cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : 24425227     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal (OAJ), a periodic scientific publication biannually online published on February and August; using review and screening system by peer group reviewer. JMH receives original research articles which related to medicine, health, new developing therapy from traditional medicine or herbs and developing clinical therapy. JMH also receives otiginal review articles, case report, continuing medicine and health study. Articles should be written in good English or Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Efektivitas Dua Tipe Sikat Gigi terhadap Penurunan Indeks Plak pada Pasien Ortodonti Cekat dengan Teknik Penyikatan Horizontal, Vertikal, dan Roll
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2411

Abstract

Pasien yang menggunakan alat ortodonti cekat harus dapat menjaga kebersihan rongga mulutnya untuk menghindari timbulnya karies dan gingivitis marginalis. Sikat gigi merupakan salah satu alat untuk membersihkan plak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dua tipe sikat gigi terhadap penurunan Indeks Plak (IP) dengan teknik penyikatan horizontal, vertikal, dan roll. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental pre dan post test. Sebanyak 65 orang subjek penelitian memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian dibagi dua kelompok yang dipilih secara acak, kelompok pertama berjumlah 30 orang diberi sikat gigi ortodonti dan kelompok kedua berjumlah 35 orang diberi sikat gigi konvensional. Penilaian IP dilakukan dua kali sebelum dan sesudah sikat gigi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji Independent T-Test. Rerata penurunan IP dengan sikat gigi khusus ortodontik 0,5110 (±0,39896) sedangkan sikat gigi konvensional mencapai 0,7774 (±0,39391), p=0,09 (p>0,05) menandakan perbedaan penurunan IP pada kedua kelompok tidak signifikan. Simpulan, penggunaan sikat gigi konvensional dengan tipe bulu sikat rata, halus, dan tapered memiliki efektivitas yang sama dengan sikat gigi khusus ortodontik dalam penurunan IP, dengan menggunakan teknik horizontal, vertikal, dan roll. Kata kunci: sikat gigi khusus ortodontik, sikat gigi konvensional, indeks plak.
Uji Klinik Perbandingan Pengobatan Skabies antara Permethrin 5% dan Kombinasi Permethrin 5% dengan Asam Usnat 1%
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2842

Abstract

Penyakit skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Prevalensi penyakit skabies di Indonesia 4,60-12,95% dan menduduki urutan ke tiga dari 12 penyakit kulit tersering. Saat ini pengembangan obat antiskabies masih terus dilakukan antara lain dengan menggunakan obat Permethrin 5% dan Permethrin 5% dengan kombinasi Asam Usnat 1%. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efektivitas antara Permethrin 5% dan kombinasi Permethrin 5%-Asam Usnat 1% pada penderita skabies. Metode penelitian menggunakan desain uji klinik fase III acak tersamar ganda, yang dilakukan pada penderita skabies di Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut Bandung yang dinilai berdasarkan efektivitasnya terhadap gejala klinis (tanda cardinal) dan hasil uji mikroskop pada kulit penderita untuk parasit Sarcoptes scabiei. Peneliti maupun subjek penelitian tidak mengetahui obat yang diberikan. Enam puluh sampel uji diberi Label obat antiskabies A dan antiskabies B. Hasil yang didapat adalah pada pemberian terapi krim B yang mengandung kombinasi Permethrin 5% dan Asam Usnat 1% lebih cepat menunjukkan kesembuhan (p<0,05) dibandingkan dengan pemberian terapi krim A yang mengandung Permethrin 5% pada penderita skabies, dinilai dengan menghilangnya gatal dan lesi pada penderita. Simpulan, pemberian kombinasi Permethrin 5% dan Asam Usnat 1% lebih efektif dibandingkan Permethrin 5% saja.Kata Kunci: Skabies, Sarcoptes Scabei, Permethrin, Asam Usnat
Potential Extract of Poinsettia (Euphorbia pulcherrima) as a sunscreen against UV exposure
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.2972

Abstract

Paparan sinar Ultraviolet (UV) dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan eritema,sunburn, fotoalergi, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yangmengakibatkan mutasi gen, penuaan dini, dan kanker kulit. Kanker kulit di Indonesia menempatiurutan ke-tiga kanker terbanyak setelah kanker rahim dan kanker payudara. Tabir surya digunakanuntuk melindungi kulit dari paparan sinar UV walaupun banyak tabir surya menggunakan bahankimia yang dapat menimbulkan kontak dermatitis dan alergi. Berbagai penelitian menunjukkanbahwa tanaman dengan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dapatmelindungi kulit dari paparan sinar UV. Kastuba (Euphorbia pulcherrima) merupakan tanamanhias yang mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Penulisan literature reviewini bertujuan untuk mengkaji potensi kastuba sebagai tabir surya terhadap sinar UV. Ekstrak daunkastuba berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar UV karena kandungan antioksidanflavonoid dan lainnya yang bersifat fotoprotektor, menghambat pembentukan ROS sehinggamencegah terjadinya mutasi dan proses pembentukan kanker kulit. Antioksidan pada kastubamembantu menyembuhkan luka bakar dan menstimulasi pembentukan fibroblas sehingga mampumencegah photoaging dini akibat paparan sinar UV berlebih. Simpulan, ekstrak daun kastuba(Euphorbia Pulcherrima) berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar UV. Kata kunci: Kastuba; Ultraviolet (UV); Antioksidan; Reactive Oxygen Species (ROS)
Potensi Dimer A3-APO untuk Mengontrol Populasi Escherichia coli Resisten Obat: Sebuah Tinjauan Pustaka
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2995

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol saat ini dapat memicu terjadinya resistensi bakteri. Penggunaan antibiotik di dunia meningkat hingga 36% dalam kurun waktu 10 tahun. Pada sektor peternakan penggunaan antibiotik saat ini mencapai level yang mengkhawatirkan, dimana 80% pada peternakan unggas, 75% pada peternakan babi, 60% pada peternakan sapi potong, dan 75% pada peternakan sapi perah. Kajian ini membahas berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengontrol populasi bakteri Escherichia coli resisten antibiotik. Tujuan dilakukan kajian ini adalah untuk mencari metode yang paling baik dalam upaya mengontrol populasi bakteri Escherichia coli. Metode penelitian adalah tinjauan pustaka terhadap literatur yang bersumber dari Google Scholar dan ProQuest. Sebanyak 352 artikel ditemukan dengan search engine Google Scholar dan ProQuest pada tahap skrining abstrak. Setelah artikel full-text dilakukan skrining berdasarkan inklusi dan eksklusi maka didapat 10 artikel yang relevan untuk dibahas pada studi ini. Sebagai simpulan, metode yang paling baik dilakukan dalam upaya mengontrol populasi bakteri Escherichia coli resisten adalah dengan mengganggu dan merusak aktivitas protein folding bakteri dengan dimer A3-APO yang merupakan suatu peptida antimikroba dengan hasil efektivitas sebesar 99%-100%.Kata kunci: dimer A3-APO; obat; bakteri; mikrobiologi, antibiotik
Potential of Eggshell Powders as a Secondary Hyperparathyroidism Therapy
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3061

Abstract

Secondary Hyperparathyroidism (sHPT) merupakan dampak sekunder dari penyakit diluar kelenjar paratiroid yang menyebabkan penurunan kadar kalsium dan peningkatan kerjakelenjar paratiroid dalam meningkatkan kadar kalsium tubuh. Tatalaksana yang ada saat iniberfokus menangani kekurangan kadar kalsium dalam tubuh salah satunya menggunakan kalsiumkarbonat. Salah satu bahan yang memilliki kandungan kalsium yang tinggi adalah kulit telur.Tujuan dari telaah literatur ini adalah untuk mengetahui efek CaCO? yang terkandung dalam kulittelur terhadap profil PTH dalam secondary hyperparathyroidism dan efek sampingnya. Jurnalyang digunakan sebagai pustaka dalam penulisan artikel ini bersumber dari PubMed, Embase,Medline dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci dan metode PRISMA. Berdasarkanhasil telaah, diketahui bahwa kulit satu butir telur ayam negeri (Gallus domesticus) mengandungkurang lebih 97% CaCO?. Potensi bubuk kulit telur yang mengandung CaCO? yakni dapatmenurunkan hormon paratiroid (PTH) pada sHPT dan meningkatkan kadar kalsium denganmekanisme berikatan dan membentuk kompleks tidak larut dengan fosfat di usus, namun efeklainnya dari zat kulit telur masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa bubukkulit telur dapat berperan dalam menurunkan hormon PTH pada hiperparatiroid sekunder danmeningkatkan kadar kalsium dalam darah dengan efek samping minimal. Untuk mengevaluasiefek klinis yang diberikan masih diperlukan uji klinis lanjutan. Kata kunci: Hiperparatiroid sekunder; Hormon paratiroid; Kalsium karbonat (CaCO 3 ); Kulit telur
Systemic Lupus Erythematosus with Uncommon Manifestations
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3066

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun yang ditandai denganpembentukan autoantibodi yang menyerang berbagai sistem organ tubuh. SLE memilikimanifestasi klinis dan kelainan laboratorium yang beragam. Penderita SLE yang datang denganmanifestasi efusi pleura sangat jarang sehingga kerap kali tidak terdiagnosis sejak dini, padahaldengan diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat, angka kekambuhan dan komplikasi dapatmenurun, kualitas hidup penderita SLE juga menjadi lebih baik. Penelitian ini adalah penelitianyang bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Laporan kasus ini membahasseorang wanita muda yang datang dengan gagal nafas akibat efusi pleura masif. Pasien diketahuimemiliki riwayat gangguan hematologis berupa trombositopenia yang kronis. Selama perawatanpasien mengalami kelainan psikiatri berupa delirium dan halusinasi. Pasien kemudian didiagnosissebagai SLE berdasarkan kriteria EULAR/ACR 2018 dengan derajat aktivitas penyakit tergolongberat. Pasien memberikan respon yang baik dengan terapi induksi steroid, azatioprin, danhidroksiklorokuin. Dari laporan kasus ini dapat disimpulkan bahwa diagnosis SLE perludipertimbangkan pada kasus efusi pleura dengan riwayat trombositopenia kronis dan kelainanpsikiatris. Penatalaksanaan SLE berat secara dini dan tepat akan memberikan prognosis yangbaik. Kata kunci : Systemic Lupus Erythematosus ; gagal nafas; efusi pleura; neuropsikiatri SLE
Common Change of Complete Blood Count Parameters in COVID-19: a Literature Review Kevin S Dhinata
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3097

Abstract

The rising number of COVID-19 all around the world caused a drastic increase in theoccupancy rate of healthcare facilities, triggering overload in some places. This situationrequires healthcare workers to evaluate patients’ conditions and conduct risk stratificationefficiently, especially in a triage situation. Complete blood count is a widely available,economically affordable, and time-efficient testing method which may be significant in assistingthose processes. This review article analyzes changes in complete blood count parameters inCOVID-19 with the aim to identify the common changes in the parameters in COVID-19 patientsand their relation to the disease progression and severity. COVID-19 patients commonlyexperienced anemia, increased red blood cell distribution width, decreased white blood cellcount, significant changes in white blood cell differential count, and thrombocytopenia. It isunderstood that changes in complete blood count parameters and their extent may providevaluable information about the disease severity and prognosis. In conclusion, COVID-19 patientsshare a common pattern of complete blood count parameters alterations which is related to thedisease progression, severity and prognosis. It is expected that complete blood count examinationmay play a major role in COVID-19 management, given the valuable information provided bythe examination.Keywords: complete blood count; COVID-19; erythrocyte; leukocyte; platelet
Analisis Laporan Kejadian Jatuh pada Pasien Lansia Saat Rawat Inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode 2014-2016 Vera, Vera
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3127

Abstract

Jatuh merupakan salah satu masalah yang dominan terjadi pada lansia. Jatuh didefinisikan sebagai suatu kejadian yang mendadak, tidak diharapkan, dan tidak disengaja yang menyebabkan pasien berada di tanah atau level yang lebih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan data laporan kasus jatuh yang masuk ke komite patient safety, dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik klinis dari pasien lansia yang jatuh saat dirawat inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Selama periode 2014-2016, didapatkan 12 laporan kejadian pasien lansia jatuh saat dirawat inap di Rumah Sakit Immanuel, komorbiditas yang paling banyak adalah diabetes melitus. Simpulan yang didapat, kejadian jatuh pada pasien lansia yang dirawat inap di RS Immanuel lebih banyak terjadi pada wanita dengan usia > 60 tahun, terjadi malam hari, di sekitar tempat tidur, dan saat tidak didampingi. Konsumsi lebih dari satu obat oleh pasien lansia sebaiknya dihindari karena berpotensi meningkatkan risiko jatuh dan menyebabkan hasil perawatan kurang baik.Kata kunci: jatuh, lansia, rawat inap
Composite Resin Crown Restoration on Microdontia Maxillary Lateralis Incisor (Case Report)
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3130

Abstract

Mikrodonsia adalah kelainan ukuran gigi yang lebih kecil dari gigi normal sehingga menyebabkanadanya diastema dengan gigi sebelahnya. Kondisi ini dapat mengganggu kepercayaan diri pasien.Salah satu perawatan pada mikrodonsia adalah restorasi mahkota jaket yang bertujuan untukmengoreksi bentuk anatomis sehingga memenuhi fungsi estetika pada gigi. Laporan kasus inibertujuan untuk memaparkan perawatan terhadap gigi incisivus lateralis kanan maksila yangmengalami mikrodonsia dengan perawatan mahkota jaket berbahan resin komposit padaperempuan berusia 18 tahun yang datang ke RSGM Soelastri Universitas MuhammadiyahSurakarta (UMS). Prosedur perawatan terdiri atas preparasi mahkota, pencetakan model kerja,pemilihan warna mahkota jaket, try-in dan insersi mahkota jaket resin komposit. Pemeriksaansubyektif dan obyektif 1 minggu pasca sementasi menunjukkan keberhasilan perawatan denganhasil yang memuaskan. Simpulan, restorasi mahkota jaket resin komposit pada gigi insisivus lateralis maksila yang mengalami mikrodonsia menggunakan restorasi indirek berupa mahkotajaket resin komposit menunjukkan hasil yang baik. Kata Kunci: anomali bentuk gigi; mahkota jaket; mikrodonsia; resin komposit
Garlic (Allium sativum L.) Ethanolic Extract Capability to Inhibit Pseudomonas aeruginosa Biofilm Formation
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3143

Abstract

Ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung zat yang dapatmenghambat perlekatan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuanekstrak bawang putih dalam menghambat perlekatan bakteri P.aeruginosa. Ekstrak etanolbawang putih (Allium sativum L.) dibuat menggunakan metode maserasi. Uji anti perlekatandilakukan dengan menggunakan metode static microtiter biofilm assay pada 96-well plates.Bakteri dikultur dalam media Brain Heart Infusion (BHI) yang telah diberi ekstrak bawang putihdalam berbagai konsentrasi. Biofilm yang terbentuk pada dinding plate diwarnai dengan Kristalviolet 0,1% dan dilepas menggunakan etanol 96%, kemudian dibaca menggunakaan microplatereader dengan panjang gelombang 595 nm. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilaidensitas optik sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Data dianalisis menggunakanOne-way ANOVA didapatkan p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan yang bermaknaantar konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap penghambatan P. aeruginosadari konsentrasi 156,25 ?g/ml sampai pakonsentrasi 10000 ?g/ml. Konsentrasi terendah yangpenghambat Kata kunci : Ekstrak etanol bawang putih; Pseudomonas aeruginosa; perlekatan.