cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023)" : 14 Documents clear
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pada Proyek Perumahan Kecipir Kota Palangka Raya Layang, Samuel
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.19030

Abstract

Keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi berpengaruh terhadap biaya yang harus disediakan oleh owner baik berupa biaya langsung maupun biaya tidak langsung. Studi kasus dilakukan pada proyek perumahan di Jalan Kecipir Kota Palangka Raya dengan pembiayaan dari KPR BNI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab utama keterlambatan pada proyek perumahan di Jalan Kecipir Kota Palangka Raya dan bagaimana melakukan aksi untuk mengatasi keterlambatan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari owner proyek, staf administrasi, pengawas lapangan, serta beberapa tukang. Instrumrn penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Analisis data menggunakan Metode House Of Risk yang berfungsi untuk menganalisa data penyebab keterlambatan. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Metode House of Risk (HOR), ditemukan bahwa tiga penyebab utama keterlambatan pada proyek perumahan KPR-BNI di Jalan Kecipir Kota Palangka Raya adalah adanya kenaikan harga bahan dan material, pekerjaan tambahan, dan perkembangan ekonomi. Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan cara melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan owner proyek, membuat check list yang komprehensif, menambah jumlah tenaga kerja, ketersediaan dan kecanggih alat bantu kerja untuk mempercepat proses perkerjaan Kata Kunci: Keterlambatan proyek, perumahan, Metode House of Risk
Alternatif Perkuatan Tanah Timbunan Dengan Anyaman Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) Ma'ruf, Muhammad Afief
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.19886

Abstract

Jaringan jalan umumnya dibangun diatas tanah dasar yang dibentuk dari tanah timbunan biasa. Masalah yang seringkali dihadapi adalah daya dukung tanah dan kuat geser tanah yang tidak mencukupi. Salah satu alternatif penyelesaian masalah ini adalah memberikan perkuatan dengan geotextile atau material lainnya. Selama ini telah banyak penelitian yang mencoba menggantikan geotextile dengan material lain contohnya menggunakan anyaman kulit bambu ataupun kulit purun. Material alternatif yang dipilih dalam penelitian ini adalah anyaman dari sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lapis perkuatan sabut kelapa terhadap daya dukung tanah pada tanah timbunan. Pengujian pembebanan dilakukan dalam skala laboratorium dengan memberikan perkuatan sabut kelapa dalam beberapa variasi dalam tanah timbunan. Data yang diperoleh adalah kurva hubungan antara beban dan penurunan untuk memperoleh variasi yang memberikan hasil perkuatan maksimum. Dari hasil analisa diperoleh hasil bahwa penggunaan lapis sabut kelapa memberikan pengaruh terhadap nilai daya dukung tanah dalam kondisi ultimit. Variasi jumlah lapis sabut memberikan peningkatan terhadap nilai daya dukung batas tanah, dimana konfigurasi yang menghasilkan daya dukung paling tinggi pada penelitian kali ini adalah 3 lapis perkuatan. Peningkatan nilai daya dukung ultimit tanah kondisi dengan 3 perkuatan anyaman sabut kelapa dibandingkan kondisi tanpa perkuatan adalah sebesar 296,974%. Dari keseluruhan uji pembebanan dapat diketahui bahwa seiring bertambahnya jumlah lapis sabut kelapa, maka daya dukung tanah akan terus bertambah.
Kajian Campuran Beton Dengan Kawat Bendrat Terhadap Uji Kuat Letur Beton Febrianto, Achmad Fachrizal
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20029

Abstract

Seiring dengan kemajuan jaman, teknologi di bidang konstruksi bangunan juga mengalami perkembangan pesat, termasuk teknologi beton, hampir pada setiap aspek kehidupan manusia selalu terkait dengan beton. Pemakaian bahan tambah sudah banyak dilakukan dalam proses campuran beton. Berdasar hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kuat lentur optimal beton dengan bahan tambah serat kawat bendrat dengan variasi panjang 10 cm, 20 cm, 30 cm, dengan mengambil 5% dari berat semen. Pada umur beton 28 hari dan benda uji berdiameter 15 x 15 x 60. Hasil dari penelitian, pada beton normal nilai kuat lentur sebesar 4,230 MPa, untuk varian 10 cm mendapatkan nilai kuat lentur sebesar 4,566 MPa, varian panjang 20 cm mendapat nilai kuat lentur 4,779 MPa, dan varian 30 cm mendapat nilai kuat lentur 5,858 MPa. Nilai kuat lentur terbesar didapat pada varian 30 cm dengan nilai kuat lentur 5,858 MPa dan nilai kuat lentur terendah didapat varian 10 cm dengan nilai kuat lentur 4,230 MPa. Jadi dilihat dari hasil nilai kuat lentur yang didapat semakin panjang varian maka nilai yang didapat akan semakin besar.   Kata Kunci: Beton, Faktor Air Semen, Kuat Lentur, Kawat Bendrat
PENGGUNAAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP BALOK BETON YANG DITINJAU PADA KUAT LENTUR BETON Aji, M Guvendra Kusuma
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20030

Abstract

Penggunaan beton sebagai bahan kontruksi semakin marak di Indonesia, yang tercermin dari peningkatan produksi beton terutama pada industri beton siap pakai. Dalam penelitian ini menggunakan medote mencari 3 sampel dengan berbeda, dengan mengurangi kebutuhan semen sebanyak 1% setiap  sampelnya. Dan setiap  sampel menggunakan serat sabut kelapa 5 cm, 10 cm dan 15 cm. Dan pada saat uji kuat lentur beton dilaksanakan ada umur pengetesan 28 hari. Metode yang dipakai untuk penelitian dilaksanakan di laboratorium dengan menguji balok beton berukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm sehingga diperoleh hasil kuat elastis beton. Dari hasil pengujian yang diperoleh dari penambahan serabut kelapa yaitu terdapat pada varian beton normal mendapatkan nilai rata-rata sebesar 4.214 Mpa, dengan penyatuan serat sabut kelapa 1% dengan panjang 5cm mendapatkan nilai rata-rata sebesar 2.648 Mpa, mendapatkan nilai kuat lentur paling terendah,  dengan penyatuan serat sabut kelapa 1% dengan panjang 10cm mendapatkan nilai rata-rata sebesar 2.911 Mpa, dengan penyatuan serat sabut kelapa 1% dengan panjang 15cm mendapatkan nilai rata-rata sebesar 3.083 Mpa dengan mendapat nilai lentur tertinggi setelah beton normal. Semakin panjang serat yang digunakan maka betambah kuat lentur yang didapatkan namun tidak melebihi beton normal.   Kata Kunci: Beton, Kuat Lentur, Serat Sabut Kelapa, Faktor Air Semen
ANALISIS OKUPANSI DAN KELAYAKAN TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA BUS TRANS JATIM RUTE SIDOARJO – GRESIK Brouwer, Rifky Fadhiel; Utomo, Nugroho; Estikhamah, Fithri
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20050

Abstract

Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk, maka kebutuhan akan transportasi yang digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain juga meningkat. Salah satunya adalah peningkatan pada transportasi umum. Meskipun terdapat peningkatan dalam penggunaan transportasi umum, hal itu belum menjadikan transportasi umum sebagai moda transportasi utama. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki transportasi umum Bus Trans Jatim yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan, peningkatan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum, serta kemudahan dalam perpindahan masyarakat yang memiliki tujuan di kota lain. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui tingkat keterisian penumpang, biaya operasional kendaraan, dan kemauan penumpang dalam membayar jasa Bus Trans Jatim. Pada penelitian ini menggunakan metode load factor, analisis Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK. 687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum Penumpang di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur, serta metode Willingness To Pay (WTP). Hasil analisis penelitian ini diperoleh nilai okupansi rata-rata Bus Trans Jatim dari bulan Agustus 2022 – Februari 2023 sebesar 1,32 (132%). Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa Bus Trans Jatim merupakan angkutan umum sangat baik karena memiliki nilai okupansi diatas 70%, namun melebihi batas nyaman angkutan umum sebesar 70%. Besarnya biaya operasional kendaraan (BOK) Bus Trans Jatim yaitu sebesar Rp 531.649.491 per bus-tahun atau Rp 21.074 per bus-km. Tarif penumpang Bus Trans Jatim sesuai perhitungan biaya operasional kendaraan saat ini apabila menggunakan tinjauan tarif penumpang aktual yaitu sebesar Rp 33.000,00 dan menggunakan tinjauan load factor 70% sebesar Rp 71.000,00. Hasil analisis kelayakan tarif berdasarkan WTP golongan umum sebesar Rp 6.500,00 dan golongan pelajar / mahasiswa / santri sebesar Rp 5.300,00. Hal itu menunjukkan kemauan penumpang dalam membayar sudah di atas tarif yang berlaku saat ini.   Kata Kunci: Bus Trans Jatim, Load Factor, Tarif, Biaya Operasional kendaraan, Willingness To Pay
Analisis Perbandingan Variasi Dimensi Fondasi Tiang Pancang Pada Jembatan Sambirejo di Tol Solo-Kertosono Wulandari, Malinda; Solin, Dian Purnamawati; Farichah, Himatul
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20201

Abstract

The foundation is one of the essential elements in a construction. Therefore, during the process of designing, meticulous design becomes important. This involves a careful consideration of soil investigation and upper structure data. Apart from these two aspects, the selection of the appropriate foundation type, dimensions, and depth are also crucial factors to consider during process of designing. Hence, in this research the analysis of the bearing capacity of pile foundations is conducted with variations in dimensions of 500, 600, and 800 to obtain effective and suitable dimensions for the case study area of the Solo-Kertosono toll road. Additionally, this study includes an analysis of the efficiency of pile by calculating the bearing capacity, settlement and the cost and time estimation plan. In summary, the result of this research indicate that the most effective and suitable dimension is a foundation with a diameter of 800 mm.
PENGGUNAAN PASIR EKS TAMBANG EMAS DESA TUMBANG MANYANGAN SEBAGAI AGREGAT DALAM CAMPURAN HRS-WC Panara Tarung, Novrindo Gabriel
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20230

Abstract

Jalan adalah  akses  atau prasarana  trasportasi  yang  sangat  penting  bagi umat manusia, karena dapat mendukung laju perkembangan  suatu pembangunan dalam transportasi,  dengan  demikian  pembangunan  jalan  wajib  memperhatikan kualitas pekerjaannya,  terutama pada pekerjaan perkerasan jalan.  Pada penelitian ini menggunakan pasir limbah tambang emas dari Desa Tumbang Manyangan yang terletak pada Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung mas sebagai agregat halus dalam campuran Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS-WC)  yang dilihat dari faktor-faktor parameter  Marshall, dengan memanfaatkan pasir limbah tambang emas yang berasal dari desa Tumbang Manyangan, serta salah  satu  upaya pemanfaatan sumber  daya  alam  atau bahan alternatif yang terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Gunung Mas, diharapkan menjadi material altematif perkerasan jalan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengujian laboratorium, yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan dari penggunaan pasir limbah tambang emas dari desa Tumbang Manyangan sesuai  spesifikasi   dalam  pemeriksaan   sifat-sifat   fisik   agregat,   serta   menghasilkan proporsi sesuai sepesifikasi  yang  digunakan menjadi campuran HRS-WC. Melalui Uji Laboratorium diperoleh nilai spesifik Marshall yang didapatkan Kadar  Aspal  Optimum  (KAO)  yaitu sebesar  6,76% , nilai stabilitas yaitu sebesar 946,618 kg, Rongga Antar Agregat (VMA)  yaitu sebesar 18,525%,  Rongga  dalam  Campuran   (VIM)  yaitu sebesar 3,818%, Rongga Terisi Aspal (VFB) yaitu bernilai 79,547%, dan Hasil Bagi Marshall (Marshall Quotient) yaitu sebesar 295,459 kg/mm..   Kata Kunci: Pasir Limbah, HRS-Wearing Course, Kadar Aspal Optimum
PENGARUH KOMUNIKASI YANG BURUK TERHADAP PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA LAMONGAN Wazir Maulana Albi
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20256

Abstract

Communication in a project is a key to success in project management. Errors or poor communication patterns in a project can have an impact on poor performance. This study aims to analyze the success of the project in terms of communication between project owners, contractors and consultants. The independent variables used in this study are communication in the use of costs, communication in the distribution of materials, and communication in designing schedules. The dependent variable used is communication to support project success. The sample in this study were 31 people who were directly involved in construction projects in the city of Lamongan. The results of the research that has been done is that all independent variables affect the dependent variable, and the most dominant variable that influences the dependent variable is communication in material distribution with a regression coefficient value of 0.618. Simultaneously there is a significant influence between the independent variables on the dependent variable with the results of the calculated F value compared to Ftable, so Fcount of calculated results is greater than Ftable (28.072> 2.960). Partially there is a significant influence between each independent variable forming the linear regression model individually on the dependent variable.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT FIBERGLASS TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH Ramayati, Novita Dwi
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20281

Abstract

Beton memiliki beberapa keunggulan seperti tingkat kekuatan yang tinggi, harga relative terjangkau, kemudahan dalam proses pengerjaan dan perawatan, serta kemampuan untuk dibentuk dengan mudah. Namun, diantara sejumlah keunggulan tersebut, beton juga memilliki kelemahan, salah satunya adalah kekuatan tarik yang rendah. Guna mengatasi kelemahan ini, telah dilakukan inovasi melalui penambhan serat dalam komposisi beton. Inovasi ini menggnakan serat fiberglass sebagai bahan tambahan pengganti agregat. Kanddungan serat fiberglas yang diterapkan mencakup 4 variasi diantaranya 0%, 0,25%, 0,5% dan 0,75% dari totala berat agregat. Selain penambahan serat, terdapat juga zat tambahan yang berperan dalam mengurangi ijumlah air campuran yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan sekaligus meningkatkan tingkat kekuatan tekan beton. Zat tambahan tersebut adalah superplasticizer, yang dalam penelitian ini merupakan produk Ertapast 35¸dan diaplikasikan dengan perbandingan 0,8% dari total berat semen. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukana kadar optimal penambahan serat fiberglass terhadap tingkat kekuatan tekan dan kekuatan tarik belah beton, serat dampaknyaa terhadap kedua sifat tersebut. Dalam Pengujian, benda uji yang digunakan adalah silinder berukuran 15 x 30 cm. sebanyak tiga silinder digunakan untuk menguji kekuatan tekan, dan tiga benda uji lainnya digunakan untuk menguji kekuatan tarik belah, semuanya pada umur 28 hari. Proses perencanaan campuran beton mengacu pada standar SNI 756-2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan serat fiberglass yang cukup tinggi pada beton segar dapat mengakibatkan penurunan dalam hal kemampuan pengolahan. Namun, sifat beton setelah mengeras menunjukan bahwa baik kekuatan tekan maupun kekuatan tarik belah mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan variasi penambahan serat fiberglass.   Kata kunci : fiberglass, superplasticizer,kuat tarik belah, kuat tekan
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN METODE MDP 2017 DAN AASHTO 1993 (STUDI KASUS JALAN BANTENG KOTA PALANGKA RAYA) Berutu, Maspriadi
AGREGAT Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i2.20364

Abstract

Roads serve as infrastructure for land traffic, pedestrian crossings, and other uses. The auxiliary structures and equipment for traffic that are at ground level, above ground level, below ground level, and/or above water level, with the exception of railroads, lorry roads, and cable roads, are the subject of the discussion. In this planning, the MDP 2017 and AASHTO 1993 methods are used. This study required field CBR and Daily Traffic Volume (LHR) data. Road segment CBR data was obtained at 6.423% from DCP testing at the study site. Daily traffic volume 1914 SMP. The results of analysis and calculation, obtained pavement thickness with the MDP 2017 method is 315 mm with surface layer details of 65 mm, bottom foundation layer 250 mm. While the thickness of pavement with the AASHTO 1993 method is 340 mm with surface layer details of 130 mm, top foundation layer 105 mm and bottom foundation layer 105 mm.

Page 1 of 2 | Total Record : 14