cover
Contact Name
DWIKEN AULIA SUGESTI
Contact Email
dwiken@pknstan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbc@pknstan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI
ISSN : 26206757     EISSN : 2614283x     DOI : -
Core Subject : Economy,
JPBC invite authors to submit papers (research-based articles) related to all aspects of the activities of Customs and Excise, for example, exports, imports, public accounting, auditing, law, management, logistics, taxation, public policy, economics, administration, information technology and communications for Customs and Excise. The author(s) who willing to submit must use journal template and include the following forms: Ethics statement and Copyright statement.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1" : 7 Documents clear
MENGUNGKAP MODUS OPERANDI PENYELUNDUPAN NPP PADA KPUBC TIPE A TANJUNG PRIOK Ristiono, Fakhrulsyah Fildza; Sriyanto, Agus
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.45 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.187

Abstract

ABSTRACT:  This research was conducted to explain the modus operandi of NPP criminals who sent NPP through Tanjung Priok port and how to conduct the action to uncover the drug network. This research uses qualitative research method using data analysis of NPP catches in 2013 until 2016 and data of interview result of selected informants to give comprehensive explanation related to strategy and effort of KPU BC Tanjung Priok officers who succeeded in thwarting smuggling 1,3 tons of narcotics in 2016. The results of this study show that to uncover the smuggling mode through seaports, KPU BC Tanjung Priok Officers study trafficking trends that occur nationally, conduct profiling of country of origin of goods and recipients, type of goods and time of importation, and analyze the modus operandi that might be used. Once it is known who is the recipient of goods through CD activities, the real drug kingpin can be revealed.Keywords: reveal, modus operandi, narcotics, controled deliveryABSTRAK:  Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan modus operandi pelaku kejahatan Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) yang melakukan penyelundupan NPP melalui pelabuhan Tanjung Priok dan cara melakukan penindakan guna mengungkap jaringan narkoba. Penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif mengunakan analisis data hasil tangkapan NPP tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 dan data hasil wawancara para informan terpilih agar memberikan penjelasan yang komprehensif terkait strategi dan usaha Petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tanjung Priok yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika 1,3 ton pada tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mengungkap modus penyelundupan melalui pelabuhan laut, Petugas KPU BC Tanjung Priok memelajari tren penyelundupan yang terjadi secara nasional, melakukan profiling negara asal barang dan penerimanya, jenis barang dan waktu importasi serta menganalisis modus operandi  yang mungkin digunakan. Setelah diketahui siapa penerima barang melalui kegiatan CD dapat diungkap Gembong narkoba sesungguhnya. Kata kunci: mengungkap, modus operandi, narkotika, mengontrol pengiriman  
EVALUASI ATAS PENERAPAN SENTRALISASI PADA DIREKTORAT AUDIT KEPABEANAN DAN CUKAI Yunindhar, Shinta Ayu Sri; Nugroho, Ario Seno
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.35 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.138

Abstract

ABSTRACT:         Since an organization tries to reach the optimum performance, there is a need for a change to the organization. Therefore, Directorate Audit of Customs and Excise makes a change to optimize its performance. One of the changes occurred in 2013 is audit centralization.  This is a major change since Directorate Audit of Customs and Excise and Regional Directorate General Customs and Excise offices previously conducted decentralized audit. This paper aims to evaluate the implementation of centralization policy by using qualitative method. Seven factors to evaluate are identified after interviewing customs and excise audit experts. Those factors are audit findings, audit accomplishing time, audit cost, audit coverage ratio, standardization of audit quality, information dissemination, and determination of audit object criterion. In general, the centralization shows a satisfying result, five factors show positive result, while audit accomplishing time and audit coverage ratio show the negative one. The reasons of the negative results are the number of unfinished audit task before centralization period, increasing in auditee complexity, and human resource capacity problem.Keywords: centralization, audit customs and excise, organization changesABSTRAK:         Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai melakukan suatu perubahan untuk meningkatkan kinerjanya. Suatu perubahan yang terjadi pada tahun 2013 adalah sentralisasi audit. Ini merupakan suatu perubahan yang besar karena terjadi perubahan pelaksanaan audit dari desentralisasi menjadi sentralisasi oleh Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan sentralisasi dengan menggunakan metode kualitatif. Terdapat tujuh faktor yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi atas penerapan sentralisasi. Faktor tersebut diperoleh setelah melakukan wawancara kepada para ahli audit kepabeanan dan cukai. Faktor-faktor tersebut adalah: nilai temuan audit, jangka waktu penyelesaian audit, biaya perjalanan dinas, audit coverage ratio, standardisasi kualitas audit, pertukaran informasi dan komunikasi internal tim audit dan antar pegawai, dan kebijakan penentuan objek audit. Hasil penelitian menunjukkan sentralisasi menunjukkan hasil yang memuaskan, lima dari tujuh faktor memberikan hasil positif, sedangkan dua faktor (jangka waktu penyelesaian audit dan audit coverage ratio) menunjukkan hasil negatif. Alasan atas hasil negatif adalah beban utang audit sebelum masa sentralisasi, kompleksitas auditee setelah sentralisasi, dan masalah sumber daya manusia.Kata kunci: sentralisasi, audit kepabeanan dan cukai, perubahan organisasi
ANALISIS PERAN DJBC DALAM PENGAWASAN PENYELUNDUPAN NPP (STUDI KASUS KPU BC TIPE C SOEKARNO-HATTA) Adhitama, Satria; Suranta, Tomy
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.252 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.203

Abstract

Kemajuan teknologi informasi membuat hubungan bisnis dan transaksi perdagangan internasional menjadi lebih mudah. Kemajuan teknologi informasi ini juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya penyelundupan narkotika, psikotropika, dan precursor (NPP). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan sistem pengawasan atas penyelundupan NPP di KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta. Penelitian ini menggunakan konsep pengawasan NPP sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-53/BC/2010. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, teknik wawancara semi terstruktur, focus group discussion, dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta telah melaksanakan sistem pengawasan NPP secara optimal namun masih ditemukan hambatan dalam sistem pengawasan yaitu: 1. infrastruktur yang masih prematur menjadi beban tambahan untuk petugas Bea dan Cukai KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta. 2. KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta belum memiliki SOP yang mengatur pelaksanaan pengawasan atas pelanggaran terkait penyelundupan barang NPP. 3. belum adanya peraturan dan/atau sanksi yang mengatur apabila perusahaan maskapai penerbangan lalai melaporkan dan mengirimkan informasi jadwal keberangkatan dan manifes pesawat sebagai bahan analisis intelijen KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta. 4. Infrastruktur dan alat-alat deteksi NPP yang dimiliki KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta masih perlu ditingkatkan jumlah dan optimalisasi penggunaan oleh petugas Bea dan Cukai untuk menunjang pengawasan terhadap barang-barang yang diduga barang NPP. 5.  Aplikasi seperti SHITAC dan aplikasi penunjang lainnya masih membutuhkan pembaruan terkini yang bisa membantu pengawasan petugas Bea Cukai terkait NPP. Kata Kunci: Narkotika, psikotropika, prekursor, NPP, pengawasan, Bea dan Cukai, DJBC, intelijen, penindakan.
ANALISIS PENERAPAN PIGGYBACKING TAX PADA PENERIMAAN CUKAI HASIL TEMBAKAU Handaka, Riya Dwi
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.045 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.146

Abstract

ABSTRACT: Since 2014, the products of tobacco are cigarettes, not only imposed the levy of the central tax in the form of value-added tax and customs but also subject to a local charge called cigarette tax. The addition of the tax on tobacco is piggyback tax system, to push lower the consumption of goods that have harmful excesses, and also to strengthen the autonomous fiscal. This research will look at the extent to which implementation of the piggyback tax (cigarette tax) affects the sin tax (Tobacco levy), both nationally and regionally by using a horizontal method of analysis or trend. The research results obtained from the application of local tax called cigarette TAX as piggyback tax affect the state revenue in national and province level. Keywords: Revenue, Growth, Excise of Tobacco Products, Cigarettes Tax, piggybacking tax. ABSTRAK:Sejak Tahun 2014, hasil tembakau yaitu rokok, tidak hanya dikenakan pungutan pajak pusat berupa Pajak Pertambahan Nilai dan Cukai, namun juga dikenakan pajak daerah berupa Pajak Rokok. Melalui penelitian ini akan melihat sejauh mana penerapan piggyback tax (pajak rokok) memengaruhi sin tax (CHT), baik secara nasional maupun propinsi. Penambahan jenis pajak pada hasil tembakau tersebut merupakan penerapan piggyback tax system yang dilakukan dalam rangka menekan konsumsi atas barang yang memiliki ekses negatif dan juga dalam rangka penguatan penerimaan fiskal daerah. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode analisis horizontal, didapatkan hasil bahwa penerapan piggyback tax pajak rokok yang merupakan pajak daerah mempengaruhi penerimaan negara dalam hal ini cukai hasil tembakau baik secara nasional maupun propinsi.Kata kunci: Penerimaan, Pertumbuhan, Cukai Hasil Tembakau, Pajak Rokok, piggybacking tax.     
TRADE LIBERALIZATION AND ITS EFFECTS ON SUGAR TABLE INDUSTRY, WELFARE, AND ECONOMY: A CASE OF INDONESIA Muhamad, Gunawan; Nugroho, Ario Seno
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.094 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.182

Abstract

ABSTRACT:       This paper examines the effects of trade liberalization on the sugar industry, the consumer welfare, and the whole economy in Indonesia using a computable general equilibrium model based on 2008 Indonesia Input-Output Table. The common argument concerning the effects of trade liberalization is that consumers benefit from trade liberalization while domestic industries suffer from that. However, this paper found that both the consumers and the domestic industries suffer from trade liberalization scenario. The smaller the tariff rate, even if the subsidy rate was applied, the lower the welfare and the utility. The more decrease in the consumer’s welfare and in the utility would be suffered when the trade liberalization scenario was financed by increasing the production tax rate or the income rate. Finally, when the tariff rate was increased and assumed that the government consumption would adjust, the consumer’s welfare, the utility and the overall producer’s income would increase. Even though, the domestic producer in the sugarcane and sugar refinery industry would suffer. Finally, manufacturing sector seems has the highest benefit from trade liberalization while in the agriculture sector is estimated has a minor outcome. Key Words: Trade Liberalization, Computable General Equilibrium (CGE), Sugar, Welfare, UtilityABSTRACT:       Makalah ini membahas dampak liberalisasi perdagangan terhadap industri gula, kesejahteraan konsumen, dan keseluruhan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan computable general equilibrium model yang dihitung berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2008. Perdebatan umum mengenai efek dari liberalisasi perdagangan adalah bahwa konsumen mendapat manfaat dari liberalisasi perdagangan sementara industri dalam negeri menderita dari perdagangan bebas. Namun, dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan bahwa konsumen dan industri domestik, sama-sama menderita dari skenario liberalisasi perdagangan. Semakin kecil tingkat tarif, meskipun dengan pemberian subsidi oleh pemerintah, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan konsumen dan utilitas. Penurunan kesejahteraan konsumen dan utilitas yang lebih besar akan diderita ketika skenario liberalisasi perdagangan dibiayai dengan menaikkan tarif pajak produksi atau tarif pajak penghasilan.  Akhirnya, ketika tingkat tarif meningkat dan diasumsikan bahwa konsumsi pemerintah akan disesuaikan, kesejahteraan konsumen, utilitas dan pendapatan produsen secara keseluruhan akan meningkat. Meski demikian, produsen dalam negeri di industri tebu dan gula rafinasi akan menderita. Akhirnya, sektor manufaktur diperkirakan mendapat manfaat tertinggi dari liberalisasi perdagangan, sedangkan di sektor pertanian, diperkirakan mendapat manfaat yang rendah.Kata kunci: Liberalisasi Perdagangan, Computable General Equilibrium (CGE) Gula,  Kesejahteraan, Utilitas
ANALISIS PENGARUH FASILITAS KITE TERHADAP NILAI EKSPOR (STUDI KASUS PERUSAHAAN PENERIMA FASILITAS KITE) Nabila, Alfi; Sriyanto, Agus
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.695 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.188

Abstract

ABSTRACT:      Indonesia's exports in 2012-2015 experienced a downward trend, mainly influenced by the decline in export value of oil and gas sector. Therefore, the government is making efforts to encourage the increase of exports from the non-oil and gas sector by providing fiscal facilities in the form of export ease for import (KITE) for the import of raw materials and auxiliary materials. This study aims to provide empirical evidence related to the relationship between KITE facility value, KITE policy change, import value, and currency exchange value to KITE export value. This research uses the quantitative method of associative, multiple regression data analysis technique using secondary time series data of 45 companies that have obtained KITE facility from DJBC from January 2013 until October 2016. Research result indicates that KITE facility and exchange rate give positive and significant influence to export value of KITE, while import value gives negative and significant influence to KITE export value. In addition, KITE policy issued in 2013 has the positive but not significant effect to an export value of KITE.Keywords: KITE facility, KITE export, and KITE policy.ABSTRAK:      Ekspor Indonesia tahun 2012-2015 mengalami tren penurunan terutama dipengaruhi oleh menurunnya nilai ekspor sektor migas. Oleh karena itu pemerintah melakukan upaya mendorong peningkatan ekspor dari sektor non-migas dengan memberikan fasilitas fiskal berupa kemudahan ekspor untuk tujuan impor (KITE) untuk impor bahan baku dan bahan penolong. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris terkait hubungan antara nilai fasilitas KITE, perubahan kebijakan KITE, nilai impor, dan nilai kurs mata uang terhadap nilai ekspor KITE. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif, teknik analisis data regresi berganda dengan menggunakan data sekunder time series 45 perusahaan yang telah memperoleh fasilitas KITE dari DJBC mulai Januari 2013 sampai dengan Oktober 2016. Hasil penelitian membuktikan bahwa fasilitas KITE dan nilai kurs memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor KITE, sedangkan nilai impor memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai ekspor KITE, sementara kebijakan KITE yang dikeluarkan pada tahun 2013 berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap nilai ekspor KITE.Kata kunci: fasilitas KITE, Nilai Impor, kebijakan KITE, nilai ekspor KITE
PENGARUH PENYEDERHANAAN STRUKTUR TARIF CUKAI SPESIFIK TERHADAP KONSUMSI ROKOK Lestari, Nur Indah
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.547 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.180

Abstract

ABSTRACT:  This study is conducted to estimate the impact of the increase in regular and specific excise rates structure simplification on cigar's consumption through its price. Using data in 2015 and applying random effect model for unbalanced panel data on Sigaret Kretek Mesin-type and Sigaret Kretek Tangan-type of the cigar, this study compares the impact of price increases due to both specific excise rate structure simplification and regular increase on the excise rate in cigar’s consumption. The results indicate that increase in the specific excise rate structure simplification has a lower impact on raising cigar’s prices than regular excise rate increases. Furthermore, the impact of price increases due to the specific excise rate structure simplification is greater in reducing cigar’s consumption than the price increases due to regular excise rate increases. In addition, it is found that the average price of Sigaret Kretek Mesin-type is lower and has an average consumption that is much higher than Sigaret Kretek Tangan-type. Overall, this result suggests that the specific excise rate structure simplification's policy should be continued in order to reduce cigar's consumption.Keywords: specific excise rate structure simplification, cigar’s consumption, random effects modelABSTRAK:  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kenaikan tarif cukai biasa maupun spesifik terhadap konsumsi rokok melalui harga jual ecerannya. Rokok yang digunakan adalah rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Dengan menggunakan data tahun 2015 dan menerapkan random effect pada unbalanced panel data, penelitian ini membandingkan pengaruh kenaikan harga jual eceran akibat penyederhanaan struktur tarif cukai spesifik dan kenaikan tarif cukai biasa terhadap konsumsi rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyederhanaan struktur tarif cukai spesifik berpengaruh lebih rendah terhadap kenaikan harga jual eceran rokok dibandingkan dengan akibat kenaikan tarif biasa. Lebih lanjut, pengaruh kenaikan harga jual eceran akibat penyederhanaan struktur tarif cukai spesifik lebih besar dalam mengurangi konsumsi rokok dibandingkan kenaikan harga jual eceran akibat kenaikan tarif cukai biasa. Selain itu ditemukan bahwa harga jual eceran rata-rata rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) lebih rendah dan mempunyai rata-rata konsumsi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT). Secara menyeluruh, temuan ini menyarankan agar kebijakan penyederhanaan struktur tarif cukai perlu dilanjutkan karena efektif untuk mengurangi konsumsi rokok. Kata kunci: Penyederhanaan struktur tarif cukai spesifik, konsumsi rokok, random effects model.   

Page 1 of 1 | Total Record : 7