EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1: Januari 2010"
:
11 Documents
clear
Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Konsep Sekolah Ramah Anak
Sudirjo, Encep
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2748
AbstrakAnak yang belajar dengan dimensi sekolah ramah anak selain anak merasa senang, potensinya tergali dan terkembangkan. Dengan model pembelajaran yang lebih mengutamakan aktifitas siswa, sekolah juga menyediakan lingkungan dan fasilitas yang mengakomodir apa yang diinginkan siswa sehingga siswa menjadi senang belajarnya. Siswa dilibatkan dalam berbagai aktifitas yang dapat mengembangkan kemampuannya (learning by doing). Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya, memajangkan hasil karyanya diikutsertakan dalam pemeliharaan fasilitas sekolah. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut akan memungkinkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dengan demikian untuk tercapainya kualitas lulusan, pendidikan tidak harus dilakukan dengan kekerasan. Malahan kekerasan dapat menghambat bahkan hilangnya potensi yang dimiliki anak. Jadi betapa pentingnya sekolah ramah anak dimunculkan dalam pengembangan pendidikan dasar.Kata Kunci: Model Pembelajaran Inovatif, Sekolah Ramah Anak
Pendidikan Inklusif
Herawati, Nenden Ineu
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2755
ABSTRAKUraian singkat tentang pendidikan inklusif adalah pendidikan yang ramah untuk semua anak, dengan sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Sejarah pendidikan inklusif di dunia pada mulanya diprakarsai dan diawali dari negara-negara Scandinavia (Denmark, Norwegia, Swedia), Amerika tahun 1960-an, Inggris dalam Ed.Act. 1991, selanjutnya deklarasi Bangkok tahun 1994 mencetuskan perlunya pendidikan inklusif, di Indonesia tahun 2004 lalu tahun 2005 di8adakan simposium Internasional di Bukit Tinggi. Tujuan Pendidikan inklusif di antaranya memenuhi amanat UUD 1945 pasal 31 sedangkan yang melandasi pendidikan inklusif adalah filosofis, yuridis, dan empirik. KataKunci : Konsep, Sejarah, Tujuan, Landasan Pendidikan Inklusi
Perkembangan Emosional Dan Sosial Alumni Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru ( Kajian Deskriktif Terhadap Perkembangan Emosional Dan Sosial Alumni Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru)
Kartika, Entang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2751
ABSTRAKSistem pembelajaran di Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru berbeda dengan SD biasa. Perbedaan tersebut terletak dalah hal; pertama kurikulum nasional dimodifikasi dengan cara akselerasi yakni program materi-materi pembelajaran untuk 6 tahun dikemas menjadi materi-materi pembelajaran 5 tahun, kedua, lamanya waktu belajar di sekolah lebih lama ketimbang di SD biasa, dengan menerapkan lama belajar sehari penuh (full day). Ketiga siswa-siswa yang diterima di SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru melalui penseleksian, yang maksudnya para calon siswa yang mendaftar di tes kematangan kesiapan belajar di SD, dan tes inteligensi. Sejalan dengan hal tersebut, di kalangan masyarakat dan dinas pendidikan masih ada yang mengkhawatirkan kematangan perkembangan dan prestasi belajarnya di sekolah lanjutannya, dalam hal ini pada tingkat SMP-nya. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana perkembangan sosial para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di Sekolah lanjutannya?; dan (2) bagaimana perkembangan emosi para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di Sekolah lanjutannya? Sejalan dengan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perkembangan sosial dari para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di sekolah lanjutan; dan (2) perkembangan emosi dari para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di sekolah lanjutannya. Pendekatan dan metode penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif Deskriptif. Sampel penelitian ini adalah alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru yang dipilih secara randon sejumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik kuesioner. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat penulis kemukakan bahwa (1) rata-rata alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru telah memiliki tingkat perkembangan emosional berkategori cukup baik; dan (2) rata-rata alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru telah memiliki tingkat perkembangan sosial berkategori baik.Kata Kunci: Alumni SD Lab UPI Cibiru, Perkembangan Emosional, Perkembangan Sosial
Mewujudkan Anak Usia Dini Yang Cerdas Dalam Memasuki Pendidikan Sekolah Dasar Sembilan Tahun
M. Arifin, Robandi Roni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2756
ABSTRAKPrinsip – prinsip dasar Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Berorientasi pada kebutuhan anak. Kegiatan belajar harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan dan perkembangan masing – masing anak sebagai individu. Kegiatan belajar dilakukan melalui pendekatan bermain yang menyenakan dan dapat merangsang anak untuk mengeksplorasi dengan menggunkan benda – benda di sekitarnya. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi sehngga anak dapat belajar serius dan konsentrasi. Menyediakan lingkungan yang menarik dan mendukung proses belajar anak. Mengembangkam life skill anak yang diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi dan memiliki keterampilan dasar. Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. Dilaksanakan secara bertahap dengan mengacu pada prinsip – prinsip perkembangan anak. Rancangan pendidikan mencakup semua aspek perkembangan. Pendidikan bagi anak usia dini makin disadari sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, hanya saja berbagai hambatan masih ditemukan, terutama yang menyangkut peran serta masyarakat (orang tua yang memiliki anak usia dini di desa Haurgombong) belum menyadari sepenuhnya tentang pendidikan usia dini, serta belum terpikirkan akibat yang akan dialami anak tersebut dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya karena kurang maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap anak tersebut. Ada beberapa factor yang menjadikan penyebab masih rendahnya kesadaran masyarakat, antara lain karena ketidaktahuan, kemiskinan, pendidikan yang rendah, dan budaya setempat.Kata kunci : Anak Usia Dini, Yang Cerdas, dan Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.
Penerapan Pembelajaran Tematik SD Di Indonesia
Karli, Hilda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2752
ABSTRAKModel pembelajaran tematik sudah mulai diperbicangkan oleh pakar pendidikan di tahun 1999. Pembelajaran tematik yang merujuk pada KBK dan KTSP sudah diberlakukan sejak tahun 2005 yang lalu. Menurut Fogarty ada 10 macam model tematik tetapi yang dipelajari oleh pakar pendidikan Indonesia hanya 3 model yaitu model pembelajaran tematik jenis jaring laba-laba, model pembelajaran tematik jenis terpadu dan model pembelajaran tematik model keterhubungan. Pembelajaran tematik sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan pengalaman bermakna bagi siswa. Pengalaman bermakna maksudnya anak memahami konsep – konsep yang telah mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami. Untuk Implementasi Pembelajaran tematik di sekolah dasar ada beberapa komponen yang perlu dibahas dahulu seperti metode, penilaian, media, langkah pembelajaran dan peran guru. Setelah itu akan dibahas langkah penyusunan Pembelajaran tematik serta contoh Matriks Tematik , Silabus dan RPP.Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Sekolah Dasar
Pengaruh Permainan Bola Tembak Terhadap Power Otot Tungkai Siswa SD
-, Tarsad
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2757
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh permainan bola tembak terhadap power otot tungkai siswa putri kelas IV SDN.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa putri kelas IV SD dengan sampel sebanyak 20 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan uji statistik, ternyata secara empirik permainan bola tembak berpengaruh secara signifikan (berarti) terhadap power otot tungkai siswa putri kelas IV. Berdasar pada hasil penelitian tersebut di atas, penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut. Para guru sebagai pengelola pembelajaran di sekolah hendaknya guru selalu kreatif mencari teknik pembelajaran yang paling tepat digunakan dalam, misalnya dengan mencoba teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Permainan merupakan salah satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa yang sedang berada pada tahap senang bermain.Kata Kunci: Permainan Bola Tembak, Power Otot Tungkai, Siswa Putri SD.
Pemahaman Konsep Tubuh Manusia Dan Kesulitan - Kesulitan Dalam Menguasainya Pada Mahasiswa Program S-1 PGSD UPI Kampus Cibiru
Irianto, Dede Margo
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2740
ABSTRAKSecara umum penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif program perkuliahan di Program S1 PGSD UPI Kampus Cibiru, secar khusus penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat penguasaan konsep IPA , khususnya pada sub konsep tubuh manusia mahasiswa Program S1 PGSD UPI Kampus Cibiru, memperoleh informasi tentang kesulitan-kesulitan yang dialami oleh mahasiswa, dan memperoleh ionformasi tenatng faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar mahasiswa.Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Kesulitas Pemahaman, konsep tubuh manusia
Pembelajaran Matematika Kontekstual Kelompok Permanen Dan Tidak Permanen Dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematik Sekolah Dasar
Windayana, Husen
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2753
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang kemampuan penalaran, komunikasi matematik dan sikap siswa dengan pembelajaran kontekstual melalui belajar kelompok permanen dan kelompok tidak permanen, kemudian dilihat pengaruhnya terhadap kemampuan penalaran, komunikasi matematik, dan sikap siswa. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen kelompok kontrol pretes-postes. Kelompok pertama adalah kelas eksperimen yang terdiri dari dua pasang kumpulan siswa yang masing-masing memperoleh pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen dan pembelajaran matematika kontekstual kelompok tidak permanen menurut katagori sekolah sedang dan rendah. Sedangkan kelompok kontrol adalah siswa yang memperoleh pembelajaran matematika biasa menurut katagori sekolah sedang dan rendah. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah dasar kelas empat di wilayah Kabupaten Bandung, dan pemilihan sampel secara purposif menurut sekolah dan secara acak menurut kelas. Hasil penelitian menunjukkan secara signifikan pada tingkat kepercayaan 0,05 bahwa kemampuan penalaran, komunikasi matematik, dan sikap siswa dalam pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen (PMKKP) dan kelompok tidak permanen (PMKKTP) lebih baik dari pembelajaran matematika biasa dalam katagori sekolah sedang dan rendah. Namun kemampuan penalaran, komunikasi matematik, dan sikap siswa pada pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen (PMKKP) dan kelompok tidak permanen (PMKKTP) tidak berbeda secara signifikan dalam katagori sekolah sedang dan rendah. Terjadi interaksi antara model pembelajaran dengan katagori sekolah terhadap kemampuan komunikasi matematik dan sikap siswa. Untuk kemampuan komunikasi matematik dan sikap siswa model pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen (PMKKP) baik untuk katagori sekolah sedang dan pembelajaran matematika kontekstual kelompok tidak permanen (PMKKTP) baik untuk katagori sekolah rendah.Kata Kunci: Pembelajaran Matematika Kontekstual, Kelompok Permanen, Kelompok Tidak Permanen, Penalaran, Komunikasi Matematik.
Teater Antara Kreative, Dinamika Kelompok, Kematangan Psikologis, Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar
Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2758
ABSTRAKTeater dapat dipandang dalam berbagai dimensi. Dimensi pertama adalah bahwa teater merupakan wujud kreativitas para pelakunya. Dalam pembentukan proses kreatif tersebut teater mencerminkan dinamika kelompok para pelakunya. Lebih jauh teater dapat pula dikatakan sebagai wadah pengembangan kematangan psikologis. Sejalan dengan hal di atas, teater merupakan materi pembelajaran di sekolah karena dinggap memilki banyak muatan posotif di dalamnya. Teater dalam pembelajaran membuat sebuah kontribusi yang penting terhadap perkembangan anak. Teater menyangkut bahasa, persepsi, perkembangan konsep, pengetahuan estetik dan pada akhirnya keseluruhan barisan pengalaman itu sendiri. Teater lebih jauh merupakan seni bahasa dan kemampuan berkomunikasi yang dapat digabungkan dalam beberapa cara yang menyenangkan dan untuk tujuan yang bervariasi dimulai dari mempertinggi perkembangan bahasa dan kosa kata sampai kepada kemampuan pemahaman menggunakannya dan membaca kritis.Kata Kunci : Teater, Kreativitas. Dinamika Kelompok, Psikologis, dan Pembelajaran
Peranan Media Gambar Dalam Pembelajaran Menulis
Syahrudin, Didin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v2i1.2746
ABSTRAKMedia dalam pengertian umum merupakan sarana komunikasi. Sedangkan dalam pendidikan media dapat diartikan sebagai alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guru dalam mencapai tujuan pengajaran. oleh karena itu media pengajaran lebih dikenal dengan sebutan alat bantu pengajaran atau alat peraga. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran menulis karangan prosa, penggunaan media tepat digunakan sebab penjelasan guru tidak cukup dengan metode ceramah atau penugasan saja, melainkan harus dibantu dengan alat berupa media. Pemilihan media pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan tujuan pembelajaran. Media gambar adalah salah satu media yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dasar terutama dalam keterampilan menulis.Kata Kunci: Media Gambar, Pembelajaran Menulis