cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Perilaku Menyakiti Diri pada Pasien Klinik Jiwa di RSJ Tampan Pekanbaru Zirly Rozani; Mutiara Anissa; Prima Adelin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 -
Self Awareness dan Kedisiplinan Memakai Masker di Masa New Normal pada Remaja di Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi Ria Kurnia Fitri; Atik Pramesti Wilujeng; Rani Diana Balqis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk343

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adults so they are considered to be still unable to control their actions, this is related to self awareness which is an individual's understanding of himself to apply discipline, including the discipline of wearing masks in the new normal era. The purpose of this study was to determine the relationship between self-awareness and the discipline of wearing masks in adolescents in the new normal period at Ancol Plengsengan Beach, Banyuwangi. The research design was cross-sectional. This study involved 144 respondents selected by accidental sampling technique. Data was collected by filling out questionnaires and then analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most of the respondents had high self-awareness (75%) and had high discipline in wearing masks (71%). P value = 0.000, it can be concluded that there is a significant relationship between self awareness and the discipline to wear masks in the new normal era.Keywords: self awareness; discipline in wearing masks; teenager; new normal ABSTRAK Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa sehingga dianggap masih kurang mampu mengendalikan tindakannya, hal ini berkaitan dengan self awareness yang merupakan pemahaman individu terhadap dirinya untuk menerapkan kedisiplinan, termasuk kedisiplinan memakai masker di masa new normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self awareness dengan kedisiplinan memakai masker pada remaja di masa new normal di Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Studi ini melibatkan 144 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self awareness yang tinggi (75%) dan memiliki kedisiplinan memakai masker yang tinggi (71%). Nilai p = 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara self awareness dengan kedisiplinan memakai masker di masa new normal.Kata kunci: self awareness; kedisiplinan memakai masker; remaja; new normal
Pengetahuan Ibu tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Gina Ummilatuz Zuhroh; Isnanto Isnanto; Ida Chairanna Mahirawatie; Imam Sarwo Edi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13436

Abstract

Maintenance of children's dental and oral health is very dependent on parents, especially mothers as the closest people to children. So research is needed which aims to determine the relationship between the level of knowledge of mothers about maintaining oral health and the incidence of dental caries in children. The design of this study was cross-sectional involving 92 pairs of mother and child respondents. The level of knowledge was measured by filling out a questionnaire, while the incidence of caries was measured by direct examination. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that the p value was less than 0.05. It can be concluded that the level of mother's knowledge about maintaining oral health is negatively correlated with the incidence of dental caries in children. The higher the level of mother's knowledge, the lower the incidence of dental caries in children.Keywords: dental caries; child; mother knowledge                                                                                                                                                                         ABSTRAK Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak sangat bergantung kepada orang tua, khususnya ibu sebagai orang yang terdekat dengan anak. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional yang melibatkan 92 pasangan responden ibu dan anak. Tingkat pengetahuan diukur melalui pengisian kuesioner, sedangkan kejadian karies diukur dengan pemeriksaan langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berkorelasi negatif dengan kejadian karies gigi pada anak. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu maka semakin rendah kejadian karies gigi pada anak.Kata kunci: karies gigi; anak; pengetahuan ibu
Perancangan Mini SIMRS Berbasis Web Database untuk Mendukung Peningkatan Aksesibilitas Pembelajaran Mahasiswa Kesehatan di Masa Pandemi Muhammad Chandra; Embun Nadya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk337

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed various aspects of life including the world of education. This is a challenge and opportunity for the world of education, especially health. This study aims to design a database-based web application for recording nursing care and recording pregnant women to support the accessibility of learning for health students during a pandemic. This study applies the Prototyping Model method with the stages of needs analysis, rapid design, building prototypes, evaluating users, repairing prototypes, implementation and maintenance. To measure usability, the System Usability Scale instrument is used. Respondents in this study were all Undhari Faculty of Health students who attended and were willing to become respondents and had passed the first semester. The results of calculating the usability score of the Mini SIMRS application using the System Usability Scale (SUS) show an average score of 80.5 (n=74), greater than 68 which indicates the usability level of the system is above the minimum average. This study shows that the web database-based Mini SIMRS has a high level of usability so that it can be said that the system can be used properly by users.Keywords: notes of pregnant women; midwifery; nursing; prototype; nursing information system ABSTRAK Pandemi Covid-19 telah merubah berbagai aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. Hal ini menjadi tantangan dan peluang bagi dunia pendidikan khususnya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi berbasis web database untuk pencatatan asuhan keperawatan dan pencatatan ibu hamil untuk mendukung aksesibilitas pembelajaran mahasiswa kesehatan di masa pandemi. Penelitian ini menerapkan metode Prototyping Model dengan tahapan analisis kebutuhan, desain cepat, membangun prototipe, evaluasi pengguna, memperbaiki prototipe, implementasi dan pemeliharaan. Untuk mengukur usability digunakan instrumen System Usability Scale. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Undhari yang hadir dan bersedia menjadi responden serta telah melewati semester pertama. Hasil perhitungan skor usability aplikasi Mini SIMRS menggunakan System Usability Scale (SUS) menunjukkan angka rata-rata 80,5 (n=74), lebih besar daripada 68 yang menunjukkan tingkat usability sistem di atas angka rata-rata minimum. Penelitian ini menunjukkan bahwa Mini SIMRS berbasis web database ini memiliki tingkat usability yang tinggi sehingga dapat dikatakan sistem sudah dapat digunakan dengan baik oleh pengguna (user). Kata kunci: catatan ibu hamil; kebidanan; keperawatan; prototipe; sistem informasi keperawatan
Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Fajria Nur Rahmah; Maya Weka Santi; Ervina Rachmawati; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk409

Abstract

Previous studies have shown that there is a delay in the provision of outpatient medical records in hospitals across Indonesia, where the provision time is not in accordance with established standards. So a study is needed to find out the factors that cause delays in the provision of outpatient medical records in hospitals. The method used is a literature review by identifying 30 articles from Google Scholar and the Garuda Portal. The results of the data abstraction of 30 selected literature can be summarized by the factors causing the delay in the provision of outpatient medical records at hospitals in terms of the 5M element, the man factor, which is high workload and the number of medical record human resources is small, the money factor is the budget that has not been used properly, the material factor namely the medical record file was not found on the filing rack, material factors, namely the medical record file was not found on the filing rack, the machine factor, namely the condition and location of the filing room was not supportive.Keywords: medical record; provision; lateness ABSTRAK Penelitian terdahulu menunjukkan adanya keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di rumah sakit yang tersebar di Indonesia, dimana waktu penyediaan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Maka diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di rumah sakit. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan mengidentifikasi 30 artikel dari Google Scholar dan Portal Garuda. Hasil abstraksi data 30 literatur terpilih dapat dirangkum faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di rumah sakit ditinjau dari unsur 5M, pada faktor man yaitu beban kerja tinggi dan jumlah SDM perekam medis sedikit, faktor money adalah anggaran yang belum digunakan dengan baik, faktor material yaitu berkas rekam medis tidak ditemukan di rak filing, faktor material yaitu berkas rekam medis tidak ditemukan di rak filing, faktor machine yaitu kondisi dan lokasi ruang filing kurang mendukung.Kata kunci: rekam medis; penyediaan; keterlambatan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Jumlah Koloni Bakteri pada Tangan Penjamah Makanan Warung Burjo Ruth Septiani; Nur Endah Wahyuningsih; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk324

Abstract

The hands of food handlers are a source of food contamination. Hand hygiene is said to be good if the number of bacterial colonies on the hands does not exceed 100 colonies/cm2. So research is needed which aims to determine the factors related to the number of bacterial colonies on the hands of food handlers at the Burjo stall, Bulusan Village. This study used a cross-sectional design, involving 32 food handlers. Data collection was carried out through observation, filling out questionnaires and laboratory test results. The results showed that there were 68.75% of food handlers with bacteria >100 colonies/cm2. The p-value for the personal hygiene condition factor was 0.008, and for stall sanitation was 0.018. It was concluded that there was a relationship between personal hygiene conditions and the sanitary condition of the food stalls with the number of bacterial colonies on the hands of food handlers.Keywords: number of bacterial colonies; personal hygiene; stall sanitation ABSTRAK Tangan penjamah makanan merupakan salah satu sumber pencemaran pangan. Kebersihan tangan dikatakan baik jika jumlah koloni bakteri pada tangan tidak melebihi 100 koloni/cm2. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan terhadap jumlah koloni bakteri pada tangan penjamah makanan warung burjo Kelurahan Bulusan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 32 penjamah makanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengisian kuesioner dan hasil uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 68,75% penjamah makanan dengan bakteri >100 koloni/cm2. Nilai p untuk faktor kondisi personal hygiene adalah  0,008, dan untuk sanitasi warung adalah 0,018. Dismpulkan bahwa ada hubungan antara kondisi personal hygiene dan kondisi sanitasi warung dengan jumlah koloni bakteri pada tangan penjamah makanan.Kata kunci: jumlah koloni bakteri; personal hygiene; sanitasi warung
Self Management dan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Klatak Fransiska Erna Damayanti; Tria Anisa Firmanti; Lavinia Agustin Puspitasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk331

Abstract

Hypertension is known as the silent killer because the signs and symptoms of this disease are not specific, can attack anyone, and at any time, and can cause degenerative diseases and even death. The purpose of this study was to determine the relationship between self-management and the quality of life of hypertensive patients. The method used in this study was cross-sectional and 60 respondents were selected by purposive sampling technique. Data collection used the HSMBQ (Hypertension Self-management Behavior Questionnaire) and WHOQOL-BERF (World Health Organization Quality of Life). The data analysis used was Spearman's rank correlation test. The results of the analysis show the value of p = 0.000. It was concluded that there is a relationship between self-management and quality of life. Good self-management will improve the quality of life of people with hypertension.Keywords: hypertension; self management; quality of life ABSTRAK Hipertensi dikenal dengan silent killer karena tanda dan gejala penyakit ini tidak spesifik, dapat menyerang siapa saja, dan kapan saja, serta dapat menimbulkan penyakit degeneratif hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self management dengan kualitas hidup penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dan sebanyak 60 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan HSMBQ (Hypertension Self management Behaviour Quetionnaire) dan WHOQOL-BERF (World Health Organization Quality of Life). Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara self management dengan kualitas hidup. Self management yang baik akan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.Kata kunci: hipertensi; self management; kualitas hidup
Pendidikan dan Pekerjaan Ibu Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Dasar Bayi pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Wonosari Arum Meiranny; Isna Hudaya; Roikatul Miskiyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk425

Abstract

Immunization is a health service effort in protecting the body susceptible to disease and can be prevented by basic immunization (PD3I). Based on the 2021 report, Wonosari Village has a low immunization coverage of 69.6% compared to Serangan Village whose immunization coverage is 89.7%. This is still far from the target set by the government, namely 95%. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of education, knowledge and occupation with the completeness of basic immunization in infants. This study used a cross-sectional design. Respondents to this study were 102 mothers who had babies aged 9-12 months in 2022 in Wonosari Village. Data was collected by filling out a questionnaire. The results showed that the variables related to the completeness of basic immunization in infants aged 9-12 months were mother's education (p = 0.003) and mother's occupation (p = 0.021). Meanwhile, what was not related was mother's knowledge (p = 0.449). It was concluded that the factors supporting the completeness of basic immunization in infants in Wonosari Village were the mother's education and occupation.Keywords: completeness of immunization; education; workABSTRAK Imunisasi merupakan upaya layanan kesehatan dalam melindungi tubuh rentan penyakit dan dapat dicegah dengan imunisasi dasar (PD3I). Berdasarkan laporan Tahun 2021, Desa Wonosari memiliki cakupan imunisasi rendah yaitu 69,6% dibanding Desa Serangan yang cakupan imunisasinya adalah 89,7%. Hal ini masih jauh dibandingkan dengan target yg ditetapkan oleh pemerintah yaitu 95%. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Responden penelitian ini ialah 102 ibu yang mempunyai bayi usia 9-12 bulan pada tahun 2022 di Desa Wonosari. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan adalah pendidikan ibu (p = 0,003) dan pekerjaan ibu (p = 0,021). Sedangkan yang tidak berhubungan ialah pengetahuan ibu (p = 0,449). Disimpulkan bahwa faktor pendukung kelengkapan imunasi dasar pada bayi di Desa Wonosari adalah pendidikan dan pekerjaan ibu.Kata kunci : kelengkapan imunisasi; pendidikan; pekerjaan
Aspek Plan, Do, Check dan Act pada Pengendalian Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Rawat Jalan Tiara Ayu Pratama; Ida Sugiarti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13439

Abstract

The standard waiting time for outpatient services as stipulated in the Decree of the Minister of Health is 60 minutes from the time the patient registers until he is received/served by a specialist. The waiting time for outpatient services describes how good and bad the quality of hospital services is. Therefore, the authors intend to determine the control of waiting time for outpatient services in hospitals by looking for Plan, Do, Check, and Act Aspects in the journal under study. Literature study using Google Scholar, Garuda, and PubMed as databases, and Boolean System as a search strategy. The number of literature that went through the synthesis stage was 712 and 17 kinds of literature were taken based on the results of inclusion and exclusion. The planning aspect of this study was the 60-minute waiting time. Aspects include adding human resources, improving staff discipline, making and optimizing standard operating procedures, and adding infrastructure. The examination aspect found that the waiting time for outpatient services had been largely reduced. Aspects of the Act explain that controls that do not affect the reduction of waiting times are not reused.Keywords: hospital service quality; PDCA method: waiting time ABSTRAK Standar waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal adalah ≤ 60 menit terhitung sejak pasien mendaftar sampai diperiksa oleh dokter di poliklinik. Waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan menggambarkan baik dan buruknya mutu pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk mengetahui pengendalian waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan di rumah sakit dengan mencari aspek Plan, Do, Check, dan Act pada jurnal yang diteliti. Studi literatur dengan menggunakan google scholar, garuda, dan PubMed sebagai database, dan Boolean System sebagai strategi pencarian. Jumlah literatur yang melalui tahap sintesis adalah 712, dan diambil 17 literatur berdasarkan hasil inklusi dan eksklusi. Aspek plan pada studi ini adalah waktu tunggu ≤ 60 menit. Aspek do terdiri dari menambah sumber daya manusia, meningkatkan kedisiplinan petugas, membuat dan mengoptimalkan standar prosedur operasional, serta menambah sarana prasarana. Aspek check menunjukan bahwa waktu tunggu poliklinik sebagian besar sudah berkurang. Aspek Act menyatakan bahwa pengendalian yang tidak mempengaruihi pengurangan waktu tunggu tidak digunakan kembali.Kata kunci: metode PDCA; mutu pelayanan rumah sakit; waktu tunggu
Status Gizi dan Lama Rawat Inap Pasien Covid-19 di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Bayu Saputra; Muhammad Nur Hasan Syah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk345

Abstract

Several factors worsening the prognosis of the new coronavirus SARS-CoV-2 have been identified, such as obesity or diabetes. However, although nutritional status may change during the Covid-19 social distancing period, little is known about the effect of nutritional status among patients hospitalized with Covid-19. This study aims to assess whether nutritional status is related to length of stay in patients with Covid-19 in the hospital. The study was conducted on 188 patients who were hospitalized for Covid-19, using a cross-sectional design. The research sample was selected using a purposive sampling technique. The independent variable in this study was the patient's nutritional status as measured using the Body Mass Index (BMI) and length of stay as the dependent variable. All data comes from the patient's electronic medical record. The statistical test results showed a p value = 0.084, so it can be said that there is no relationship between nutritional status and the length of stay of Covid-19 patients in the hospital. Nonetheless, it is important to pay attention to providing good nutritional care according to patient needs, especially in the case of older adults with chronic or acute comorbidities.Keywords: nutritional status; Covid-19; inpatient ABSTRAK Beberapa faktor yang memperburuk prognosis virus corona baru SARS-CoV-2 telah diidentifikasi, seperti obesitas atau diabetes. Namun, meskipun status gizi dapat berubah pada masa pembatasan social Covid-19, sedikit yang diketahui tentang pengaruh status gizi di antara pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah status gizi berhubungan dengan lama rawat inap pada pasien dengan Covid-19 di rumah sakit. Penelitian dilakukan pada 188 pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah status gizi pasien yang diukur menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan lama rawat inap sebagai variabel terikat. Seluruh data berasal dari rekam medis elektronik pasien. Hasil uji statistik menunjukan nilai p = 0,084, maka dapat dikatakan  bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap pasien Covid-19 di rumah sakit. Meskipun demikian, pemberian asuhan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan pasien perlu diperhatikan, terutama dalam kasus orang dewasa yang lebih tua dengan komorbiditas kronis atau akut.Kata kunci: status gizi; Covid-19; rawat inap

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue