cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2024): April" : 14 Documents clear
Identifikasi Keanekaragaman Jenis Ikan (Class Pisces) Di Kepulauan Kangean Sebagai Sumber Belajar Biologi Hadijah, Siti; Wikanta, Wiwi
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui keanekaragaman jenis ikan di kepulauan kangean; (2) Membuat bentuk bahan ajar sebagai sumber belajar  biologi dari hasil penelitian keanekaragaman jenis ikan di kepulauan kangean. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek pada penelitian ini adalah tokoh masyarakat atau nelayan pulau kangean yang memiliki pengetahuan  tentang ikan. Sedangkan obyek dari penelitian ini adalah keanekaragaman jenis ikan yang ada di pulau kangean. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menentukan macam, jumlah dan indeks keanekaragaman jenis ikan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (1) terdapat 36 jenis ikan; (2) jumlah 1.072 ekor ikan; dan (3)  indeks keanekaragaman pada plot 1 yaitu pasar ikan desa arjasa memiliki tingkat keanekaragaman sedang sebesar (2,9224), indeks keanekaragaman pada plot 2 yaitu pasar ikan desa kangayan tingkat keanekaragamannya sedang sebesar (2,6363). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata keanekaragaman jenis ikan secara keseluruhan 36 jenis yaitu (2,7793) yang termasuk kedalam kategori keanekaragaman sedang; Bahan ajar yang dibuat dari penelitian ini berupa buku pengayaan keanekaragaman jenis ikan (class pisces).
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERKEMBANGAN TANAMAN UBI JALAR UNGGU (IPOMOEA BATATAS) SEBAGAI PELUANG BISNIS Perwira, Ahmad
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.18829

Abstract

Pertanian hidroponik menjadi metode budidaya tanaman yang semakin populer dan efisien dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Dalam pertanian hidroponik, pupuk merupakan sumber nutrisi utama bagi tanaman, dan pemilihan jenis pupuk dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Dua jenis pupuk yang umum digunakan adalah pupuk organik dan anorganik. Penggunaan pupuk anorganik, seperti pupuk kimia yang mengandung unsur hara yang diperoleh secara sintetis, cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih cepat dan hasil panen yang lebih tinggi dalam pertanian hidroponik. Pupuk anorganik juga mudah diatur dosisnya dan dapat memberikan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan tanaman. Namun, penggunaan pupuk anorganik juga dapat menyebabkan akumulasi garam dan perubahan pH dalam larutan nutrisi, yang dapat berdampak negatif pada tanaman hidroponik. Sementara itu, penggunaan pupuk organik, seperti pupuk yang berasal dari bahan organik alami seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau, dapat memberikan manfaat dalam hal kualitas tanaman dan produk. Pupuk organik dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi secara bertahap, meningkatkan aktivitas mikroba dalam sistem hidroponik, dan meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik juga dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan, karena dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
PENGARUH DETERGEN TERHADAP EKOSISTEM DI BENDUNGAN JATISARI KABUPATEN PROBOLINGGO Juwita, Fitria Ayu
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19253

Abstract

Sampah termasuk  satu diantara masalah lingkungan yang belum teratasi  secara tuntas di Probolinggo. Adanya kesadaran sangat dibutuhkan untuk meminimalisirkan pengaruh negatif terhadap lingkungan. Apabila sampah tersebut dibiarkan menumpuk hingga menggunung sangat tidak menutup kemungkinan menimbulkan permasalahan  seperti gatal gatal bahkan  penyakit serius misalnya kanker kulit. Sampah yang menumpuk di perairan dapat menyebabkan tersumbatnya aliran air sehingga menimbulkan banjir, seperti yang ada di kota-kota yang banyak penduduknya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Tak hanya terjadi di kota besar saja masalah sampah tersebut, namun juga terjadi di bendungan Jatisari yang ada di Kabupaten Probolinngo. Tak sedikit masyarakat MCK (Mandi, Cuci, Kakus)di bendungan tersebut. dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa detergen dapat memengaruhi ekosistem yang ada di Bendungan tersebut, karena zat kimia dalam detergen mengandung ABS (Alkil Benzena Sulphonate), yang menyebabkan terganggunya proses respirasi pada ikan sehingga menimbulkan kematian. Mengenai masalah tersebut diperlukan  penanganan serius dan kesadaran dari semua pihak akan pentingnya menjaga lingkungan. Kata kunci : Bendungan,Detergen, EkosistemABSTRACT  Waste is one of the environmental problems that has not been resolved completely in Indonesia.  Awareness is needed to minimize the negative effects on the environment. If the garbage is allowed to accumulate, it is very likely to cause problems such as itching and even serious diseases such as skin cancer. Garbage that accumulates in the waters can cause blockage of water flow, causing flooding, such as those in cities that are heavily populated. The method used in this writing is descriptive qualitative. Not only does the garbage problem occur in big cities, but it also occurs in the Jatisari dam in Probolinngo Regency. Not a few people MCK (Mandi, Cuci, Kakus) in the dam. This can affect the ecosystem in the dam. The problem requires serious handling and awareness from all parties of the importance of protecting the environmentKeyword :Dam,Detergen, Ecosystem 
Pengaruh Penggunaan Media Tanam Ampas Kopi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Zahraa', Fatiyah
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19255

Abstract

ABSTRAKMedia tanam yang efektif merupakan metode untuk menambah produksi tanaman. Kandungan Magnesium, Sulfur, dan Kalsium dalam ampas kopi baik bagi pertumbuhan tanaman. Rencana penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak penggunaan media tanam ampas kopi terhadap pertumbuhan tanaman terung (Solanum melongena L.). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap. Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan media tanam ampas kopi untuk media tanam dapat menghasilkan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman terung (Solanum melongena L.). Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa pada perlakuan percobaan P2 dengan 20 gram ampas kopi dan 280 gram tanah dihasilkan tanaman terung yang memiliki rata-rata 5,75 cm. Rata-rata tersebut lebih tinggi dari perlakuan percobaan P0 dengan 0 gram ampas kopi dan 280 gram tanah yang memiliki rata-rata 4,65 cm dan dari perlakuan percobaan P1 dengan 10 gram ampas kopi dan 280 gram tanah yang memiliki rata-rata 5,5 cm.Kata kunci: ampas kopi; media tanam; tanaman terung. ABSTRACTEffective planting media is a method to increase crop production. The content of Magnesium, Sulfur and Calcium in coffee grounds is good for plant growth. The plan of this research is to determine the impact of using coffee grounds growing media on the growth of eggplant (Solanum melongena L.). The method used is a quantitative method by applying the Completely Randomized Design. From the research results, it can be concluded that using coffee grounds as a planting medium can have a significant effect on the growth of eggplant (Solanum melongena L.). The results obtained proved that in the P2 experimental treatment with 20 grams of coffee grounds and 280 grams of soil, eggplant plants were produced which had an average length of 5.75 cm. This average is higher than the experimental treatment P0 with 0 grams of coffee grounds and 280 grams of soil which has an average of 4.65 cm and from the experimental treatment P1 with 10 grams of coffee grounds and 280 grams of soil which has an average of 5.5 cm.Key words: coffee grounds; growing media; eggplant plant.
KUALITAS AIR BAKU DI DUKUH SUTOREJO KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA SEBAGAI EDUKASI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN AIR BERSIH Qoimah, Siti Nur
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19257

Abstract

ABSTRAKAir memiliki peranan penting kebutuhan bagi makhluk hidup. Setiap saat dan setiap waktu pasti dibutuhkan karena pada dasarnya dalam struktur tubuh makhluk hidup terdapat 80% air di dalamnya. Selain air juga menjadi sarana Kesehatan dan pencegahaan penularan penyakit. Pada penelitian ini menggunakan object air tanah dan air PAMSIMAS. Penelitian ini menggunakan kualitatif Deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas air tanah dan air PAMSIMAS berdasarkan secara fisik, kimia dan biologi. Berdasarkan pemantauan dilapangan Air tanah mengandung 6 parameter yang tidak sesuai standart mutu air bersih, sedangkan Pada air PAMSIMAS mengandung 2 Parameter dimana sudah memenuhi standart mutu air bersih dan layak diterapkan sebagai bahan dasar dalam kehidupan. Hasil eksperimen ini dapat diaplikasikan sebagai pengetahuan dan sumber informasi kepada masyarakat dalam bentuk media Brosur.
PENGARUH BLUE LIGHT GADGET TERHADAP PROSES PENUAAN DINI PADA KULIT WAJAH Maswan, Randa Difla Pradana
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19258

Abstract

ABSTRAKGadget saat ini tengah digandrungi banyak orang. Angka penggunaan gadget di Indonesia selalu meningkat dan Indonesia telah menempati urutan kelima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah Cina, Amerika Serikat, India, dan Brazil. Peningkatan pengguna smartphone setiap tahunnya sangat bisa dimaklumi karena handphone saat ini bukan sekedar alat komunikasi melainkan memiliki berbagai fungsi yang tergabung di dalamnya. Sekarang menggunakan alat dapat sangat membantu beberapa tindakan karena semuanya hanya memiliki dua sisi mata yang berbeda. Keunggulan smartphone dapat dimanfaatkan sepenuhnya, namun smartphone juga membawa aspek negatif. Metode penelitian yang saya gunakan pada artikel kali ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh blue light pada wajah.  Paparan blue light secara kumulatif dan dalam waktu jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai masalah kulit di wajah. Diantaranya bisa memicu kemunculan tanda-tanda penuaan dini akibat paparan sinar tersebut atau yang kerap disebut photoaging. Karena sinar blue light mampu mempenetrasi kulit lebih dalam. Kondisi itu membuat blue ligh mampu merusak kolagen dan elastin. Ketika kulit mengalami kekurangan kolagen dan elastin, lapisan epidermis akan lebih mudah kendur dan menyebabkan keriput di beberapa area wajah. Tidak hanya muncul tanda-tanda penuaan dini, kerusakan elastin, kolagen, dan sel-sel kulit pada wajah akibat blue light juga dapat melemahkan permukaan kulit wajah dan memperlambat regenerasi sel kulit.Kata Kunci: Blue light; Gadget; Penuaan Dini.ABSTRACTGadgets are currently being loved by many people. The number of gadget users in Indonesia is always increasing and Indonesia ranks fifth in the list of the world's largest smartphone users, after China, the United States, India and Brazil. The increase in smartphone users every year is understandable because today's cellphones are not just a communication tool but have various functions incorporated in them. Now using tools can really help with some actions because everything just has two different sides of the eye. The advantages of smartphones can be fully utilized, but smartphones also bring negative aspects. However, frequent use of gadgets has a negative impact on our health, especially due to the effects of blue light (blue light) emitted from these gadgets. The research method that I use in this article is a descriptive qualitative method, with the aim of knowing the effect of blue light on the face. Cumulatively and long-term exposure to blue light can cause various skin problems on the face. Among them can trigger the appearance of signs of premature aging due to exposure to these rays or what is often called photoaging. Because blue light rays are able to penetrate deeper into the skin. This condition makes blue light able to damage collagen and elastin. When the skin experiences a lack of collagen and elastin, the epidermis layer will loosen more easily and cause wrinkles in several areas of the face. Not only do signs of premature aging appear, damage to elastin, collagen, and skin cells on the face due to blue light can also weaken the surface of facial skin and slow down skin cell regeneration.Keywords: Blue light; Gadget; Early Aging.
Aktivitas Lalat Rumah (Musca domestica) pada Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) daesusi, ruspeni; Anindita Riesti Retno Arimurti; Dita Artanti; Fitrotin Azizah; Novaulia Kinasih; Sispita Sari , yeti Eka
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.22677

Abstract

ABSTRACT House flies (Musca domestica) are vectors or mechanical transmitters of various infectious diseases through their body parts. The use of chemical insecticides to control houseflies has harmful effects on non-target insects, as well as exposure to humans and the environment. The use of insecticides made from natural ingredients is a solution to overcome the use of synthetic chemical insecticides. Papaya (Carica papaya) is a plant that is easy to grow and contains flavonoids, tannins, alkaloids, saponins, papain, calpain, and a number of other secondary metabolic compounds that are anti-mycoorganisms and parasites. This type of experimental research with a post test only group design aims to test the effect of papaya leaf extract on house fly activity. There are 3 treatments, namely P1 (papaya leaf extract), P2 (aquades) and P3 (branded liquid mosquito repellent). Each treatment was repeated 6 times. The research sample was 104 house flies. The results of the Mann Whitney test showed that there was a very significant difference (p<0.01) in the number (presentation) of houseflies that experienced changes in normal activity to abnormal ones between the administration of papaya leaf extract (72%) and the negative control using distilled water (0%). Meanwhile, administering branded liquid mosquito repellent provides 100% of the effect of flies experiencing abnormal activity. Thus, papaya leaf extract has been proven to have potential as a house fly repellent, although the effect is not as great as branded liquid mosquito repellent (p<0.05). Key words: Carica papaya, leaf extract, Musca domestica
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERKEMBANGAN TANAMAN UBI JALAR UNGGU (IPOMOEA BATATAS) SEBAGAI PELUANG BISNIS Perwira, Ahmad
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.18829

Abstract

Pertanian hidroponik menjadi metode budidaya tanaman yang semakin populer dan efisien dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Dalam pertanian hidroponik, pupuk merupakan sumber nutrisi utama bagi tanaman, dan pemilihan jenis pupuk dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Dua jenis pupuk yang umum digunakan adalah pupuk organik dan anorganik. Penggunaan pupuk anorganik, seperti pupuk kimia yang mengandung unsur hara yang diperoleh secara sintetis, cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih cepat dan hasil panen yang lebih tinggi dalam pertanian hidroponik. Pupuk anorganik juga mudah diatur dosisnya dan dapat memberikan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan tanaman. Namun, penggunaan pupuk anorganik juga dapat menyebabkan akumulasi garam dan perubahan pH dalam larutan nutrisi, yang dapat berdampak negatif pada tanaman hidroponik. Sementara itu, penggunaan pupuk organik, seperti pupuk yang berasal dari bahan organik alami seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau, dapat memberikan manfaat dalam hal kualitas tanaman dan produk. Pupuk organik dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi secara bertahap, meningkatkan aktivitas mikroba dalam sistem hidroponik, dan meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik juga dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan, karena dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
PENGARUH DETERGEN TERHADAP EKOSISTEM DI BENDUNGAN JATISARI KABUPATEN PROBOLINGGO Juwita, Fitria Ayu
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19253

Abstract

Sampah termasuk  satu diantara masalah lingkungan yang belum teratasi  secara tuntas di Probolinggo. Adanya kesadaran sangat dibutuhkan untuk meminimalisirkan pengaruh negatif terhadap lingkungan. Apabila sampah tersebut dibiarkan menumpuk hingga menggunung sangat tidak menutup kemungkinan menimbulkan permasalahan  seperti gatal gatal bahkan  penyakit serius misalnya kanker kulit. Sampah yang menumpuk di perairan dapat menyebabkan tersumbatnya aliran air sehingga menimbulkan banjir, seperti yang ada di kota-kota yang banyak penduduknya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Tak hanya terjadi di kota besar saja masalah sampah tersebut, namun juga terjadi di bendungan Jatisari yang ada di Kabupaten Probolinngo. Tak sedikit masyarakat MCK (Mandi, Cuci, Kakus)di bendungan tersebut. dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa detergen dapat memengaruhi ekosistem yang ada di Bendungan tersebut, karena zat kimia dalam detergen mengandung ABS (Alkil Benzena Sulphonate), yang menyebabkan terganggunya proses respirasi pada ikan sehingga menimbulkan kematian. Mengenai masalah tersebut diperlukan  penanganan serius dan kesadaran dari semua pihak akan pentingnya menjaga lingkungan. Kata kunci : Bendungan,Detergen, EkosistemABSTRACT  Waste is one of the environmental problems that has not been resolved completely in Indonesia.  Awareness is needed to minimize the negative effects on the environment. If the garbage is allowed to accumulate, it is very likely to cause problems such as itching and even serious diseases such as skin cancer. Garbage that accumulates in the waters can cause blockage of water flow, causing flooding, such as those in cities that are heavily populated. The method used in this writing is descriptive qualitative. Not only does the garbage problem occur in big cities, but it also occurs in the Jatisari dam in Probolinngo Regency. Not a few people MCK (Mandi, Cuci, Kakus) in the dam. This can affect the ecosystem in the dam. The problem requires serious handling and awareness from all parties of the importance of protecting the environmentKeyword :Dam,Detergen, Ecosystem 
Pengaruh Penggunaan Media Tanam Ampas Kopi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Zahraa', Fatiyah
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19255

Abstract

ABSTRAKMedia tanam yang efektif merupakan metode untuk menambah produksi tanaman. Kandungan Magnesium, Sulfur, dan Kalsium dalam ampas kopi baik bagi pertumbuhan tanaman. Rencana penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak penggunaan media tanam ampas kopi terhadap pertumbuhan tanaman terung (Solanum melongena L.). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap. Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan media tanam ampas kopi untuk media tanam dapat menghasilkan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman terung (Solanum melongena L.). Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa pada perlakuan percobaan P2 dengan 20 gram ampas kopi dan 280 gram tanah dihasilkan tanaman terung yang memiliki rata-rata 5,75 cm. Rata-rata tersebut lebih tinggi dari perlakuan percobaan P0 dengan 0 gram ampas kopi dan 280 gram tanah yang memiliki rata-rata 4,65 cm dan dari perlakuan percobaan P1 dengan 10 gram ampas kopi dan 280 gram tanah yang memiliki rata-rata 5,5 cm.Kata kunci: ampas kopi; media tanam; tanaman terung. ABSTRACTEffective planting media is a method to increase crop production. The content of Magnesium, Sulfur and Calcium in coffee grounds is good for plant growth. The plan of this research is to determine the impact of using coffee grounds growing media on the growth of eggplant (Solanum melongena L.). The method used is a quantitative method by applying the Completely Randomized Design. From the research results, it can be concluded that using coffee grounds as a planting medium can have a significant effect on the growth of eggplant (Solanum melongena L.). The results obtained proved that in the P2 experimental treatment with 20 grams of coffee grounds and 280 grams of soil, eggplant plants were produced which had an average length of 5.75 cm. This average is higher than the experimental treatment P0 with 0 grams of coffee grounds and 280 grams of soil which has an average of 4.65 cm and from the experimental treatment P1 with 10 grams of coffee grounds and 280 grams of soil which has an average of 5.5 cm.Key words: coffee grounds; growing media; eggplant plant.

Page 1 of 2 | Total Record : 14