: A CASE STUDY AT SCHOOL XYZ] Sri Utami; Fransisco Budi Hardiman
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low learning motivation in students studying Indonesian language is often encountered in a school using international curriculum. This was also found at XYZ school, where the issue encountered is of a particular one. The Indonesian language subject has led students to experience stress, moving out to language B course, and even moving into a new school. This is a case-study research involving 3 respondents and 7 participants. This case-study research was conducted during the Covid 19 pandemic; thus, all data collection was done online. The techniques used to collect data include open questionnaires, in-depth interviews, observations, and document reviews. Data validity was tested through data triangulation. The results showed that internal factors, namely student’s perspective on Indonesian language and external factors which are family background, curriculum policies and teacher quality greatly affect to students’ motivation. The role of parents, teachers, as well as curriculum policies are crucial to increase the students’ learning motivation in studying Indonesian language.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Rendahnya motivasi belajar bahasa Indonesia siswa di sekolah dengan kurikulum asing merupakan masalah yang sering ditemui. Hal tersebut juga ditemui di sekolah XYZ, namun permasalahan yang ditemui di sekolah XYZ sangat khusus, karena pelajaran bahasa Indonesia mengakibatkan siswa mengalami stres, pindah ke kelas BI B, dan bahkan pindah sekolah. Penilitian ini merupakan penelitian studi kasus yang melibatkan 3 responden dan 7 partisipan. Penelitian studi kasus ini dilakukan dalam situasi pandemi Covid 19 dan semua pengumpulan data dilakukan secara daring. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka, wawancara mendalam, pengamatan, dan kajian dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, yaitu perspektif siswa tentang pembelajaran bahasa Indonesia dan faktor eksternal yaitu latar belakang keluarga, kebijakan kurikulum, dan cara mengajar guru sangat mempengaruhi motivasi belajar bahasa Indonesia siswa. Peranan orang tua, guru, dan kebijakan kurikulum sangat penting untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia pada siswa.
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP, PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, DAN WELL-BEING TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU SMK MUDITA KOTA SINGKAWANG [THE EFFECT OF SERVANT LEADERSHIP, PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, AND WELL-BEING ON THE ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR OF TEACHER AT MUDITA VOCATIONAL SCHOOL SINGKAWANG CITY] Hin Su Khian; Inocentius Bernarto
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v17i2.2643

Abstract

Education is one of the formal organizations that serves to increase students' knowledge, it is also a place to obtain various knowledge as provisions for the future.The purpose of this research was to determine the effect of servant leadership, organizational citizenship behavior OCB, Perceived Organizational Support (POS), well-being on the Organizational Citizenship Behavior (OCB). The research subjects are 39 teachers teaching in SMK Mudita Vocational School, in which Organizational Citizenship Behavior (OCB) was identified. The research design in the of path analysis with a cumulative approach. The applied method is in SmartPL 32 program. The research instrument is through distributing questionnaire and by interviewing the principal and teachers of SMK Mudita Vocational School in Singkawang City. The sampling technique used is by gathering data from the entire population. This technique as census, the results   research shows that: servant leadership positively influences Organizational Citizenship Behavior (OCB), Perceived Organizational Support positively affects Organizational Citizenship Behavior (OCB) Well-being positively affects Organizational Citizenship Behavior (OCB) positively.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pendidikan merupakan salah satu organisasi formal yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan siswa, juga merupakan tempat untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk dikemudian hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh servant leadership, organizational citizenship behavior OCB, Perceived Organizational Support (POS) ,Well-Being terhadap terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru pada sekolah SMK Mudita dikota Singkawang. Adapun subjek penelitian adalah 39 guru yang mengajar di sebuah Sekolah SMK Swasta di kota singkawang, dimana teridentifikasi Organizational Citizenship Behavior (OCB) didalamnya.mengunakan desain penelitian adalah Desain penelitian analisis jalur dengan cara pendekatan kumulatif. Metode yang digunakan dalam program SmartPL32. Istrumen penelitian adalah membagi kuesioner dan wawancara kepala sekolah dan guru SMK Mudita Kota Singkawang.Teknik sampel yang digunakan dalam pengambil data dari keseluruhan jumlah populasi. Teknik ini disebut sensus, Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Servant Leadership mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara positif, Perceived Organizational Support mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior(OCB) secara positif, Well-being mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara positif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10