cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : 24425227     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal (OAJ), a periodic scientific publication biannually online published on February and August; using review and screening system by peer group reviewer. JMH receives original research articles which related to medicine, health, new developing therapy from traditional medicine or herbs and developing clinical therapy. JMH also receives otiginal review articles, case report, continuing medicine and health study. Articles should be written in good English or Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
The Use of Torbangun Leaf Powder (Coleus amboinicus L) in Increasing Prolactin in Breastfeedings Wistar Rats and Bodyweight of the Litters Stella T Hasianna; July Ivone; Sifa D Shinta; R Zahra Nadhira
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3145

Abstract

Research on local herbs that have the effect of increasing breast milk production isneeded to help mothers with insufficient breastmilk. This research was conducted to determinethe effect of torbangun (Coleus amboinicus L) leaf powder in increasing prolactin inbreastfeeding Wistar rats and the bodyweight of the litters. Thirty breastfeeding Wistar rats weredivided into 5 groups with 5 litters each. The treatments given were 108 mg, 216 mg, and 432 mgtorbangun leaf powder (TLP), with domperidone as the positive control, and CMC 10% as thenegative control. The treatment was given 3 times/day for 14 days. Tukey's HSD means testshowed a significant difference in prolactin levels between the negative control (NC), TLP1, andTLP2 groups and the TLP3 and positive control (PC) groups with all of them having p = 0.000.There was no difference in the increase in body weight of litters between treatment groups (p =0.866). In conclusion, torbangun leaves increase the prolactin levels in breastfeeding rats buthave no difference in the increase in body weight of litters between treatment groups. Keywords: torbangun leaves; prolactin; bodyweight; breastfeeding
Intradialytic Exercise: Flexibility terhadap Skor Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rizki Muliani; Asri R Muslim; Imam Abidin
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3147

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir ini. Salah satu terapi pengganti ginjal adalah hemodialisis, di mana fatigue merupakan gejala yang paling umum dirasakan oleh pasien yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya. Pengelolaan dengan intradialytic exercise: flexibility perlu dilakukan karena tidak menggangu proses terapi dan ini jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh intradialytic exercise: flexibility terhadap skor fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian sebanyak 20 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner functional assessment chronic illness therapy (FACIT) dan prosedur intradialytic exercise: flexibility. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur skor fatique sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Perlakuan berupa latihan fisik dengan durasi 15 menit setiap sesi latihan selama 8 kali dalam 4 minggu. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian didapatkan nilai rerata pre-test 25,70 dan post-test 30,75 yang menunjukkan terjadi peningkatan skor fatigue dan nilai p < 0,001 yang artinya terdapat pengaruh intradialytic exercise: flexibility terhadap skor fatigue. Simpulan, terdapat pengaruh intradialytic exercise: flexibility yang baik terhadap skor fatigue pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.Kata kunci : Flexibility; Hemodialisis; Intradialytic Exercise; Penyakit Ginjal Kronis
Atypical Kawasaki Disease in a Two-Year-Old Girl with Initial Presentation of Acute Diarrhea Desman Situmorang; Permata P Karina
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3156

Abstract

Kawasaki Disease is a spectrum of idiopathic, self-limited fever disease affecting childrenunder 5 years old. This disorder can be challenging to be diagnosed by a pediatrician since thereis no specific diagnostic laboratory test. One atypical Kawasaki Disease case presented withgastrointestinal symptoms, a two-year-old girl was hospitalized with fever, accompanied by non-hemorrhagic diarrhea three days before admission. Physical examination revealed unilateralcervical lymph enlargement and mild-moderate dehydration. Initial laboratory examinationresult showed thrombocytosis, leukocytosis (shift to the left), and normal routine fecal analysis.The patient was initially diagnosed with acute diarrhea with mild-moderate dehydration. She wastreated with a rehydration regimen and antibiotic, but her fever persisted. On the third day ofhospitalization, she fulfilled 3 of the classic Kawasaki Disease criteria (conjunctivitis, crackedlips with strawberry tongue, and lymphadenopathy). Further blood work resulted in increased C-reactive protein 43.35 mg/L and ESR 72 mm/hour, while chest X-ray and electrocardiographwere within normal limit. This patient was proceed to Hasan Sadikin General Hospital for furtherexamination and therapy. Atypical Kawasaki Disease can be a puzzling diagnosis due to itsuncommon presentations. Clinicians should importantly keep it in mind as a differential diagnosisin patients with prolonged fever. Keywords: atypical Kawasaki disease; diarrhea; prolonged fever
Evaluasi Pendengaran Pasien Pascatindakan Miringoplasti Berdasarkan Gambaran Audiometri Nada Murni di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3171

Abstract

Gendang telinga atau membran timpani merupakan membran di antara telinga luar dantelinga tengah. Membran ini sangat berperan dalam proses pendengaran. Apabila terjadikerusakan pada membran,timpani, maka fungsi pendengaran seseorang akan terganggu.Miringoplasti adalah prosedur rekonstruksi perforasi membran timpani dengan menggunakantandur pada telinga dengan rantai tulang pendengaran utuh, gerak baik, dan tidak terdapat jaringanpatologik di dalam telinga tengah. Miringoplasti bertujuan memperbaiki fungsi pendengaran danmencegah infeksi berulang ke telinga tengah dan telinga dalam. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik dan peningkatan ambang pendengaran penderita membran timpaniperforasi pascatindakan miringoplasti berdasarkan gambaran audiometri nada murni pada pasienOMSK tanpa kolesteatoma di Poli THT-KL RSHS Bandung periode 1 Januari 2012-31 Desember2016. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dari pasien yang telah menjalani miringoplasti.Terdapat 285 kasus baru perforasi membran timpani; laki-laki 153 (53,7 %), perempuan 132 (46,3%), sebanyak 169 (59,3%) pasien didapatkan peningkatan ambang dengar sebesar 10,1 dB - 20dB, mencapai ambang dengar normal sebanyak 249 (87,4%) pasien, dan penutupan perforasisebanyak 254 (89,1%) pasien. Simpulan penelitian ini didapatkan peningkatan pendengaran yangbaik pasca tindakan miringoplasti pada perforasi membran timpani tanpa kelainan yang lain. Kata kunci: Perforasi membran timpani, miringoplasti, peningkatan ambang dengar.
Korelasi antara Usia dan Derajat Osteoartritis Sendi Lutut Berdasarkan Sistem Klasifikasi Kellgren-Lawrence di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020 Sibarani, Jonathan J; Kuntara, Atta; Rasyid, Renaldi P H N
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3218

Abstract

Osteoartritis adalah penyakit sendi yang paling sering mengakibatkan disabilitas padausia lanjut. Sendi lutut merupakan sendi dengan predileksi tersering untuk menderita osteoartritis.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer berdasarkan sistem klasifikasi Kellgren-Lawrence di Departemen Radiologi RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019-2020. Penelitian ini dilakukan dengan disain penelitianpotong lintang, metode analitis korelasi Spearman. Penelitian ini menggunakan foto rontgenpasien osteoartritis sendi lutut primer di Departemen Radiologi RSHS pada periode 1 Januari2019 – 29 Februari 2020 (n=67). Derajat osteoartritis sendi lutut dinilai oleh konsultan radiologiRSHS. Hasil penelitian menunjukkan osteoartritis sendi lutut primer paling sering ditemukanpada kelompok usia 55-59 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 14 orang (20,9%) dan palingjarang ditemukan pada kelompok usia 40-44 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 2 orang (3%).Osteoartritis sendi lutut derajat berat paling sering ditemukan pada kelompok usia 55-59 tahundan 60-64 tahun dengan jumlah pasien osteoartritis derajat berat pada masing-masing kelompokusia tersebut sebanyak 3 pasien (33,3%). Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,15 (p=0,224) sehingga tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer. Simpulan penelitian, tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer.Kata kunci: Kellgren-Lawrence; korelasi, osteoartritis sendi lutut primer; usia
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Responden Mengenai ASI Eksklusif di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3223

Abstract

Pemberian ASI dapat menurunkan risiko diare, infeksi saluran napas, mencegah munculnya alergi pada bayi, serta menurunkan risiko kanker payudara dan penyakit metabolik pada ibu. Beberapa hal dapat menyebabkan seorang ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya. Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ibu akan sangat berpengaruh pada sikap dan perilakunya, dalam hal ini pemberian ASI Eksklusif oleh ibu kepada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku responden terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai ASI Eksklusif. Responden yang menjawab kuesioner tersebut adalah responden di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dengan kriteria inklusi responden yang mengisi kuisioner dengan lengkap. Penelitian ini dilaksanakan antara bulan Januari hingga Desember 2020 sejak persiapan hingga penyusunan hasil penelitian. Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan responden mengenai ASI Eksklusif sudah cukup baik, namun belum semua / belum 100% responden yang memahami dan memiliki sikap serta memiliki perilaku memberikan ASI Eksklusif pada bayinya.Kata kunci: ASI Eksklusif, pengetahuan, sikap, perilaku
Efficacy of Shallot (Allium cepa L. Var. aggregatum) and Garlic (Allium sativum) as Herbal Anthelmintic against Ascaris suum
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3267

Abstract

Askariasis disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides (pada manusia) atau Ascarissuum (pada babi). Indonesia merupakan negara dengan angka kecacingan yang tinggi karenakemiskinan, sanitasi lingkungan yang buruk, dan sulitnya akses air bersih. Pengobatan untukmengurangi angka askariasis, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alamiah, sepertibawang merah (Allium cepa L. Var. aggregatum) dan bawang putih (Allium sativum). Tujuanpenelitian ini mengetahui efektivitas ekstrak Allium cepa dan ekstrak Allium sativum terhadapefek letal A. suum dan mendapatkan perbandingan keduanya. Metode penelitian eksperimental,setiap konsentrasi bahan uji diujikan pada 5 ekor cacing dewasa dengan pengulangan sebanyaktiga kali. Teknik remaserasi digunakan untuk membuat kedua ekstrak, dan konsentrasi yangdigunakan pada kedua ekstrak adalah 6%, 9%, 12%, yang diamati selama 24 jam. Dengan uji nonparametrik Kruskall-Wallis, pada ekstrak A. cepa L. Var. aggregatum didapatkan nilai p=0,000(p<0,05), dan ekstrak A. sativum dengan nilai p=0,003 (p<0,05), sehingga kedua ekstrakdisimpulkan memiliki efek letal yang signifikan. Uji Post Hoc LSD dilakukan untukmembandingkan efek letal pada kedua ekstrak, dengan p<0,05 didapatkan hasil ekstrak A. cepaL. var. aggregatum lebih efektif dibandingkan A. sativum (Tabel 4&5). Simpulan penelitian ini,ekstrak Allium cepa L. Var. aggregatum lebih efektif dibandingkan ekstrak Allium sativumsebagai antelmintik cacing A. suum. Kata kunci: Allium cepa L. Var. aggregatum; Allium sativum; Antelmintik; Ascaris suum;Bawang Merah
Studi Viabilitas pada Pasien yang Tidak Dapat Menghentikan Nitrat Long-acting Erwin A Soeriadi; Badai B Tiksnadi; Junan Imaniar; Hendra Budiawan; A Hussein S Kartamihardja
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3438

Abstract

The information of myocardial viability status is important to decide the management of CAD. Myocardial viability study (VS) with short-acting nitrate (SAN)-added is recommended to perform inpatient with CAD before revascularization therapy. This study aims to determine whether there are differences in the perfusion results of myocardial viability studies with Long-acting nitrate (LAN) and those with added SAN. Three patients with CAD were referred to our department for myocardial VS to determine the treatment choice. Long-acting nitrate (LAN) was consumed regularly every day and not allowed to be stopped due to the symptomatic chest pain. Patients underwent two myocardial perfusion VS, the first study with continuing the daily routine LAN only and the second one with SAN-added to the daily routine LAN. VS was analyzed qualitatively. The result of this study, no significant perfusion difference between LAN treatment only and SAN-added studies, it is possible the LAN regular dose alone is sufficient to create a vasodilating effect on the arteries without the need for addition of SAN. Conclusion, patients who take LAN routinely, VS might be performed without the need to take additional vasodilator prior to radiopharmaceutical injection.Keywords: coronary artery disease; myocardial perfusion imaging; revascularization therapy; viability study
Analisis Hubungan Berbagai Indeks Obesitas dengan Kadar Interleukin-6 pada Subjek Obesitas dan Non-obesitas Sentral Asni R Tina; Liong B Kurniawan; Uleng Bahrun
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3502

Abstract

Obesitas sentral adalah penumpukan lemak pada tubuh bagian abdomen yang diakibatkanoleh jumlah lemak berlebih. Interleukin-6 merupakan sitokin yang diekskresi oleh jaringanadiposa dan kadarnya meningkat pada obesitas sentral. Tujuan penelitian ini adalah menganalisishubungan indeks obesitas dengan kadar interleukin-6 pada obesitas sentral serta non obesitassentral. Responden dalam penelitian berjumlah 75 subjek yang di antaranya 20 subjek laki-lakidan 20 subjek perempuan obesitas sentral serta 20 subjek laki-laki dan 15 subjek perempuan nonobesitas sentral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional. Hasilpenelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara indeks massa tubuh (p < 0,001),lingkar pinggang (p < 0,001), lemak tubuh (p = 0,003) dan lemak viseral (p < 0,001) subjekobesitas sentral dengan obesitas non sentral. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa IndeksMassa Tubuh (IMT), Lingkar Pinggang (LP), lemak tubuh dan lemak viseral tidak berkorelasidengan IL-6 pada subjek laki-laki dan pada subjek perempuan hanya lemak viseral yangberkorelasi dengan IL-6 (p = 0,043; r = 0,343). Simpulan penelitian, terdapat korelasi signifikanantara lemak viseral dan kadar IL-6 pada subjek perempuan obesitas sentral dan non obesitassentral. Kata kunci: obesitas sentral; lemak viseral; lemak tubuh; interleukin-6
Karakteristik Pasien COVID-19 Rawat Inap di RS Immanuel Bandung, Indonesia
Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3781

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020. Manifestasi klinis COVID-19 bervariasi, pemeriksaan diagnostik dan tatalaksana juga mengalami perkembangan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik klinis, komorbiditas, terapi, dan luaran dari 48 pasien COVID-19 yang dirawat inap di RS Immanuel (RSI) Bandung. Data penelitian didapat dari rekam medik RSI periode Maret hingga Oktober 2020. Wanita lebih banyak terkena COVID-19 (54,2 %) dan 8,3% pasien berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Rentang usia pasien COVID-19 terbanyak pada usia 51 – 60 tahun (29%). Gejala yang didapat adalah batuk (93,7%), demam (87,5%), sesak (43,7%), nyeri menelan (23%), mual (14,6%), pilek (8,3%), diare, dan anosmia masing-masing pada 6,25% pasien. Dari 48 pasien, didapatkan 12 pasien (25%) meninggal, 31 pasien (64,5%) sembuh, 3 pasien (6,25%) dirujuk, dan 2 pasien (4,16%) pulang atas permintaan sendiri. Mortalitas terbanyak ditemukan pada rentang usia 61 – 70 tahun (33,3%). Tercatat dua orang memilih terapi imunoglobulin intravena. Disimpulkan bahwa karakteristik pasien COVID-19 di RSI terbanyak adalah wanita, rentang usia 51 – 60 tahun, dengan gejala batuk, dan komorbid hipertensi. Mortalitas tercatat sebesar 25% dengan hipertensi dan usia lanjut merupakan komorbid terbanyak pada nonpenyintas COVID-19.Kata kunci: pasien COVID-19; karakteristik; Rumah Sakit Immanuel.