cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Analisis Perbaikan Tanah Dasar Dan Perkuatan Stabilitas Timbunan Menggunakan Preloading dan PVD Devi Retno Maghviroh; Isnaniati .; Himatul Farichah
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6591

Abstract

AbstractThe soil condition in the Gempol-Pasuruan toll road construction project is soft clay soil. This soil has a low bearing capacity, is highly compressible, and has very low permeability. Soils in this condition tend to have the potential for large consolidation settlement and a long period of time. To overcome the long settlement time, it is necessary to improve the soil in the project area to speed up the consolidation time. Subgrade improvement will be carried out using the Preloading & Prefabricated Vertical Drain (PVD) method which is a method to increase the bearing capacity of the subgrade and accelerate the time of consolidation compaction. The stability of the embankment is used Geotextile which functions to prevent landslide of landfills. Analysis of subgrade improvement using preloading and PVD methods with installation patterns (triangle, square), PVD installation distance (s = 0.8; 1; 1.1m), and embankment height variation (Hfinal = 3m, 5m, 7m ). The planning results are obtained, to achieve Hfinal = 3m it takes Hinitial = 4.25m; to reach Hfinal = 5m it takes Hinitial = 6.43m; and to reach Hfinal = 7m it takes Hinitial = 8.61m. At the degree of consolidation 90% (U = 90%) without PVD it took 67.94 years, while using PVD triangular fitting pattern with 1m spacing, it took 24 weeks. With a stockpile rate of 0.5m / week, for a 7m pile height a 18 week incremental pile time is required; 5m embankment height required 13 weeks incremental backfilling time; and 3m pile height required 9 weeks incremental backfilling time. 3 layers of reinforcement are required for the final 5m pile height, and 13 reinforcement layers for the 7m final height with 0.2m vertical geotextile spacing. Keywords : preloading, PVD, geotextile.  Abstrak  Kondisi tanah pada proyek pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan merupakan tanah lempung lunak. Tanah ini mempunyai daya dukung rendah, kompresibel tinggi, dan permeabilitas yang sangat rendah. Tanah dengan kondisi tsb cenderung memiliki potensi penurunan konsolidasi yang besar dan waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi waktu penurunan yang cukup lama, maka perlu dilakukan perbaikan tanah pada area proyek umtuk mempercepat waktu konsolidasi. Perbaikan tanah dasar akan dilakukan menggunakan metode Preloading & Prefabricated Vertical Drain (PVD) yang merupakan salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar dan mempercepat waktu pemampatan konsolidasi. Stabilitas timbunan digunakan Geotextile yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kelongsoran tanah timbunan. Dilakukan analisis mengenai perbaikan tanah dasar dengan metode preloading dan PVD dengan pola pemasangan (segitiga, bujur sangkar), jarak pemasangan PVD (s= 0,8; 1; 1,1m), dan variasi tinggi timbunan ( Hfinal= 3m, 5m, 7m). Hasil perencanaan diperoleh, untuk mencapai Hfinal = 3m dibutuhkan Hinitial = 4,25m; untuk mencapai Hfinal = 5m dibutuhkan  Hinitial = 6,43m; dan untuk mencapai Hfinal = 7m dibutuhkan Hinitial = 8,61m. Pada derajat konsolidasi 90% (U=90%)  tanpa PVD dibutuhkan waktu 67,94 tahun, sedangkan menggunakan PVD pola pemasangan segitiga dengan jarak pemasangan 1m,  dibutuhkan waktu 24 minggu. Dengan kecepatan penimbunan 0,5m/minggu, untuk tinggi timbunan 7m dibutuhkan waktu penimbunan bertahap 18 minggu;  tinggi timbunan 5m dibutuhkan waktu penimbunan bertahap 13 minggu; dan tinggi timbunan 3m dibutuhkan waktu penimbunan bertahap 9 minggu. Dibutuhkan sebanyak 3 lapis perkuatan untuk tinggi final timbunan 5m, dan 13 lapis perkuatan untuk tinggi final 7m dengan jarak pemasangan geotekstil vertikal 0,2m. Kata kunci: Preloading, PVD, geotextile. 
Teknologi Pembuatan Beton Ringan untuk Panel Dinding dengan Perkuatan Anyaman Bambu Safrin Zuraidah; Bambang Sujatmiko; Wisnu Abiarto; Nelson Xavier
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6578

Abstract

AbstractCurrently, lightweight concrete for wall panels is in high demand for building construction work because the installation is faster and neater. The use of its filling material influences its performance. Bamboo has high tensile strength, and it is therefore used as material for reinforcing concrete as a substitute for steel. This study aimed to find alternative building materials that are cheaper, easier to obtain, and environmentally friendly. The research method was carried out experimentally in the laboratory to produce lightweight concrete mixtures using coarse aggregate from 20% pumice stone since the structural load is lighter and gives reinforcement by adding bamboo woven. This reinforced structure is coated with cement paste and water in the ratio of 1: 1. The test specimens used have the size of 15 x 30 cm in the amount of 12 cylinders for the compressive and tensile strength test at 28 days and 8 x 20 x 60 cm panel size of 6 pieces for the flexural. The results showed that with the addition of woven bamboo, the unit weight tests were 1461.49 kg / m3 heavier, 11% produced 21 MPa by 35.71%. However, without the woven, it produced 2.41 MPa by 31.37%, and in the flexural strength test, it was increased to 3.63 MPa by 7.63% compared to those without bamboo. Therefore, it is recommended to use lightweight concrete with bamboo woven for wall panels. Key Words: unit weight, compressive strength, tensile strength, flexural strength. AbstrakSaat ini, Beton ringan (lightweight concrete) untuk panel dinding banyak diminati oleh masyarakat untuk pekerjaan konstruksi bangunan karena ringan, pemasangannya lebih cepat dan lebih rapi. Pemakaian material bahan pengisi beton ringan berpengaruh pada performancenya. Bambu mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan alternative tulangan beton pengganti besi tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari material bangunan alternatif yang lebih murah, mudah didapat, dan ramah lingkungan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium untuk membuat campuran beton ringan yang menggunakan agregat kasar dari batu apung (pumice stone) 20% terhadap berat agregat kasar untuk mengurangi berat volume agar beban struktur lebih ringan dan memberi perkuatan dengan menambah anyaman bamboo, yang sebelum digunakan dilapisi pasta semen dengan komposisi semen dan air 1:1 yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatannya. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder ukuran 12 x 30 cm sejumlah 18 buah silinder untuk uji Kuat Tekan dan uji Kuat Tarik belah pada umur 28 hari dan panil ukuran 8 x 20 x 60 cm sejumlah 6 buah untuk uji Kuat Lentur pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan ditambahkan anyaman bambu, untuk uji berat volume hasilnya 1461,49 kg/m3lebih berat 11,14% dibandingkan dengan yang tanpa anyaman bambu. Sedangkan uji Kuat Tekan hasilnya 21 MPa mengalami kenaikan 35,71% dibandingkan yang tanpa anyaman bambu, untuk uji Kuat Tarik Belah hasilnya 2,41MPa mengalami kenaikan 31,37% dibandingkan yang tanpa anyaman bambu. Pada uji Kuat Lentur hasilnya 3,83MPa mengalami kenaikan 7,63% dibandingkan benda uji Panil yang tanpa anyaman bamboo. Dengan demikian, maka dapat direkomendasikan bahwa beton ringan dengan anyaman bamboo dapat digunakan untuk panil dinding. Kata Kunci: berat volume, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur.
Smart-Design Instalasi Digester Biogas Skala Komunal Pesantren High Temperature Mahliza Nasution
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6599

Abstract

AbstractBiogas is a flammable gas produced by the fermentation of organic materials by anaerobic bacteria (bacteria that live in airtight conditions). In general all types of organic matter can be processed to produce biogas, however only homogeneous organic matter (solid, liquid) such as feces and urine (urine) of human livestock are suitable for simple biogas systems. In areas where there are many food processing industries, such as tofu, tempeh, fish, pindang or brem, they can integrate their waste channels into the biogas system, so that industrial waste does not pollute the surrounding environment. This is possible because the industrial waste mentioned above comes from homogeneous organic materials. Smoggy biogas fuel is a superior substitute for fuel oil or natural gas. This gas, produced in a process called anaerobic digestion, is a gas mixture of methane (CH4), carbon dioxide (CO2) and small amounts of nitrogen, ammonia, sulfur dioxide, hydrogen sulfide, and hydrogen. Naturally, this gas is formed in sewerage, garbage piles, lake or swamp beds. Mammals including humans produce biogas in their digestive system, bacteria in the digestive system produce biogas for the digestion of cellulose. Biomass which contains high water content such as animal manure and food processing waste is suitable for use as raw material for making biogas. Keywords: biogas, tecnologi disester, continous feeding, smart design, ipal  AbstrakBiogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan oleh proses Fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak manusia cocok untuk sistem biogas sederhana. Di daerah yang banyak industri pemrosesan makanan antara lain tahu, tempe, ikan, pindang atau brem bisa menyatukan saluran limbahnya ke dalam sistem biogas, sehingga limbah industri tersebut tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Hal ini memungkinkan karena limbah industri tersebut diatas berasal dari bahan organik yang homogen. Bahan bakar biogas tidak menghasilkan asap merupakan suatu pengganti yang unggul untuk menggantikan bahan bakar minyak atau gas alam. Gas ini dihasilkan dala proses yang disebut pencernaan anaerob merupakan gas campuran metan (CH4) ,karbondioksida (CO2), dan sejumlah kecil nitrogen, amonia, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, dan hidrogen. Secara alami, gas ini terbentuk pada limbah pembuangan air,tumpukan sampah, dasar danau atau rawa. Mamalia termasuk manusia menghasilkan biogas dalam sistem pencernaannya, bakteri dalam sistem pencernaan menghasilkan biogas untuk proses mencerna selulosa. Biomassa yang mengandung kadar air yang tinggi seperti kotoran hewan dan limbah pengolahan pangan cocok digunakan untuk bahan baku pembuatan biogas. Kata Kunci: biogas, teknologi disester, continous feeding, smart design, ipal
Studi Analisis Daya Dukung Aksial Fondasi Tiang Berdasarkan Kurva Load-Settlement Hasil Static Loading Test (SLT) dan TZPILE Helmy Darjanto; Himatul Farichah; Rosy Lumintang
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6583

Abstract

AbstractOne of the methods has been used to identify the behavior of pile foundation while receiving axial load is t-z method. By using T-z method, the behavior of pile foundation while transferring the axial load (load transfer, t) and settlement (z) which is called load-settlement curve could be quantified. In this research, driven pile is used with the soil is predominantly clay. TZPILE is employed to generate load-settlement curve.  That load-settlement curve which were generated by TZPILE is then compared with that of Static Loading Test (SLT). According to that comparison, a load-settlement curve has been predicted (predicted SLT) if downdrag condition is applied. On the other hand, the methods of Davisson (1972), Van Der Veen (1953), andMazurkiewicz (1972) are utilized to calculate ultimate bearing capacity (Qult) and allowable bearing capacity (Qall) by interpreting the data of SLT and predicted SLT. Thereafter,evaluation of working load has been carried out by considering the settlement of load-settlement curve. The results of TZPILE show that the load-settlement curve is well predicted so then it can be adopted to predict load-settlement curve of SLT in downdragcondition. Three methods of interpreting of SLT and predicted SLT show that Qall are greater than working load, otherwise predicted SLT. Evaluations of Qall by considering the settlement show that Qall is greater than the results of Davisson (1972), Van Der Veen (1953), and Mazurkiewicz (1972). Surprisingly, all the results show that Qall is greater than working load. Keywords: pile foundation, t-z curve, stating loading test  AbstrakSalah satu metode yang digunakan untuk mengetahui perilaku fondasi tiang dalam menerima beban aksial (axial load) adalah t-z method atau metode t-z. Melalui metode t-z didapatkan perilaku fondasi dalam penyaluran beban aksial (load transfer, t) dan displacement (z) yang terjadi atau dikenal sebagai kurva load-settlement. Pada penelitian ini digunakan tiang pancang (driven pile) dengan data tanah yang didominasi oleh lempung. Pemodelan menggunakan program bantu TZPILE dilakukan untuk mendapatkan kurva load-settlement. Kemudian dilakukan perbandingan kurva load-settlement dari TZPILE dan Static Loading Test (SLT). Hasil perbandingan tersebut digunakan untuk memprediksi kurva load-settlement SLT (SLT prediksi) jika pada kondisi downdrag. Perhitungan daya dukung ultimit (Qult) dan daya dukung ijin (Qall) dilakukan dengan menginterpretasi data SLT dan SLT prediksi menggunakan 3 (tiga) metode yang berbeda yaitu metode Davisson (1972), Van Der Veen (1953), dan Mazurkiewicz (1972). Evaluasi working load dilakukan dengan mempertimbangkan penurunan pada kurva load-settlement. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa TZPILE bias memprediksi kurva load-setllement dengan baik sehingga bias digunakan untuk memprediksi kurva load-setllement hasil SLT jika terdapat pengaruh downdrag. Hasil interpretasi kurva load-settlement dari SLT dan SLT prediksi dengan ketiga metode menunjukkan nilai Qall diatas working load, kecuali untuk SLT prediksi. Evaluasi Qall dengan mempertimbangkan penurunan menghasilkan nilai Qall yang lebih besar dari hasil interpretasi dengan ketiga metode. Bahkan semuanya menunjukkan Qall yang lebih besar dari working load. Kata Kunci: fondasi tiang, kurva t-z, static loading test
Dampak Lapisan Konstruksi Atap terhadap Suhu Ruang Nurul Fitria Marina
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6601

Abstract

AbstractThe roof is a cover on a building that protects inside of the building from various situations and weather. The roof layer affects its ability to protect the space underneath. The use of roof insulation can reduce the heat coming from the roof. This is because the roof is in direct contact with the hot sun. Not only hot, but roof insulation is also able to reduce sounds such as the sound of raindrops on the roof. There are various materials that function as roof insulation, one of which is styrofoam. Styrofoam is indeed prohibited as a container for food, but the structure contained in Styrofoam is able to reduce heat with hollow grains so that it can withstand the heat. Styrofoam is now starting to become a favorite for the public in reducing heat due to its affordable price and easy access. However, the use of Styrofoam as an insulator on the roof should be supported by other construction layers both on the walls and floors so that room temperature cooling can be optimal. Keywords: construction, roof, thermal, environment, building.  AbstrakAtap merupakan penutup atas suatu bangunan yang melindungi bagian dalam bangunan dari berbagai situasi dan cuaca. Lapisan atap mempengaruhi kemampuannya dalam melindungi ruang di bawahnya. Penggunaan insulasi atap mampu meredam suhu panas yang berasal dari atap. Hal ini dikarenakan atap bersinggungan langsung dengan panas matahari. Tidak hanya panas, namun insulasi atap juga mampu meredam suara seperti suara rintik hujan pada atap. Terdapat berbagai bahan yang berfungsi sebagai insulasi atap, salah satunya styrofoam. Styrofoam memang dilarang sebagai wadah pada makanan, anmun struktur yang terdapat pada Styrofoam mampu meredam panas dengan butiran berongga sehingga mampu menahan panas. Styrofoam saat ini mulai menjadi favorit bagi khalayak dalam meredam panas dikarenakan harganya yang terjangkau dan mudah mendapatkannya. Namun, penggunaan Styrofoam sebagai insulator pada atap sebaiknya didukung oleh lapisan konstruksi lainnya baik pada dinding maupun lantai agar pendinginan suhu ruang dapat optimal. Kata Kunci: konstruksi, atap, termal, lingkungan, bangunan
Tinjauan Analisis Risiko Keselamatan Proyek Konstruksi Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit di Kalimantan Selatan Hendro Sutowijoyo; Aulia Isramaulana; Sri Wiwoho Mudjanarko
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6585

Abstract

AbstractIncreasing production based on a good analysis is absolutely necessary for a company that wish to increase revenue while at the same time strengthening their position in this competition era. As one of the largest palm oil processing companies in Indonesia, Sinar Mas Group has a plan to develop the production facility in Tarjun Village, South Kalimantan beside of new land for palm plantations in order to increase production yields.The development of production facilities is focused on the substructure firstly to ensure the reliability of the building that will stand on it. The method of construction is carried out by erecting the foundation onshore and offshore by a specialist contractor which appointed by the employer. The issues of safety risks that will arise became the main attention of employers and the contractor.The study aims to find out how much the safety risk of a factory construction project which includes of foundation at production facilities and factories which is carried out onshore and offshore by one of the specialist contractors in Indonesia. The risk management method starts with the identification, analysis, response and review of risks. Identification is carried out by documentation reviews and checklist analysis techniques on similar projects in the past on risk variables affecting the safety aspects that is carried out between employers and the contractor.The results of the analysis show that the potential danger variable of falling/slipping/rolling both tools/workers on the piling work at sea is the highest risk of danger followed by falling into the sea on finishing work as the next biggest potential hazard in a factory construction project in South Kalimantan.The mitigation efforts which is carried out are adjusted to the potential hazard variables, including paying serious attention to the cleanliness aspects of the project site as well as strict supervision the use of PPE by the personnel. Keywords: project safety risk management  AbstrakPeningkatan produksi berdasar atas analisis yang matang menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh Perusahaan yang ingin meningkatkan pendapatan sekaligus memantapkan posisi di era persaingan yang ketat. Sebagai salah satu perusahaan produsen minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, Grup Sinar Mas memiliki rencana bisnis pengembangan fasilitas produksi di Desa Tarjun, Kalimantan Selatan disamping pembukaan lahan baru kebun kelapa sawit dalam rangka meningkatkan hasil produksi.Proses pengembangan fasilitas produksi difokuskan pada pekerjaan struktur bawah lebih dahulu untuk menjamin kehandalan bangunan yang akan berdiri diatasnya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pemancangan pondasi di darat dan di laut oleh penyedia jasa spesialis yang ditunjuk oleh pemberi kerja. Isu risiko keselamatan yang akan muncul mendapat perhatian utama dari pemberi kerja dan penyedia jasa.Analisis bertujuan untuk mengetahui seberapa besar risiko keselamatan proyek konstruksi pabrik yang meliputi pekerjaan pemancangan pondasi pada fasilitas produksi dan pabrik yang dilakukan di darat dan laut oleh salah satu kontraktor spesialis di Indonesia. Metode pengelolaan risiko dimulai dengan identifikasi, analisis, respon, dan tinjauan risiko. Identifikasi dilakukan dengan peninjauan dokumen dan teknik analisis daftar periksa pada proyek sejenis di masa lampau terhadap variabel risiko berpengaruh pada aspek keselamatan (safety) serta dilakukan bersama antara pemberi kerja dan penyedia jasa spesialis.Hasil analisis menunjukkan variabel bahaya potensial jatuh terperosot/tergelincir/tergulir baik alat/pekerja pada pekerjaan pemancangan di laut menjadi risiko bahaya paling tinggi yang diikuti dengan terjerumus ke laut pada pekerjaan finishing sebagai bahaya potensial terbesar berikutnya pada proyek konstruksi pabrik di Kalimantan Selatan.Upaya mitigasi yang dilakukan disesuaikan dengan variabel bahaya potensial terjadi antara lain memberi perhatian yang serius terhadap aspek kebersihan lokasi proyek serta pengawasan yang ketat pada penggunaan Alat Pelindung Diri oleh personil yang bekerja. Kata Kunci: manajemen risiko keselamatan proyek
Building Information Modelling (BIM) dalam Tahapan Desain dan Konstruksi di Indonesia, Peluang Dan Tantangan : Studi Kasus Perluasan T1 Bandara Juanda Surabaya Fibria Conytin Nugrahini; Teddy Aria Permana
AGREGAT Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v5i2.6588

Abstract

AbstractBIM changes the methods from conventional inefficient to integrated and collaborative processes. Various benefits and advantages of using Building Information Modeling (BIM) are integration between design and construction. In Indonesia, the use of BIM is part of government regulations for state buildings with an area above 2000 m2 and above two floors so that the use of BIM is increasingly widespread. However, the challenges of using BIM in Indonesia have to look for solutions so that the implementation can be improved. This article presents a review of the literature on the opportunities for using BIM and a review of case studies in developed countries as well as the challenges of case studies in Indonesia, namely the expansion of T1 at Juanda Airport Surabaya. Data is taken from secondary data in the form of literature review and secondary data of Juanda airport project documents and primary data from personal experience by the second author as the project coordinator of the T1 expansion planning for Juanda Airport Surabaya in the use of BIM in the project.Keywords: building information modelling, BIM, building design, construction, BIM challenge.  AbstrakBIM mengubah metode dari konvensional yang tidak efisien menjadi proses yang terpadu dan kolaboratif. Berbagai manfaat dan keuntungan dari penggunaan Building Information Modelling (BIM) antara lain seperti terpadunya antara desain dan konstruksi. Di Indonesia penggunaan BIM menjadi bagian dari peraturan pemerintah untuk bangunan negara dengan luas diatas 2000 m2 dan diatas 2 lantai sehingga penggunaan BIM menjadi semakin luas. Namun beberapa tantangan dalam  penggunaan BIM di Indonesia perlu dicarikan solusinya agar dapat ditingkatkan lagi pelaksanaannya. Artikel ini mengetengahkan review dari literatur tentang peluang penggunaan BIM dan review studi kasus di negara maju serta tantangan studi kasus yang ada di Indonesia yaitu pada perluasan T1 bandar udara Juanda Surabaya. Data diambil dari data sekunder berupa review literatur dan data sekunder dokumen proyek bandar udara Juanda serta data primer berupa pengalaman pribadi oleh penulis kedua sebagai koordinator proyek perencanaan perluasan T1 bandar udara Juanda Surabaya dalam penggunaan BIM pada proyek.Kata Kunci: building information modelling, BIM, desain bangunan, konstruksi, tantangan BIM. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7