cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sistem : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik
ISSN : 02167131     EISSN : 25496867     DOI : 10.37303
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sistem diterbitkan 3 (tiga) kali setahun oleh Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana Malang, sebagai sarana informasi dan forum kajian masalah-masalah teknik. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan pemikiran kritis yang orisinil dan up to date. Redaksi menerima para ahli, praktisi dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 3 (2023)" : 6 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR TUBAN SECARA EKONOMIS DENGAN METODE DESKRIPTIF KUALITATIF DAN KUANTITATIF Wilantiko, Aski; Judiono, Judiono
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.271

Abstract

KAJIAN TEKNIS PENANGANAN KEMACETAN PERSIMPANGAN SEBIDANG KERETA API KERTOSONO Putra, Hayu Awal; Hamzah, Yayu Sriwahyuni
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.272

Abstract

ANALISIS PERPINDAHAN MASSA DAN UJI ORGANOLEPTIK RASA TERHADAP PENERAPAN DEEP FAT FRYING PADA PEMBUATAN ABON IKAN LAUT Zainuri, Ach. Muhib; Patma, Tundung Subali; Suharto, Nugroho
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.273

Abstract

Ikan tergolong bahan pangan yang cepat mengalami pembusukan dibandingkan dengan jenis makanan lain akibat bakteri dan perubahan kimiawi. Karena ikan tergolong bahan pangan mudah busuk, perlu dilakukan penanganan dan pengolahan hasil perikanan secara baik. Salah satu proses pengolahannya adalah menjadi abon ikan. Salah satu tahapan penting dalam pembuatan abon ikan adalah penggorengan yang membuat produk pangan lebih lezat, prosesnya cepat, dan menjaga produk pangan lebih baik. Contoh teknlogi penggorengan adalah deep fat frying yang merupakan proses di mana produk makanan dipanaskan dan dikeringkan dengan merendamnya di dalam minyak goreng, umumnya pada suhu 170?190oC, sebagai penghantar panas selama periode waktu tertentu. Desain penelitian yang dilakukan adalah: (1) Rancang bangun alat deep fat frying suhu terkontrol dilengkapi dengan automatic fish floss, (2) Analisis kadar air produk abon ikan laut, (3) Analisis kadar minyak produk abon ikan laut, dan (4) Uji organoleptik produk abon ikan. Hasil akhir dari kegiatan penelitian ini adalah (1) dihasilkannya alat deep fat frying yang akan diterapkan pada industri mitra, dan (2) didapatkannya suatu formulasi tepat dalam pembuatan abon ikan laut berdasarkan parameter input yang telah ditentukan.
ANALISIS INDUSTRI JAGUNG PADA KAWASAN INDUSTRI SUMBAWA BARAT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 150 TON/HARI TEPUNG JAGUNG Sarbini, Sarbini
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.277

Abstract

Produksi jagung pulau Sumbawa di tahun 2022 sebanyak 2.000.000 ton lebih, walaupun diperkirakan tahun 2023 turun kisaran 3 % karena kemarau Panjang. Harga jagung fluktuatif dikarenakan supply dan demad dunia. Namun jagung Produksi pulau sumbawa cukup baik kualitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai jual komoditi jagung dan membantu menstabilkan harga maka perlu direncanakan industri pengolahan jagung dengan memfaatkan Kawasan Industri Sumbawa barat yang akan direncanakan. Dengan terbangunan Kawasan Industri sebagai pengembangan industri smelter tembaga dapat dimanfaatkan oleh industri hasil bumi Sumbawa khususnya dan Nusa Tengara Barat umumnya.dengan Nilai i% diatas 30 % dan diatas MAAR 12%, maka industri olahan jagung layak dikembangkan di pulau Sumbawa atau menfaatkan Kawasan Industri Sumbawa barat. Tepung jagung di pasar global mengalami kenaikan sehingga membuka peluang eksport dan didalam negri olahan jagung banyak dimanfaatkan industry peternakan dan konsumsi.
MENINGKATKAN KEKUATAN LAPISAN LOGAM DAN DAYA REKAT PROSES COATING YANG MENGGUNAKAN POWDER COATING DENGAN TREATMENT Sudarto, Sudarto
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.278

Abstract

Proses pengecatan atau penyepreyan yang menggunakan powder atau bubuk cat dengan cara melapisi logam adalah proses terakhir yang dilakukan guna mempercantik atau memperindah dan untuk melindungi logam dari korosi. Pelapisan atau pengecatan dengan bubuk cat merupakan pelapisan logam selain untuk mempercantik atau memperindahjuga untuk menahan korosi itu drngan menggunakan bahan resin yang kering guna mencapai daya rekat dengan kekuatan serta ketahanan terhadap korosi pada logam dengan optimal. Sebelum proses pengecatan atau penyepreyan dilakukan kondisi logam atau material harus bersih dari beberapa hal yang menyebabakan hasil coating menjadi tidak bagus atau mengalami kendala, proses pembersihan ini disebut treatment permukaan materila atau logam yang bertujuan meningkatkan gaya adhesi diantar bubuk cat dengan logma atau meterial yang akan dicat atau di spray. Treatment merupakan tindakan awal yang memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan hasil dan kualitas pada pengecatan atau penyepreyan yang akan dihasilkan. Pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh awal dalam melakukan terhadap daya rekat dan kekuatan pada pelapisan di proses pengecatan atau penyepreyan dengan menggunakan powder coating atau cat bubuk.Dalam proses treatment ini merupakan titik awal memeperoleh hasil yang memuaskan dalam proses coating atau penyepreyan. Proses ini merupakan proses yang harus dilakukan dalam proses coating yang mana logam atau meterial harus beenar benar bersih dari kotoran maupun debu yang akan mempengaruhi prose coating maupun hasilnya.
EVALUASI PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI KALIMANTAN Pratama, Hariyono Seputro Youngky
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.279

Abstract

Penelitian bertujuan mencari penyebab change order (CO) proyek bangunan gedung di Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat yang direncanakan oleh joint venture dua konsultan klasifikasi besar dari Makassar dan Jakarta. Proyek di Kalimantan Selatan berupa gedung satu hingga lima lantai sebanyak 12 buah (luas total 28.795 m2), dikerjakan oleh kontraktor klasifikasi besar dari Jakarata; di Kalimantan Barat berupa lima buah gedung satu hingga empat lantai (luas total 22.480 m2) dikerjakan oleh joint venture dua kontraktor klasifikasi besar dari Jakarta. Rancangan menggunakan penelitian kualitatif; fokus penelitian pada bidang struktur dan arsitektur. Sumber data dari dokumen individu konsultan yang terlibat dalam kegiatan proyek. Pengolahan dengan cara mengelompokkan data pekerjaan konstruksi dan arsitektur; dua kelompok tersebut dikelompokkan lagi menjadi sub bidang struktur dan arsitektur, lalu di analisis berdasarkan studi literatur. Kesimpulannya CO disebabkan karena konsultan perencana terlambat menyelesaikan pekerjaan yang mengakibatkan: (1) hasil gambar detail tidak sesuai dengan kondisi lapangan; (2) fondasi mengalami perubahan kedalaman, di Kalimantan Selatan perlu dikurangi, di Kalimantan Barat kedalamannya perlu ditambah; (4) perubahan pekerjaan fondasi di Kalimantan Selatan menyebabkan beaya proyek bertambah 0,95% dari beaya aslinya, sedangkan perubahan pekerjaan di Kalimantan Barat tidak mengubah beaya pelaksanaan proyek.

Page 1 of 1 | Total Record : 6