cover
Contact Name
Yackob Astor
Contact Email
yackobastor@polban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
potensi@polban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
ISSN : 14112949     EISSN : 25808133     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik merupakan hasil penelitian dalam ilmu ketekniksipilan yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung. Potensi: Jurnal Sipil Politeknik ini terindeks google scholar dengan nomor ISSN 2580-8133 (online).
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
STUDI EKSPERIMENTASI KEKUATAN TARIK PONDASI TIANG ALAS LEBAR Geni Firuliadhim
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 18 No. 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v18i1.522

Abstract

Kekuatan tarik pondasi tiang alas lebar sangat dipengaruhi oleh 3 faktor: gayagravitasi, kuat tarik/geser tanah, dan kuat hisap (suction).  Suction cenderung bekerja ketika pondasi ditarik pada tanah yang lembab dan atau pondasi yang dalam. Kandungan kohesi cdan sudut geser dalam () akan mempengaruhi bentuk keruntuhan tanah pondasi. Untuk tanah yang memiliki c besar dan  yang kecil bentuk dinding runtuh cenderung linier dan sebaliknya c kecil dan  yang besar bentuk dinding runtuh cenderung lengkung (parabolik) kearah permukaan tanah. Bentuk alas pondasi sedikit mempengaruhi bentuk keruntuhan di permukaan tanah. Makin dalam alasnya, bentuk runtuh di permukaan tanah makin tidak dipengaruhi bentuk alas pondasi. Umumnya bentuk runtuh permukaan adalah melingkar/lingkaran. Suction pada tanah pondasi dapat dimodelkan dengan piston dalam bejana prismatis yang menghisap zat cair dalam pipa S. Kontribusi gaya hisap rata-rata terhadap kapasitas tarik sistem pondasi dalam adalah 5%. Untuk rasio kedalaman-lebar alas D/B<5 nampak dengan jelas bahwa alas pondasi berbentuk bujur sangkar permukaan atas konus mempunyai kapasitas tarik terbesar dibandingkan dengan bentuk yang lain, dengan perbedaan 15-20%. Peningkatan rasio D/B satu satuan akan meningkatkan kapasitas tarik pondasi 20-30%. Pondasi tarik akan runtuh rata-rata pada rasio displacement-kedalaman pondasi sekitar 3%. Untuk keperluan disain maka asumsi keruntuhan tarik merupakan pilihan terbaik. Kontribusi berat konus tanah terhadap kapasitas tarik sistem pondasi dalam skala lapangan mencapai 60 %. Makin dalam pondasi maka makin besar radius runtuh di permukaan tanah. Radius runtuh ditemukan hingga 6 kali diameter alas pondasi untuk D/B < 5 dan hingga 9 kali diameter alas pondasi untuk 5 <D/B < 8, dimana D = kedalaman dan B = lebar alas pondasi.
ANALISIS KAPASITAS JALAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN GEOSPASIAL (WILAYAH STUDI: BANDUNG TENGAH) Irwan Susanto; Moch. Duddy Studyana; Yackob Astor
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 18 No. 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v18i1.524

Abstract

Kota Bandung adalah ibu kota Provinsi Jawa Barat menjadi sumber tarikan di sektor pendidikan, perdagangan, industri, pariwisata, kuliner, fashion dan sektor lainnya,  menyebabkan banyak aktivitas yang terjadi yang berdampak pada kemacetan terutama di wilayah Bandung Tengah.  Penelitian ini membahas mengenai analisis kapasitas di ruas jalan Ahmad Yani dan jalan Buah Batu yang sudah mulai mengalami kemacetan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan proyeksi volume lalu lintas tahun 2015 dan 2020. Analisis kapasitas dilakukan mengacu pada MKJI’1997 menggunakan data lalu lintas tahun 2012 dari Dinas Perhubungan Kota Bandung.  Didapatkan nilai derajat kejenuhan (DS) jalan Ahmad Yani =1,35 dan Buah Batu=1,36. Solusi dilakukan dengan cara membuat 5 (lima) skenario untuk jalan Ahmad Yani dan 13 skenario untuk jalan Buah Batu yang ditampilkan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG).
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DI KELURAHAN LEMPUING KOTA BENGKULU MENGGUNAKAN PERCEPATAN MAKSIMUM KRITIS Lindung Zalbuin Mase; Andri Krisnandi Somantri
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 18 No. 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v18i1.525

Abstract

Pada tanggal 12 September 2007, gempa dahsyat berkekuatan 7,9 SR, mengguncang Propinsi Bengkulu. Kejadian gempa tersebut menyebabkan kerugian yang besar, di antaranya runtuhnya bangunan rumah tinggal penduduk dan gedung, rusaknya sarana-prasarana infrastuktur, hingga terjadinya beberapa bencana ikutan lainnya, seperti longsoran dan likuifaksi. Fenomena likuifaksi akibat gempa tersebut, ditemui hampir secara massif di kawasan pesisir Provinsi Bengkulu. Salah satu daerah yang terkena dampak likuifaksi adalah Kelurahan Lempuing, yang letaknya di pesisir pantai barat sumatera. Belajar dari pengalaman di tahun 2007, sebuah studi mengenai potensi likuifaksi berdasarkan data penyelidikan tanah di Kelurahan Lempuing dirancang untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi likuifaksi berdasarkan percepatan maksimum kritis yang menjadi syarat minimal percepatan maksimum gempa (peak ground acceleration (PGA)), yang memicu potensi likuifaksi dalam keadaan kritis atau yang memiliki faktor aman (FS) bernilai 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat PGA kritis rata-rata, nilai faktor aman yang dihasilkan berkisar antara 0,503 dan 2,64. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa secara umum, likuifaksi berpotensi terjadi pada kedalaman 0 sampai 6 meter, meskipun pada titik penyelidikan tertentu likuifaksi juga berpotensi terjadi pada kedalaman 7,5 sampai 8,5 meter. Analisis probabilitas likuifaksi menunjukkan bahwa semakin besar faktor aman, maka probabilitas likuifaksi menjadi semakin kecil. Hasilanalisis ini juga menunjukkan bahwa probabilitas kritis untuk FS = 1, bernilai 0,54 (54%). Kata
PERANCANGAN DETAIL STRUKTUR LERENG DAN PERKERASAN JALAN PADA PROYEK PENAMBAHAN LAJUR RUAS KOPO – BUAH BATU TOL PURBALEUNYI Aghnia Monica Saniy; Syahril Syahril; Atmy Verani R. S.
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v19i1.529

Abstract

Proyek Pelebaran Lajur Ruas Kopo – Buah Batu Jalur B Tol Purbaleunyi adalah proyek penambahan lajur yang bertujuan untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi di ruas tersebut. Pelebaran dilakukan dimulai dari KM 136+050 sampai KM 143+100. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah, lokasi timbunan di KM 139+925 dan KM 142+750 memiliki kondisi tanah yang memiliki angka keamanan < 1,5 yang menunjukkan bahwa lereng timbunan tersebut tidak aman sehingga perlu dibuat perkuatan yaitu dinding penahan tanah. Selain itu, dilakukan perancangan perkerasan yang sesuai dengan kondisi tanah lapangan, perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), dan perancangan metoda pelaksanaan pekerjaan. Perancangan dinding penahan tanah dimulai dengan mencari dimensi dinding penahan tanah dan menghitung gaya-gaya yang bekerja pada dinding penahan tanah. Setelah itu, dilakukan pengecekan terhadap stabilitas geser, guling, daya dukung dan penurunan. Untuk perancangan perkerasan dihitung dengan mempertimbangkan, kondisi tanah, lalu-lintas harian rata-rata (LHR), dan umur rencana menggunakan AASHTO 1993. Sementara untuk, RAB dihitung menggunakan AHSP Bina Marga 2013 dan metode pelaksanaan dibuat sesuai dengan kondisi lapangan. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan dimensi dinding penahan tanah dengan lebar bawah 3 m, lebar atas 0,3 m, tinggi bagian bawah pondasi 0,5 m dan tinggi total dinding 4 m. Dinding penahan tanah perlu ditambahkan tiang pancang untuk meningkatkan daya dukung, dengan jumlah tiang di KM 139+425 sebanyak 20 tiang diameter 40 cm yang menghasilkan daya dukung grup tiang 1878,421 KN, pergerseran kepala tiang sebesar 1,065 cm, penurunan sebesar 1,29 cm, dan angka keamanan lereng 2,335. Untuk jumlah tiang di KM 142+750 sebanyak 10 tiang diameter 30 cm yang menghasilkan daya dukung grup tiang 2049,398 KN, pergerseran kepala tiang sebesar 1,009 cm, penurunan sebesar 2,398 cm, dan angka kemanan lereng 1,883. Untuk jenis perkerasan yang sesuai dengan kondisi tanah di lapangan adalah perkerasan kaku dengan tebal aggregat kelas A 30 cm, lean concrete 10 cm, dan tebal pelat beton 27 cm. Hasil rencana anggaran biaya seluruh pekerjaan adalah Rp 35.000.000.000 dengan metode pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan pada siang hari.
PEMANFAATAN AGREGAT ALAMI DAN AGREGAT BATU PECAH SEBAGAI MATERIAL PERKERASAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON Bulgis Bulgis; Rani Bastari Alkam
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v19i1.530

Abstract

Pada umumnya, konstruksi perkerasan lentur di Indonesia menggunakan agregat batu pecah yang dihasilkan melalui industri pemecah batu karena memiliki permukaan kasar dan bersudut sehingga memiiki daya lekat yang sangat baik terhadap aspal. Namun karena biaya yang besar dalam proses pengolahan dan pengangkutannya ke lokasi proyek, terkadang ditemukan pemanfaatan agregat alami yang memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai material agregat pada perkerasan. Dengan pertimbangan ini, penulis merasa perlu menguji dan menganalisis pengaruh keberadaan agregat alami dalam campuran aspal beton. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi kadar agregat alami terhadap kinerja campuran aspal beton dan menentukan kadar agregat alami yang dapat menghasilkan kinerja campuran aspal beton yang optimum. Metode penelitian ini berbasis eksperimen di Laboratorium Rekayasa Jalan Jurusan Sipil FT- UMI. Komponen pengujian utama adalah pengujian karakteristik campuran aspal beton dengan menggunakan material perkerasan berupa agregat alami, agregat batu pecah, dan atau kombinasi keduanya. Jenis pengujian laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan properti material yang dilanjutkan dengan pengujian Marshall untuk memperoleh nilai kadar aspal optimum yang akan digunakan sebagai kadar aspal tetap pada pengujian inti yaitu pengujian Marshall pada komposisi campuran dengan variasi penambahan agregat alami. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa keberadaan agregat alami dalam campuran aspal beton mempengaruhi kinerja campuran dimana diperoleh kadar agregat alami yang mampu menghasilkan kinerja campuran yang optimum sebesar 10%-50% terhadap total berat agregat kasar.
NILAI STABILITAS POROUS ASPHALT MENGGUNAKAN MATERIAL LOKAL Mirza Ghulam R.; Wahyu Nariswari; Enes Ariyanto S.; Tri Gunawan
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v19i1.531

Abstract

Asphalt Porous adalah campuran aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan ruang pori yang tinggi. Permasalahan perkerasan asphalt porous dengan gradasi terbuka (open graded) secara umum terletak pada nilai struktural perkerasan seperti nilai stabilitas yang masih rendah dibandingkan dengan perkerasan gradasi rapat (dense graded). Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kinerja perkerasan campuran aspal berpori dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70Analisis kinerja fungsi kekuatan campuran aspal berpori dilakukan dengan Marshall Test dengan membandingkan hasil pengujian parameter seperti stabilitas, void in mixture (vim), kelelehan (flow), dan marshall question. Untuk analisis model resapan campuran aspal berpori dilakukan dengan metode Falling Head Permeability (FHP), dimana air didalam tabung (stand pipe) jatuh bebas dengan ketinggian tertentu sampai melewati rongga pada campuran aspal berpori menggunakan rentang kadar aspal variasi rencana antara lain 4,0%, 4,5%, 5,0%, 5,5%, dan 6,0%.Hasil penelitian didapat kadar aspal optimum 5,0 % pada campuran asphalt porous. Stabilitas asphalt porous dari lima variasi kadar aspal rata-rata yaitu 1.123,61 Kg. Untuk nilai rata-rata VIM pada lima variasi kadar aspal yaitu 23,22 %. Nilai rata-rata flow pada lima variasi kadar aspal 4,68 mm. Dan untuk nilai marshall question 241,82 Kg/mm. Semakin besarnya rongga udara pada open graded asphalt (OGA) maka semakin kecil nilai stabilitas-nya. Hasil penelitian permeabilitas asphalt porous pada lima variasi kadar aspal rata-rata yaitu 0,367 cm/s.
STUDI KELAYAKAN LAPIS PERKERASAN BATU ANDESIT PADA JL. BRAGA SEBAGAI JALUR LALU LINTASAS Retno Utami
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v19i1.532

Abstract

Tujuan awal diubahnya lapis perkerasan menjadi batu andesit pada Jl. Braga adalah perubahan fungsiJl. Braga sebagai sarana pedestrian saja. Namun, hingga saat ini, ruas Jl. Braga masih merupakan jalurlalu lintas. Perbedaan tujuan awal dengan kondisi saat ini merupakan salah satu penyebab terjadinyakerusakan berkepanjangan di ruas Jl. Braga. Proses analisa mengenai kondisi perkerasan pada ruas Jl.Braga digunakan metode failure risk model. Hasil yang didapat akan menentukan apakah desainkonstruksi perkerasan yang digunakan berisiko tinggi atau tidak dengan mempertimbangkan jeniskonstruksi dan peruntukannya. Hasil analisa didapat nilai risk index adalah 97,02%. Solusi yang dapatdilakukan adalah jika kondisi Jl. Braga menjadi sarana pedestrian saja, dapat dilakukan penggantianmaterial bed dan jointing serta proses perawatan perkerasan (pavement maintenance) denganfrekuensi yang lebih sering. Sedangkan, jika kondisi Jl. Braga sebagai jalur lalu lintas dapat dilakukanproses rekonstruksi agar tiap lapisan perkerasan mencapai kekuatan sesuai standar yang digunakan.
KAJIAN SISTEM KONTRAK KONSTRUKSI INDONESIA DENGAN SISTEM KONTRAK KONSTRUKSI INTERNATIONAL Ery Radya Juarti; Yullianty Noorlaelasari
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 18 No. 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v18i1.4766

Abstract

Perkembangan industri konstruksi semakin hari semakin kompleks, menyebar antar negara, dan meliputi banyak hal dari berbagai negara. Dalam kasus di Indonesia, banyak sumber keuangan untuk pembangunan berasal dari luar negeri. Hal ini yang mendasar diperlukan standar kontrak Internasional yang harus dipakai dan diperlukan media komunikasi untuk menghubungkan perbedaan negara dan bahasa.Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian terhadap isi dan format standar kontrak Internasional dikaitkan dengan peraturan perundangan yang ada di Indonesia.Mengacu pada Peraturan Pemerintah No 29/2000 Pasal 22, format standar kontrak konstruksi di Indonesiasekurang-kurangnya berisi tentang : Surat Perjanjian, Dokumen Tender, Penawaran, Berita Acara, Surat Pernyataan Pengguna Jasa dan Surat Pernyataan Penyedia Jasa. Namun demikian belum ada format standar kontrak baku yang digunakan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia. Adanya beberapa format standar kontrak konstruksi Internasional seperti FIDIC, JCT, ICE, AIA, EJCDC dan SIA, dalam praktiknya di Indonesia seringkali digunakan sebagai acuan untuk membuat suatu format standar kontrak. Pertama-tama format standar kontrak Internasional tertentu dipilih, lalu klausul-klausul yang ada kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan kepentingan para pihak yang terlibat.Pembuatan format standar kontrak ini sendiri biasanya dilakukan oleh berbagai profesional dari segenap pelaku yang terlibat di dalam industri konstruksi.
Aging and Rutting Resistance by Using Complex Process for Mixing Crumb Rubber Modifier at Intermediate and High Temperatures Eldouma, Ismail Bakheit; Ahmed, suliman Badawi; Aliyu, Sani; Amalia, Dewi; kumalasari, putu tantri
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 28 No. 1 (2026): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v28i1.6564

Abstract

To mitigate the environmental impacts of road construction and maintenance, it is essential to identify solutions that enhance pavement performance through improved ageing resistance while minimizing adverse ecological effects. This study assessed how the complex modified dry procedure for mixing crumb rubber modifier at high temperatures affected the material's resilience to rutting and ageing. To guarantee the uniformity of the CRM maintained throughout this study, only one batch of crumb rubber was used. The tire rubber powder size utilized was passed through a sieve No. 70 mesh (212 µm), and retained on a sieve No. 80 mesh (180 µm). For this purpose, improved asphalt mixtures were designed and tested using several methods, including wheel-tracking tests, thin-film oven tests (TFOT), Marshall stability, indirect tensile strength, and pressure-aging-vessels (PAV) to simulate ageing conditions. Three crumb rubber blending techniques were carefully assessed in terms of stability, indirect tensile strength, rutting, moisture susceptibility, and ageing resistance. Five types of rubberized bitumen blended specimens (e.g., 0, 5%, 10%, 15%, and 20% by weight of net asphalt) were prepared at high temperatures. The ageing and rutting resistance of crumb rubber modifiers was investigated, and superior results were obtained for improving the mechanical properties of asphalt mixtures.
Assessment of Liquefaction Potential Based on CPT Data in Tuban Police Headquarters Apartment Building Construction Project Triandi, Ivan; Budhi , Wahyu Satyaning; Surahman , Ganda
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 28 No. 1 (2026): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v28i1.6709

Abstract

Liquefaction is a seismic phenomenon where saturated soil loses its shear strength and transforms into a liquid state due to earthquake-induced cyclic loading. While primarily occurring in sandy soils, this study evaluates the liquefaction potential at the Tuban Police Headquarters Apartment project, characterized by clayey deposits in a former paddy field area. Given Tuban's significant seismic activity, a thorough assessment is imperative. This research employs a quantitative approach using the semi-empirical NCEER method developed by Youd and Idriss (2001). The evaluation is based on primary data from the Cone Penetration Test (CPT) at two distinct points, S-1 and S-2. The analysis involves calculating the Cyclic Stress Ratio (CSR) as the seismic demand and the Cyclic Resistance Ratio (CRR) as the soil’s liquefaction resistance. A Safety Factor (FS) is then calculated for each soil layer to determine stability. Results indicate that FS values range from 3.1 to 8.9 at S-1 and from 3.4 to 9.1 at S-2. Since all calculated FS values exceed the critical threshold of 1.0, the site is classified as non-liquefiable and seismically stable for the planned construction.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 1 (2026): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 27 No. 2 (2025): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 27 No. 1 (2025): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 26 No. 2 (2024): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 26 No. 1 (2024): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 25 No. 2 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 25 No. 1 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 24 No. 2 (2022): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 24 No. 1 (2022): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 23 No. 2 (2021): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 23 No. 1 (2021): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 22 No. 2 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 22 No. 1 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 21 No. 2 (2019): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 21 No. 1 (2019): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 21, No 1 (2019): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20, No 2 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 20 No. 2 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 20 No. 1 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20, No 1 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 19, No 2 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 2 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 19, No 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 19 No. 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18, No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik Vol. 18 No. 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik Vol. 18 No. 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18, No 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17, No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 17 No. 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 15 No. 2 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 15 No. 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 12 No. 1 (2010): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik More Issue