cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : 24425227     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal (OAJ), a periodic scientific publication biannually online published on February and August; using review and screening system by peer group reviewer. JMH receives original research articles which related to medicine, health, new developing therapy from traditional medicine or herbs and developing clinical therapy. JMH also receives otiginal review articles, case report, continuing medicine and health study. Articles should be written in good English or Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022)" : 11 Documents clear
Descriptive of Coronary Vessel Lesions Number in DM and non-DM Patients Based on CAG Edwin Setiabudi; Dimas P Baskara
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3033

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic hyperglycemia condition caused by inadequate insulin secretion or due to failure of insulin response, which is a risk factor for coronary heart disease (Coronary Artery Disease, CAD). CAD is caused by plaque buildup on the walls of the arteries that supply blood to the heart (called coronary arteries) and other parts of the body. The aim of this study was to compare the severity of coronary lesions in DM and non-DM patients who were equipped with CAD. Descriptive research design using 229 experimental subjects, the subjects involved were based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The results showed that the DM group experienced more Triple Vessel Disease (TVD) (47.83% vs. 35.92%) than the non-DM group, however, the number of Single Vessel Disease (SVD) was smaller (17.38% vs. 26.70%). The conclusion from this study is that DM patients have a higher coronary lesion severity than non-DM patients as evidenced by the number of triple vessel disease (TVD) on examination by coronary angiographic. Keywords: coronary artery disease, coronary angiographic, diabetes mellitus, non-diabetes mellitus, triple vessel disease
The Correlation Between Body Mass Index with Dental Caries in Children: a Literature Review Dian Lesmana; Linda S Sembiring
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3231

Abstract

Nutrisi, yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air, merupakan komponen makanan yang membantu menyehatkan tubuh. Nutrisi berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, khususnya gigi. Pertumbuhan dan perkembangan gigi yang terganggu dapat menjadi faktor etiologi hipoplasia enamel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karies gigi anak. Metode penelitian berupa tinjauan pustaka yaitu mencari jurnal ilmiah sesuai dengan topik melalui mesin pencarian di PubMed dengan kata kunci: hipoplasia enamel, indeks massa tubuh, karies, nutrisi, dengan rentang waktu literatur dari tahun 2007-2020 dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Hasil pencarian literatur diperoleh 126 artikel, kemudian dipilih sehingga diperoleh 6 artikel yang sesuai. IMT tinggi menunjukkan hubungan positif terhadap karies akibat peningkatan asupan lemak dan energi yang tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi karies meningkat sejalan dengan peningkatan konsumsi makanan manis akibat perubahan gaya hidup dan kesejahteraan individu. Pada IMT rendah, memiliki persentase karies gigi yang tinggi dikarenakan karies menimbulkan nyeri dan menyebabkan fungsi pengunyahan terganggu sehingga terjadi penurunan frekuensi makan dan asupan gizi. Simpulan penelitian ini, IMT tinggi maupun rendah dapat berpengaruh pada angka kejadian karies anak yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perubahan pola makan, dan rendahnya aktivitas tubuh. Kata kunci: hipoplasia enamel, indeks massa tubuh, karies, nutrisi
Angiofibroma Ekstranasofaring dari Hipofaring: Laporan Kasus yang Langka Ratna Windyaningrum; Agung D Permana; Ongka M Saifuddin
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3326

Abstract

Angiofibroma is a histologically benign mesenchymal tumor though it is a potentially locally destructive fibrovascular tumor. Angiofibroma located in the head and neck comprises nasopharyngeal and extra-nasopharyngeal angiofibroma. The extra-nasopharyngeal angiofibroma itself is extremely rare. There was only two hypopharynx angiofibroma case in the recent literature. The aim of this report is to find out recurrence rate after mass extirpation surgery approach transcervical in this patient. A case of extra-nasopharyngeal angiofibroma from hypopharynx that arising from the left posterior pharyngeal wall was described in this report. A 32 years old man was admitted with 8 years history of lump located around the mouth and left side of the throat. There were no other significant complaints other than the lump itself. Histopathologic microscopic examination showed an angiofibroma. Angiofibroma is a benign and slow-growing mass. The conclusion is management of this case is the same as angiofibroma in general, by surgery approach. The mass was successfully removed surgically and thus far no recurrence or post-surgical complications were found one year after excision. Keywords: angiofibroma, extra-nasopharyngeal, hypopharynx, pharyngeal mass
The Characteristics of Patients with Presbycusis in Bandung in 2019 Manuel M Ario; Ratna Anggraeni; Nur A Aroeman
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3328

Abstract

Presbikusis didefinisikan sebagai penurunan pendengaran yang berhubungan dengan proses penuaan. Audiogram menunjukkan gambaran penurunan pendengaran sensorineural kedua sisi telinga terutama pada nada tinggi. Kesulitan mendengar merupakan disabilitas kedua terbanyak yang dialami oleh lansia Indonesia dengan sekitar 30-35% populasi berusia 65-75 tahun mengalami presbikusis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dengan presbikusis di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Jawa Barat, Panti Jompo Dorkas, dan Panti Jompo Alamanda. Kriteria inklusi penelitian ini adalah seluruh penghuni dengan keluhan gangguan pendengaran dan kriteria eksklusi berupa penderita tuli kongenital. Hasil data penelitian berjumlah 135 orang dengan 87 perempuan (64,44%) dan 48 laki-laki (35,56%). Ditemukan presbikusis paling banyak pada perempuan (71,59%), berusia ≥65 tahun (57,95%) dengan gangguan sensorineural dan campuran (65,19%) derajat sedang (32,95%). Sebagian besar pasien mengeluhkan tinitus (68,18%). Simpulan penelitian ini adalah presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan berusia ≥65 tahun dengan keluhan tinnitus dan gangguan dengar derajat sedang. Komorbiditas yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi. Pada individu dengan faktor risiko, presbikusis dapat ditemukan lebih awal.Kata kunci: gangguan pendengaran; sensorineural; lansia; presbikusis
Incidence of Cleft Lip with or without Cleft Palate at Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) in 2016-2019
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3396

Abstract

Celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit merupakan kondisi cacat lahir ketika bibir dengan atau disertai dengan mulut bayi tidak terbentuk secara sempurna pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian penderita celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit yang datang ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) Bandung, Jawa Barat tahun 2016-2019 berdasarkan jenis kelamin, usia saat datang ke yayasan, tipe celah, dan daerah asal pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data dikumpulkan berdasarkan rekam medis pasien pada periode 2016-2019 kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS versi 25. Didapatkan 933 data yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Jumlah pasien paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 283 orang, penderita paling banyak ditemukan dengan jenis kelamin laki-laki (58,1%), tipe celah paling banyak adalah celah bibir dan langit-langit unilateral komplit kiri (18,4%), penderita mayoritas berasal dari usia 0-1 tahun (53,2%), mayoritas penderita berasal dari Jawa Barat (92,5%). Simpulan, angka kejadian penderita celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit tahun 2016-2019 cenderung fluktuatif dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak. Mayoritas penderita datang dengan standar usia paling baik untuk dilakukan penanganan celah, berasal dari Jawa Barat dengan tipe celah bibir dan langit-langit unilateral komplit kiri. Kata kunci: celah bibir; celah langit-langit; celah bibir dan langit-langit; angka kejadian
Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio Changes in Rheumatoid Arthritis Patients with Oral Focus Infection Treatment Zahra N Anwar; Laili Aznur; Andri R Rahmadi
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3402

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yang menyebabkan terjadinya peradangan pada sendi. Penyakit RA diketahui memiliki asosiasi dengan infeksi rongga mulut. Pemberian tata laksana pada rongga mulut terbukti menurunkan aktivitas penyakit RA. Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui aktivitas inflamasi pada pasien RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan NLR pasien RA setelah pemberian tata laksana fokus infeksi oral. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan analitik-komparatif. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien RA yang telah diberikan tata laksana fokus infeksi oral di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung pada periode Januari hingga Desember 2019. Pengolahan data dilakukan dengan Wilcoxon signed-rank test. Data terdiri atas 17 subjek yang berasal dari 3 kategori fokus infeksi. Sebanyak 5 subjek mengalami infeksi apikal kronis, 2 subjek mengalami infeksi marginal kronis, dan 10 subjek mengalami infeksi apikal-marginal kronis. Hasil menunjukkan terdapat penurunan median NLR tanpa perubahan bermakna setelah pemberian tata laksana fokus infeksi oral. Simpulan, tidak terdapat perubahan NLR yang bermakna pada pasien RA yang diberikan tata laksana fokus infeksi oral.Kata kunci: neutrophil-to-lymphocyte ratio; rheumatoid arthritis; fokus infeksi oral
Knowledge Level of The Bhayangkari Members in West Java Regional Police About The Middle Ear Infection In Children Shinta F Boesoirie; Nur A Aroeman; Bambang Purwanto; Arif Tria
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3528

Abstract

Otitis media, disebut juga radang telinga tengah, merupakan keadaan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah yang mengalami peradangan atau inflamasi. Pengetahuan yang baik akan penyakit ini dapat menurunkan angka kejadian dan sequel otitis media pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan anggota Bhayangkari Polda Jawa Barat tentang radang telinga tengah pada anak. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 secara deskriptif dengan desain potong lintang melalui kuesioner daring google form. Responden diberikan 16 pertanyaan tentang radang telinga tengah pada anak. Terdapat 289 responden yang mengisi kuesioner sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan penilaian didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik 60,6% (n=175), cukup 36,3% (n=105) dan kurang 3,1% (n=9). Skor rata-rata 79,4±9,4. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan anggota Bhayangkari Polda Jawa Barat tentang radang telinga tengah pada anak adalah baik. Edukasi yang masih diperlukan adalah tentang pengertian dan penyebab radang telinga tengah pada anak. Kata kunci: radang telinga tengah; anak; tingkat pengetahuan
Case Report: A Patient with Suspicious of Thyrotoxic Periodic Paralysis Ni Made A Yudhawati; Ni Made D Adnyani; Ida Bagus A Nugraha; Wira Gotera
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3590

Abstract

Thyrotoxic periodic paralysis (TPP) adalah suatu kelainan elektrolit yang reversibel, ditandai dengan kelemahan otot yang bersifat akut dan hipokalemia yang dihubungkan dengan kondisi hipertiroid. Kelainan ini lebih sering terjadi pada populasi Asia terutama pada laki-laki. Usia terjadinya serangan antara 20 sampai 40 tahun. Sebagian besar penderita tidak menunjukan gejala dan tanda hipertiroid yang jelas sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis. Paralisis yang terjadi tidak bisa kita sampingkan dan berkaitan dengan kelainan tiroid. Tujuan penulisan ini adalah menyampaikan sebuah kasus TPP, gejala awal yang perlu diwaspadai dan tatalaksana pada keadaan emergency. Laki-laki berusia 20 tahun. didapatkan kondisi hipertiroid dengan indeks Wayne 27, kadar Free Thyroxine (FT4) meningkat, Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang rendah dan penurunan kalium serum. Pasien datang dengan keluhan lemah pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Pemberian terapi terapi dengan drip KCl 50 meq, propranolol 3x10mg, dan PTU 3x100 mg kondisi memberikan outcome pasien yang membaik selama lebih kurang 7 hari dan akhirnya dipulangkan dengan kadar kalium serum normal (4,71 mmol/L). Penegakan diagnosis yang tepat dari anamnesis, pemeriksaan penunjang akan memberikan hasil yang baik. Pada kasus disimpulkan bahwa pemberian supplementasi kalium di tahap awal sangat penting untuk memulihkan kondisi paralisis dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kata kunci: Thyrotoxic periodic paralysis; elektrolit; reversible; hipokalemia
Potensi Penggunaan Insulin Topikal untuk Tata Laksana Luka Diabetik Kronis Lorettha Wijaya; Erwin Jawan
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3607

Abstract

Wound healing disturbances that occur in chronic diabetic wounds result in various complications and cause a significant burden. With the increasing prevalence of diabetes mellitus, it is estimated that the numbers of chronic diabetic wounds and their complications will also continue to increase. One of the latest managements using growth factors for chronic diabetic wounds gives satisfactory results, but their use is still limited because of the high costs. This study aims to explore the effectiveness of using topical insulin as a cheaper and effective alternative therapy in chronic diabetic wounds. The method of this study is a literature review sourced from Google Scholar and ProQuest search engine. Eight articles were obtained that are relevant to be discussed in this study. According to studies conducted so far, topical insulin can improve wound healing through the modulation of inflammation and insulin signaling pathways. In conclusion, there is improved wound healing in diabetic chronic wounds patients that were given topical insulin. Therefore topical insulin should be considered as part of chronic diabetic wounds management. Keywords: wound healing; chronic diabetic wounds; growth factors; topical insulin
Comparison Between Knowledge, Attitude and Participation of Health Care Workers and Civilians at Immanuel Hospital Bandung towards COVID-19 Vaccine Jahja T Widjaja; Evelyn Nathania
Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3611

Abstract

Vaksin COVID-19 diadakan dengan harapan menjadi solusi untuk pandemi ini dan tentu saja menuai berbagai macam respons dari berbagai kalangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan, sikap, dan keikutsertaan pada tenaga kesehatan dan masyarakat umum terhadap vaksin COVID-19. Rancangan penelitian menggunakan potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden dari tenaga kesehatan menggunakan simple random sampling dan masyarakat umum menggunakan incidental sampling by time. Data diambil pada bulan Maret-April 2021 menggunakan instrumen kuesioner di RS Immanuel Bandung. Analisis data menggunakan analisis univariat dan multivariat yaitu chisquare. Hasil penelitian didapatkan 84% tenaga kesehatan dan 83,1% masyakarakat umum memiliki pengetahuan baik; 99% tenaga kesehatan dan 93% masyarakat umum berikap mendukung; 89% tenaga kesehatan dan 78,2% masyarakat umum turut ikut serta dalam vaksin COVID-19. Hubungan antara pengetahuan dan sikap mempunyai hubungan yang erat (p<0,05), begitu pula dengan pengetahuan dan keikutsertaan (p<0,05) serta sikap dan keikutsertaan (p<0,05) baik pada masyarakat umum maupun tenaga kesehatan. Simpulan penelitian ini, tenaga kesehatan dan masyarakat umum sebagian besar berpengetahuan baik, sikap mendukung dan keikutsertaan yang baik terhadap vaksin COVID-19. Semakin baik pengetahuan terhadap vaksin COVID-19, akan bersikap mendukung dan keikusertaan baik. Begitu pula semakin baik sikap responden, maka keikutsertaan terhadap vaksin COVID-19 juga baik.Kata kunci: vaksin; covid-19; pengetahuan; sikap; keikutsertaan

Page 1 of 2 | Total Record : 11