cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Suhu dan Lama Penyimpanan Plasma Sitrat Berdampak Terhadap Activated Partial Thromboplastin Time Ningsih, Agita Fortuna Septa; Handayati, Anik; Arifin, Syamsul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15334

Abstract

Prothrombin Time (PT) and activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) examinations are routine coagulation examination parameters that are useful for determining the ability of the blood clotting mechanism in the body. In PT and aPTT examinations, the pre-analytical stage is very important to obtain valid examination results including in terms of temperature and duration of sample storage. The purpose of this study was to analyze the effect of temperature and duration of citrate plasma sample storage on PT and aPTT examination results. This study was conducted using ten blood samples from normal individuals. The samples studied were citrate plasma stored at refrigerator and freezer temperatures for 24 hours and 48 hours, then the results were compared with direct examination to see the effect of temperature and storage duration on PT and aPTT examinations. The results of the analysis showed that storing citrate plasma at refrigerator and freezer temperatures for 24 hours and 48 hours did not significantly affect PT examinations and significantly affected aPTT examinations. The aPTT value extended by about 3 to 4 seconds after the sample was stored for 24 hours and 48 hours at refrigerator temperature. Meanwhile, in freezer temperature storage, the aPTT value extends about 1 to 2 seconds after 24 hours and 48 hours. This study concluded that temperature and duration of citrate plasma storage affect the results of aPTT examination.Keywords: prothrombin time; activated partial thromboplastin time; coagulation examination; temperature; storage durationABSTRAK Pemeriksaan Prothrombin Time (PT) dan activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) merupakan parameter pemeriksaan koagulasi rutin yang berguna untuk mengetahui kemampuan mekanisme pembekuan darah dalam tubuh. Pada pemeriksaan PT dan aPTT, tahap pre-analitik menjadi sangat penting untuk mendapat hasil pemeriksaan yang valid termasuk dalam hal suhu dan lama waktu penyimpanan sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh suhu dan lama penyimpanan sampel plasma sitrat terhadap hasil pemeriksaan PT dan aPTT. Penelitian ini dilakukan menggunakan sepuluh sampel darah dari individu normal. Sampel yang diteliti adalah plasma sitrat yang disimpan pada suhu refrigerator dan suhu freezer selama 24 jam dan 48 jam kemudian hasilnya dibandingkan dengan pemeriksaan langsung untuk melihat pengaruh suhu dan waktu simpan terhadap pemeriksaan PT dan aPTT. Hasilnya analisis menunjukkan bahwa  penyimpanan plasma sitrat pada suhu refrigerator dan freezer selama 24 jam dan 48 jam tidak berpengaruh terhadap pemeriksaan PT secara signifikan dan berpengaruh signifikan pada pemeriksaan aPTT. Nilai aPTT memanjang sekitar 3 sampai 4 detik setelah sampel disimpan selama 24 jam dan 48 jam pada suhu refrigerator. Sedangkan pada penyimpanan suhu freezer, nilai aPTT memanjang sekitar 1 sampai 2 detik setelah 24 jam dan 48 jam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu dan lama penyimpanan plasma sitrat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan aPTT.Kata kunci: prothrombin time; activated partial thromboplastin time; pemeriksaan koagulasi; suhu; waktu penyimpanan
Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak dengan Metode Demonstrasi Terbukti Mempengaruhi Pengetahuan, Perilaku dan Status Gizi Baduta dengan Stunting Siswati, Heni; Nurwijayanti, Nurwijayanti; Puspitasari, Yenny
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk131

Abstract

Education about feeding babies and children using demonstration methods is a crucial strategy for increasing mothers' knowledge, creating effective behavior, and increasing children's weight. So research was needed that aimed to analyze the effect of education on feeding infants and children on mothers' knowledge and behavior as well as children's body weight. The design of this research was pretest and posttest with control group. The study involved 66 mothers of children aged less than 2 years who were randomly selected. In both groups, mothers' knowledge and behavior were measured by filling out questionnaires. Next, the data for each group was analyzed using the T test. For the knowledge variable, the p value for the treatment group and control group was 0.000 (there was a difference in knowledge between before and after the intervention) and 0.909 (there was no difference in knowledge between before and after the intervention), respectively. intervention). For behavior, the p value for the treatment group and control group was 0.000 (there was a difference in behavior between before and after the intervention) and 0.447 (there was no difference in behavior between before and after the intervention), respectively. For children's weight, the p value for the treatment group and control group was 0.000 (there was a difference in body weight between before and after the intervention) and 0.245 (there was no difference in behavior between before and after the intervention), respectively. It was concluded that education about feeding babies and children using the demonstration method was effective in increasing maternal knowledge, maternal behavior and child weight.Keywords: child; education; feeding; knowledge; behavior; weight ABSTRAK Edukasi tentang pemberian makan pada bayi dan anak dengan metode demonstrasi menjadi strategi krusial untuk meningkatkan pengetahuan ibu, menciptakan perilaku efektif, serta meningkatkan berat badan anak. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pemberian makan pada bayi dan anak terhadap pengetahuan dan perilaku ibu serta berat badan anak. Rancangan penelitian ini adalah pretest and posttest with control group. Penelitian melibatkan 66 ibu dari anak-anak berusia kurang dari 2 tahun yang dipilih secara random. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran pengetahuan dan perilaku ibu melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data pada masing-masing kelompok dianalisis menggunakan uji T. Untuk variabel pengetahuan, nilai p untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing adalah 0,000 (ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi) dan 0,909 (tidak ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi). Untuk perilaku, nilai p untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing adalah 0,000 (ada perbedaan perilaku antara sebelum dan sesudah intervensi) dan 0,447 (tidak ada perbedaan perilaku antara sebelum dan sesudah intervensi). Untuk berat badan anak, nilai p untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing adalah 0,000 (ada perbedaan berat badan antara sebelum dan sesudah intervensi) dan 0,245 (tidak ada perbedaan perilaku antara sebelum dan sesudah intervensi). Disimpulkan bahwa edukasi tentang pemberian makan pada bayi dan anak menggunakan metode demonstrasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu, perilaku ibu dan berat badan anak.Kata kunci: anak; edukasi; pemberian makan; pengetahuan; perilaku; berat badan
Gambaran Diagnosis dan Intervensi Keperawatan Kerusakan Integritas Kulit pada Masyarakat Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan Aridamayanti, Bernadetta Germia; Yakin, Rahimul; Nisvia, Nathasya; Asiah, Nor; Putra, M. Aditya; Lathifa, Yulin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk126

Abstract

Floods carry disease-causing microorganisms. The danger of E-coli and Leptospira bacteria tends to increase after flooding. This causes skin diseases that threaten health. Skin disease nursing problems, found in NANDA: International Nursing Diagnosis. However, until now there has been no nursing research regarding nursing diagnosis, intervention for damage to skin integrity and its implementation in flood-affected communities. The aim of this research was to describe the characteristic limits, related factors and nursing intervention from the nursing diagnosis of damage to skin integrity. This type of research was a descriptive study involving 170 respondents selected using consecutive sampling technique. The data collection instrument was a nursing diagnosis questionnaire sheet: damage to skin integrity based on "characteristic limitations" and "related factors". Data were analyzed using descriptive statistical methods. The results of the analysis showed that the dominant age was in the range of 26-45 years or late adulthood with a frequency of 59 (34.7%) respondents. The most characteristic limitations were peeling skin and factors related to changes in pigmentation were 170 (100%). It was concluded that the most dominant Nursing Intervention Classification (NIC) label for nursing diagnosis: damage to skin integrity was Teaching: Foot Care with 153 (90%) respondents, followed by the Pruritus Management label with 132 (77.6%) respondents.Keywords: flood impact; damage to skin integrity; nursing intervention ABSTRAK Banjir membawa mikroorganisme penyebab penyakit. Bahaya bakteri E-coli dan Leptospira cenderung meningkat setelah banjir. Hal ini menimbulkan penyakit kulit yang mengancam kesehatan. Masalah keperawatan penyakit kulit, ditemukan dalam NANDA: International Nursing Diagnosis. Namun, hingga saat ini masih belum ada penelitian keperawatan tentang diagnosis keperawatan, intervensi kerusakan integritas kulit dan implementasinya pada masyarakat terdampak banjir. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan batasan karakteristik, faktor berhubungan dan nursing intervention dari diagnosis keperawatan kerusakan integritas kulit. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif yang melibatkan 170 responden yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa lembar kuesioner diagnosis keperawatan: kerusakan integritas kulit berdasarkan “batasan karakteristik” dan “faktor berhubungan”. Data dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia dominan berada dalam rentang 26-45 tahun atau dewasa akhir dengan frekuensi 59 (34,7%) responden. Batasan karakteristik terbanyak adalah kulit mengupas dan faktor berhubungan perubahan pigmentasi sebanyak 170 (100%). Disimpulkan bahwa label Nursing Intervention Classification (NIC) diagnosis keperawatan: kerusakan integritas kulit yang paling dominan adalah Teaching: Foot Care sebanyak 153 (90%) responden, diikuti dengan label Pruritus Management sebanyak 132 (77,6%) responden.Kata kunci: dampak banjir; kerusakan integritas kulit; nursing intervention
Nilai CT RdRp Polymerase Chain Reaction Sebagai Faktor Prediktor Mortalitas Pasien COVID-19 Choirunisa, Anjani Feby; Rahayu, Rahayu; Istiqomah, Istiqomah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15135

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus. The Ct (cycle threshold) value correlates with the amount of virus in the body. A high viral load is proportional to a low Ct value. An increase in viral load has an impact on increasing mortality. This study aimed to determine the Ct value as a predictor of mortality in COVID-19 patients. This study was an analytical observational study with a cross-sectional design on inpatients diagnosed with COVID-19 in 2021. The inclusion criteria in this study were patients aged 18-60 years, with moderate or severe clinical symptoms. Exclusion criteria were patients with autoimmune diseases, HIV/AIDS, history of malignancy, history of radiotherapy and/or chemotherapy. The patient's Ct RdRp value and mortality status were checked, and then a binary logistic regression test was carried out. The research results showed that of the 70 COVID-19 patients, 35 (50%) recovered and 35 (50%) died. The percentage of mortality in patients with low and high Ct values was 68.6% and 31.4%, respectively. The results of the binary logistic regression test on the effect of Ct value on mortality showed a p value of less than 0.001 and the Odd ratio was 13.09. The conclusion of this study was that low Ct values can be determined as a predictor of mortality in COVID-19 patients.Keywords: predictor factors; mortality; Ct value; RT-PCR; viral load  ABSTRAK COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Nilai Ct (cycle tresshold) berkorelasi dengan jumlah virus dalam tubuh. Viral load tinggi sebanding dengan nilai Ct yang rendah. Peningkatan Viral load memberikan dampak terhada peningkatan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Ct sebagai faktor prediktor mortalitas pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada pasien rawat inap dengan diagnosis COVID-19 pada tahun 2021. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien usia 18-60 tahun, dengan gejala klinis sedang atau berat. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan penyakit autoimun, HIV/AIDS, riwayat keganasan, riwayat radioterapi dan/atau kemoterapi. Pada pasien dicek nilai Ct RdRp dan status mortalitas, dan selanjutnya dilakukan uji regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 pasien COVID-19, sebanyak 35 (50%) sembuh dan 35 (50%) meninggal. Persentase mortalitas pada pasien dengan nilai Ct rendah dan tinggi masing masing sebanyak 68,6% dan 31,4%. Hasil uji regresi logistik biner tentang pengaruh nilai Ct terhadap mortalitas menunjukkan nilai p kurang dari 0,001 dan Odd ratio adalah 13,09. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai Ct yang rendah dapat ditentukan sebagai faktor prediktor mortalitas pasien COVID-19.Kata kunci: faktor prediktor; mortalitas; nilai Ct; RT-PCR; viral load
Efek Antidiabetes Konjac Glucomannan pada Tikus Wistar Terinduksi Alloxan Sari, Alfia Pradita; Mashudi, Sugeng; Putri, Dianita Rifqia; Putra, Bryan Anggara; Afriani, Fany Risma; Sansuwito, Tukimin bin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk106

Abstract

Type 2 diabetes mellitus describes a long-term endocrine disorder that disrupts metabolic pathways and is characterized by impaired insulin resistance and inadequate insulin production, which is associated with abnormal glucose production. This can be prevented by consuming various food ingredients, but there is no coherent explanation regarding the administration of Konjac Glucomannan as an antidiabetic. The aim of this study was to explain the effectiveness of Konjac Glucomannan in reducing glucose levels in mice with alloxan-induced diabetes. The experimental design in this study consisted of three groups, each consisting of five male Wistar rats. The negative control group consisted of five diabetic mice. The positive control group consisted of five diabetic mice that were given glibenclamide at a dose of 0.7 ml intraperitoneally. Diabetic mice included in the treatment group were given Konjac Glucomannan extract orally at a dose of 50 mg/kg body weight as therapy. Before being given treatment, the blood glucose level of each rat was measured using a glucometer by cutting the rat's tail and removing some of the blood. To confirm the results, glucose levels were checked again three days and seven days after therapy. Next, analysis was carried out using ANOVA. The analysis results showed that the p value was 0.001. Furthermore, it was concluded that diabetic mice given Konjac Glucomannan extract would experience effects similar to those of diabetic mice given glibenclamide, as indicated by a decrease in blood glucose levels. Konjac Glucomannan decreases gluconeogenesis and insulin pathway protein expression which is characterized by a decrease in glucose levels. Therapy using Konjac Glucomannan can reduce glucose levels and is beneficial for health when treating type 2 diabetes mellitus.Key words: diabetes mellitus type 2; Konjac Glucomannan; wistar; insulin; glucose levels ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 menggambarkan kelainan endokrin jangka panjang yang mengganggu jalur metabolisme dan ditandai dengan gangguan resistensi insulin serta produksi insulin yang tidak memadai, yang terkait dengan produksi glukosa abnormal. Ini dapat dicegah melalui konsumsi berbagai bahan makanan, namun belum ada penjelasan yang runtut tentang pemberian Konjac Glucomannan sebagai antidiabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas Konjac Glucomannan dalam menurunkan kadar glukosa pada tikus dengan diabetes yang diinduksi alloxan. Desain eksperimental dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelompok yang masing-masing terdiri dari lima ekor tikus wistar jantan. Kelompok kontrol negatif terdiri dari lima tikus diabetes. Kelompok kontrol positif terdiri dari lima tikus diabetes yang diberi glibenclamid dengan dosis 0,7 ml intraperitoneal. Tikus diabetes termasuk dalam kelompok perlakuan diberikan ekstrak Konjac Glucomannan secara oral dengan dosis 50 mg/kg berat badan sebagai terapi. Sebelum diberikan perlakuan, kadar glukosa darah setiap tikus diukur menggunakan glukometer dengan cara memotong ekor tikus dan mengeluarkan sebagian darahnya. Untuk memastikan hasilnya, kadar glukosa diperiksa kembali pada tiga hari dan tujuh hari setelah diberi terapi. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa pada tikus dengan diabetes yang diberi ekstrak Konjac Glucomannan akan timbul efek yang serupa dengan tikus diabetes yang diberi glibenclamide, yang ditunjukkan dengan penurunan kadar glukosa darah. Konjac Glucomannan menurunkan glukoneogenesis dan ekspresi protein jalur insulin yang ditandai dengan penurunan kadar glukosa. Terapi menggunakan Konjac Glucomannan dapat menurunkan kadar glukosa dan bermanfaat bagi kesehatan saat mengobati diabetes melitus tipe 2.Kata kunci: diabetes melitus tipe 2; Konjac Glucomannan; wistar; insulin; kadar glukosa
Lingkar Lengan Atas dan Perubahan Berat Badan Sebagai Determinan Anemia pada Ibu Hamil Rusdi, Warda Elmaida; Alfaridzi, Aditya Rizky; Masithah, Dewi; Farindra, Irmawan; Farmananda, Irsandi Rizki; Rusdi, Muhammad Salsabeela; Benge, Wilhemus Dionysius Mario Randy
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15225

Abstract

Nutritional status is one of the indicators to determine the condition of pregnant women during pregnancy, which can be seen from weight gain, upper arm circumference and hemoglobin levels. This study aimed to analyze the relationship between upper arm circumference and weight changes with hemoglobin levels of pregnant women. This study was an analytical observational study with a cross-sectional design. The subjects of the study were 82 pregnant women patients at the Bangkalan Health Center, selected using the total sampling method. Data were collected secondary from patient medical records. Data were analyzed using descriptive analysis followed by the Chi-Square test. The results showed that patients with upper arm circumference >23.5 cm (49%) tended to have normal hemoglobin levels; while patients with upper arm circumference <23.5 cm (25.8%) tended to have anemia. Patients with weight gain >9 kg (26.5%) tended to have normal hemoglobin levels, while patients with changes in body weight <9 kg (73.5%) tended to have anemia. The p-value of each independent variable was 0.038 for upper arm circumference and 0.004 for weight changes. Furthermore, it was concluded that upper arm circumference and weight changes are determinants of anemia in pregnant women.Keywords: pregnancy anemia; hemoglobin levels; upper arm circumference; weight changes ABSTRAK Status gizi merupakan salah satu indikator untuk menentukan kondisi ibu hamil selama masa kehamilan, yang dapat dilihat dari pertambahan berat badan, ukuran lingkar lengan atas dan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ukuran lingkar lengan atas dan perubahan berat badan dengan kadar hemoglobin ibu hamil. Penelitian ini merupakan studi observasi analitik dengan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian adalah 82 pasien ibu hamil di Puskesmas Bangkalan, yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan secara sekunder dari rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan secara deskriptif yang dilanjutkan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan lingkar lengan atas >23,5 cm (49%) cenderung memiliki kadar hemoglobin yang normal; sedangkan pasien dengan lingkar lengan atas <23,5 cm (25,8%) cenderung mengalami anemia. Pasien dengan kenaikan berat badan  >9 kg (26,5%) cenderung memiliki kadar hemoglobin normal, sedangkan pasien dengan perubahan BB <9 kg (73,5%) cenderung mengalami anemia. Nilai p masing-masing variabel bebas adalah 0,038 untuk lingkar lengan atas dan 0,004 untuk perubahan berat badan. Selanjutnya disimpulkan bahwa lingkar lengan atas dan perubahan berat badan merupakan determinan kejadian anemia pada ibu hamil.Kata kunci: anemia kehamilan; kadar hemoglobin; lingkar lengan atas; perubahan berat badan
Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tampa Padang Sahrianti S, Nini; Fajriansyah, Arif; Nasrullah, Nasrullah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15319

Abstract

Pharmaceutical services are a form of pharmaceutical care that aims to maintain the quality of pharmaceutical preparations and support the success of therapy undergone by patients in treatment. The level of patient satisfaction is one way to measure the quality of pharmaceutical services. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at the Tampapadang Health Center. This study was a descriptive study using a measuring instrument in the form of a questionnaire containing a list of questions containing 5 dimensions of quality, namely reliability, responsiveness, empathy, tangible, and assurance of service quality. The sample size in this study was 67 respondents determined using accidental sampling. The results of the study showed that the level of satisfaction per dimension was: reliability = the majority was satisfied (100%), responsiveness = the majority was satisfied (97%), empathy = the majority was satisfied (100%), tangible = the majority was satisfied (99%), assurance = the majority was satisfied (96%). Overall, the majority of respondents stated that they were satisfied (99%). Based on the results of the study, it was concluded that patients were satisfied with the pharmaceutical services at the Tampa Padang Health Center.Keywords: pharmaceutical services; health center; satisfaction; patient ABSTRAK Pelayanan kefarmasian adalah wujud dari asuhan kefarmasian yang bertujuan untuk menjaga mutu sediaan farmasi dan menunjang keberhasilan terapi yang dijalani oleh pasien dalam pengobatan. Tingkat kepuasan pasien merupakan salah satu cara ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tampapadang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang memuat 5 dimensi kualitas yaitu reliability, responsiveness, emphaty, tangible, dan assurance kualitas pelayanan. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 67 responden yang ditentukan dengan menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan per dimensi adalah: reliability = mayoritas adalah puas (100%), responsiveness = mayoritas adalah puas (97%), empathy = mayoritas adalah puas (100%), tangible = mayoritas adalah puas (99%), assurance = mayoritas adalah puas (96%). Secara keseluruhan mayoritas responden menyatakan puas (99%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa para pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tampa Padang.Keyword: pelayanan kefarmasian; puskesmas; kepuasan; pasien
Pilates Exercise untuk Menurunkan Nyeri Penderita Low Back Pain Teya, Salsabiil Yudit; Turrahmah, Mawaddah; Ardhiyanti, Lusyta Puri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15108

Abstract

Low back pain is a musculoskeletal problem that is often experienced by all groups, with pain conditions that are often disturbing. Pilates exercise is an alternative way to reduce pain. Thus, a study was needed that aimed to determine the effect of providing Pilates exercise on pain in sufferers of low back pain. This study was a literature review carried out based on the PRISMA protocol, and used the PICO strategy to obtain literature in 4 databases, namely PubMed, ScienceDirect, SagePub and Google Scholar. Articles suitable for identification were obtained from each source, namely Pubmed = 71, ScienceDirect = 1,204, SagePub = 430, and Google Scholar = 51,526. The screening results produced a number of articles, namely Pubmed = 35, ScienceDirect = 68, SagePub = 42, and Google Scholar = 101, and 6 articles were found that could be accessed in full text. After data extraction, the literature used in this review was 3 articles. The results of the literature review showed that 66.67% of relevant articles showed a significant reduction in pain after Pilates exercise in sufferers of low back pain, especially at an exercise frequency of 2 times per week with an average reduction in pain = 2.38, with a p value of between 0.001 to 0.005. Furthermore, it was concluded that Pilates exercise was effective in reducing pain in sufferers of low back pain.Keywords: pain; Pilates exercise; low back pain ABSTRAK Low back pain merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang sering dialami oleh semua kalangan, dengan kondisi nyeri yang sering mengganggu. Pilates exercise merupakan salah satu cara alternatif untuk menurunkan nyeri. Dengan demikian diperlukan studi yang bertujuan untuk mengetahui efek pemberian Pilates exercise terhadap nyeri pada penderita low back pain. Studi ini merupakan literature review dilakukan berdasarkan protokol PRISMA, serta menggunakan strategi PICO untuk mendapatkan literatur pada 4 database, yaitu PubMed, ScienceDirect, SagePub dan Google Scholar. Artikel yang sesuai terhadap identifikasi didapatkan dari masing-masung sumber yaitu Pubmed = 71, ScienceDirect = 1.204, SagePub = 430, dan Google Scholar = 51.526. Hasil screening menghasilkan jumlah artikel yaitu Pubmed = 35, ScienceDirect = 68, SagePub = 42, dan Google Scholar = 101, serta didapatkan 6 artikel yang dapat diakses fulltext. Setelah dilakukan ekstraksi data, literatur yang digunakan dalam tinjauan ini adalah 3 artikel. Hasil dari kajian literatur menunjukkan bahwa 66,67% artikel yang relevan menunjukan adanya penurunan nyeri yang signifikan setelah dilakukan Pilates exercise pada penderita low back pain, terutama pada frekuensi latihan 2 kali per minggu dengan rerata penurunan nyeri = 2,38, dengan nilai p di antara 0,001 sampai 0,005. Selanjutnya disimpulkan bahwa Pilates exercise efektif untuk menurunkan nyeri pada penderita low back pain.Kata kunci: nyeri; Pilates exercise; low back pain
Durasi dan Beban Kerja Sebagai Prediktor Burnout Syndrome pada Pekerja Konstruksi Titis Trianing Widyastuti; Suwoyo Suwoyo; Ekowati Retnaningtyas; Diniyah Kholidah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15420

Abstract

 Construction projects are dynamic activities with various fairly complex constraints. These conditions can trigger stress and worker fatigue due to the high workload related to long working hours. Fatigue experienced by someone continuously without any control can cause burnout syndrome. This study aimed to analyze the effect of the length of working hours and workload on the occurrence of burnout syndrome in construction workers. The design of this study was cross-sectional involving 30 randomly selected construction workers. Data on the three variables above were obtained through observation, interviews and filling out questionnaires. Furthermore, analysis was carried out using a regression test. The results of the study showed that the p value for the factor of the length of working hours was 0.045, which means that it has an effect on the occurrence of burnout syndrome. Based on the results of the study, it could be concluded that the length of working hours and workload are determinants of the occurrence of burnout syndrome in construction workers.Keywords: burnout syndrome; construction workers; length of working hours; workload ABSTRAK Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang dinamis dengan berbagai kendala yang cukup kompleks. Kondisi tersebut dapat memicu stres dan kelelahan pekerja karena tingginya beban kerja terkait jam kerja yang panjang. Kelelahan yang dialami seseorang secara terus-menerus tanpa adanya pengendalian dapat menyebabkan burnout syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lamanya jam kerja dan beban kerja terhadap terjadinya burnout syndrome pada pekerja konstruksi. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional yang melibatkan 30 pekerja konstruksi yang dipilih secara random. Data tentang ketiga variabel di atas diperoleh melalui observasi, wawancara dan pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk faktor lamanya jam kerja adalah 0,045, yang berarti berpengaruh terhadap terjadinya  burnout syndrome. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lamanya jam kerja dan beban kerja merupakan determinan terjadinya burnout syndrome pada pekerja konstruksi.Kata kunci: burnout syndrome; pekerja konstruksi; lamanya jam kerja; beban kerja 
Pengetahuan dan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Talango, Farid; Pohan, Vivi Yosafianti; Soesanto, Edy
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15126

Abstract

Hypertension patients' knowledge about the disease they suffer from can influence patient adherence with treatment, especially in terms of taking medication. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge and medication adherence in hypertensive patients. This study was a systematic literature review using the “Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes” protocol. The databases used in this study were Google Scholar, ProQuest and PubMed, limited to publications from the last 5 years, namely 2019 to 2023. The keywords used were "hypertension" AND "adherence" AND "knowledge". After screening and evaluating eligibility, 10 articles were selected for synthesis. The results of the study showed that the literature proved the significance of the correlation between knowledge and medication-taking behavior. Thus, it was concluded that hypertension patients' medication adherence was related to their level of knowledge.Keywords: hypertension; take medicine; obedience; knowledge ABSTRAK Pengetahuan pasien hipertensi tentang penyakit yang dideritanya dapat berpengaruh pada kepatuhan pasien dalam pengobatan, terutama dalam hal minum obat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan protokol “Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes”. Database yang digunakan dalam studi ini adalah Google Scholar, ProQuest dan PubMed, terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir yaitu tahun 2019 sampai 2023. Kata kunci yang digunakan adalah “hipertensi” AND “kepatuhan” AND “pengetahuan”. Setelah penyaringan dan evaluasi kelayakan, didapatkan 10 artikel terpilih untuk disintesis. Hasil studi menunjukkan bahwa literatur-literatur tersebut membuktikan signifikansi korelasi antara pengetahuan dan perilaku minum obat. Dengan demikian disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat pasien hipertensi berhubungan dengan tingkat pengetahuan mereka.Kata kunci: hipertensi; minum obat; kepatuhan; pengetahuan

Page 9 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue