cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Pembuatan Paket Tutorial Batik Ikat (Tie Dye) bagi Pelajar Sekolah Dasar Kelas 3-5 Guna Memperkenalkan Batik Ikat dan Meningkatkan Aria Weny Anggraita; Nanik Rachmaniyah; Budiono Budiono; Okta Putra
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9639

Abstract

Pembuatan paket tutorial batik ikat bertujuan berbagi ilmu dengan para pelajar SD untuk lebih mengenalkan keunikan dan keindahan batik ikat. Paket ini ditujukan kepada pelajar SD kelas 3-5 yaitu anak usia 9-11 tahun sebagai target utama, melihat dari kondisi School from home (SFH). Pelajar SD yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan diluar rumah baik dari sekolah ataupun dari kegiatan ekstra diluar sekolah, saat ini harus tetap tinggal dirumah dan belajar dirumah karena adanya wabah atau pandemi Covid-19. Mengapa batik ikat dan bukan batik tulis, alasan utama adalah karena teknik batik ikat lebih mudah dibandingkan dengan batik tulis, batik ikat juga memiliki bahan yang sederhana, batik ikat juga mudah dikreasikan. Dengan adanya paket tutorial batik ikat, kami berharap dapat mengenalkan batik ikat lebih dini kepada para pelajar SD, dan bermanfaat dalam mengisi aktivitas mereka saat SFH. Paket tutorial ini berisi video tutorial cara membuat batik ikat, dan semua bahan yang dibutuhkan dalam membuat batik ikat. Pada paket juga akan dilengkapi dengan asesoris interior yaitu sarung bantal kursi, sehingga setelah sarung bantal kursi selesai di batik, pelajar dapat menata bantal tersebut pada salah satu ruang dirumah. Paket yang dibagikan akan dikemas dengan kemasan yang praktis dan handy.The making of traditional batik tutorial packages is intended to share knowledge with elementary students in order to enhance the batik uniqueness and beauty. The package is addressed to the 3-5 graders of 9-11 as a primary target, based on the condition of the school from home (SFH). An elementary school student whose very active with outdoor activities whether from school or from extra outside school, should stay and study at home because of an outbreak or a covid-19 pandemic. The main reason for choosing batik ikat is because the batik ikat technique is easier than the handwritten batik, the ikat batik also has a simple material, the ikat batik is also easy to create. With the batik ikat tutorial package, we hope to be able to introduce batik ikat early to elementary school students, and be useful in filling their activities during SFH. This tutorial package contains video tutorials on how to make batik ikat, and all the materials needed to make batik ikat. The package will also be equipped with interior accessories, it is a cushion cover, so that after the chair cushion cover is finished in batik, students can arrange the pillow in one of the rooms in the house. The packs will be packed with handy, practical packages. 
Penerapan Arsitektur Tropis dalam Era New Normal Dian Kusumowardani
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9640

Abstract

 Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia saat ini yang memasuki Revolusi Industri 4.0 dan pandemik yang melanda dunia telah mengubah pola hidup manusia,  menuntut manusia untuk menggunakan teknologi dalam mewujudkan manusia yang berkehidupan lebih sehat, terampil dan lebih cerdas.  Kekayaan arsitektur tropis pada bangunan tradisional di Indonesia menjadi hal yang sangat menarik dalam hubungannya dengan modernisasi dan adaptasi dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Masyarakat Indonesia tengah mengalami proses adaptasi budaya baik budaya fisik maupun non fisik dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan teknologi melalui penggunaan bahan bangunan dan teknologi di dunia sejalan dengan perkembangan teknologi terutama teknologi yang dapat diterapkan pada sebuah bangunan. Era New Normal dengan tuntutan orientasi pada kesehatan dan kenyamanan penghuni dan pengguna bangunan kesadaran akan tuntutan ini membingkai semangat pembangunan arsitektur yang mampu beradaptasi dan berkelanjutan, yaitu beradaptasi dengan modernitas tanpa kehilangan kearifan lokal serta kesesuaian terhadap kondisi iklim Indonesia dengan secara bijaksana.sebagai upaya untuk menyelamatkan bumi. Along with the development of technology, the world has entered the fourth industrial revolution. Especially with the addition of the pandemic, the “New Normal” lifestyle that has been enforced on us has changed our lives fundamentally to use technology to be more safe and smarter in our interaction to live a much healthier life. With that, the ingrained tropical style architecture that’s found widespread across Indonesia has become an interesting trait, seeing that it sparked interest within the modernising public.   Many of Indonesians are in the midst of adapting to new cultures. Both in the physical sense and the non-physical sense with the progression sciences and the continuing development of technology, especially through the application and usage of technology within the construction process of buildings in the fourth industrial revolution. This new era demands that health and medical aspects should also be considered as well as the consumer’s comfortability. With this change, it also pushes architects to be more creative and open towards modernity without the expulsion and exclusion of traditional aspects that’s best suited for the tropical climate with a wise intent to preserve earth and its beauty.
Pola Penataan Ruang Layanan Publik yang Smart, Berdasarkan Kajian Okupansi dan Attachment Pengguna (Objek Kasus : Ruang Layanan Publik di Kantor / Dinas di Pemerintah Kota Surabaya) Susy Budi Astuti; Mahendra Wardhana; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9646

Abstract

Ruang layanan publik kantor identik dengan pintu gerbang imej layanan. Secara umum ruang layanan publik berfungsi antara lain area informasi, area tunggu, area penerima tamu, area layanan dan area sekuriti. Bentuk dan jenis area tersebut sangat tergantung pada karakter kantor/kedinasan. Terdapat fenomena bahwa adanya layanan satu atap, yaitu terdapat 2 atau lebih jenis kantor/kedinasan dalam satu bangunan gedung. Hal ini menjadi menarik, karena masing masing memiliki karakter layanan yang berbeda, namun dalam satu ruang layanan publik. Jenis layanan yang beragam yang terjadi di satu ruang di ruang layanan publik, sering menimbulkan disorientasi sebagai dampak dari ketidak efektifan penggunaan ruang. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola okupansi dan attachment pengunjung di ruang layanan publik kantor PDAM Surya Sembada kota Surabaya, untuk menjadi row model penataan area dan penggunaan ruang. Penelitian dilakukan dengan cara observasi perilaku melalui rekam jejak guna mencermati pola aktivitas yang terjadi. Wawancara digunakan utuk melengkapi data. Rumusan Pola okupansi dan attachment pengunjung di ruang layanan publik kantor PDAM Surabaya diharapkan menjadi row model smart performance public space untuk keberlangsungan/sustainable environment. Luaran penelitian ini berupa paper yang dipublikasikan di jurnal nasional.
Ornamen Masjid Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Sendang Budiono Budiono; Nanik Rachmaniyah; Aria Weny Anggraita
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9641

Abstract

Bangunan yang dinilai mampu mewakili keberhasilan penerapan prinsip arsitektur Islam adalah Masjid. Karakteristik arsitektur masjid secara rinci dapat dilihat melalui morfologi, teknologi, dan artikulasi desainnya. Morfologi masjid meliputi organisasi spatial serta bentuk atap, aspek teknologi meliputi struktur, konstruksi, dan material bangunannya. Sedangkan karakteristik artikulasi desain lebih ditekankan pada bahasa dekoratif dan keteraturan desainnya. Analisis tentang morfologi, teknologi dan artikulasi desain dari arsitektur masjid yang terjadi saat ini perlu dilakukan guna memperoleh temuan terkait pengaruh dari budaya lokal atau non-lokal, serta terkait ciri-ciri yang bisa dikatagorikan sebagai arsitektur Islam/Islami.  Penelitian ini hanya membatasi pada kajian karakteristik artikulasi dari ornamen masjid. Masjid yang dipilih untuk diteliti ornamennya adalah masjid Wali di Jawa Timur yaitu masjid Sunan Ampel di Surabaya, masjid Sunan Giri di Gresik, dan masjid Sendang Duwur di Lamongan. Masjid Wali dipilih karena dianggap mewakili prototip masjid awal atau tradisional di Indonesia. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah : Pertama, mendeskripsikan dan memetakan karakteristik visual dari salah satu elemen masjid yang menjadi salah satu warisan budaya yaitu ornamen masjid Wali. Kedua, menemukenali prinsip artikulasi desain pada masjid Wali sebagai salah satu wujud penerapan kaidah arsitektur/desain Islam pada era Wali di Indonesia. Setelah ditetapkan state of the art penelitian, masalah penelitian serta kajian teori yang mendukung, maka penelitian ini dilakukan dengan kegiatan: pengumpulan data lapangan dengan observasi dan wawancara, pembuatan visualisasi berupa gambar dua dimensi dari ornamen yang terpilih, analisis bentuk dan interpretasi makna ornamen, serta kesimpulan. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah berupa deskripsi bentuk dan makna ornamen masjid Wali, serta rumusan konsepsi karakteristik ornamen masjid yang berbasis budaya lokal dan Islam di Indonesia. The building considered to represent the successful application of Islamic architectural principles is the mosque. The architectural characteristics of the mosque can see through its morphology, technology, and design articulation. The morphology of the mosque includes spatial organization and roof form. Technological aspects include structure, construction, and building materials. The characteristics of design articulation emphasized the decorative language and the order of the design. Analysis of the current morphology, technology, and design articulation of mosque architecture needs to be carried out in order to obtain findings regarding the influence of local or non-local cultures, as well as related characteristics that can be categorized as Islamic architecture/design. The research is limited to only the study of the design articulation characteristics of the mosque ornament elements. The mosques chosen to researched were the Wali mosque in East Java, namely the Sunan Ampel mosque in Surabaya, the Sunan Giri mosque in Gresik, and the Sendang Duwur mosque in Lamongan. The Wali Mosque chose because it considers representing the prototype of an early or traditional mosque in Indonesia. The specific objectives of this study are: First, to describe and map the visual characteristics of the Wali mosque ornament which is one of the local cultural heritages. Second, to identify the principles of design articulation in the Wali mosque ornament as a manifestation of Islamic architectural/design principles in the Wali era in Indonesia. After determining the state of the art, research problems, and supporting theoretical studies, this research was carried out with the following activities: field data collection by observation and  interviews, visualization in the form of 2-dimensional images of selected ornaments, form analysis, and interpretation of ornament meanings, and conclusions. The output of this research is a description of the form and meaning of the Wali mosque ornament. Apart from that, the formulation of the character concept of mosque ornament base on local culture and Islam in Indonesia. 
Penerapan Paduan Budaya Rumah Makan Taman Mangli Indah Jember Rachellia Yunike Gisella; Michelle Risaline Hartanto
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9242

Abstract

Indonesia, negara dengan kekayaan budayanya yang sangat besar dari segala penjuru dan pelosok negeri. Beberapa turis mancanegara yang kerap berkunjung ke Indonesia pun turut mengakui keanekaragaman Budaya Indonesia yang unik dan kaya. Saat ini, beberapa keanekaragaman Budaya Indonesia telah mendunia dan diakui oleh organisasi – organisasi dunia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Budaya Indonesia hampir punah karena ketidakpedulian bangsa dengan warisan budayanya. Mayoritas generasi muda zaman sekarang lebih mencintai budaya asing yang dianggap jauh lebih menarik, modern dan mengikuti perkembangan zaman. Di tengah ketidakpedulian generasi muda saat ini, Rumah Makan Taman Mangli Indah Jember justru tampil dengan memadukan ragam Budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membangun kembali rasa cinta budaya sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan rasa percaya diri kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa di era modern, kita juga dapat melestarikan dan mengangkat budaya tradisional namun tetap mengikuti perkembangan zaman. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitia kualitatif-deskriptif. Dalam Rumah Makan Taman Mangli Indah Jember tampak perpaduan antara bentuk rumah tradisional Bali, Minangkabau, dan Jawa. Perpaduan ketiga budaya dalam sebuah bangunan ini ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga terdiri atas beragam suku, bangsa, budaya namun tetap satu Indonesia. Terdapat keharmonian antara satu sama lainnya, sehingga tercipta Indonesia yang satu. Pada rumah makan ini juga menampilkan kesan tradisional yang diangkat ke budaya yang lebih modern, sehingga terjadi akulturasi budaya tradisional dan budaya modern. Rumah makan ini muncul atas keinginan pemilik untuk menumbuhkan dan mengingatkan kecintaan masyarakat lokal akan budaya yang harus kita jaga di era modern saat ini.
Analisis Tata Ruang dan Makna Simbolis Ragam Hias Binatang pada Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo Tresiyani Mettasari Liesawan; Jesseline Carissa Novita
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.8997

Abstract

Klenteng adalah tempat ibadah Tionghoa yang identik dengan warna merah pada bangunannya. Tak hanya warna, klenteng juga memiliki pembagian ruang khusus untuk altar sembahyang yang biasanya terbagi dalam beberapa area. Masing-masing area memiliki keunikan tersendiri yang menarik untuk dianalisa interiornya. Di Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo terdapat beberapa ragam hias makhluk hidup yang diterapkan pada interior baik berupa lukisan maupun ukiran di dinding. Ragam hias makhluk hidup yang paling sering dijumpai pada klenteng ini adalah naga dan singa dimana elemen-elemen ini memiliki makna simbolis masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembagian tata ruang dalam interior Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo dan makna simbolis dari ragam hias binatang yang terdapat di dalam klenteng. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data akan dilakukan dengan dua cara yakni teknik observasi dan studi literatur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6